Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Jakarta, IMNU Tegal. Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana merebut rahasia nuklir Teheran dan mendesak pejuangnya untuk merencanakan perang dengan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar mingguan The Sunday Times yang dikutip oleh Al Arabiya.?

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Kelompok ini mendesak anggotanya untuk membantu mencapai ambisi mereka dalam sebuah manifesto yang diduga ditulis oleh Abdullah Ahmed al-Meshedani, anggota dari kelompok enam orang kabinet perang yang sangat rahasia.?

Dalam dokumen, yang telah diperiksa oleh petugas keamanan Barat - yang percaya otentik - Meshedani menulis bahwa ISIS bertujuan untuk memperoleh senjata nuklir dengan bantuan Rusia, dengan tawaran kontrol terhadap akses ke ladang gas di provinsi Anbar Irak sebagai imbalannya atas “penyerahan rahasia nuklir Iran.”?

IMNU Tegal

Manifesto itu mengatakan bahwa Moskow juga harus meninggalkan dukungan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung negara-negara Teluk melawan.?

Dokumen tersebut juga mencakup 70 rencana yang berbeda untuk meluncurkan kampanye baru dari pembersihan etnis yang ditujukan untuk mengkonsolidasikan "Khilafah Islam," baru pelucutan semua kekutan Syiah Iran dan menghancurkan otoritas Syiah di Irak.?

ISIS menganggap Muslim Syiah sebagai pengkhianat dan menuduh mereka "menyesatkan" Islam di manifesto yang sama, yang menyerukan pembunuhan diplomat Iran, pengusaha dan guru serta pemimpin militer Irak, pejabat Syiah dan milisi yang didukung Iran berjuang untuk pemerintah Irak .?

IMNU Tegal

Dokumen, yang diyakini menjadi manifesto kebijakan ini disiapkan untuk anggota senior ISIS, yang diperoleh Maret lalu oleh satuan pasukan khusus Irak dalam serangan di rumah seorang komandan ISIS. (mukafi niam) Foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Meme Islam IMNU Tegal

Rabu, 28 Februari 2018

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Cirebon, IMNU Tegal - Menteri Agama H Lukman Hakim Saefuddin memuji atas terselenggaranya Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin, Cirebon. Menurutnya, kongres ini tidak hanya mengkaji substansi dan melahirkan rekomendasi, tapi tidak kalah pentingnya adalah prosesnya.

“Saya merasa kongres ini luar biasa,” kata H Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan penutupan acara KUPI, Kamis (27/4).

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Kongres ini sepenuhnya inisiatif dari masyarakat, dari kaum perempuan itu sendiri, kata H Lukman.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang membantu kesuksesan acara KUPI yang untuk pertama kalinya di dunia dan diselenggarakan di Cirebon ini.

IMNU Tegal

“Sebagai Menteri Agama saya ingin menghaturkan terima kasih tiada terhingga, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak,” kata Lukman.

IMNU Tegal

Ia berharap rumusan-rumusan yang dilahirkan dari kongres ini akan meningkatkan kaum perempuan itu sendiri dan peradaban di Indonesia dan di dunia. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Ulama IMNU Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Jakarta, IMNU Tegal - Ketimpangan antara penduduk yang kaya dan miskin meningkat sejak diberlakukannya otonomi daerah. Ini berarti penerapan otonomi daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat belum tercapai.

Hal itu disampaikan Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Prof Dr Bustanul Arifin dalm Diskusi Ekonomi “Menyongsong Satu Abad Kebangkitan Ekonomi Umat dan Nahdlatul Tujar”, di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Diskusi yang diselenggarakan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) ini sebagai persiapan Rapat Pleno PBNU yang akan dihelat akhir Juni.

IMNU Tegal

(Baca: Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila)

IMNU Tegal

Lebih lanjut Bustanul mengatakan, ketimpangan tersebut ditandai dengan tingginya angka gini ratio (ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan secara keseluruhan) yang mencapai 0,41 antara tahun 2011-2015.

“Kalau sampai gini ratio mencapai 0,5 sangat mungkin menimbulkan kerusuhan rasial, seperti yang terjadi di beberapa negara. Jadi masalah ketimpangan ini menjadi serius,” kata Bustanul.

Angka kemiskinan yang pada tahun 2015 juga meningkat menjadi 28,51 juta jiwa dari tahun sebelumnya yang hanya 27,73 juta jiwa. Kemiskinan di perdesaan yang pada tahun 2014 sebanyak 17,73 juta jiwa menjadi 17,89 juta jiwa di tahun 2015.

Perlu Pembenahan

Menurut Bustanul, permasalahan ekonomi Indonesia memerlukan pembenahan dari aspek hati masyarakat Indonesia. Bustanul memaparkan pentingnya keunggulan keberlanjutan, sebab langkah pemerintah untuk menstabilkan harga pangan seperti yang selama ini dijalankan tidaklah cukup.

Saat ini ekspolitasi sumber daya alam seperti batu bara juga tidak menjamin penyelesaian persoalan ekonomi. Misalnya di Kalimantan Timur yang mulai sadar untuk masuk ke sektor yang mengandalkan jasa. Selain itu juga penerapan agroindustri di bidang perikanan dan holikultura, akan membuat ekonomi Indonesia mampu bertahan.

Ekonomi kreatif juga menjadi pilihan yang baik. Ekonomi kreatif bisa dalam bentuknya yang benar-benar menggunakan pemikiran, tidak harus berbasis aplikasi. Misalnya berupa pengenalan kebudayaan Indonesia. Bustanul mencontohkan Korea berhasil menjual budaya pop-nya sehingga dikenal dunia.

Contoh lainnya adalah Isreal. Israel yang tidak mempunyai tanah (wilayah) dan tidak punya kekuatan, tetapi bisa menjadi negara super power yang mampu mengendalikan dunia.

Presiden Joko Widodo mencetuskan ekonomi kreatif ini juga, tetapi agaknya kurang aktif sehingga hasilnya belum maksimal. Bustanul mengkritisi selama ini NU tidak sekali pun menyentuh hal tersebut.

Ekonomi kreatif yang dapat diterapkan juga adalah turisme yang mengombinasikan beberapa hal misalnya kekhasan home stay berhubungan dengan masyarakat asli. Dan semuanya dijadikan paket wisata sehingga bisa menjual hotel dan kuliner.

Bustanul merekomendasikan selain isu ketimpangan, yang juga perlu dibahas dalam periode nanti adalah pengusaaan lahan pertanian yang semakin menurun, dan kreativitas. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Nasional, Ahlussunnah IMNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes

Jakarta, IMNU Tegal

Luar biasa. Tidak lebih 3 jam, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi ‘digilir’ tiga Duta Besar (Dubes) negara sahabat untuk Indonesia, antara lain, Kuasa Usaha Dubes Pakistan Ali Baz Khan, Dubes Afganistan Zherazamin Kunary dan Dubes Korea Selatan (Korsel) Mr Lee Sun Jin.

Para utusan negara masing-masing tersebut menemui Hasyim di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (1/8) siang kemarin. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membicarakan upaya pembebasan 23 (2 di antaranya sudah ditembak mati) warga Korsel yang disandera gerilyawan Taliban di Afganisatan sejak 19 Juli lalu.

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)
Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes

Ali Baz yang datang lebih awal pada pukul 14.10 WIB diterima Hasyim didampingi Ketua PBNU Rozy Munir dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Iqbal Sullam di ruangannya. Keduanya langsung menggelar pertemuan tertutup selama kurang lebih 1 jam.

IMNU Tegal

Para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang sudah menunggu sejak pukul 13.00 WIB tidak diperkenankan masuk. Hanya para fotografer saja yang diperbolehkan mengambil gambar. Itu pun tidak lebih 3 menit saja.

IMNU Tegal

Usai pertemuan, Ali Baz yang saat itu mengenakan kemeja batik warna hijau, langsung meninggalkan ruangan dan tak memberikan keterangan sedikit pun kepada wartawan tentang agenda pertemuan.

Tak lama kemudian, Zherazamin muncul dan langsung ditemui Hasyim di ruangannya. Sama seperti sebelumnya, pertemuan berlangsung secara tertutup dan wartawan tidak diperbolehkan masuk.

Pertemuan Hasyim dan Zherazamin berlangsung lebih singkat dari sebelumnya. Zherazamin langsung meninggalkan tempat setelah pertemuan selesai dan tak memberikan komentar apapun.

Giliran berikutnya Mr Lee. Lagi-lagi pertemuan digelar secara tertutup. Pertemuan keduanya berlangsung lebih lama daripada dua dubes lainnya. Pukul 16.45 WIB Mr Lee meninggalkan ruangan dan sama seperti pendahulunya, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut pria berkaca mata dan berjas warna hitam itu.

“Khusus masalah yang berkaitan dengan 23 sandera yang sekarang tinggal 21 orang, kita sudah mengerti peta dan duduk masalahnya. Perlu kehati-hatian dan langkah cermat untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak, salah-salah, akan membuat masalah baru dan membahayakan keselamatan orang lain,” ujar Hasyim kepada wartawan usai pertemuan.

Dari pertemuan dengan para utusan resmi tiga negara tersebut, menurut Hasyim, dapat disimpulkan bahwa penyanderaan warga sipil Korsel itu tak kaitannya dengan agama. Seluruhnya merupakan persoalan kepentingan politik dan kekuasaan.

Namun demikian, Hasyim mengatakan, pihaknya akan berusaha berkomunikasi dengan para ulama di sejumlah negara yang berdekatan dengan Afganistan dan memiliki hubungan khusus dengan Taliban. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Cerita IMNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB

Jakarta, IMNU Tegal. Katib Aam PBNU KH Malik Madany akan mendorong penyelenggaraan muktamar ke-33 NU di NTB dengan alasan untuk pengembangan NU di luar Jawa. NTB juga menawarkan pesantren sebagai lokasi muktamar.

Ia menuturkan, sebelumnya salah satu rais syuriyah PBNU KH Machasin sudah melakukan kunjungan tidak resmi ke pesantren Komarul Huda, Bagu Prinderate Lombok yang diasuh oleh Tuan Guru Turmudi yang diusulkan menjadi lokasi muktamar. Dari hasil kunjungan tersebut, bisa disimpulkan infrastruktur pokok sudah siap, tinggal melengkapi kekurangan dengan fasilitas MCK.

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB

Di kompleks pesantren tersebut telah terdapat perguruan tinggi berupa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan muktamar.?

IMNU Tegal

“Saya kira Lombok-lah yang paling representatif,” tandasnya.

IMNU Tegal

Merujuk pendapatnya mantan rais aam PBNU KH Sahal Mahfudh, yang dimaksud pesantren siap menyelenggarakan muktamar adalah sudah memiliki infrastruktur yang pokok. “Kalau siap dibangunkan aula, itu ngak siap namanya. Kalau NTB sudah siap. Yang perlu ditambah cuma MCK, ini kan masalah kecil.”?

“Jadi kalau nanti ada rapat gabungan, maka saya termasuk yang cenderung mendukung apa yang disaksikan langsung oleh Prof Dr Mahasin. Apalagi saya juga mendengar disini kemarin, teman-teman yang dari NTB itu menceritakan bagaimana gubernur NTB Zainul Majdi sangat berharap muktamar NU juga disana,” jelasnya.

Mengenai masalah transportasi, menurutnya tidak masalah karena jaraknya dari bandara baru Internasional Lombok yang baru diresmikan pada 2011 lalu hanya 30 menit.?

Transportasi NTB semakin bagus karena menjadi tujuan wisata yang menyaingin Bali. Dari berbagai lokasi di Indonesia bisa langsung ke NTB tanpa perlu transit dulu ke Jakarta. ?

“Kalau tahun 1936 kita bisa menyelenggarakan muktamar di Banjarmasin, apalagi sekarang. Ngak ada alasan untuk soal transportasi,” jelasnya.?

Sebelumnya, lokasi pesantren Bagu NTB tersebut sudah pernah sukses menjadi penyelenggara munas dan konbes NU saat kepemimpinan Gus Dur ketika pesantren tersebut masih sangat sederhana. Kini, setelah pesantrennya berkembang pesat dengan berbagai lembaga pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi, tentu sangat tepat penyelenggaraan muktamar di Lombok Tengah itu.

Tambahan lagi dengan eksotisme pulau tersebut, seusai muktamar, para muktamirin bisa mengunjungi berbagai obyek wisata yang menarik.

Mengenai calon lokasi muktamar di Medan, kendalanya adalah tempat penyelenggaraan di asrama haji karena belum ada pesantren yang representatif.

Tentang keinginan Jawa Timur yang sudah 11 kali menyelenggarakan muktamar, hal ini tidak banyak berarti lagi untuk pengembangan NU karena disitu memang lumbungnya NU, seperti nguyahi segoro (menggarami laut).

Ia menginginkan, NU menyebar ke seluruh penjuru Nusantara, tidak terpusat di Jawa, apalagi Jawa Timur. “Saya menginginkan seluruh Nusantara NU-nya sama besar dan itu memerlukan kesadaran kita untuk berupaya bagaimana kalau perhelatan-perhelatan NU yang bersifat nasional dan akbar diselenggarakan di luar Jawa.”

Sebetulnya potensi NU di luar Jawa cukup besar, tetapi karena selama ini kurang disapa, akhirnya ya melempem. Ia memberi contoh, ketika Makassar diputuskan sebagai lokasi muktamar, NU-nya langsung bergerak dan sampai sekarang terus berkembang. Terbukti, PWNU Sulawesi Selatan mampu membangun gedung kantor NU lima lantai yang lengkap dengan gedung pertemuan yang bisa disewakan.?

“Saya kira ini tidak bisa dibantah merupakan barokahnya muktamar di Makassar,” jelasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Berita IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar pelatihan perdana Emotional and Spiritual Quotion di ruang serba guna Kedutaan Besar RI untuk Maroko, Rabat. Selama Senin-Selasa (13-14/4), peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pekerja, dan mahasiswa asal Indonesia ini mengikuti materi-materi yang mengantarkan mereka pada potensi diri.

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Ketua PCINU Maroko Kusnadi mengatakan, pelatihan perdana ESQ ini sukses membimbing peserta menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari.

"Ketika membuka pelatihan, Dubes RI untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian memberikan kata kunci bagi peserta; be yourself," kata Kusnadi usai penutupan pelatihan di KBRI, Rabat, Selasa (14/4).

IMNU Tegal

Tujuh dasar budi utama yang diperkenalkan di hadapan peserta mencakup sikap jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli. Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh orang, maka persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.

"Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri. Kalau kita berhasil menaklukannya, maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat," kata Kusnadi yang juga menjadi peserta ESQ.

IMNU Tegal

Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama Forum Komunikasi Alumni ESQ Eropa dan PCINU Maroko. Kegiatan ini mendapat dukungan dari KBRI untuk Kerajaan Maroko. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Santri IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Syeikh Al-Farran: Ulama Syafiiyah pasti Hargai Perbedaan Pendapat

Jakarta, IMNU Tegal. Syeikh Ahmad Mustafa al-Farran, penulis kitab “Tafsir Imam Syafi’i” mengatakan, para ulama penerus Imam Syafi’i (Syafi’iyah) pasti akan menghargai berbagai pendapat yang berkembang di kalangan umat Islam.



Syeikh Al-Farran: Ulama Syafiiyah pasti Hargai Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Al-Farran: Ulama Syafiiyah pasti Hargai Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Al-Farran: Ulama Syafiiyah pasti Hargai Perbedaan Pendapat

Hal tersebut dikatakannya saat bersilaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa (11/3). Kunjungan syeikh yang mengajar di salah satu madrasah aliyah di Riyadh itu juga bermaksud untuk mengenalkan kitabnya kepada NU, organisasi Islam terbesar di dunia yang mayoritas anggotanya menganut madzab Imam Syafi’i.

“Para pengikut Syafi’i pasti akan berpandangan bahwa pendapat kami ini benar tapi mungkin juga salah, sementara pendapat orang lain itu menurut kami salah tetapi mungkin juga benar,” kata Syeikh al-Farran mengutip kalimat populer yang pernah dilontarkan Imam Syafi’i.

IMNU Tegal

Syeikh al-Farran pada kesempatan itu berbincang sangat akrab dengan Rais Syuriah PBNU DR KH Masyhuri Naim dan KH Artani Hasbi tentang organisasi NU, tentang dunia keilmuan fikih di Timur Tengah, dan terutama tentang keahlian Imam Syafii yang luar biasa.

Kiai Masyhuri Na’im mengatakan, Imam Syafi’i menjadi rujukan para ulama dan intelektual Islam tidak hanya di bidang fikih, tetapi juga dalam hal tata bahasa dan cara memahami teks. Makanya tidak heran kalau hampir semua fikih dijarkan di pondok pesantren adalah karya Imam Syafii dan para penerusnya. “Pokoknya tidak ada habisnya membahas keunggulan Imam Syafi’i,” katanya.

IMNU Tegal

Syeikh al-Farran menceritakan, bukunya Tafsir Imam Syafi’i yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indoensia oleh penerbit Islam di Jakarta, Almahira, adalah disertasinya yang dikerjakan selama 4 tahun.

Dikatakan dirinya tidak sekedar mengkaji pemikiran imam Syafi’i tetapi juga ingin mewarisi keahlian ulama besar itu. Kiai Masyhuri Naim dalam kesempatan berseloroh menyebutnya sebagai ‘Syafi’i kecil’.

Pada kesempatan itu PBNU mengenalkan dua kitab baru berbahasa Arab karya ulama dan intelektual muslim asal Indonesia kepada Syeikh al-Farran, yakni Al-Hujaj al-Qatiyyah fi Shihhatil Mu’taqidat wal ‘Amaliyyat an-Nahdliyyah karangan KH Muhyiddin Abdusshomad tentang dasar-dasar amaliyah dan ibadah warga NU dan Audlohul Manahij karya H Agus Shihib Khoironi di bidang gramatika Arab. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Sambut Ramadhan, NU Banyuanyar Seragamkan Waktu

Probolinggo, IMNU Tegal. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur melakukan penyeragaman waktu di masjid dan musholla se-Kecamatan Banyuanyar, Selasa (16/5) malam.

Sambut Ramadhan, NU Banyuanyar Seragamkan Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, NU Banyuanyar Seragamkan Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, NU Banyuanyar Seragamkan Waktu

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam Non-PNS Kecamatan Banyuanyar ini 350 orang peserta terdiri dari unsur pengasuh musholla dan takmir masjid se-Kecamatan Banyuanyar. Mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Syuriyah MWCNU Kecamatan Banyuanyar, Baznas Probolinggo dan Kemenag Probolinggo.

Sekretaris MWCNU Kecamatan Banyuanyar Saiful Bahri mengungkapkan kegiatan ini digelar untuk menyamakan waktu mulai dari Imsakiyah, Maghrib, Isya’ dan Subuh serta waktu yang lain. Sehingga tidak ada kesan ada yang mendahului maupun yang tertinggal.

IMNU Tegal

“Dalam kesempatan ini kami juga memberikan pemahaman tentang pentingnya dan manfaat dari membayar zakat serta memberikan pemahaman tentang pentingnya Akta Ikrar Wakaf,” katanya.

IMNU Tegal

Menurut Saiful Bahri, materi yang diberikan dalam kegiatan ini terdiri dari pemahaman tentang zakat dan dyarat rukun sholat terutama sholat Tarawih. Serta pembinaan terkait tarawih, zakat dan wakaf.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para pengasuh musholla bisa menyeragamkan pelaksanaan tarawih. Terutama penggunaan pengeras suara, dimana pengeras suara hanya dipakai di sekitarnya saja. Karena jika tidak demikian apabila ada salah satu musholla yang selesai dulu tarawihnya, maka akan mengganggu kekhusyu’an musholla yang lain,” jelasnya.

Kaitannya dengan wakaf jelas Saiful, para pengasuh musholla diharapkan mengurus akta ikrar wakaf bagi status tanah bangunan mushollanya. “Kaitannya dengan zakat sebagaimana kebiasaan di desa-desa masyarakat masih banyak menyerahkan zakat fitrahnya kepada para pengasuh musholla, sehingga para pengasuh musholla menyampaikan zakatnya kepada para mustahik yang sesuai dengan syariat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut pengurus MWCNU Kecamatan Banyuanyar memberikan bantuan kursi roda kepada penyandang cacat dari Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Ahlussunnah IMNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Pelajar NU Sragen Soroti Masalah Kenakalan Remaja

Sragen, IMNU Tegal. Pengurus IPNU-IPPNU Sragen memilih isu kenakalan remaja sebagai fokus perhatian gerakan pelajar NU setempat. Pihak pengurus menilai, kenakalan remaja yang muncul dengan sejumlah variannya bisa dicarikan solusinya.

Pelajar NU Sragen Soroti Masalah Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sragen Soroti Masalah Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sragen Soroti Masalah Kenakalan Remaja

Pada Jumat-Sabtu (1-2/5) lalu, pihak pengurus menggelar seminar terkait kenakalan remaja di SMK Miftakhul Jannah, Nglorok, Sragen.

Ketua IPNU Sragen Gigit Lystyanto mengatakan, kegiatan seminar ini merupakan bentuk kepedulian pelajar NU Sragen atas berbagai persoalan kenakalan remaja yang dewasa ini, semakin kerap kali terjadi.

IMNU Tegal

“Dengan berbagai peristiwa yang terjadi di kalangan remaja khususnya di Sragen, maka kita (pelajar NU) merasa perlu melakukan terobosan pembinaan dengan melakukan pengarahan lewat seminar,” terangnya kepada IMNU Tegal, Selasa (5/5).

Menurutnya, berbagai faktor dapat menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. “Kenakalan remaja itu terjadi, salah satunya merupakan dampak dari kelengahan pengawasan dari orang tua dan guru,” ujar dia.

IMNU Tegal

Gigit menambahkan, selain kenakalan remaja, persoalan lain di kalangan pemuda yang perlu mendapat perhatian yakni bahaya radikalisasi. “Kita juga perlu mewaspadai ini. Jangan sampai para pemuda kita juga ikut-ikutan paham yang radikal seperti ISIS,” kata dia.

Melalui kegiatan seminar ini, Lystianto juga berharap IPNU-IPPNU dapat lebih dikenal para pelajar. “Harapan kami, supaya IPNU-IPPNU diterima di kalangan sekolah Ma’arif, swasta dan negeri. Supaya IPNU-IPPNU bisa leluasa menggandeng semua pelajar di Sragen,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Rembang, IMNU Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa keberadaan Islam Nusantara harus menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Nahdliyah maupun ukhuwah Islamiyah.

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Hal itu disampaikan kiai yang kini hampir menginjak usia 90 tahun itu saat menerima rombongan tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Rabu (25/1) di kediaman Komplek Pesantren Al-Anwar.

"Islam Nusantara, ini benar-benar harus menjaga ukhuwah seperti Islam yang dibawa Nabi Muhammad," tegas Mbah Maimoen sembari menerima kenang-kenangan berupa buku Ensiklopedi Islam Nusantara edisi Budaya dari rombongan Tim Anjangsana.

Namun, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berpesan, setiap kemenangan dan kejayaan mesti ada orang-orang-orang munafik. Mereka tidak akan pernah senang dengan Islam yang begitu ramah, menjaga identitas budaya, serta dapat bekerja sama memperkuat negara di tengah kemajemukan.

IMNU Tegal

"Dulu Kanjeng Nabi Muhammad dan para sahabat juga sama. Di tengah kemenangan dan kekayaannya muncul tak sedikit orang-orang munafik di sekelilingnya," tutur kiai kharismatik di kalangan Nahdliyin dan para ulama tarekat ini.

Selain penegasan Islam Nusantara, Mbah Maimoen juga banyak membahas persoalan bangsa yang selama ini berkembang. Usianya yang sudah tergolong sepuh itu tak melewatkan sedikitpun apa yang sedang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.?

Dalam menjelaskan dan menganalisis peristiwa dan fakta sejarah masa lalu, Mbah Maimoen juga terlihat masih sangat lancar, bahkan memberikan sejumlah perspektif dalam membaca sejarah kepada rombongan.

Menurut Mbah Maimoen, sejarah adalah masa lalu, sedangkan saat ini zaman sudah berbeda. Dia ingin menegaskan, sejarah harus dikontekstualisasikan.?

IMNU Tegal

"Misal khilafah, itu (khilafah) sudah tidak ada. Saat ini yang ada hanya nasionalisme," terang Mbah Maimoen.

Dalam setiap kesempatan, Mbah Maimoen memang sering menegaskan bahwa sekarang ini yang ada adalah negara bangsa.?

Dia mencontohkan ketika berbagai negara dari belahan dunia melaksanakan ibadah haji. Dulu bendera yang digunakan sama, sekarang setiap jemaah haji menunjukkan bendera dari negara masing-masing. Itulah praktik negara bangsa berdasarkan nasionalisme masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Mbah Maimoen terlihat begitu telaten melayani sejumlah pertanyaan dari KH Moqsith Ghazali, Zastrouw Ngatawi, Rumadi, dan beberapa akademisi lain yang memimpin kegiatan Anjangsana Islam Nusantara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Makam, Kajian Islam IMNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Doa Lengkap Sesudah Makan

Kalau pembuka makan diisi dengan doa, alangkah baiknya kalau sesudah makan ditutup dengan doa. Doa makan merupakan bentuk syukur kepada Allah atas nikmat makan yang baru saja diterima. Berikut ini alternatif doa yang bisa dibaca sesudah makan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Lengkap Sesudah Makan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Lengkap Sesudah Makan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Lengkap Sesudah Makan

Alhamdulillâhilladzî ath‘amanâ hadzat tha‘âma wa razaqanâ iyyâhu min ghairi haulin minnî wa lâ quwwatin.

IMNU Tegal

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami makan dengan makanan ini dan telah mengaruniakan kami akan itu makanan dengan tiada daya dan upaya dari kami,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Adapula doa sesudah makan sebagaimana berikut ini.

IMNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ?

Alhamdulillâhilladzî ath‘amanâ wa saqânâ wa ja‘alanâ minal muslimîn.

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan telah memberi kami minum, dan menjadikan kami termasuk orang yang patuh.”

Makan dan minum tampaknya memang upaya manusia. Tetapi pada hakikatnya semua upaya manusia itu tidak bermakna apapun tanpa pertolongan Allah SWT. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah IMNU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga!

Solo, IMNU Tegal. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Hal tersebut menjadi modal untuk menjadi bangsa yang besar. Meskipun di satu sisi perbedaan tersebut juga berpotensi menimbulkan bibit perpecahan.

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga!

Oleh karena itu, alangkah indahnya apabila bangsa ini dapat bersatu di tengah perbedaan yang ada. "Kerukunan itu indah, jadi harus kita jaga. Seperti sekarang ini, kita duduk bersama meskipun kita ada yang berbeda agama," kata Habib Syech bin Abdul Qadir As Segaf, Jumat malam (30/8) lalu.

Habib Syech menyampaikan pesannya kepada jamaah dalam acara Shalawat Akbar. Kegiatan yang dihelat di Benteng Vastenburg Solo tersebut diikuti ribuan jamaah, yang sebagian diantaranya adalah warga non-muslim.

IMNU Tegal

Dalam kesempatan tersebut, ulama asal Solo itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan. Menurutnya, kerukunan tersebut perlu dijaga dengan siapapun, meskipun dengan orang yang berbeda agama. Dalam acara ini pula, Habib Syech membuktikan bahwa Sholawat juga mampu mempersatukan umat dan memberikan kedamaian.

Salah seorang jemaah asal Karanganyar, Sumarno, mengakui hal tersebut. Menurutnya, shalawat yang dibawakan oleh Habib tersebut adalah metode dakwah Islam yang sangatlah luar biasa dan bisa menyentuh perasaan.

IMNU Tegal

“Islam itu cintai damai, dan dengan bershalawat saya benar-benar merasakan kedamaian ajaran Islam.  Ini luar biasa,” ungkap Sumarno yang datang sejak sore untuk mengikuti acara tersebut. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Tokoh, Internasional IMNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Lamongan, IMNU Tegal - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Babat Kabupaten Lamongan masa khidmah 2015-2017 menggelar istighotsah, do’a bersama, dan motivasi di Gedung Serbaguna Suroloyo, Kecamatan Babat. Ikhtiar menghadapi UN ini melibatkan santri dan pelajar setempat, Kamis (31/3).

Acara ini diikuti terutama siswa kelas tiga tingkat SLTP-SLTA dan kelas 6 MI-SD yang nantinya akan menghadapi Ujian Nasional sebagai syarat penentu kelulusan mereka.

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Tampak hadir sejumlah pengurus PCNU Babat, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Babat KH Ma’mun Affandi, Ketua LP Ma’arif MWCNU Babat H Soeradi, pengurus harian IPNU-IPPNU Babat, serta tamu undangan PAC IPNU-IPPNU se-Cabang Babat.

IMNU Tegal

Ketua MWCNU Babat KH Ma’mun Affandi memberikan apresiasi untuk pengurus IPNU-IPPNU Babat atas kegiatan ini. Ia berpesan kepada pelajar yang hadir bahwa kunci sukses dalam menghadapi UN adalah istiqomah dalam belajar, istiqomah dalam berusaha, dan istiqomah dalam berdo’a.

Ketua PC IPNU Babat M Miftahul Aminin mendukung acara yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Babat. Ia mengimbau para pelajar untuk mengembangkan jiwa intelektual dengan belajar, berjuang dengan emosional, dan bertakwa untuk peningkatan spiritual.

IMNU Tegal

Di awal pembukaan M Miftahul Aminin meminta dukungan dari MWCNU Babat dan LP Ma’arif MWCNU Babat untuk menyediakan waktu dan dukungannya atas kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IPNU dan IPPNU. (Aan Andri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Berita, Ahlussunnah IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin

Jakarta, IMNU Tegal. Refleksi Awal Tahun dan Haul Gus Dur yang diselenggarakan PBNU dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Selasa, 4 Januari 2011. KH Gafar Rahman, Romo Frans Magnis Suseno, dan Pdt. Gomar Gultom hadir sebagai narasumber.



Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin

Refleksi ini mengambil tema, "Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin". Tampil sebagai keynote speaker, Kang Said berpesan agar semua elemen bangsa ini saling menghargai dan membangun kembali toleransi (tasamuh) yang akhir ini mulai memudar.

"Fenomena intoleransi yang muncul tidak hanya dari Muslim ke non Muslim saja, namun juga sebaliknya. Di Swiss, Muslim tidak boleh bangun menara. Di Perancis, Muslim tidak boleh berjilbab, dal lain sebagainya," papar pria yang akrab disapa Kang Said ini.

IMNU Tegal

Intoleransi ini, menurut Kang Said, terjadi karena persoalan kemiskinan dan minimnya kualitas pendidikan. Agama bukan faktor utama terjadinya intoleransi.

IMNU Tegal

"Islam sangat melindungi non Muslim dan itu bisa dibaca dalam al Quran. Contoh, ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, saat itu sedang ramai isu bahwa Isa atau (Yesus) adalah hasil perzinahan Maryam dengan Yusuf an Najjar. Saat itu Rasulullah gelisah, lalu turunlah surat Maryam yang menjelaskan atau merehabilitasi hal itu," jelas Kang Said.

"Hal-hal tentang non Muslim banyak terrekam dalam al Quran. Dalam al Quran ada surat Maryam, tapi di Injil tidak ada surat Khadijah," ujar Kang Said sambil bergurau. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Ahlussunnah, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Peluang Kerja Pengelasan Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri

Bekasi, IMNU Tegal

Kerjasama antara pemerintah dengan dunia industri dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. Termasuk industri-indutri terkait teknis pengelasan yang masih membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Peluang Kerja Pengelasan Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluang Kerja Pengelasan Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluang Kerja Pengelasan Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri



"Peluang kerja di bidang teknik pengelasan masih terbuka luas. Para tenaga kerja di bidang ini dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di dalam dan luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong ketersediaan tenaga kerja bidang pengelasan yang terampil dan kompeten yang siap memasuki dunia kerja," kata Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Helmiyati Basri di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/8).



IMNU Tegal

Hal tersebut diungkapkan Helmiyati saat memberikan sambutan pada pembukaan Iwatani-API/IWS Welding Contest in Indonesia 2017 Perlombaan teknik pengelasan tingkat nasional ini diselenggarakan Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) atau Indonesian Welding Society (IWS),  Iwatani Coorporation dan Iwatani Industrial Gas Indonesia (IIG) dengan peserta yang berasal dari para pekerja dari berbagai perusahaan Jepang dan perusahaan lainnya di area Jabodetabek.

IMNU Tegal



Kegiatan ini merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan para tenaga kerja Indonesia di bidang pengelasan. Kontes yang diselenggarakan di BBPLK Bekasi ini adalah penyelenggaraan kedua kalinya, setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2016.



Helmiaty mengatakan sinergi antara program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah dengan dunia industri sangat penting. Hal ini dibutuhkan agar link and match antar keduanya dapat tercapai. Sehingga, kebutuhan akan tenaga kerja kompeten dapat tercapai dengan maksimal.



"Keterlibatan swasta dalam mendukung program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pekerja terampil yang dialami Indonesia dewasa ini,”



"Kita berharap para tenaga kerja di bidang teknik pengelasan ini kian mampu bersaing di perusahaan-perusahaan nasional dan internasional dengan kemampuan dan keahlian mumpuni yang tidak diragukan lagi kualitasnya," paparnya.



Ditambahkan Helmiaty dengan ditunjuknya BBPLK Bekasi sebagai tuan rumah kompetisi ini diharapkan kedepannya pihak Iwatani juga dapat mensinergikan dengan program BBPLK Bekasi yang lainnya. Saat ini, BBPLK Bekasi sendiri fokus pada 2 (dua) kejuruan, yaitu elektronika dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).



Helmiyati juga menambahkan, keterlibatan BBPLK Bekasi dalam penyelenggaraan Iwatani-API/IWS Welding Contest In Indonesia 2017 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kompetensi anak bangsa.



"Indonesia saat ini kekurangan tenaga kerja terampil. Pada tahun 2030 Indonesia diprediksi akan menempati posisi ke-7 negara ekonomi terbesar di dunia dengan kebutuhan tenaga kerja terampil berkisar 113 juta. Sedangkan pada tahun 2016 Indonesia baru memiliki sekitar 57 juta tenaga kerja terampil. Hal ini berarti Indonesia harus menciptakan 4 juta tenaga kerja terampil setiap tahunnya." kata Helmiyati mengutip arahan Presiden Jokowi.



Untuk mempercepat peningkatan kompetensi pekerja, Kemnaker melakukan terobosan melalui program 3R BLK (Revitalisasi, Reorientasi, dan Rebranding) di  Balai Latihan Kerja. Saat ini terdapat 301 BLK di seluruh Indonesia dimana 17 diantaranya milik pemerintah pusat, dan sisanya milik pemerintah daerah tingkat provinsi, Kabupaten/Kota.



Ketiga Balai Latihan Kerja yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung Bekasi, dipilih sebagai pusat pengembangan program tahap pertama. BBPLK Bekasi akan dijadikan sebagai pusat pengembangan kejuruan elektronika dan teknologi informasi. BBPLK Serang ditunjuk sebagai pusat pengembangan kejuruan las dan listrik. Sementara BBPLK Bandung sebagai pusat pengembangan kejuruan manufaktur dan otomotif. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pendidikan, Ahlussunnah IMNU Tegal

Kamis, 30 November 2017

PBNU: Lestarikan Kesenian Islami

Lamongan, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Festival Hadrah Nusantara sebagai rangkaian kegiatan Pra Muktamar ke-32 NU, di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran Lamongan, Sabtu (20/2). Kegiatan ini diresmikan oleh Ketua PBNU Ahmad Bagdja.

Dalam sambutannya, Bagdja mengatakan, PBNU berkepentingan melestarikan seni hadrah sebagai bagian penting dari sejarah dan perkembangan NU dan pondok pesantren. “Hadrah adalah media dakwah yang kini telah berkembang pesat, tak hanya di pesantren tapi telah masuk juga perkotaan,” katanya.

PBNU: Lestarikan Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Lestarikan Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Lestarikan Kesenian Islami

Karena itu, mantan Ketua Umum PB PMII ini berharap, seni hadrah akan terus mengalami perkembangan pesat sebagai media dakwah NU. “Seni hadrah ini sangat bermakna bagi NU. Tentu, PBNU berharap, seni islami akan akan terus berkembang,” paparnya.

IMNU Tegal

Pada kesempatan tersebut, Bagdja juga mengatakan, bahwa dalam seni hadrah, selain bisa menjadi media dakwah Islam, juga bisa membawa dampak positif, yaitu kesehatan bagi para pemainnya.

IMNU Tegal

“Untuk memainkan hadrah, tak perlu pakai alat. Hadrah ini dimainkan pakai tangan telanjang. Bermain musik seperti hadrah ini juga bisa membawa ketenangan hati. Jadi bisa bikin badan sehat,” katanya salah satu kandidat Ketua Umum PBNU ini.

Festival Hadrah yang memperebutkan piala bergilir Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini tersebut diikuti 39 peserta terbaik dari berbagai daerah. Dari ferstival ini akan diambil 3 juara terbaik dan 2 juara harapan. Juara 1 berhak menggondol piala bergilir Ketua Umum PBNU, serta uang pembinaan.

Selain dalam rangka kegiatan pra Muktamar, festival ini juga digelar dalam rangka? memperingati Haul KH Musthofa, pendidiri pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah dan maulid nabi Muhammad SAW. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah IMNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Tangkal Islam Radikal, Ansor Pekalongan Aktifkan Majelis Dzikir Rijalul Ansor

Pekalongan, IMNU Tegal



Untuk menangkal gerakan Islam radikal, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pekalongan mengoptimalkan Lembaga Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor. Hal ini dilakukan antara lain melalui penguatan aqidah Islam Ahlussunnah wal jamaah An-Nahdliyyah bagi kader GP Ansor.

Tangkal Islam Radikal, Ansor Pekalongan Aktifkan Majelis Dzikir Rijalul Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Islam Radikal, Ansor Pekalongan Aktifkan Majelis Dzikir Rijalul Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Islam Radikal, Ansor Pekalongan Aktifkan Majelis Dzikir Rijalul Ansor

H Sholahuddin Zuhdi, selaku ketua Lembaga Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kabupaten Pekalongan menyatakan bahwa kegiatan Rijalul Ansor periode kepengurusan sekarang lebih fokus kepada penguatan pemahaman dan amaliyah internal kader Ansor.

"Untuk itu pengurus Rijalul Ansor telah mengagendakan kegiatan rutin bulanan secara bergiliran dari satu PAC ke PAC lainnya. Adapun format kegiatannya diisi dengan khataman Al-Quran dilanjutkan kajian dan penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mengundang narasumber dari rais syuriyah Nahdlatul Ulama Kab. Pekalongan," papar H Sholahuddin.

Pria yang akrab disapa Gus Sholah ini menambahkan bahwa momen kegiatan Rijalul Ansor juga dimaksimalkan untuk koordinasi dan konsolidasi organisasi. Ini cukup efektif mengingat kegiatan rutin bulanan ini diikuti oleh semua pengurus dan anggota Ansor dan Banser dari semua Pimpinan Anak Cabang (Kecamatan).

Sementara itu, M. Azmi Fahmi, selaku ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan mengingatkan kader Ansor untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Antara lain dengan istiqamah ngaji. Ia menyitir dawuh Mbah Maemun Zubair bahwa amaliyah terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah ngaji. Dengan ? ngaji, selain kapasitas keilmuannya terbangun juga akan meningkatkan spiritualitas seseorang.

IMNU Tegal

"Melalui gerakan ngaji ini, Lembaga Rijalul Ansor bisa menjadi wadah yang baik dan bermanfaat bagi kader dan masyarakat. Oleh karena itu Ansor berharap terutama kepada pemuda santri atau alumni pesantren untuk dapat bergabung dan menguatkan Rijalul Ansor," tandas Azmi.

Putaran perdana Rijalul Ansor yang dilaksanakan pada Ahad malam Senin (27/11) bertempat di Gedung MWC NU Kedungwuni, Jalan Kebangkitan No. 9 Kedungwuni. Hadir KH Sabilal Rosyad yang mengkaji kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karangan Hadratusy Syakh KH Hasyim Asyari. Red: Mukafi Niam

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ubudiyah, Tokoh, Ahlussunnah IMNU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Dilantik, GP Ansor Kadur Harus Jalankan Dua Tugas Utama Ini

Pamekasan, IMNU Tegal

Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kadur, Kabupaten Pamekasa, Jawa Timur resmi dilantik di halaman pendopo Kadur, Sabtu (5/11). Dalam kesempatan itu, hadir Ketua PCNU Pamekasan KH Taufiq Hasyim, Ketua PC GP Ansor Fathorrahman, Pimpinan PAC GP Ansor se-Pamekasan, Muspika, Muslimat, Fatayat, dan perangkat desa se-Kadur.

Dilantik, GP Ansor Kadur Harus Jalankan Dua Tugas Utama  Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Kadur Harus Jalankan Dua Tugas Utama Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Kadur Harus Jalankan Dua Tugas Utama Ini

Saat sambutan, Kiai Taufiq Hasyim menegaskan dua tugas utama yang perlu diperjuangkan NU dan GP Ansor. Dan pengurus PAC GP Ansor Kadur berkomitmen menjalankan dua tugas tersebut.

"Kedua tugas tersebut ialah menjaga Aswaja dan mempertahankan NKRI," terang Kiai Taufiq Hasyim.

IMNU Tegal

Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut menambahkan, GP Ansor adalah organisasi satu-satunya yang namanya ada dalam Alquran. Tugas Ansor sebagai penolong. Siapa pun yang merongrong Aswaja, GP Ansor harus di depan.

IMNU Tegal

"Tradisi keNUan seperti tahlilan, shalawatan, dan lainnya mesti dijadikan warna dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.

Untuk NKRI, tambah Kiai Taufiq Hasyim, bagi NU adalah harga mati, final tak perlu diubah negara apapun. Tetap Indonesia dengan dasar ideologi Pancasila.

"Kita makan dan minum dari bumi Indonesia. Kita bernaung dan tumbuh di Indonesia, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mencintai Indonesia. Kita beribadah dan bekerja tenang di Indonesia sehingga tidak perlu diganti dengan ideologi lain," papar Kiai Taufiq Hasyim.

Setiap rongrongan terhadap NKRI, tambahnya, GP Ansor harus selalu ada di garda terdepan. Mesir, Libia, Yaman, Irak, dan timur tengah lainnya sudah porak poranda karena negaranya tidak aman. Beribadah dan bekerja tidak tenang di sana.

"Sebab, tidak ada alat pemersatu Pancasila. Kita juga punya perekat bahasa Indonesia. Bentrok antar pendukung calon sering terjadi di luar negeri. Di Indonesia, pemilihan kepala daerah aman sentosa," tukasnya.

Dalam pelantikan tersebut, diketengahkan fakta PAC GP Ansor Kadur sudah bekerja dan bergerak membentuk 10 pimpinan ranting di 10 desa. Setelah pelantikan nanti, langsung disiapkan pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) yang direncanakan beraliansi dengan PAC tetangga (Larangan dan Pakong).

Jangan terpengaruh dengan kelompok manapun menjadi pesan yang diketengahkan Kiai Taufiq Hasyim.

"Kami berpesan kepada seluruh komponen NU, khususnya GP Ansor, agar tetap mengedepankan nilai-nilai dan prinsip-prinsip akhlak: nawazun, toleransi, moderat, dan sebagainya. Indonesia yang dalam kondisi memprihatinkan, dituntut untuk tampil di garda terdepan menebar nilai-nilai keAswajaan," tekannya.

Tawazun (seimbang) antara dunia-akhirat, akal dan hati, pribadi dan masyarakat harus dipegang teguh. Tasamuh (toleransi) pun mesti dipertajam dengan menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak dan tidak saling mencaci maki.

"Jangan sampai bertindak dengan yang kurang baik," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

?



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Ahlussunnah IMNU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya

Jakarta, IMNU Tegal

Keanekaragaman paham adalah nyata dalam Islam. Namun demikian, umat Islam tak perlu gegabah dan keras dalam menyikapi perbedaan. Bagaimanapun, ketidaksetujuan dan ajakan harus diekspresikan dengan kelembutan.

Pandangan ini mencuat dalam Pendidikan Aswaja dan Empat Pilar yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU (LDNU) dan Pimpinan Pusat Himpunan Da‘iyah Muslimat NU (PP Hidmat NU) di gedung PBNU, Jakarta, Ahad (21/7).

Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya

Saat menjadi pemateri, Rais Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, KH Muhyiddin A Somad mengatakan bahwa al-Qur’an menganjurkan tentang sikap toleransi. “Toleransi ialah menghargai orang yang berbeda keyakinan tapi tidak berarti membenarkan apalagi mendukung," katanya.

Dalam kesempatan itu Muhyiddin memaparkan sejumlah kelompok Islam yang berbeda dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Kelompok-kelompok tersebut mengkalim dirinya paling benar, bahkan menvonis kafir dan murtad pihak lain.

Penulis buku-buku keislaman itu pun mengutip surat Thaha ayat 43-44 mengenai teladan Nabi terdahulu dalam menyuarakan kebenaran agama. Arti ayat tersebut berbunyi, “Pergilah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui baas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”

Pendidikan Aswaja dan Empat Pilar diadakan sejak Jumat kemarin. Di hari terakhir ini, pendidikan Aswaja dihadiri tamu asal luar negeri, Muhammad Bashir Mehio yang merupakan Jubir komunitas Muslim Australia. Kegiatan secara resmi ditutup Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali.

IMNU Tegal

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Sejarah, Ahlussunnah IMNU Tegal

Rabu, 01 November 2017

Dua Eks Pemain Timnas Bakal Kawal Kesuksesan LSN Jatim

Trenggalek, IMNU Tegal



Didampingi Wakil Bupati Trenggalek, Muhammad Nur Arifin (Gus Ipin) dan Ketua PCNU setempat KH Fathullah, Koordinator Regional Liga Santri Nusantara Jatim 1 Habib Mustofa (Gus Toev) dan Panpel Khotamil Anam (Gus Anam), Jumat (7/7) meninjau stadion Trenggalek yang akan dijadikan sebagai tempat digelarnya kompetisi pada September mendatang.

Dalam kesempatan itu, panitia diajak melihat proses latihan Persiga (tim sepakbola Trenggalek) dan bertemu langsung dengan pelatihnya, mantan pemain timnas, yaitu Mursyid Effendi dan Anang Maruf.

Dua Eks Pemain Timnas Bakal Kawal Kesuksesan LSN Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Eks Pemain Timnas Bakal Kawal Kesuksesan LSN Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Eks Pemain Timnas Bakal Kawal Kesuksesan LSN Jatim

Dihadapan Wabub dan Panitia, mereka siap mengawal dan mensukseskan perhelatan sepakbola santri serta menghantarkan para peserta untuk menjadi juara Nasional.

Menurut keduanya, pesantren merupakan satu tempat dimana sepakbola merupakan sebuah hobi yang sudah mendarah daging dalam jiwa para santri. Mereka optimis para santri dapat menampilkan permainan terbaik dalam sepakbola mereka, baik tingkat nasional, bahkan kancah internasional.?

IMNU Tegal

"Kami yakin para santri bisa. Tentunya akan banyak talenta-talenta baru yang bisa kita ambil sekaligus dilakukan pembinaan agar bisa meneruskan perjuangan kami dalam mengibarkan kebanggaan dalam dunia sepakbola internasional," ucap Mursyid Effendi, pemain Timnas era 90an itu.

Wabub Gus Ipin menyambut baik pelaksanaan LSN yang akan digelar di Kabupaten Trenggalek. Merupakan kebanggan tersendiri bagi Wabub. Ia merasa senang, sebab melalui Hajatan sepakbola santri ini, dirinya bisa ikut berkhidmat kepada pesantren melalui LSN.

IMNU Tegal

"Tentunya akan kami upayakan semaksimal mungkin untuk mensukseskan acara ini. Karena selain untuk memupuk minat bakat dalam bidang sepak bola, ini juga merupakan bentuk khidmat kami kepada pesantren, kata Gus Ipin yang merupakan Wakil Bupati termuda se-Indonesia itu.

"LSN yang di Trenggalek ini akan mempertandingkan 32 team pesantren se-Karesidenan Kediri dan Madiun. Harapan kami gelaran kali ini lebih baik dan lebih sukses dibanding tahun lalu. insyallah dipertengahan September kick off-nya dan saat ini baru tahapan sosialisasi," ucap gus Anam, panitia pelaksana LSN Jatim 1.

Seperti diketahui, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU, ? pada tanggal, 14-16 Juni lalu di Jakarta.

LSN sendiri merupakan kompetisi yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Rabithah Maahid Islamiyah-NU sebagai panitia pelaksana. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul Ulama, Ahlussunnah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock