Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Cirebon, IMNU Tegal - Menteri Agama H Lukman Hakim Saefuddin memuji atas terselenggaranya Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin, Cirebon. Menurutnya, kongres ini tidak hanya mengkaji substansi dan melahirkan rekomendasi, tapi tidak kalah pentingnya adalah prosesnya.

“Saya merasa kongres ini luar biasa,” kata H Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan penutupan acara KUPI, Kamis (27/4).

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Kongres ini sepenuhnya inisiatif dari masyarakat, dari kaum perempuan itu sendiri, kata H Lukman.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang membantu kesuksesan acara KUPI yang untuk pertama kalinya di dunia dan diselenggarakan di Cirebon ini.

IMNU Tegal

“Sebagai Menteri Agama saya ingin menghaturkan terima kasih tiada terhingga, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak,” kata Lukman.

IMNU Tegal

Ia berharap rumusan-rumusan yang dilahirkan dari kongres ini akan meningkatkan kaum perempuan itu sendiri dan peradaban di Indonesia dan di dunia. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Ulama IMNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Hukum Membaca Al-Quran dengan Langgam Batak atau Jawa

Assalamu’alaikum wr. Wb. Redaksi Bahtsul Masail yang kami hormati, baru-baru ini kita mengikuti polemic mengenai boleh-tidaknya membaca al-Quran dengan langgam selain langgam Arab, misalnya dengan langgam Batak atau Jawa. Yang ingin saya tanyakan bolehkan membaca al-Quran dengan langgam Batak atau Jawa? Atas penjelasannya kami ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb (Munawwir/Sragen)

--

Assalamu’alaikum wr. Wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Membaca al-Quran merupakan ibadah yang sangat besar pahalanya, bahkan disunnahkan juga mengindahkan bacaannya. Sampai disini sebenarnya tidak ada persoalan. Persoalan kemudian timbul ketika membaca al-Quran dengan langgam non-Arab. Misalnya langgam Jawa atau Batak.

Hukum Membaca Al-Quran dengan Langgam Batak atau Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Membaca Al-Quran dengan Langgam Batak atau Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Membaca Al-Quran dengan Langgam Batak atau Jawa

Untuk menjawab pertanyaan ini maka kami akan menghadirkan pandangan para ulama tentang pembacaan al-Quran dengan pelbagai langgam. Asy-Syasyi dalam kitab al-Hilah mendokumentasikan tentang perbedaan para ulama dalam menyikapi pembacaan al-Quran dengan pelbagai langgam. Menurutnya ada dua kalangan ulama, ada yang membolehkan dan ada yang tidak.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

IMNU Tegal

“Asy-Syasyi dalam kitab al-Hilah, adapun membaca (al-Qur`an) dengan pelbagai langgam maka sebagian kalangan membolehkan sedang kalangan yang lain melarangnya. (Lihat ar-Ramli, Hasyiyah ar-Ramli, juz, 4, h. 344)

Sedangkan imam Syafii cenderung untuk memerinci. Menurutnya membaca al-Quran dengan pelbagai langgam adalah boleh sepanjang tidak merubah huruf dari nazhamnya. Namun apabila sampai menambahi hurufnya maka tidak diperbolehkan. ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

“Asy-Syasyi dalam kitab al-Hilah, adapun membaca (al-Qur`an) dengan pelbagai langgam maka sebagian kalangan membolehkan sedang kalangan yang lain melarangnya. Imam Syafi’i memilih untuk merincinya, jika membacanya dengan pelbagai langgam yang tidak sampai merubah huruf dari nazhamnya maka boleh, tetapi apabila merubah hurufnya sampai memberikan tambahan maka tidak boleh” (Hasyiyah ar-Ramli, juz, 4, h. 344)

Pandangan imam Syafii sebenarnya ingin menegaskan bahwa boleh saja al-Quran dibaca dengan pelbagai langgam asalkan tidak merusak tajwid, mengubah orisinalitas huruf maupun maknanya. Pandangan imam Syafii tersebut kemudian diamini juga oleh ad-Darimi dengan mengatakan bahwa membaca al-Quran dengan pelbagai langgam adalah sunnah sepanjang tidak menggeser huruf dari harakatnya atau menghilangkannya. Sebab, menggeser atau menghilangkan huruf dari harakatnya adalah haram.? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ad-Darimi berkata, membaca dengan pelbagai langgam itu disunnahkan sepanjang tidak menggeser huruf dari harakatnya atau menghilangkannya karena hal itu diharamkan”. (Hasyiyah ar-Ramli, juz, 4, h. 344)

Dengan mengaju pada penjelesan singkat ini, maka jawaban kami atas pertanyaan di atas adalah boleh membaca al-Quran dengan langgam Batak atau Jawa sepanjang tidak menabrak sisi tajwid, makharij huruf, dan terpeliharanya orisinalitas makna al-Quran itu sendiri.?

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Sikapilah perbedaan pandangan dengan bijak. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari pada para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

?

*Ilustrasi: Muhammad Yaser Arafat yang melantunkan Al-Quran dengan langgam Jawa di Istana Negara beberapa waktu lalu dan memicu polemik.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Berita IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Jombang, IMNU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminudin Ma’ruf berziarah ke makam salah satu tokoh pelopor gerakan pemuda Hizbullah KH A Wahab Hasbullah di Jombang,  Selasa (28/10) malam.

Menurut Amin, KH A Wahab Hasbullah merupakan figur pemuda Nahdliyin di zamannya yang mempunyai semangat gerakan sangat tinggi. “PMII harus banyak belajar dari semangat jihad beliau,” paparnya di depan kader komisariat PMII se-Jombang di area makam Mbah Wahab Hasbullah.

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Selain itu, ia mengajak kader PMII untuk kembali meneruskan mengembangkan peninggalan Mbah Wahab, yaitu pesantren. Pesantren mesti tetap dijaga dari masuknya paham di luar Ahlusunnah wal Jamaah. “Pesantren merupakan lahan basah yang tidak boleh ditinggalkan  generasi muda Nahdliyin, di antaranya kader PMII,” terang pemuda berkaca mata ini.

IMNU Tegal

Ketua PMII Jombang Mahmudi berharap, kedatangan Ketum PB PMII dapat dimanfaatkan kadernya untuk belajar tentang apapun terutama mengenai kelembagaan PMII. “Kami memfasilitasi anggota dan kader untuk bertemu dan belajar secara langsung kepada ketua umum,” ungkapnya kepada IMNU Tegal.

Dalam kesempatan tersebut, kedatangan Amin pada pukul 22.00 WIB ke makam Mbah Wahab disambut puluhan kader PMII Jombang yang rela menunggu sejak maghrib. Demi bertemu dan berbagi pengetahuan dengan pimpinan organisasi mereka. (Romza/Mahbib)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Khutbah, RMI NU IMNU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kiai Syaroni: Jangan Guyon Kebablasan!

Kudus, IMNU Tegal. Pada Pengajian Tafsir Al-Qur’an di Masjid al-Aqsha Menara Kudus, Jawa Tengah Rabu (24/7) pagi tadi, Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi mengingatkan jangan suka bercanda (guyon) kebablasan yang hanya mengumbar kebohongan. Karena hal tersebut bisa berakibat hati menjadi keras dan fasik.

“Kalau guyon maton diperbolehkan saja, tetapi kalau guyon yang membohongi untuk mengundang tawa belaka itu tidak baik,” katanya saat menerangkan ayat 15- 20 Surat Al-Hadid Juz 27.

Kiai Syaroni: Jangan Guyon Kebablasan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Syaroni: Jangan Guyon Kebablasan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Syaroni: Jangan Guyon Kebablasan!

Ulama kharismatik yang biasa disapa Mbah Sya’roni ini menjelaskan bahwa ayat 15 Surat Al-Hadid menerangkan sikap para sahabat Muhajirin yang bercanda berlebihan saat menerima sambutan luar biasa dari sahabat Ansor (sahabat yang sudah mukim di Madinah).

IMNU Tegal

“Kaum Muhajirin diingatkan supaya tidak meniru orang Yahudi yang senang guyon sehingga menjadi fasik sampai lupa kitab Taurat dan Injil,” katanya menerangkan ayat selanjutnya.

Nabi Muhammad, tutur mbah Sya’roni, suka bercanda namun gaya dan materi yang disampaikan tidak pernah bohong. Dikisahkan, Nabi Muhammad menyapa seorang perempuan tua yang selalu menyapu jalan menuju masjid yang sering dilaluinya. Nabi bertanya alasan perempuan tua menyapu jalan itu, sang perempuan menjawab, ingin masuk surga bersama Nabi. 

IMNU Tegal

“Nabi menjawab dengan canda bahwa di surga tidak ada nenek-nenek seperti ibu. Sang perempuan tua itu menangis. Lalu Nabi menyahuti lagi, di surga itu perempuan tua-tua akan menjadi muda lagi. Jadi, ibu tetap masuk surga. Sang nenek tadi bisa tersenyum lega,” cerita Mbah Sya’roni mencontohkan. 

Diterangkan ayat selanjutnya, meskipun banyak orang yang lupa akibat guyonan berlebihan, Allah bisa mengubah kembali menjadi khusuk sehingga ingat kembali kepada Allah maupun membaca Al-Qur’an. 

“Makanya, guyon ya guyon tapi yang maton. Jangan kebablasan. Lebih baik untuk dzikir atau membaca Al-Qur’an,” tegas mbah Sya’roni dalam bahasa Jawa.

Mbah Sya’roni juga menerangkan hidup di dunia adalah permainan, kesenangan, perhiasan untuk kebanggaan manusia belaka. Banyak harta dan anak, merupakan kesenangan di dunia yang hanya sementara. 

“Oleh karenanya kita harus berusaha menggunakan harta benda kita untuk kebaikan termasuk berinfak juga,” ajaknya lagi kepada  ribuah jamaah yang memenuhi ruangan dan halaman masjid Menara Kudus.

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, Fragmen, Ulama IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis

Jepara, IMNU Tegal

Wakil Ketua PCNU Jepara, Hisyam Zamroni yang didaulat membuka kegiatan presentasi lomba menulis opini yang dihelat LTN PCNU Jepara, Rabu (23/3) lalu memantik 10 peserta terbaik tersebut.?

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis

“Kalian adalah salah satu penerus budaya tulis-menulis. Karena saat ini penulis masih sangat kurang jumlahnya,” tegas Hisyam saat membuka presentasi lomba yang berlangsung di gedung NU Jepara ini.?

Ia meyakinkan peserta jika tiada penerus Bukhari dan Muslim niscaya kelak akan hilang. Orang yang pintar tegasnya wajib menulis. Dulu, papar Kepala KUA Keling Jepara manusia ditradisikan dengan budaya lisan. Pidato maupun khutbah adalah misal tradisi lisan.?

Sehingga ada istilah tutur tinular merupakan gambaran dari tradisi lisan. Tradisi lisan menurut alumnus Pascasarjana UIN Walisongo Semarang ini dapat bernilai kebenaran sebagaimana Nabi Muhammad memberikan sabda kepada sahabat-sahabatnya.?

Tradisi menghafal al-Qur’an juga bagian dari bahasa tutur. Untuk itu, saat ini sudah saatnya pelajar dan santri sebagai penerus budaya tulis.?

IMNU Tegal

“Jadikan menulis hal yang nikmat. Kegiatan yang sangat enjoy,” imbuhnya.

IMNU Tegal

Kegiatan tersebut merupakan awal bukan akhir. Kepada peserta dirinya juga meyakinkan bahwa orang bisa hidup lantaran menulis.?

Apa saja bisa ditulis. Tidak terkecuali potensi-potensi yang ada di kampung dengan versi masing-masing. “Ayo kita kembangkan budaya tulis kita,” ajaknya.?

Lomba menulis opini bertema “Rahmat Kemajemukan Itu Nyata” merupakan agenda perdana LTN PCNU Jepara masa khidmah 2015-2020. Naskah yang masuk ke panitia yang berjumlah puluhan kemudian dikerucutkan menjadi 10 besar.?

Pemenang lomba yang mencakup isi dan tulisan kata Muhammadun Sanomae, Ketua LTN PCNU Jepara akan diumumkan di web nujepara.or.id dalam waktu dekat ini.?

“Profil juara I akan dipublikasikan di Suara Merdeka,” pungkas Kepala Biro Suara Muria (Suara Merdeka) ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Makam IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu

Guruku di Kesugihan Cilacap, KH Chasbullah Badawi wafat malam ini, sekitar jam 19.00, di RS Griatri Purwokerto. Terbayang bulan Ramadan 1974, ketika aku setiap malam sehabis salat tarawih ngaji kitab Kifayatul Atqiya secara balahan kepada beliau.?

Biasanya, setelah setengah jam beliau membaca kitab, dari 40-an santri hanya tinggal satu dua orang saja yang masih mampu mempertahankan qalam untuk ngesah-sahi. Lainnya sudah tersambar mimpi.

Lalu, beliau akan berhenti dan memanggil seorang santri yang bernama Muhsin.

“Sin, Muhsin, ngeneh pacitaneh dibagi!”

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu

Beliau pun lalu masuk bagian dalam rumah dan beristirahat sebentar, sebelum mulai lagi membaca kitab. Kami pun mendapat jatah pacitan.

Di sini pula aku mendapat pengalaman melihat santriwan dan santriwati yang terpisah dinding saling betot lidi yang dipakai santriwan untuk mengitik santriwati di sebelah dinding.?

IMNU Tegal

Betapa waktu lari sangat kencang.

Rama Kiai, engkau pergi di bulan mulia, sesuai dengan kemulianmu. Semoga Allah menerima semua amal baik Rama Kiai dan memaafkan semua kesalahan Rama. Amin. (Muhammad Machasin, Mustasyar PBNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Ulama, News, Hadits IMNU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta

Jakarta, IMNU Tegal. Buku ? “Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” karangan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dibedah di kampus UIN Jakarta, Senin (26/1). Hadir dalam bedah buku itu sejumlah pakar dan pengamat terorisme antara lain Rumadi Ahmad, Cholil Nafis, Asep Kususanto, dan Zainul Milal Bizawi.

Buku Al Qaeda" itu antara lain mengungkapkan bahwa setelah Osama tewas pada Mei 2011, Al Qaeda tidak ikut hancur dan mati. Setelah kematian Osama kaum jihadis kini menemukan medan jihad baru di Syria, Iraq, dan kawasan Afrika. Bahkan telah lahir ISIS/ISIL (The Islamic State? of Iraq and the Levant).

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta

Sekretaris Kajian Timur Tengah Pascasarjana Universitas Indonesia Cholil Nafis dalam bedah buku itu mengingatkan, penanganan terorisme di Indonesia dan dunia tidak cukup dengan menangkap dan mengadili para teroris. “Tidak cukup sekedar mengatasi teorisnya, tetapi juga yang terpenting adalah ‘isme’-nya,” katanya.

Menurutnya, persolan “isme” atau ideologi yang mendorong orang untuk melakukan aksi teror itu yang perlu diatasi. Para pelaku teror dan pihak-pihak yang merekrut para calon ? ‘pengantin’ yang akan menjalankan aksi teror selalu mengaitkan aksi yang mereka lakukan dengan spirit agama Islam.

Dalam kesempatan itu ia menyesalkan tayangan penggerebekan kelompok teroris oleh pihak kepolisian yang disiarkan di stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu. Menurutnya, penggerebekan semacam itu tidak layak menjadi tontotan masyarakat,

IMNU Tegal

“Lembaga penyiaran perlu memperhatikan mana yang layak ditayangkan dan mana yang tidak. Penayangan itu menyebabkan masyarakat menjadi imun. Masyarakat menganggap terorisme sebagai tontonan biasa,” kata Cholil yang juga Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dikatakan, MUI senantiasa mengingatkan kepada masyarakat bahwa ideologi Islam yang diusung oleh para teroris hanyalah merupakan alat pembenar untuk melakukan berbagai tindak kejahatan terorisme.

IMNU Tegal

Dekan Fakultas Ushuludin UIN Jakarta Prof Dr Masri Mansoer saat memberikan pengantar mengatakan, diskusi buku “Al Qaeda” itu memberikan pesan kepada para mahasiswa untuk berhati-hati dalam memilih organisasi kemahasiswaan agar tidak terjebak dalam jaringan terorisme internasional. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama IMNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

IPNU-IPPNU Didorong Berdiri di Seluruh Kampus di Jateng

Semarang, IMNU Tegal

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menginisiasi penyelenggaraan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU yang diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.

IPNU-IPPNU Didorong Berdiri di Seluruh Kampus di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Didorong Berdiri di Seluruh Kampus di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Didorong Berdiri di Seluruh Kampus di Jateng

Langkah ini merupakan bagian dari usaha untuk mengembangkan ranah IPNU-IPPNU di seluruh perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah maupun sekitarnya.

Farid Luthfi Assidiqi, ketua PKPT IPNU Unnes, menerangkan bahwa Makesta Raya merupakan program kerja terbaru pihaknya sebagai tindak lanjut hasil kongres IPNU IPPNU di Boyolali.

IMNU Tegal

"Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU IPPNU secara legal formal telah disahkan berdasarkan hasil kongres di Boyolali, sehingga sebagai PKPT tertua di Jawa Tengah, sudah selayaknya kita mempunyai kewajiban untuk mengembangkan IPNU-IPPNU di perguruan tinggi," katanya.

IMNU Tegal

Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Unnes tersebut menerangkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sampai pelatihan saja, namun akan terus dilakukan pendampingan dan advokasi agar di seluruh perguruan tinggi di Jawa Tengah berdiri komisariat IPNU IPPNU.

Ali Maskur, selaku ketua panitia kegiatan Makesta Raya mengatakan bahwa kegiatan selama tiga hari ini diisi dengan berbagai materi. "Materi-materi dalam acara tersebut di antaranya adalah ahlussunnah wal jamaah, ke-NU-an, IPNU IPPNU, geo politik kampus, wawasan kebangsaan, hingga kepemimpinan dan keorganisasian," katanya.

Selain materi, peserta juga kami ajak untuk berdiskusi perihal isu-isu strategis terkini yang memerlukan solusi. "Kader IPNU IPPNU mempunyai karakter yang santun, agamis, dan berintelektual. Dalam segala persoalan selalu mengedepankan prinsip-prinsip ke-Aswaja-an, sehingga selain mempunyai dasar pengetahuan agama, juga memiliki nalar politik yang baik," jelasnya.

Hadir dalam kegiatan Makesta Raya tersebut adalah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas Negeri Semarang, Poliklinik Kesehatan Surakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, dan UIN Sunan Ampel Surabaya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin

Jakarta, IMNU Tegal. Refleksi Awal Tahun dan Haul Gus Dur yang diselenggarakan PBNU dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Selasa, 4 Januari 2011. KH Gafar Rahman, Romo Frans Magnis Suseno, dan Pdt. Gomar Gultom hadir sebagai narasumber.



Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin

Refleksi ini mengambil tema, "Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin". Tampil sebagai keynote speaker, Kang Said berpesan agar semua elemen bangsa ini saling menghargai dan membangun kembali toleransi (tasamuh) yang akhir ini mulai memudar.

"Fenomena intoleransi yang muncul tidak hanya dari Muslim ke non Muslim saja, namun juga sebaliknya. Di Swiss, Muslim tidak boleh bangun menara. Di Perancis, Muslim tidak boleh berjilbab, dal lain sebagainya," papar pria yang akrab disapa Kang Said ini.

IMNU Tegal

Intoleransi ini, menurut Kang Said, terjadi karena persoalan kemiskinan dan minimnya kualitas pendidikan. Agama bukan faktor utama terjadinya intoleransi.

IMNU Tegal

"Islam sangat melindungi non Muslim dan itu bisa dibaca dalam al Quran. Contoh, ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, saat itu sedang ramai isu bahwa Isa atau (Yesus) adalah hasil perzinahan Maryam dengan Yusuf an Najjar. Saat itu Rasulullah gelisah, lalu turunlah surat Maryam yang menjelaskan atau merehabilitasi hal itu," jelas Kang Said.

"Hal-hal tentang non Muslim banyak terrekam dalam al Quran. Dalam al Quran ada surat Maryam, tapi di Injil tidak ada surat Khadijah," ujar Kang Said sambil bergurau. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Ahlussunnah, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Tahun Baru Hijriyah Diawali dengan Doa

Jember, IMNU Tegal. Umat Islam di berbagai daerah di Indonesia, Jumat (19/1) tadi malam, memanjatkan doa keselamatan menyambut datangnya tahun baru Hijriyah 1428. Perpindahan tahun baru kali ini diharapkan juga berarti perpindahan atau hijrah dari yang tidak sempurna menuju ke tingkatan yang lebih sempurna, dari dosa dan salah menjadi pahala dan keutamaan.

Di Pondok Pesantren Al Qodiri Jember, malam tahun baru Islam diisi dengan menggelar hataman Al Quran bersama para santri dan warga sekitar pesantren. Para jamaah membaca doa bersama dan membaca wirid, untuk keselamatan semua umat manusia dan warga yang tertimpa musibah seperti banjir lumpur Lapindo, kapal hilang, banjir, longsor dan serangan penyakit.

Tahun Baru Hijriyah Diawali dengan Doa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriyah Diawali dengan Doa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriyah Diawali dengan Doa

Pimpinan Ponpes Al Qodiri, KH Achmad Muzakky Syah, Jumat (19/1) malam, mengatakan, sebagai ummat manusia sudah saatnya melakukan kajian terhadap diri sendiri dengan menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada Allah SWT.

Diakui atau tidak, katanya, kita sering melakukan kesalahan baik kepada manusia maupun kepada Allah dengan tetap menganggap bahwa diri kita benar.  "Kalaupun belum dikabulkan maka kita terus meminta ampun pada Allah," ujarnya.

Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, juga mengadakan hataman Al-Quran di Sekretariat Cabang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep.

IMNU Tegal

"Selama ini gema pergantian tahun baru Islam hampir tidak pernah dirayakan, makanya MUI memulai dengan kegiatan menghatamkan Al-Quran," ujar Ketua MUI Sumenep, KH Safraji, Sabtu.

Kegiatan menghatamkan Al-Quran, kata Safraji, akan dijadikan kalender tahunan. Masyarakat diharapkan mengikuti acara tersebut, selain memanjatkan doa juga sebagai wahana silaturrahmi sesama muslim.

IMNU Tegal

Malam Tahun Baru 1428 Hijriah di Semarang, Jawa Tengah, dirayakan secara sederhana dan bernuansa kontemplasi tanpa ada bunyi trompet dan konvoi kendaraan bermotor seperti ditemui setiap pergantian tarikh Masehi.

Menyambut datangnya bulan Muharam atau Sura, Kamis malam, warga Kota Semarang berkumpul untuk tirakatan yang diselenggarakan secara swadaya oleh warga tingkat RT, RW, maupun kelurahan.

Berbeda dengan pergantian tahun baru tarikh Masehi yang disambut gegap gempita, malam satu Sura ini disambut dengan segala kesederhanaannya. Aneka makanan yang disajikan semuanya bernuansa tradisional, termasuk nasi tumpeng. Kalau pun ada hiburan, berkaraoke bersama sudah mampu memberi kegembiraan warga.

Di  Yogyakarta umat Islam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1428 Hijriyah dengan melakukan berbagai kegiatan religius di antaranya pengajian maupun tadarus Al Quran di masjid-masjid, Jumat malam.

Di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta tampak puluhan umat Islam dengan tekun melakukan kajian dan tadarus kitab suci Al-Quran dipimpin seorang ustadz.

Tadarus Al Quran yang diselenggarakan Takmir Masjid Gedhe itu, dimaksudkan agar jemaah Masjid Gedhe Kauman bisa mendalami isi Al Quran.

 "Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menghindarkan umat Islam melakukan kegiatan di luar ajaran agamanya serta yang bisa menjauhkan dari keimanan mereka," kata salah seorang pengurus Takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta yang enggan disebut namanya. (ant/fur/nam/han/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kyai, Ulama IMNU Tegal

Selasa, 28 November 2017

NU Pacarpeluk Siap Layani Kesehatan Gratis dan Persalinan Warga

Jombang, IMNU Tegal 

Pengurus Ranting Nahlatul Ulama (PRNU) Desa Pacarpeluk, Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tidak menyia-nyiakan kepercayaan masyarakat dalam mengelola keuangan yang dihimpun dari mereka. Uang yang dihimpun melalui kaleng koin sedekah diwujudkan dalam Kartu Pacarpeluk Sehat.

NU Pacarpeluk Siap Layani Kesehatan Gratis dan Persalinan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pacarpeluk Siap Layani Kesehatan Gratis dan Persalinan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pacarpeluk Siap Layani Kesehatan Gratis dan Persalinan Warga

Ketua PRNU Pacarpeluk Nine Adien Maulana mengatakan, dengan kartu ini, pemilikinya bisa mendapatkan layanan kesehatan rawat jalan dan persalinan secara gratis di Balai Pengobatan Klinik Pratama Madinah. 

“Kami telah menjalin kerja sama dengan Direktur Balai Pengobatan Klinik Pratama Madinah untuk memberikan layanan kesehatan kepada pemilik kartu itu secara gratis. Kami yang akan membayarnya melalui pengelolan dana sedekah itu. Inilah bentuk gotong royong kaum Nahdliyyin dalam mengupayakan kesejahteraan bersama,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima IMNU Tegal Sabtu (5/8). 

IMNU Tegal

Secara simbolis kartu itu akan diserahkan kepada pemilikinya pada malam 17 Agustus 2017. Acara itu dibarengkan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-72. 

“Dengan demikian 17 Agustus 2017 akan menjadi catatan sejarah emas kebangkitan Nahdliyyin Pacarpeluk yang hadir dalam memberi kemanfaatan nyata kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Ulama IMNU Tegal

Senin, 20 November 2017

Prediksi NU 1 Syawal Kamis, Namun Hilal Masih Rendah

Jakarta, IMNU Tegal. Lajnah Falakiyah PBNU memprediksi tanggal 1 Syawal 1434 H jatuh pada hari Kamis, bertepatan dengan tanggal 8 Agustus 2013. Namun posisi hilal pada saat dilakukan pengamatan (rukyatul hilal) pada Rabu petang tanggal 29 Ramadhan besok masih cukup rendah.

Prediksi NU 1 Syawal Kamis, Namun Hilal Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prediksi NU 1 Syawal Kamis, Namun Hilal Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prediksi NU 1 Syawal Kamis, Namun Hilal Masih Rendah

Hasil hisab penyerasian yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah PBNU untuk Idul Fitri 1434 H untuk Markaz Jakarta, sebagaimana dimuat dalam Almanak PBNU tahun 2013 menyebutkan, ijtima’ atau konjungsi akan terjadi Rabu (7/8) pukul 14:50:21 WIB. Tinggi hilal pada saat dilakukan pengamatan masih agak rendah 3049’06”.

Namun data hisab itu sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah atau visibilitas pengamatan, sehingga NU memprediksi 1 Syawal jatuh pada Kamis, 8 Agustus 2013.

IMNU Tegal

“Apabila pelaksanaan rukyat tidak berhasil melihat hilal, maka hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Jum’at, 9 Agustus 2013 dan puasa digenapkan 30 hari,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri dalam konferensi pers di kantor PBNU, Senin (5/8).

IMNU Tegal

Namun demikian Lajnah Falakiyah PBNU tetap berharap rukyat yang dilaksanakan pada Rabu (7/7) petang berhasil melihat hilal di salah satu titik-titik rukyat strategis.

“Mari kita berdoa semoga rukyat ini berhasil. Semoga tidak ada halangan cuaca, baik itu awan, mendung, apalagi hujan. Saya menghimbau para pelaksana rukyat melakukan shalat hajat sebelum berangkat rukyat,” demikian Kiai Ghazalie.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, Ulama IMNU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Ingin Terus Dapat Pahala, Lakukan Hal Kecil Ini!

Ketika kebutuhan hidup manusia terpenuhi oleh alam, manusia tidak perlu susah-susah membuat dan mengolah makanan. Manusia cukup mengambil dari alam karena alam banyak menyediakan kebutuhan manusia, terutama makanan. Makanan itu antara lain buah-buahan dan binatang buruan.

Kehidupan awal manusia sangat tergantung dari alam. Ketika alam sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup manusia, yang disebabkan populasi manusia bertambah dan sumber daya alam berkurang, maka manusia mulai memikirkan bagaimana dapat menghasilkan makanan.

Ingin Terus Dapat Pahala, Lakukan Hal Kecil Ini! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Terus Dapat Pahala, Lakukan Hal Kecil Ini! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Terus Dapat Pahala, Lakukan Hal Kecil Ini!

Oleh karena itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

?

Artinya: “Siapa yang menanam tumbuh-tumbuhan, kemudian dimakan anak Adam (manusia) atau makhluk Allah lainnya, niscaya baginya (pahala) sedekah “ (HR. Muslim)

IMNU Tegal

Sabda tersebut menggerakkan para sahabat Nabi untuk melakukan penghijauan. Diceritakan, Abu Darda radliyallahu ‘anhu pernah menanam pohon zaitun ketika usianya sudah senja. Padahal, untuk menghasilkan buah pohon tersebut membutuhkan waktu cukup lama.

Abu Darda pun ditegur seseorang perihal kegiatannya ini. “Kenapa Engkau menanam pohon zaitun, padahal pohon tersebut lama berbuah sementara usiamu sudah tua, wahai Abu Darda?”

“Tidak menjadi persoalan pohon yang saya tanam berbuah ketika saya sudah meninggal, tapi nanti yang menikmati anak cucu saya,” jelas Abu Darda.

Abu Darda pun melanjutkan penjelasannya,? “Anak cucu saya akan mendoakan, dan doanya sampai ke kuburan saya.” (Ahmad Rosyidi)

(Disarikan dari kitab Ahubbuhum Anfa’uhum karya Dr.? Imad Ali Abd Abdusam’i Husani)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, Pendidikan, Ulama IMNU Tegal

Senin, 13 November 2017

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat

Jepara, IMNU Tegal. Ekonomi yang mandiri digadang menjadi penyemangat bagi para aktivis Muslimat NU Jepara dalam berjuang untuk umat. Mewujudkan hal itu ratusan kader Muslimat NU Jepara antusias mengikuti seminar yang diadakan oleh Bank Indonesia di Hotel Jepara Indah, Sabtu (19/8).

Hadir sebagai pembicara, Anggota Komisi XI DPR RI F-PKB, Fathan Subchi, Manajer Fungsi Pelaksana Bank Indonesia Jawa Tengah, Abdul Rohman. Hadir pula Pimpinan Bank Jateng Kabupaten Jepara, Heri Supriyanto, dan Dinas Koperasi dan UKM Nakertrans Jepara, Nasukha.

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat

Kata Fathan, Muslimat NU harus diberdayakan utamanya dalam bidang pengembangan ekonomi agar perjuangannya menegakkan agama bisa kuat dan solid. Pemerintah perlu terjun secara langsung membina Muslimat agar memiliki jiwa entrepreneur yang mantap.?

"Jiwa enterpreneur harus diasah dengan terjun langsung dalam usaha riil demi mewujudkan kemandirian ekonomi. Kemandirian ekonomi akan berdampak pada kuat dan solidnya muslimat jepara dalam mewujudkan islam yang ramatan lil alamin,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu politisi asal Kabupaten Demak itu juga mengapresiasi atas berdirinya Koperasi Annisa yang dikelola Muslimat NU Jepara. Menurutnya itu bisa menjadi inspirasi bagi Muslimat yang lain untuk berjuang menyejahterakan umat.

IMNU Tegal

"Saya dengar Muslimat Jepara memiliki Koperasi Annisa dan usaha catering. Itu bisa jadi modal dan inspirasi bagi muslimat yg lain untuk berwirausaha," ujar Fathan.

Sementara itu, Manager fungsi pelaksana Bank Indonesia Jawa Tengah, Abdul Rohman menyampaikan bahwa peran UMKM dalam menopang ekonomi nasional sangatlah besar. UMKM juga merupakan penyelamat jitu bagi ekonomi Indonesia sekaligus solusi saat terjadi krisis moneter.

"Alasan Bank Indonesia mendukung program ini dan ikut membangun UMKM adalah untuk menjaga stabilitas moneter," ujar Rohman.

IMNU Tegal

Adanya acara ini juga menjadi awal dari hubungan yang kuat antara Bank Indonesia dengan Muslimat NU Jepara dalam membangun jaringan. Acara bertajuk Peran Bank Indonesia dalam Akses Keuangan dan Pengembangan UMKM di Indonesia itu diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan sekaligus bukti kerja sama BI dengan Muslimat NU Jepara. (M. Farid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Tegal, Ulama IMNU Tegal

Selasa, 07 November 2017

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Jember, IMNU Tegal

Anak-anak adalah masa depan bangsa. Bagaimana gambaran masa depan Indonesia 30-an tahun ke depan, anak-anak saat ini adalah jawabannya. Karena itu, menanamkan kecintaan? mereka terhadap Al-Qur’an sesungguhnya merupakan bagian dari upaya menciptakan masa depan bangsa yang cerah.

Demikian disampaikan Buhari Ediyanto, Ketua Remaja Masjid (Remas) Al-Istiqomah, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Madrasah Ramadhan di Masjid Al-Istiqomah, kemarin (23/6).

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Menurutnya, anak-anak harus diajari mencintai Al-Qur’an sejak dini. Caranya dengan mengajari mereka mengaji. Baik belajar di masjid, mushala, ataupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).? “Jadi para orang tua harus selalu mendorong agar anaknya mau belajar mengaji. Jangan sampai orang tua kalah dengan pengaruh TV. Kalau waktunya ngaji, orang tua harus tegas kepada buah hatinya,” ujar Buhari.

IMNU Tegal

Buhari menambahkan, bulan Ramadhan adalah merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat belajar mengaji di kalangan anak-anak. Selama ini, katanya, masyarakat cenderung membiarkan anak-anaknya vakum dari kegiatan mengaji dengan alasan kasihan karena waktu mereka banyak tersedot untuk kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan di luar sekolah. Padahal, mengaji itu teramat penting.

“Kalau dulu, anak-anak sampai lulus SD masih ke langgar (belajar ngaji). Tapi sekarang, sulit rasanya,” jelas Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember itu.

IMNU Tegal

Madarasah Ramadhan itu sendiri berlangsung satu hari, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari TPQ Ar-Rahman, binaan Remas Al-Istiqomah dan masyarakat sekitarnya. Materi yang diberikan meliputi fadhilah Ramadhan, Nuzulul Qur’an dan game ketangkasan. Bagi peserta yang aktif dan berprestasi disediakan hadiah.

Selain Madrasah Ramadhan, Remas al-Istiqomah juga menyelenggarakan bagi-bagi takjil untuk dhu’afa dan musafir. Kegiatan ini dilaksanakan semingu tiga kali selama Ramadhan. Di samping itu, juga digelar acara Tabuh Sahur untuk membangunkan masyarakat dan jamaah masjid agar bersahur tepat waktu. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, IMNU, AlaSantri IMNU Tegal

Pendamping Desa Harus Jadi Pelopor Pembangunan Desa

Bandung, IMNU Tegal. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, meminta pendamping desa agar menjadi pelopor sekaligus motor penggerak pembangunan di desa. Menurutnya, kehadiran pendamping desa yang diamanatkan oleh Undang-Undang Desa yakni untuk mewujudkan desa yang mandiri maju dan sejahtera.

"Pendamping desa harus mampu menjadi agen perubahan di setiap desanya. Kalian adalah pahlawan dari agen perubahan desa," ujar Menteri Eko dalam acara penutupan pelatihan pendamping lokal desa di Bandung, Ahad (8/10).

Menteri Eko juga meminta para pendamping desa untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan pembangunan desa, baik itu perencanaan maupun pelaksananaan pembangunan. Dengan jumlah dana desa yang terus naik, para pendamping desa harus proaktif mendengar dan memberi solusi bagi permasalahan desa.

Pendamping Desa Harus Jadi Pelopor Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendamping Desa Harus Jadi Pelopor Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendamping Desa Harus Jadi Pelopor Pembangunan Desa

"Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan untuk penduduk di desa. Nah, saya minta pendamping desa harus bisa berperan besar dalam pemanfaatan dana tersebut agar lebih produktif. Sebab untuk membiayai pendamping itu tidak kurang negara mengeluarkan sekitar Rp 2,8 trilun," ujar Menteri Eko.

Di tahun 2015, Menteri Eko melanjutkan, dana desa yang dikucurkan pemerintah senilai Rp 20 triliun. Kemudian, pada 2016 meningkat menjadi Rp 47 triliun dan tahun 2017 ini mencapai Rp 60 triliun untuk

IMNU Tegal

74.910 desa. Untuk saat ini, program ini merupakan satu-satunya di dunia dengan besaran jumlah yang terus meningkat tiap tahunnya.

"Dana desa dapat dipergunakan untuk membangun sentra-sentra pertumbuhan perekonomian warga di desa, selain infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lain sebagainya," sambungnya. 

IMNU Tegal

Dengan besaran tersebut, Menteri Eko meminta kepada masyarakat jangan segan-segan melaporkan jika ditemukan ada penyelewengan dari dana desa. Terlebih, lanjutnya, Kemendes PDTT telah membentuk Satgas Dana Desa.

"Jika ditemukan ada penyelewengan dari dana desa jangan segan-segan untuk malapor ke Satgas Dana Desa ke nomor 1500040. Pelaku penyelewengan dari dana desa tersebut akan langsung ditindak tegas aparat penegak hukum," tegasnya.

Turut hadir dalam pelatihan pra tugas pendamping desa yang diikuti 670 peserta yakni Staf Khusus Mendes PDTT, Syaiful Huda, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Taufik Madjid, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Jawa Barat, Agus Hanafi. Pelatihan tersebut digelar selama satu minggu. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Internasional IMNU Tegal

Jumat, 03 November 2017

KMNU IPB Hadiri Ceramah Maulid Rais Aam PBNU Gus Mus

Bogor, IMNU Tegal. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor turut hadir di majelis taklim Raudhatul Jannah di Cilebut, Bogor, Sabtu, (8/3). Forum ini menghadirkan Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus sebagai penceramah maulid Nabi Muhammad SAW.

Dipandu sejumlah ibu aktivis majelis taklim Raudhatul Jannah, mereka membaca surat Yasin, tahlil, dan maulid Syaraful Anam. Usai pembacaan sari tilawah, mereka juga menyimak sambutan tuan rumah oleh Ustadz Misbah yang tidak lain adalah alumnus santri pesantren Raudhotut Thalibin.

KMNU IPB Hadiri Ceramah Maulid Rais Aam PBNU Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IPB Hadiri Ceramah Maulid Rais Aam PBNU Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IPB Hadiri Ceramah Maulid Rais Aam PBNU Gus Mus

Dalam ceramahnya, Gus Mus menyatakan rasa syukurnya karena sekarang banyak orang jatuh cinta kepada Rasulullah SAW. Namun sayangnya, rasa cinta itu tidak diikuti selanjutnya dengan upaya untuk mengenal, mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW.

IMNU Tegal

Bahkan lebih jauh lagi, banyak mereka yang mencitai Rasulllah SAW justru melakukan tindakan yang tidak disukai kekasihnya SAW. “Untuk itu, peringatan maulid nabi perlu dilaksanakan dalam rangka untuk mengenal lebih dekat Nabi Muhammad saw”, tutur Gus Mus. (Uchibuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Santri, Ulama, Aswaja IMNU Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan

Jakarta, IMNU Tegal. Kiprah dan perjuangan melalui Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) hendaknya bukan hanya untuk masa sekarang. Namun juga untuk masa sekarang dan masa depan. Oleh karena itu, LPTNU harus tahu apa kira-kira yang akan terjadi di masa depan.

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan

Hal itu diungkapkan Penasihat LPTNU M. Nuh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPTNU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (16/11) sore.?

“Kalau tidak begitu, kasihan anak-anak kita. Ibarat menugaskan orang pergi ke Jepang begitu sampai di Jepang uang yang dibawa tidak laku,” kata Nuh.

Itu sebabnya, lanjut Nuh, pendidikan tinggi NU harus berorientasi ke depan, agar hasil pendidikan tersebut cocok dengan masa depan.

Nuh menyebut ada beberapa alasan mendasar mengapa pendidikan tinggi NU harus mengacu kepada masa depan. Salah satunya berdasarkan hasil sebuah survey yang dirilis tahun 2016 bahwa persoalan makin rumit, sementara waktu yang diperlukan semakin cepat.

IMNU Tegal

“Itu yang harus menjadi dasar dalam membekali anak-anak kita. ? Kalau enggak, anak-anak kita akan menjadi generasi expired,” tegasnya.

Lebih lanjut Nuh menyampaikan hasil pendidikan adalah ilmu dan keterampilan. Sementara ilmu dan keterampilan ada masanya, sehingga bisa saja dibuang.

IMNU Tegal

“Misalnya pesawat televisi tabung besar sekarang sudah ganti semua. Transistor juga sudah enggak dipakai. Kecuali sikap yang nggak akan dibuang sampai mati.”

Nuh mendorong agar perguruan tinggi membekali mahasiswanya dengan kemampuan orde tinggi. Anak-anak harus kreatif dan diasah intuisinya. Sering intuisi dulu baru logika. Ada juga logika dulu baru intuisi. Jangan sampai mendidik mereka dengan cara yang tidak sesuai.

Nuh juga mendorong agar perguruan tinggi NU membuka keilmuan hingga jenjang S2 dan S3, khususnya untuk perguruan tinggi yang sudah sehat finansial, organisasi, dan akademik.

Nuh berkeyakinan bahwa peningkatan kapasitas perguruan tinggi adalah bagian dari Tashwirul Afkar (pergolakan pemikiran) yang secara destingtif menjadi kekhasan NU, selain Nahdatul Wathon (kebangkitan tanah air), dan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan ekonomi). (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tokoh, News, Ulama IMNU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Masyarakat Banjit Antusias atas Penyembuhan Alternatif GP Ansor

Way Kanan, IMNU Tegal. Sukses menggelar penyembuhan alternatif Aji Tapak Sesontengan (ATS) bersamaan dengan pasar murah, Ahad (18/6), di Kampung Neki, Banjit, Way Kanan, Lampung masyarakat meminta PAC GP Ansor Banjit untuk menggelar kegiatan serupa.

"Antusias masyarakat bagus sekali terhadap penyembuhan dilakukan sahabat Ketua PC GP Ansor Way Kanan sahabat Gatot Arifianto. Harapan mereka, kegiatan bisa digelar lagi," ujar Ketua PAC Ansor Banjit, Yudi Hutri Winata, di Way Kanan, Selasa (20/6).

Masyarakat Banjit Antusias atas Penyembuhan Alternatif GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Banjit Antusias atas Penyembuhan Alternatif GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Banjit Antusias atas Penyembuhan Alternatif GP Ansor

Saat menggelar penyembuhan alternatif di Kampung Neki, Gatot yang merupakan Kamituo (Master) ATS diserbu kurang lebih 50 masyarakat.

Masyarakat mengaku penyakit asam urat, rabun, maag, jantung yang mereka derita mengalami perbaikan signifikan.

IMNU Tegal

Vera Heryati, misalnya, mengaku ada perbaikan setelah ditangani aktivis Gusdurian Lampung itu.

Sejak empat bulan lalu, Vera memutuskan untuk berhenti dari SMA N 1 Banjit sehubungan tidak bisa duduk dan menulis. Bagian tangan dan kaki Vera terasa keras dan lututnya terasa sakit sehingga tidak bisa untuk duduk bersila.

Namun setelah ditangani Gatot yang juga praktisi hypnosis dan Neo Neuro Lingusitic Programing itu, kondisi Vera sudah mulai membaik. Bagian-bagian tubuh Vera yang tegang sudah mulai mengendur dan tidak keras lagi. Ia juga sudah bisa membuat sambal pada sore hari untuk berbuka puasa setelah ditangani siang hari.

"Jadi PAC Ansor Banjit berharap kegiatan serupa bisa digelar kembali sehubungan sangat membantu menyembuhkan masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit jika ditangani dokter biayanya tidak terjangkau," ujar Yudi. (Darma Cakra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Meme Islam, AlaNu, Ulama IMNU Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Di Jember, Hafal 3 Juz, Masuk SMA Negeri Tanpa Tes

Jember, IMNU Tegal

Sebagai upaya mewujudkan Jember kabupaten religius, Pemkab Jember mendorong para remaja agar mencintai Al-Qur’an. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberi keringanan kepada pelajar yang mau masuk SMP Negeri tanpa melewati tes asalkan yang bersangkutan hafal 2 juz Al-Qur’an. Sedangkan bagi pelajar yang berminat masuk SMA/SMK Negeri tanpa tes, syaratnya harus hafal 3 juz Al-Qur’an.

Di Jember, Hafal 3 Juz, Masuk SMA Negeri Tanpa Tes (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jember, Hafal 3 Juz, Masuk SMA Negeri Tanpa Tes (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jember, Hafal 3 Juz, Masuk SMA Negeri Tanpa Tes

“Kebijakan ini diberlakukan mulai pendaftaran murid baru tahun ini,” kata Kepala Bidang SMP-SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Tatang Prianggono di gedung DPRD Jember, Kamis (16/6).

Menurut Tatang, kebijakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Baca Tulis Al-Qur’an yang sudah dicanangkan Pemkab Jember sekian tahun yang lalu. Secara tidak langsung, tambahnya, kebijakan tersebut akan mendorong pelajar untuk belajar, bahkan menghafal Al-Qur’an. Sebab, dari pada susah-susah ikut tes yang belum tentu lulus, maka lebih baik belajar menghafal Al-Qur’an. Apalagi tes masuk ke SMP atau SMA cukup susah. “Ini juga sebagai penghargaan terhadap para penghafal Al-Qur’an,” tambah Tatang.

IMNU Tegal

Secara terpisah, salah seorang pengurus NU Jember, Taufiq Hidayat memberikan apresiasi terhadap kebijakan tersebut. Menurut Taufiq, langkah ini sangat cerdas, dan patut didukung. Dengan demikian, pelajar akan terdorong dengan sendirinya untuk belajar Al-Qur’an.

IMNU Tegal

“Kita dukung langkah itu. Kalau perlu bonusnya ditambah. Misalnya, pelajar yang hafal 10 juz, maka biaya pendidikannya gratis,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock