Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema "Maksiat Membawa Rahmat"

Kudus, IMNU Tegal. Pasca vakum selama dua tahun, kini media cetak yang diterbitkan oleh Yayasan Arwaniyyah Kudus, Jawa Tengah, hadir kembali. Pada edisi ke-12 ini majalah Arwaniyyah yang memiliki jargon Membangun Generasi Qurani mengangkat tema "Maksiat Membawa Rahmat: Mengelola Dosa Menjadi Energi Spiritual".

Selain berupa kajian leteratur Islam dengan tema tersebut, majalah yang kerap disapa Marwa itu juga mengupas biografi KH M Arwani Amin Said yang selama hidupnya mengabdi untuk Al-Quran, transkripsi pengajian yang diasuh oleh Mustasyar PBNU KH M Syaroni Ahmadi tentang surga dalam bertetangga, serta mauidhoh dari KH M Ulinnuha Arwani. Rencananya, Marwa akan terbit tiga bulan sekali.

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema Maksiat Membawa Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Arwaniyyah Angkat Tema Maksiat Membawa Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema "Maksiat Membawa Rahmat"

Agus Abdul Muthi Irhamna, Sekretaris Redaksi Marwa mengungkapkan bahwa untuk memulai menerbitkan kembali majalah tersebut butuh manajemen redaksi yang mapan dan semangat kesabaran. "Karena baru memulai maka kita pelan-pelan dulu. Kemarin kami mencetak hanya seribu eksemplar dan ternyata ludes, Alahamdulillah. Majalah kami sebar untuk para santri dan juga kami komersilkan untuk masyarakat umum sebagai bacaan religi yang penuh hikmah ilmu. Kini kami beranikan diri mencetak ulang seribu lagi," terang Irhamna yang telah nyantri selama empat tahun di pondok putra Yanbuul Quran Pusat.

IMNU Tegal

Marwa yang dua tahun lalu terbit skala nasional dengan mengupas tema tentang kekufuran laku konsumerisme itu dibedah pada Rabu sore (15/7) di aula yayasan Arwaniyyah, kompleks pondok tahfidh Yanbuul Quran asuhan KH M Ulil Albab Arwani, Rois Syuriah NU Kudus yang juga menantu KH M Syaroni Ahmadi.

IMNU Tegal

Diskusi bedah majalah tersebut mengundang seluruh santri yayasan dan perwakilan santri dari segenap pondok pesantren di Kabupaten Kudus. "Untuk narasumber dalam bedah majalah nanti kami memanggil Gus Faiz dan Pak Said," kata pemred, M Salahuddin Al-Ayyuubi kepada IMNU Tegal saat persiapan acara.

H Ahmad Faiz Irsyad yang dimaksud adalah pengajar muda di Selcuk University Turki, yang juga menjabat sebagai Rois Syuriah Pimpinan Cabang Istimewa NU (PCINU) di sana. Sedangkan Nur Said yakni dosen STAIN Kudus sekaligus Ketua Lajnah Tasyrih wan Nasyr NU Kudus. Keduanya merupakan intelektual muda NU asli Kudus. Agenda bedah majalah itu dirangkai dengan khataman Al-Quran pada pagi harinya, dan buka puasa bersama saat maghrib usai diskusi. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Sejarah, Pertandingan IMNU Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan

Jakarta, IMNU Tegal. Kiai Hasyim Asy’ari merupakan ulama yang berhasil menggabungkan antara nilai keislaman dan kebangsaan. Inilah yang mampu melahirkan Indonesia seperti yang ada saat ini dengan NU sebagai salah satu penopang utamanya dalam menjaga Islam dan kebangsaan ini.?

“Kalau di Eropa, nasionalisme jadi ideologi. Kalau kita, ideologinya ahlusunnah wal jamaah spiritnya nasionalisme, ruhnya wathaniah, tapi ideologi kita aswaja,” kata Kiai Said Aqil Jum’at (3/7).

KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan

Ternyata rumusan tersebut sangat luar biasa dalam mewujudkan Indonesia yang damai. Di Timur Tengah ada perang saudara, sama Islamnya, sama mazhabnya tetapi mereka tidak punya komitmen nasionalisme.?

IMNU Tegal

Kiai Said menjelaskan dalam sebuah seminar di Jerman, para peserta ? pada keheranan bagaimana umat Islam di Indonesia mampu menggabungkan antara ketuhanan dan keadilan sosial. Dimata mereka, ketuhanan merupakan urusan pribadi sementara keadilan menjadi urusan masyarakat.?

Dengan konsep integrasi Islam dan kebangsaa ini, meskipun ada konflik, mampu dilokalisir dan diminimalisir sebagaimana terjadi di Madura dan Puger antara Sunni dan Syiah, tetapi relatif bisa dilokalisir dan diselesaikan relatif cepat. Di Timur Tengah sampai saat ini, konflik yang melanda Irak, Suriah, Mesir, Yaman dan lainnya sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan tak jelas kapan bisa selesai.?

“Kalau disana, kalau sudah konflik, bisa melebar dari ujung ke ujung karena fanatisme kesukuan masih sangat tebal. Belum menyatu dalam kebangsaan. Setiap ada konflik politik, pasti ada konflik suku seperti di Yaman sekarang.”?

IMNU Tegal

Ia menilai kondisi damai di Indonesia salah satunya berkat visi kebangsaan dan keislaman moderat yang dimiliki oleh NU.

“Karena kita tidak hanya tekstual hadist saja, tetapi juga menerima argumen logis. Ini hasil ijtihad kreatifitas KH Hasyim Asy’ari sebelum membangun NU dan NKRI ini.” (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Tokoh IMNU Tegal

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

Kudus, IMNU Tegal - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya menerapkan batasan usia ketua 23 tahun dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di SMK NU Maarif Kudus, Jumat mendatang (12/8).

?

"Konfercab ini menjadi momentum tepat melaksanakan kebijakan terbaru peremajaan usia anggota atau kader IPNU-IPPNU. Dan kami sudah siap menjalankannya," ujar Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kudus, Senin (8/8).

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

?

Ia mengungkapkan, IPNU-IPPNU Kudus memiliki banyak stok kader yang memunuhi kriteria usia 23 tahun. Mereka ini juga mampu menjadi sosok seorang pemimpin menggerakkan organisasi badan otonom pelajar NU tiga tahun ke depan.

?

"Masing-masing Pimpinan Anak Cabang terdapat calon ketua yang kapabel berdasarkan kriteria," kata Joni.

IMNU Tegal

?

Meski Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU tidak menyiapkan secara khusus calon ketua, namun Joni menyebut beberapa nama yang muncul dalam perhelatan Konfercab XX IPNU dan Konfercab XIX IPPNU Kudus tersebut. Di antaranya, Muhammad Tausiul Ilma (Kota), Hermawan Muklis (Kaliwungu) dan Abu Hasan Asyari (Undaan).

?

"Mereka ini dari sisi usia memenuhi syarat, begitu pula kemampuannya sudah terlihat aktif pada kepengurusan periode sekarang. Namun semuanya tergantung peserta (Konfercab) yang menentukan," imbuhnya.

IMNU Tegal

Konferensi cabang akan dilaksanakan selama 2 hari Jumat-Sabtu (12-13/8). Agenda kegiatannya mengesahkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, merumuskan program kerja dan memilih ketua baru IPNU-IPPNU masa khidmah 2016-2018.

?

Berbagai acara pendukung tengah dipersiapkan yakni pembukaan dan pengajian budaya yang menghadirkan Rais PCNU Kudus KH? Ulil Albab Arwani, KH Budi Harjono (Semarang), Habib Hasyim bin Abu Bakar (Pekalongan), Candra Malik (PP Lesbumi) dan grup? musik Sumabudhaya (Pekalongan).

?

Selaian persidangan, juga terdapat acara seminar pelajar dan bazar yang diremiahkan pertunjukan seni dari para pelajar NU. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Khutbah IMNU Tegal

Senin, 19 Februari 2018

PCNU Makassar Rayakan Tahun Baru Hijriyah

Makassar, IMNU Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar memperingati pergantian tahun baru hijriyah di Masjid Al-Hamzah, Jalan Monginsidi Baru. Peringatan ini dikemas bersama acara lailatul ijtima yang secara rutin dilaksanakan setiap malam Jumat ketiga bulan berjalan.

Ketua MUI Sulawesi Selatan Agh Sanusi Baco menyampaikan hikmah yang begitu besar dan penting dalam kisah hijrah Rasulullah SAW dan termasuk di antaranya pengorbanan tokoh muda sahabat Ali bin Abi Thalib yang menggantikan posisi Nabi Muhammad SAW saat menghadapi rencana jahat kaum musyrikin Mekkah.

PCNU Makassar Rayakan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Makassar Rayakan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Makassar Rayakan Tahun Baru Hijriyah

“Hijrah adalah pengorbanan, di antaranya pengorbanan meninggalkan tanah kelahiran, keluarga, harta kekayaan yang tentu saja merupakan nilai yang jika dijiwai dan diaplikasikan oleh umat Islam akan melahirkan generasi Islam yang dibanggakan oleh Rasulullah SAW," kata Agh Sanusi Baco.

Peringatan tahun baru Hijriyah di Masjid Al-Hamzah dihadiri juga oleh Rais Syuriyah PCNU Makassar Agh Baharuddin,  Sekretaris PCNU Makassar KH Masykur Yusuf, Katib Syuriyah H Saifullah Rusmin, beberapa pengurus PCNU Makassar,  Ketua MWC Kecamatan dan nahdliyin di Kecamatan Makassar. (Red Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Kajian Sunnah IMNU Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15

Sumenep, IMNU Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep periode 2012-2016 telah sukses melangsungkan Pelatihan Kader Dasar (PKD) untuk kelima belas kalinya. Terbaru, PKD tersebut dilaksanakan di Aula SMAN 1 Batuan, Sumenep akhir pekan lalu.

Sebanyak 47 pemuda NU lulus di PKD yang ke-15 yang berlangsung Sabtu-Ahad (16-17/4). Mereka terdiri dari sebagian pengurus PAC Kota, pengurus PAC Gapura, PAC Batuan, dan Pengurus Ranting Ansor se-Kecamatan Batuan.

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15

Acara tersebut dihadiri Ketua MWCNU Batuan yang sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Shadik. Hadir pula Wakil Ketua PCNU Sumenep H Sholehuddin.

Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen, Senin (18/4) mengatakan, memang organisasinya fokus kaderisasi. Salah satunya, lewat pelaksanaan PKD secara intensif.

IMNU Tegal

"GP Ansor Sumenep hari ini fokus menata kader muda NU lewat kaderisasi berupa pelatihan kader. Alhamdulillah PKD di Batuan ini sudah yang ke-15 semasa kepemimpinan saya (2012-2016)," terangnya.

Menurut alumnus Pesantren Annnuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep ini, pihaknya sejauh ini focus pada kaderisasi guna menyiapkan kader penggerak di masing-masing kecamatan dan ranting. Di sisa kepengurusannya, M Muhri Zaen menargetkan harus tuntas pelatihan kaderisasi dari semua tingkatan, mulai pengurus cabang sampai pada level pengurus ranting. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Halaqoh, Doa, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar

Jombang, IMNU Tegal. Untuk menyemarakkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, tengah menyiapkan Festival Pelajar NU (FPNU) se-Kecamatan Mojowarno.

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar

Festival dikemas dengan penampilan beberapa lomba, di antaranya lomba pidato, shalawat dan cerdas cermat antar siswa atau pelajar yang akan dihelat di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) setempat. Saat ini kurang lebih dari 10 sekolah yang sudah mendaftar mengikuti masing-masing lomba tersebut.

Yanuar Setyawan, Ketua PAC IPNU Mojowarno mengatakan, kegiatan ini untuk mewadahi dan mengembangkan bakat-bakat pengurus ranting dan pengurus PAC, juga mengenalkan IPNU-IPPNU kepada para pelajar di Mojowarno.

IMNU Tegal

“Kita ingin bakat kader NU mulai ranting sampai PACNU bisa terwadahi, sekaligus kita juga ingin menyosialisasikan keberadaan IPNU-IPNNU kepada para pelajar di sini,” katanya kepada IMNU Tegal saat dihubungi, Ahad pagi (13/12).

IMNU Tegal

Yanuar, sapaan akrabnya menambahkan, tidak sedikit siswa di lembaga sekolah tingkat SMP/MTs dan MA/SMA Mojowarno mengenal tentang keberadaan IPNU-IPPNU setempat. “Festival ini juga sebagai media memperkenalkan kepada mereka untuk ikut bergabung di IPNU-IPPNU. Mereka adalah regenerasi kami,” tambahnya.

FPNU akan digelar pada 27 Desember 2015 mendatang. Namun, formulir agenda sudah disebarluaskan jauh hari sebelumnya karena untuk memaksimalkan kouta peserta. “Kita memang sengaja menyosialisasikan terkait festival ini mulai kemarin-kemarin, kami ingin semua lembaga sekolahan tingkat SMP/MTs dan MA/MAN supaya mendelegasikan semuanya,” tandasnya.

Di samping itu pihak penyelenggara juga membatasi usia setiap peserta, dimulai dari usia 12-16 tahun. Dan untuk hadiah dari masing-masing lomba mendapatkan piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan. Setiap lomba diambil 1 hingga 3 penampil terbaik.

Disinggung kriteria penilaian yang paling berpengaruh dari salah satu lomba, ia mengungkapkan setiap peserta harus bisa beretika, baik dari pakaian dan sikap di depan juri. “Adab/etika dalam berpidato dan bershalawat harus sopan, juga perform yang bagus,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Lomba, Meme Islam IMNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Cara Mbah Ngis Buat Pencuri Menangis

Mbah Ngismatun Sakdullah Solo (w. 1994)—biasa dipanggil Mbah Ngis—berhati lembut hingga beliau tidak mau mempermalukan orang lain di depan orang banyak. Sikap itu dapat kita lihat misalnya ketika menghadapi seorang anak sekolah yang sering mengambil jajanan di warungnya. Sebagai anak Mbah Ngis, Pak Udin tidak senang mendengar ada muridnya yang suka mengambil dagangan ibunya tanpa bayar. Tetapi Mbah Ngis menolak mentah-mentah menyebutkan namanya ketika Pak Udin menanyakan nama anak itu. Mbah Ngis khawatir Pak Udin akan memarahi anak itu di dalam kelas sehingga diketahui seluruh temannya. ?

“Jangan… Jangan tanya namanya. Akan aku coba atasi sendiri supaya masalah ini tidak didengar banyak orang,”? kata Mbah Ngis kepada Pak Udin.

Cara Mbah Ngis Buat Pencuri Menangis (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mbah Ngis Buat Pencuri Menangis (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mbah Ngis Buat Pencuri Menangis

“Kalau saya tahu namanya kan saya bisa menasihatinya di kelas saat memberikan pelajaran, Bu,”, kata Pak Udin pada Mbah Ngis untuk meyakinkan bahwa Pak Udin bisa membantu karena ia adalah? guru di sekolah itu.

“Nah, itu yang aku khawatirkan,” kata Mbah Ngis.

IMNU Tegal

Mbah Ngis kemudian menceritakan bahwa sebenarnya beliau bisa menangkap basah anak itu cukup dengan menahan tangannya ketika mengambil barang. Memang wajahnya tidak tampak karena bersembunyi di balik teman-temannya yang berjubel di saat istirahat sekolah. Tetapi Mbah Ngis memilih diam dan pura-pura tidak tahu.

IMNU Tegal

“Mengapa tidak langsung ditangkap saja bu... dan kemudian dinasihati baik-baik supaya kapok?” tanya Pak Udin pada Mbah Ngis.

Mbah Ngis menjawab bahwa semula beliau pernah berpikir seperti itu. Tapi selalu beliau urungkan karena membayangkan betapa malunya anak itu kalau ditangkap basah di depan teman-teman sendiri. Mbah Ngis justru merasa kasihan sama anak itu. Apalagi menurut Mbah Ngis, ini juga menyangkut nama baik kedua orang tuanya.

“Hahaha,” tawa Pak Udin lirih.? “Gimana sih, Bu? Ibu kasihan sama dia, sedangkan dia tidak kasihan sama kita,” tanya Pak Udin pada Mbah Ngis, setengah memprotes.

Mbah Ngis menjawab bahwa usul putranya itu cukup bagus, tetapi masih ada cara yang lebih bagus dan lebih bijak. Cara itu adalah menasihatinya pada saat dia jajan sendirian sehingga tidak ada orang tahu. Bagaimanapun menurut Mbah Ngis, tidak baik mempermalukan anak di depan orang banyak.

“Tapi maksud Ibu kan baik?!” Kata Pak Udin berargumentasi.

Namun, argumen tersebut tampak patah begitu saja oleh jawaban Mbah Ngis bahwa justru karena Mbah Ngis punya maksud baik, maka caranya pun juga harus baik. Mbah Ngis sekali lagi mengatakan akan menasihati anak itu ketika sepi tak ada orang lain. Mbah Ngis berharap akan dipertemukan Allah SWT dengan anak itu ketika tak ada orang lain selain dia dan Mbah Ngis.

Harapan Mbah Ngis akhirnya terkabul. Suatu hari di siang yang sepi anak itu jajan sendirian di warung Mba Ngis. Ketika transaksi sudah selesai, Mbah Ngis meminta waktu untuk berbicara. Mbah Ngis mengatakan bahwa Mbah Ngis cukup tahu semua ketidakjujuran anak itu selama ini dengan sebelumnya meminta maaf karena mengganggu waktunya. Anak tersebut mencoba menyangkal dengan pura-pura tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Mbah Ngis.

“Masak kamu tidak tahu?” Tanya Mbah Ngis dengan tatapan mata agak tajam. “Apa aku harus mengungkapkan semuanya?”

Anak itu terdiam agak lama. Sejurus kemudian ia mengatakan bahwa ia paham dengan apa yang dimaksudkan Mbah Ngis. Tak lama setelah itu, ia menundukan kepala. Ia tidak mengira sama sekali kalau selama ini ternyata Mbah Ngis menyimak dan tahu semua masalah ketidakjujurannya. Anak itu akhirnya menangis di depan Mbah Ngis dan berjanji tidak akan mengulangi.

Ya wis... sing wis ya wis... Ojo dibaleni maneh. Tak dongakke kowe dadi bocah sing becik lan sukses tembe mburune” (Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Jangan diulangi lagi. Saya doakan kamu jadi anak yang baik dan sukses di kemudian hari),” kata Mbah Ngis sambil menenangkannya dan meminta agar ia mengusap air matanya.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama UNU) Surakarta







=====

IMNU Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Hikmah, Aswaja IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel

Jakarta,IMNU Tegal

Kementerian Agama (Kemenag) memberikan sanksi administratif kepada PT First Travel. Hal ini terungkap lewat surat yang ditujukan kepada Direktur First Travel, Andika Surachman.

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel

Surat bertanggal 3 Agustus itu menyatakan Kemenag mencabut izin penyelenggaraan umrah oleh PT First Travel. Surat tersebut menjadi pengantar atas Keputusan Menteri Agama.

"Dengan hormat, terlampir kami sampaikan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 589 Tahun 2017 tanggal 1 Agustus 2017 tentang Penjatuhan Sanksi Administratif Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT First Travel Anugerah Karya Wisata Sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah," tulis dalam surat tersebut, Jumat (4/8) sebagaimana diberitakan Detik.com.

IMNU Tegal

Surat bernomor B-3005/Dj/DT.II.I/4/Hj.09/08/2017 tersebut ditandatangani oleh Plt Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, M Ach Halim. Kemenag mempersilakan pihak PT First Travel untuk menyanggah keputusan tersebut paling lama dua minggu sejak diterbitkan.

"Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2015, Saudara dapat melakukan sanggahan terhadap Keputusan dimaksud paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterimanya keputusan ini," katanya.

IMNU Tegal

Sebelumnya diberitakan, Presiden Direktur PT First Travel Andika Surachman digugat jemaah ke Pengadilan Negeri Depok. Petugas dari pengadilan Negeri Depok, Suherman mengatakan dia mengantarkan surat panggilan untuk owner First Travel yakni Andika Surachman dari calon jemaah Andrian Muskan.

Terbaru, para calon jemaah umrah melaporkan Direktur First Travel, Andika Surachman ke Bareskrim Polri. Mereka melapor karena telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah namun belum diberangkatkan sejak dijanjikan tahun 2015 lalu.

Sekedar informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tak berizin yang dilakukan 11 entitas. Satgas waspada investasi OJK menyebut salah satu dari 11 entitas tersebut adalah PT First Travel.

Ketua Satgas waspada investasi OJK Tongam Tobing mengatakan, OJK menghentikan kegiatan penghimpunan dana untuk paket promo umrah. Dalam promo ini paket umrah dipatok dengan harga Rp 14,3 juta padahal dari Kementerian Agama biaya umrah mencapai Rp 21-22 juta.

Namun, pihak manajemen dinilai oleh jemaah belum bisa memberikan kepastian terkait pengembalian dana setoran atau keberangkatan jemaah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa

Surabaya, IMNU Tegal. Konflik di Negara-negara Islam adalah pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar, NU memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kondusifnya suasana di negeri ini.

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan sambutan pada pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (22/8). Bagi Kiai Said, sumbangsih NU bagi bangsa ini sangat besar sehingga tidak terjadi kekerasan dan kerusuhan.

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa

“Di Indonesia, kita memiliki NU yang merupakan organisasi sosial kegamaan terbesar sehingga mampu meredam sejumlah gejolak yang akan memicu disintegrasi dan kerusuhan massal,” katanya.

IMNU Tegal

Kiai Said membandingkan kondisi negara Timur Tengah yang terus begolak. “Di negara-negara itu ada polisi dan pasukan militer,” katanya. “Namun karena tidak memiliki organisasi kemasyarakatan yang mengakar, akhirnya kerusuhan tidak bisa terhindarkan,” lanjutnya.

“Kebesaran Islam di Maroko, Syria maupun Mesir yang telah berlangsung beratus tahun lamanya akhirnya porak poranda oleh kerusuhan yang kini terjadi,” terangnya.

IMNU Tegal

Karena itu Kiai Said mengharapkan agar keberadaan NU terus menjadi perekat umat dan tidak mudah tercerai berai. “Marilah kita jaga keutuhan Indonesia dengan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

Dan Jawa Timur hendaknya tetap menjadi ruh bagi NU di Indonesia. “Ruh NU ada di Jawa Timur,” tandas Kiai Said. “Kalau ruh NU sudah tidak ada, maka tidak akan ada lagi NU di negeri ini,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu kepengurusan PWNU Jawa Timur hasil Konferensi Wilayah yang diselenggarakan di SMP Progresif Bhumi Shalawat Lebo Sidoarjo beberapa waktu lalu dilantik. Menempati bangunan lantai tiga kantor PWNU Jawa Timur di Jalan Masjid al-Akbar Timur No 9 Surabaya, sejumlah ketua lembaga dan lajnah juga diambil sumpah untuk berkhidmat kepada jam’iyah dan jamaah NU. 

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Syaifullah Ibnu Nawawu 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Daerah IMNU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu

Brebes, IMNU Tegal. Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tanjung Brebes KH Mudrikah Toyib memandang perlu adanya hubungan antara ulama dan umara. Sebab bila keduanya sudah saling menyatu keamanan dan ketentraman masyarakat akan kondusif.

“Antara ulama dan umara, perlu menyatu untuk menjaga kondusivitas masyarakat,” tuturnya saat memberi mauidlatul hasanah memasuki hari kedua? Safari? Ramadhan? bersama Wakil Bupati Brebes? Narjo di Masjid Mujahidin Desa Karangreja Kecamatan Tanjung Brebes, Selasa malam (1/7).

Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu

Menurut Kiai Mudrikah, masyarakat akan sejahtera manakala masing-masing pemangku kebijakan untuk rakyat dan umat berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Namun harus saling bergenggam erat dengan satu tujuan untuk kesejahteraan warga masyarakat. “Akan diangkat derajat pemimpin manakala mencintai rakyatnya,” kata Mudrikah.

IMNU Tegal

Akan sangat sempurna bila suatu negara atau masyarakat dibangun di atas empat pilar yang saling menyangga. Empat pilar tersebut adalah Ilmu para cendekiawan yang bermanfaat, pemimpin yang bijaksana dan adil, sodaqohnya para aghniya dan doanya orang miskin. “Keempat pilar tersebut akan kokoh menegakan negara yang baldatun toyibatun wafofur ghofur,” pungkasnya.

IMNU Tegal

Safari Ramadhan Wakil Bupati Narjo didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) sebagai upaya perjalanan religi untuk menjalin ukhuwah antara pejabat dan rakyat. Tampak mengikuti Asisten III Setda Brebes Kustoro, Kepala Dishubkominfo Mayang Sri Herbimo, Kepala Badan Pertanahan Kab Brebes Gunung Jayalaksana, Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes Atmo Tan Sidik, Kabag Kesra? Setda Brebes Syaiful Islam dan sejumlah pejabat lainnya.

Wakil Bupati Brebes Narjo dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan pemilu preiden 9 Juli mendatang. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pilpres untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Menurut Narjo, pada pemilu legislatif yang lalu angka partisipasi aktif masyarakat sudah sangat bagus, meskipun masih dibawa rata-rata Jateng yang mencapai 70 persen lebih. “Mari datang dan gunakan hak pilih anda ke TPS-TPS yang telah disediakan,” ajaknya.

Camat Tanjung Sugeng Basuki atas nama warga merasa gembira dengan kedatangan Wakil Bupati

di desa Karangreja. Dia melaporkan, kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kecamatan Tanjung secara umum dalam keadaan kondusif. Termasuk untuk kegiatan pilpres sudah siap sedia demi kesuksesan bersama. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, RMI NU, Bahtsul Masail IMNU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Temanggung, IMNU Tegal. Madrasah Tsnawiyah Al-Hidayah Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah berkomitmen terus menanamkan nilai-nilai ajaran Ahlussunah wal-Jama’ah kepada peserta didiknya. Hal itu dibuktikan dengan tetap mempertahankan mata pelajaran ke-NU-an dan kerifaiyahan.

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Rifaiyah adalah nama organisasi keagamaan di beberapa wilayah Jawa Tengah yang terbentuknya dilatarbelakangi solidaritas keislaman dari santri-santri KH Ahmad Rifai, salah seorang ulama pengarang puluhan kitab berbahasa Jawa tulisan pegon. Ia pahlawan nasional kelahiran Kaliwungu, Kendal yang wafat di Ambon, Maluku zaman penjajahan Belanda.

Secara akidah, jam’iyah Rifaiyah bepaham Aswaja, syariahnya juga menganut salah satu madzhab empat.

"Baik mapel ke-NU-an maupun ke-Rifaiyahan dalam KBM-nya yang ditekankan memang sebatas sisi historis atau aspek kesejarahannya. Hal itu lantaran materi syariah dan akidah baik dari NU maupun Rifaiyah kebanyakan sudah diajarkan di madrasah diniyah tiap-tiap desa di mana murid berasal," kata Kepala MTs Al-Hidayah Wonoboyo Supriyanto kepada NU online Selasa (26/1).

IMNU Tegal

Supriyanto menambahkan, walaupun? MTS Al-Hidayah Wonoboyo Temanggung secara institusi atau yayasan tidak lagi bernaung di bawah LP Maarif NU, tetapi kegiatan belajar mengajar serta penyelenggaraan pendidikannya masih terus menjalin kerja sama dengan LP Ma’arif Temanggung, di antaranya soal-soal untuk mid semester dan semester. "Hanya saja seperti SK guru dan karyawan sudah mandiri, tidak lagi terikat dengan LP Ma’arif," imbuh Supriyanto.

IMNU Tegal

Banyak program kegiatan telah dibuka untuk menjaga dinamisasi dan relevansi pembelajaran di MTs al-Hidayah untuk tetap menarik minat para siswa. Untuk itu, kata Supriyanto, kegitan kepramukaan selalu diintensifkan. Juga ekstrakulikuler seperti drum band, pembelajaran seni baca Al-Quran, dan pelatihan komputer.

Madrasah tingkat menengah pertama yang berdiri sejak 1983 ini terletak di jalan Candiroro-Wonoboyo dan merupakan satu-satunya MTs yang berada di kecamatan Wonoboyo kabupaten Temanggung. Sejak 2013 MTs ini sudan berakreditasi B. (M. Haromain/Abdullah Alawi)? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Tarim merupakan nama suatu daerah terpencil di Hadhramaut, Yaman. Di sini aktivitas keilmuan dan kerohaniannya lebih terasa dibanding kota lainnya di Yaman. Tarim juga memiliki nuansa Ramadhan yang khas yang diwariskan secara turun-menurun. Suasana semacam inilah yang tidak ditemukan di daerah Yaman lainnya.

Antusiasme masyarakat Tarim dalam menyambut bulan Ramadhan sangat tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya masjid-masjid pada siang hingga malam hari. Mereka menghidupkan bulan Ramadhan dengan Al-Qur’an, dzikir, shalawat, dan ziarah.

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Pelaksaan shalat tarawih di Tarim tidak hanya dilaksanakan dalam satu waktu serentak, namun bergantian secara estafet sejak pukul 19.30 hingga pukul 03.00 di beberapa masjid yang berbeda.

Yang unik dari suasana Ramadhan di Tarim, setelah melaksanakan shalat tarawih dan witir para jamaah tidak langsung pulang, tetapi mereka tetap duduk untuk bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah secara bersahutan dengan nada khas Tarim. Pujian ini disebut "Qashidah Fazzaziyah dan Witriyah". Vokalis pemilik suara merdu menambah rasa syahdu malam itu.

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Selama pembacaan qasidah terlihat beberapa orang tua yang mengabdikan diri kepada masjid berkeliling membawa bukhur (sejenis kemenyan), dan juga tampak orang orang berbaris memberikan minuman air dingin dan kopi khas Yaman. Sesekali di hari-hari tertentu juga diberikan air mawar asli untuk pewangi badan juga halawah (manisan) dan kaak (kue khas Tarim).

Kemudian dilanjutkan pembacaan "Qawafi", yaitu lantunan syair yang berisi nasihat dan pengingat yang dibaca sesuai abjad huruf hijaiyah setiap harinya satu judul huruf hingga akhir bulan Ramadhan. Lalu diakhiri doa khusus di bulan Ramadhan yang ditulis Al Habib Umar bin Saqqof Asshofi. Biasanya ritual ini berlangsung selama 40 menitan.

Setelah usai orang-orang pun bersegera keluar dari masjid untuk pindah ke masjid lainnya mengerjakan shalat tarawih berikutnya dengan tata cara yang sama hingga akhir Ramadhan. Maka tidak diherankan jika di sini setiap orang dalam semalam bisa sampai melaksanakan tarawih hingga 100 rakaat. Ini bagi memiliki semangat yang tinggi. Habib Umar bin Hafidz dan Habib Salim Assyatiri, misalnya, meskipun keduanya berusia senja sanggup menunaikan shalat 60 rakaat dalam semalamnya.

Menjelang sahur, biasanya ada dua anak muda yang satu orang menabuh "thosah" (sejenis gendang) yang satunya lagi melantunkan dzikir dengan lantang berjalan di jalanan dan gang-gang membangunkan ibu-ibu untuk menyiapkan santap sahur.

Khatmul Quran Ramadhan di Tarim disebut Khatmu Rubu sebab khataman ini dilaksanakan setiap 4 empat hari sekali. Di antara masjid yang melaksanakan Khatmur Rubu adalah Masjid Al Muhdlar, Masjid Baalawi, Masjid Saqqaf, Masjid Wael. selain itu, banyak juga masjid yang melakasnakan "Khotmu Sitt" yaitu khataman setiap 6 hari sekali.

Panasnya cuaca Ramadhan membuat masjid-masjid memasang puluhan AC khusus daerah padang pasir dan puluhan kipas angin. Infrastruktur penunjang disediakan untuk member kenyamanan para jamaah yang sedang sibuk beribadah. Kamar mandi pun disiapkan bagi yang ingin berendam mendinginkan badan di kolam mandi yang disebut "Jabiyah".

Antusiasme ini tidak hanya di malam hari bahkan saat Shalat Dluha, Dhuhur dan Ashar juga ramai dengan aktivitas membaca Al-Qur’an, dzikir, dan pengajian- pengajian majelis taklim yang membacakan kitab-kitab Salafus Shalih. Biasanya setiap selesai majelis taklim para hadirin membaca surat Yasin bersama. Dan di akhiri dengan "Qashidah Fardiyah", kaisdah nasihat yang dibaca oleh satu orang.

Biasanya setelah Ashar pada Jumat pertama bulan Ramadhan seluruh masyarakat dan santri mancanegara yang berada di Tarim melaksanakan ziarah ke makam para sahabat dan waliyullah di makam "Zambal" dipimpin oleh mufti Tarim dan para ulama Tarim, hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Kemudian peziarah bergegas ke masjid untuk berbuka dengan takjil yang telah disediakan dan dilanjutkan Shalat Tasbih dan Shalat Awwabin, barulah setelah itu mereka kembali ke rumah masing masing.

Pada hari ke-9 diadakan majelis di kediaman Al Imam Haddad dan kediaman keluarga Al Hamid. Perkumpulan ini lazim disebut "Tsamratu Tasi." Acara itu diisi dengan bermacam-macam kasidah nasihat.

Pada hari ke-19 diadakan majelis di kediaman Khalifatussalaf Al-Habib Alwi bin Abdullah bin Syihabuddin. Acara ini berisi ceramah agama dan nasihat lalu kasidah pujian tentang bulan Ramadhan sambil menikmati secangkir kopi khas Tarim.

Ada hal menarik juga di kalangan masyarak desa Tarim. Nuansa Islami di sini sangat terasa bahkan tidak hanya di dalam masjid melainkan di luar juga. Biasanya sejak tanggal 11 sebelas Ramadhan hingga 29 Ramadhan sambil berharap datangnya lailatul qadar masyarakat Tarim saling bertukar undangan dengan tetangga dan kerabat untuk bersantap hidangan buka puasa dalam rangka khataman masjid yang ada di sekitar rumahnya.

Sementara anak-anak kecil laki laki maupun perempuan saling berkunjung ke rumah teman bermain mereka saling bergantian menyanyikan lagu-lagu anak yang diwariskan para ulama pendahulunya dan lagu-lagu tersebut disebut dengan "Khotamy". Kegembiraan anak-anak itu kemudian bertambah dengan banyaknya hadiah yang diberikan pada mereka oleh tuan rumah, tentunya setelah lagu itu usai dilantunkan.

Sementara khataman akbar Al-Qur’an di masjid dipimpin oleh para ulama. Doa yang dibaca adalah doa khatmul qur’an susunan Imam Ali Zainal Abidin. Saat doa dirapalkan, air dan kopi dibagikan. Setelah selesai, dilanjutkan doa susunan Imam Abil Hirbah. Selanjutnya anak-anak kecil yang turut hadir diberikan kesempatan membaca doa "Birrul Walidain" untuk orang tua mereka secara bergantian. Dilanjutkan pembacaan khutbah "Qoff" dan khutbah milik salah satu dari Habib Idrus bin Umar Al Habsyi, Al Habib Hasan bin Sholih Al Bahr, Habib Abu Bakr bin Abdurrohman bin Syihab.

Ketika Ramadhan memasuki hari ke-21 maka masyarakat, santri, dan mahasiswa berduyun-duyun hadir ke masjid-masjid yang diistimewakan di Tarim. Keistimewaan masjid tidak ditinjau dari kemegahan bangunannya, tetapi dari kealiman dan kewalian yang membangun masjidnya meskipun hampir semua masjid di sini terbuat dari tanah liat. Berikut di antara masjid-masjid istimewa tersebut.

Tanggal 21 Ramadhan di Masjid Syeh Abdurrohman Assaqqof dan Masjid Abi Bakr Assakron. Tanggal 23 Ramadhan di Masjid Al Awwabin milik Imam Haddad. Tanggal 25 Ramadhan Syeh Ali bin Abi Bakr Assakron. Tanggal 27 Ramadhan di Masjid Baalawi yang dibangun oleh Syeh Kholi Qosam abad ke-5. Tanggal 29 Ramadhan di masjid fenomenal dengan menara tertinggi yang terbuat dari tanah liat milik Syeikh Umar Muhdlor dan Masjid Al-Fath milik Imam Abdulloh bin Alwi al-Haddad.

Menurut pengamatan saya, suasana religius Ramadhan di Tarim yang diwariskan turun-menurun menggabungkan beberapa konsep mahabbah (cinta), yaitu cinta kepada Allah dengan amalan shalat dan puasa, cinta kepada kitab Allah dengan memperbanyak tadarus dan khataman, cinta kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat, cinta kepada syiar Allah dengan memperbanyak majelis taklim dan daurah (pesantren Ramadhan) bahkan peserta daurah ada yang datang dari Amerika, Australia, Inggris, Malaysia, China, dan lain-lain.

Ini merupakan Ramadhan kedua yang saya alami di Tarim, sementara Ramadhan pertama saya di kota Mukalla Yaman. Meskipun di Mukalla juga banyak syiar-syiar Ramadhan namun religiusme Tarim tidak ada tandingannya. Mungkin salah satu faktornya adalah banyaknya wali-wali Allah dan para ulama sufi yang dijumpai di Tarim. Sebuah nuansa kerohaniahan yang murni mendekatkan diri kepada Allah.

Moh Nasirul Haq, Mahasiswa Universitas Imam Syafii Yaman. Ditulis di Tarim, 7 Ramadhan 1437 H.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

PMII Cianjur Nilai KPUD Gagal

Cianjur, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pemilu Kabupaten Cianjur menilai proses Pemilihan Anggota Legislatif 9 April 2014 yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Cianjur tidak berjalan mulus.

PMII Cianjur Nilai KPUD Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cianjur Nilai KPUD Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cianjur Nilai KPUD Gagal

Ketua Umum PMII Kabupaten Cianjur Ayi Sopwanul Umam menyebutkan, pihaknya menemukan kertas suara dan Daftar Calon Tetap (DCT) yang tertukar di setiap daerah pemilihan (dapil).

“Kertas Suara yang seharusnya di dapil 1 Tertukar dengan dengan dapil 4, dapil1 dengan dapil 2. Seperti terjadi di TPS VII Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang tertukar kertas suaranya dengan dapil 2,” terangnya Sabtu, (12/4). ?

IMNU Tegal

Ia menilai KPUD Cianjur kurang mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat. Karena di lapangan masyarakat kurang memahami apa dan bagaimana proses pemilu ini, mulai arti wakil DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD, serta tata cara pencoblosan itu tersendiri.

IMNU Tegal

PMII Cianjur menyayangkan, hal seperti itu tidak seharusnya terjadi dan sudah diantisipsai dari awal dengan mempersiapkan tenaga profesional serta bertanggungjawab dalam tugasnya.

“Dengan terjadinya kasus seperti ini, PMII Kabupaten Cianjur menilai KPUD Cianjur gagal? menjalankan kinerjanya. KPUD Cianjur harus lebih serius serta cepat tanggap melihat dari pada kenyataan permasalahn seperti ini,” imbaunya.

Lebih lanjut Ayi menjelaskan, temuan itu didapat dari kader-kader PMII yang diterjunkan menjadi pemantau Pemilu pada 9 April lalu.

“Atas dasar kepedulian terhadap pesta demokrasi rakyat, PMII Cianjur menerjunkan pemantau di 32 kecamatan. Setiap kecamatan yang dipantau 5 TPS,” jelasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Santri, Nusantara IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Ketua PWNU Jateng : Ansor dan Banser Telah Teruji Sejak Lama

Batang, IMNU Tegal?



Maraknya organisasi yang mengaku dari golongan Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja), tapi tak mengamalkan ajaran-ajarannya, maka diperlukan penambahan identitas utamanya untuk Aswaja yang dipegang Nahdlatul Ulama (NU). Yaitu Aswaja an-Nahdliyyah.

Ketua PWNU Jateng : Ansor dan Banser Telah Teruji Sejak Lama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Jateng : Ansor dan Banser Telah Teruji Sejak Lama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Jateng : Ansor dan Banser Telah Teruji Sejak Lama

Hal itu ditegaskan Ketua PWNU Jawa Tengah Abu Hapsin saat memberikan arahan kepada kader Ansor dan Banser pada pembukaan Kemah Bakti II tahun 2017, Sabtu (22/4) malam, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

"An-Nahdliyah itu penting karena sekarang banyak ormas yang mengku Sunni bahkan ISIS saja mengaku Aswaja. Maka jangan sampai keliru, maka ini perlu ditambah an-Nahdliyah sebagai penanda bahwa ini telah menyelamatkan Nahdliyin dan bangsa Indonsia dari perpecahan," tuturnya pada rangkaian peringatan Hari Lahir ke 83 Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunikan dan nilai budaya yang luhur. Buktinya meski di Indonesia tidak memiliki banyak ulama besar sebanyak di kawasan Timur Tengah, namun Indonesia masih tetap utuh dan kuat.

Ia juga menegaskan, bahwa pola pemahaman yang selama ini jadi pegangan NU dan Ansor-Banser adalah sebuah pemahamam keagamaan yang sudah teruji, baik sejak sebelum kemerdekaan, awal kemerdekaan, masa Orde Lama, Orde Baru, maupun Reformasi.

IMNU Tegal

Abu Hapsin juga menceritakan pengalamannya saat hadir di Muktamar NU di Cipasung tahun 1994. Saat itu hubungan Gus Dur dengan Presiden RI Soeharto sedang tidak harmonis karena Gus Dur dinilai selalu terlalu kritis pada pemerintah.

IMNU Tegal

Bahkan Soeharto saat diundang di Muktamar, akan bersedia hadir dengan syarat Gus Dur tidak duduk di barisan terdepan. Mengetahui hal itu, Gus Dur memilih duduk di belakang bersama warga Nahdliyin lain yang bukan peserta Muktamar.

"Itu saya melihat betul (peristiwa tersebbut,Red)," ujarnya.

Hal itu membuktikan bahwa hubungan antara Gus Dur dan Soeharto memang tidak baik. Namun, Soeharto di Muktamar menyampaikan kesaksiannya yang tulus bahwa NU memilki sumbangasih yang luar biasa pada Indonesia.

Yaitu terletak pada pemahaman keagamaannya yang sudah mampu mengantarkan Indonesia dalam posisi stabil dalam politik. Situasi itu menurut Soeharto perlu disyukuri dan dipertahankan.

"Ini ucapan yang sangat tulus dari orang yang tidak suka, kalau ucapan yang suka (memuji,Red) ya wajar. Yang tak lain adalah pemahaman Ahlussunnah wal-Jamaah an-Nahdliyah," ungkap Abu Hapsin.

Ia juga berharap, adanya Kemah Bakti ini, para peserta dapat merenungkan persoalan-persoalan bangsa dan ke Indonesiaan. "Itu harapan kami," tuturnya.

Ketua PW Ansor Jateng, Ikhwanudin mengatakan, Kemah Bakti II ini arahnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama melalui penggalian potensi kader dari berbagai bidang. Utamanya diarahkan untuk memupuk rasa kesetiaan dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Harapannya, Ansor Banser tetap jadi garda terdepan dalam berpartisipasi di kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Terdapat sejumlah kegiatan di Kemah Bakti yang diikuti 690 peserta dari 32 Cabang se Jateng ini, di antaranya sarasehan kebangsaan bersama Anggota DPD RI Achmad Muqowam, lomba prestasi yang terdapat 11 kejuaraan salah satunya perlobaan bidang IT atau pembuatan iklan layanan masyarakat.

"Itu juga untuk menanggulangi berita-berita hoax, membuat meme yang mengandung pesan rahmatan lil alamin," katanya.

Selain itu, juga ada bakti sosial, pameran produk-produk UMKM dari kader Ansor, mujahadah dan Ansor Bersholawat, dan pada Senin (24/4/2017) akan digelar apel kesetiaan NKRI sekaligus penutup.

Yang menarik dalam kegiatan Kemah Bakti kali ini, imbuh Ikhwan, adalah kegiatan ini didukung penuh oleh warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

"Maka kami apresiasi besar pada Kepala Desa, Ketua Ranting NU dan Ansor yang telah memberi dukungan luar biasa terutama konsumsi," ujarnya.? (Sholahuddin Al-Ahmed/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Sunnah IMNU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama

Jakarta, IMNU Tegal. Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pertemuan dengan pengurus sejumlah lembaga di NU yang menangani pendidikan. Pengurus Syuriyah PBNU meminta laporan dari masing-masing lembaga terkait data dan kerja-kerja pendidikan di wilayah garapan masing-masing.

PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bahas Penataan Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama

“Pesantren dengan hadirnya kiai, pondok, dan santri, biar menjadi urusan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) saja. Sementara madrasah ibtida’iyah hingga aliyah, kita serahkan kepada LP Ma’arif,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Mas Subadar dalam rapat yang dihadiri Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan juga Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil.

Utusan sejumlah lembaga yang hadir antara lain adalah perwakilan dari LP Ma’arif NU, RMI, PP Muslimat NU, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Lembaga Takmir Masjid PBNU. Masing-masing dari mereka menyampaikan data terkini terkait lembaga binaan mereka.

IMNU Tegal

“Yang penting, kita perlu memperjelas kerja lembaga-lembaga ini agar tidak terjadi tumpang tindih kerja di lingkungan pendidikan NU,” ujar Gus Yahya yang memimpin rapat harian Syuriyah PBNU di Jakarta, Rabu (6/1) sore.

IMNU Tegal

Ketua LTM PBNU H Mansur Syairozi mengatakan, LTM PBNU kini sedang menggarap panduan operasional menggerakkan masjid. “Pasalnya pengurus banyak masjid belum mengerti bagaimana tujuan mengurus masjid,” kata H Mansur.

Terkait lembaga pendidikan kanak-kanak yang dihidupkan di lingkungan masjid, H Mansur belum memiliki data. Pasalnya, LTM PBNU masih menyosialisasikan 7 program utama kepengurusan masjid.

“Kita serahkan tugas pembinaan PAUD dan TK kepada Muslimat NU,” ujar Katib Syuriyah PBNU KH Asrorun Niam Sholeh.

Laporan dari utusan lembaga dan banom NU itu akan ditindaklanjuti PBNU sebagai pedoman dan pembagian kerja bagi lembaga dan banom NU yang menangani pendidikan. ? (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah IMNU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran

Boyolali, IMNU Tegal. Menjelang bulan puasa Ramadhan, ratusan warga Dukuh Tompak, Tarubatang, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar tradisi sadranan untuk mendoakan para leluhur, Selasa (9/6).

Sadranan di Desa Tompak termasuk yang paling awal dilakukan masyarakat di lereng Merapi-Merbabu tahun ini.

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran

Sejak pagi, ratusan warga dari dukuh Desa Tompak serta warga dari daerah lain yang memiliki leluhur dimakamkan di pemakaman tersebut, berbondong-bondong ke pemakaman yang terletak di sisi timur lereng Gunung Merapi tersebut.

IMNU Tegal

Bersama keluarga dan sanak saudaranya, warga berdatangan ke areal pemakaman dengan membawa tenong, yang berisi tumpeng nasi rasul dan aneka jajan seperti ketan, apem dan pisang.

Bagi warga setempat, tradisi nyadran ini selain menjadi agenda untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal, juga sebagai ajang silaturrahim. “Kegiatan ini juga memiliki pesan moral, yakni ajaran untuk saling berbagi antara satu dengan lainnya,” kata Syahirul Alim, salah satu tokoh pemuda setempat.

IMNU Tegal

Usai melakukan doa bersama yang diisi dengan pembacaan yasin, zikir dan tahlil di areal pemakaman, warga kemudian saling berbagi makanan yang mereka siapkan dari rumah.

“Meski praktiknya sudah agak berbeda, dengan zaman saya kecil dulu, tapi pesan utamanya tetap dipegang teguh masyarakat, yakni untuk berbagi apa yang kita punyai serta bersyukur atas nikmat dari Allah,” tutur Syahirul yang juga aktif di JQHNU Boyolali itu. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Budaya IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin

Jakarta, IMNU Tegal. Refleksi Awal Tahun dan Haul Gus Dur yang diselenggarakan PBNU dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Selasa, 4 Januari 2011. KH Gafar Rahman, Romo Frans Magnis Suseno, dan Pdt. Gomar Gultom hadir sebagai narasumber.



Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin

Refleksi ini mengambil tema, "Merajut Kebhinekaan, Membangun Indonesia Mutamaddin". Tampil sebagai keynote speaker, Kang Said berpesan agar semua elemen bangsa ini saling menghargai dan membangun kembali toleransi (tasamuh) yang akhir ini mulai memudar.

"Fenomena intoleransi yang muncul tidak hanya dari Muslim ke non Muslim saja, namun juga sebaliknya. Di Swiss, Muslim tidak boleh bangun menara. Di Perancis, Muslim tidak boleh berjilbab, dal lain sebagainya," papar pria yang akrab disapa Kang Said ini.

IMNU Tegal

Intoleransi ini, menurut Kang Said, terjadi karena persoalan kemiskinan dan minimnya kualitas pendidikan. Agama bukan faktor utama terjadinya intoleransi.

IMNU Tegal

"Islam sangat melindungi non Muslim dan itu bisa dibaca dalam al Quran. Contoh, ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, saat itu sedang ramai isu bahwa Isa atau (Yesus) adalah hasil perzinahan Maryam dengan Yusuf an Najjar. Saat itu Rasulullah gelisah, lalu turunlah surat Maryam yang menjelaskan atau merehabilitasi hal itu," jelas Kang Said.

"Hal-hal tentang non Muslim banyak terrekam dalam al Quran. Dalam al Quran ada surat Maryam, tapi di Injil tidak ada surat Khadijah," ujar Kang Said sambil bergurau. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Ahlussunnah, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas

Lombok, IMNU Tegal. Ansor NTB sosialisasi hasil Rapat Koordinasi Nasional di Kantor Aula PWNU NTB usai sholat Magrib Berjamaah kepada cabang-cabang se-Lombok, Jumat malam (03/07)

"Sampai saat ini Ansor NTB masih dapat klaster 1," kata Suaeb Query, ketua PW Ansor NTB dihadapan cabang cabang se-Lombok yang hadir.

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas

Suaeb juga menyampaikan agenda Ansor saat ini adalah mengawal muktamar ke-33 NU berdasarkan hasil rakornas di Jakarta 13-14 Juni lalu.?

IMNU Tegal

Disamping itu mantan PB PMII ini menambahkan bahwa sesungguhnya Ansor yang dinilai dan diberikan klaster 1 atau 2 dan seterusnya adalah cabang cabang dengan syarat memiliki pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan dan atau pernah melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar Banser.?

IMNU Tegal

Pantaun IMNU Tegal pada pertemuan ini, cabang-cabang yang hadir diberikan waktu oleh M. Akri, sekretaris Ansor NTB selaku pemandu jalannya acara pertemuan ini untuk menyampaikan tanggapan dan pikiran-pikarannya dalam pertemuan ini. (Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Aswaja IMNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ditunggu Fatwa NU Perihal Pemisahan Negara dan Pemerintah

Yogyakarta, IMNU Tegal. Budayawan Emha Ainun Najib menaruh harapan kepada NU untuk memperjelas kedudukan NKRI sebagai negara, bukan pemerintah. Dengan pemisahan ini, maka peran negara dan pemerintah menjadi jelas.

Selama ini peran dan posisi kedua masih tertukar, kata Emha yang kerap dikenal dengan nama Cak Nun pada sarasehan nasional “Ulama Pesantren dan Cendekiawan” di asrama haji jalan Letjen Haryono nomor 42 Yogyakarta, Rabu (6/5).

Ditunggu Fatwa NU Perihal Pemisahan Negara dan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ditunggu Fatwa NU Perihal Pemisahan Negara dan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ditunggu Fatwa NU Perihal Pemisahan Negara dan Pemerintah

Keluarnya fatwa NU bahwa NKRI sebagai bentuk negara, sudah mendesak. Karena, di Indonesia tidak jelas, mana pemerintah dan mana negara. Dari situ, posisi berikut peran negara dan pemerintah memiliki batas yang jelas. Tanggung jawab keduanya pun terang.

IMNU Tegal

“Kalau tidak diubah oleh NU, maka ini akan kacau,” tegas Cak Nun di hadapan sedikitnya 100 hadirin dalam forum yang diselenggarakan PWNU DI Yogyakarta.

Seperti Wali Sanga, NU memiliki kekuatan untuk memberikan batasan jelas antara negara dan pemerintah. Jangan dikira Sunan Kalijaga hanya bisa membikin wayang. Ketika mengislamkan Majapahit, yang pertama kali ditaklukkan oleh Sunan Kalijaga adalah para empu-empunya.

IMNU Tegal

Selain ahli senjatanya, lanjut Cak Nun, Sunan Kalijaga kemudian menaklukkan parlemennya dan mengislamkan keluarga keraton. “Kalau melakukan konstruksi dari Wali Sanga, kita tidak hanya sibuk dengan berdakwah, tapi bisa memberikan rekomendasi terhadap negara,” tandas Cak Nun. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Sholawat IMNU Tegal

Sabtu, 07 Oktober 2017

Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan

Solo, IMNU Tegal - Banyak nama untuk penyebutan Bulan Ramadhan antara lain syahrus shiyam (bulan puasa), syahrul ibadah (bulan ibadah), syahrur rahmah (bulan penuh rahmat), syahrul Qur’an (bulan Al-Quran pertama kali diturunkan) dan lain sebagainya.

Banyaknya nama penyebutan itu menjadi salah satu ciri dari kemuliaan Ramadhan. “Ada ungkapan katsratul asma’ tadullu ‘ala syarafil musamma, banyaknya nama menunjukkan atas mulianya yang dikasih nama,” tutur Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Laweyan Kota Surakarta KH Agus Himawan kepada IMNU Tegal, Ahad (5/6) lalu.

Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan

Pengajar di Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan ini menambahkan, sudah semestinya umat Islam menyambut gembira kedatangan bulan Ramadhan. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang dalam beberapa keterangan disebutkan, mereka telah bersiap menyambut kedatangan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya.

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang bulan Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka berdoa kembali agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan,” kata dia.

IMNU Tegal

Momentum bulan Puasa ini, lanjutnya, dapat digunakan untuk memperbanyak amalan ibadah.

IMNU Tegal

“Ini adalah bulan saling menolong, diterangkan dalam sebuah hadist, ‘Barang siapa memberi makanan berbuka untuk orang berbuka puasa berupa seteguk susu, atau sebutir kurma, atau seteguk air, maka Allah memberinya minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW yang ia tidak akan kehausan sehingga masuk ke dalam surga,’” terangnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Cerita, Santri IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock