Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengirimkan surat edaran terkait pelaksanaan hasil Munas ke-3 tentang Ahlul Halli wal Aqdi. Surat tertanggal 8 Juli 2015 itu telah dikirimkan kepada PWNU dan PCNU seluruh Indonesia.

Surat ditandatangani oleh Pj. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, Katib Aam PBNU KH Malik Madani, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Surat tersebut berisi empat butir kesepakatan Munas ke-3 di Jakarta yakni:

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Bahwa pemilihan Rais Aam pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama nanti akan dilaksanakan dengan sistem Ahlul halli wal Aqdi sebagai penerapan cara musyarawah mufakat sebagaimana dalam pasal 41 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama. Bahwa Ahlul Halli wal Aqdi tersebut terdiri atas 9 (sembilan) orang ulama dengan kriteria sebagaimana termaktub dalam pasal 2 ayat (4) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus menyerahkan 9 (sembilan) nama Ahlul Halli wal Aqdi yang diusulkan pada saat pendaftaran (registrasi) peserta muktamar, sebagai bagian dari administrasi pendaftaran, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (2) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus memusyarahkan sembilan (9) nama yang akan diusulkan itu. Dalam surat edaran tersebut disertakan empat (4) bundel lampiran yang berisi Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tanggal 14-15 Juni 2015, penjelasan kronologis tentang asal muasal ahlul halli wal aqdi, 39 ulama yang diusulkan sebagai anggota ahlul halli wal aqdi dan formulir usulan 9 nama ahlul halli wal aqdi. (Red: Anam)

Penjelasan kronologis ahlul halli wal aqdi dapat diklik di sini.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Hikmah, Habib, Makam IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel

Jakarta,IMNU Tegal

Kementerian Agama (Kemenag) memberikan sanksi administratif kepada PT First Travel. Hal ini terungkap lewat surat yang ditujukan kepada Direktur First Travel, Andika Surachman.

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel

Surat bertanggal 3 Agustus itu menyatakan Kemenag mencabut izin penyelenggaraan umrah oleh PT First Travel. Surat tersebut menjadi pengantar atas Keputusan Menteri Agama.

"Dengan hormat, terlampir kami sampaikan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 589 Tahun 2017 tanggal 1 Agustus 2017 tentang Penjatuhan Sanksi Administratif Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT First Travel Anugerah Karya Wisata Sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah," tulis dalam surat tersebut, Jumat (4/8) sebagaimana diberitakan Detik.com.

IMNU Tegal

Surat bernomor B-3005/Dj/DT.II.I/4/Hj.09/08/2017 tersebut ditandatangani oleh Plt Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, M Ach Halim. Kemenag mempersilakan pihak PT First Travel untuk menyanggah keputusan tersebut paling lama dua minggu sejak diterbitkan.

"Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2015, Saudara dapat melakukan sanggahan terhadap Keputusan dimaksud paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterimanya keputusan ini," katanya.

IMNU Tegal

Sebelumnya diberitakan, Presiden Direktur PT First Travel Andika Surachman digugat jemaah ke Pengadilan Negeri Depok. Petugas dari pengadilan Negeri Depok, Suherman mengatakan dia mengantarkan surat panggilan untuk owner First Travel yakni Andika Surachman dari calon jemaah Andrian Muskan.

Terbaru, para calon jemaah umrah melaporkan Direktur First Travel, Andika Surachman ke Bareskrim Polri. Mereka melapor karena telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah namun belum diberangkatkan sejak dijanjikan tahun 2015 lalu.

Sekedar informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tak berizin yang dilakukan 11 entitas. Satgas waspada investasi OJK menyebut salah satu dari 11 entitas tersebut adalah PT First Travel.

Ketua Satgas waspada investasi OJK Tongam Tobing mengatakan, OJK menghentikan kegiatan penghimpunan dana untuk paket promo umrah. Dalam promo ini paket umrah dipatok dengan harga Rp 14,3 juta padahal dari Kementerian Agama biaya umrah mencapai Rp 21-22 juta.

Namun, pihak manajemen dinilai oleh jemaah belum bisa memberikan kepastian terkait pengembalian dana setoran atau keberangkatan jemaah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Bantul, IMNU Tegal

Momen langka terjadinya gerhana matahari total yang hanya terjadi di Indonesia menjadi kesempatan warga NU di Bantul, Yogykarta untuk bersama melakukan munajat, sholat gerhana dan mendengarkan khotbah. Moment gerhana juga dijadikan sarana untuk interospeksi diri, baik beristighfar, shadaqah, dan syukur.?

Secara khusus, PCNU Bantul menyelenggarakan kegiatan shalat gerhana matahari yang dipusatkan di Gedung Bapendan Wonokromo Bantul. Selain di Lokasi utama tersebut, diinstruksikan juga kepada seluruh MWCNU untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing masih.

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Dilaporkan dari MWCNU Pajangan kegiatan shalat gerhana matahari di pusatkan di Masjid Pondok Pesantren Ad-Duha Bungsing. Shalat gerhana dimulai pukul 06.45 WIB. Dilanjutkan khotbah dan diakhiri dengan sarapan arem-arem bersama. Tak kurang dari 200 jamaah putra dan putri hadir mengikuti acara ini.

Sementara kegiatan yg sama juga dilaksanakan dibeberapa MWCNU lain, seperti di Pundong, Kasihan, Pandak dan juga di tempat lain. Yang menarik dari kegiatan ini, setelah semua usai beberapa daerah dilanjutkan dengan sarapan bubur bersama sebagai bentuk shadaqah yang dapat dinikmati bersama. (Heru Priyanto/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Makam, Olahraga IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film "Surban Putih"

Semarang, IMNU Tegal. Usai melakukan shooting film "Surban Putih" di pesantren Darut Talim Bangsri Jepara, dan di Kampus Unisnu Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), film yang disutradarai Robit Himami melakukan shooting di di kampus Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang pada Rabu (1/7).

Film ini memberikan pesan moral kepada masyarakat bahwa, pendidikan di pesantren memiliki ruang yang besar untuk meraih cita-cita sesuai dengan kompetensi yang diinginkan. Karena selain mendalami ilmu agama, juga mempelajari ilmu-ilmu yang berbasis sosial maupun penguatan keahlian sesuai dengan bakat minat yang dimiliki, ujar Khoirul Muslimin salah satu dosen FDK yang membina terlaksananya film ini.

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film Surban Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film Surban Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film "Surban Putih"

"Modal dasar penguatan agama pada generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dan bermartabat untuk membangun bangsa yang lebih sejahtera," tambahnya.

IMNU Tegal

Sementara itu, Robit Himami mengatakan "Film ini menjadi penanda baru bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki ruang lingkup yang luas dalam telaah keilmuan, dengan terjun langsung di dunia perfilman ini, banyak hal-hal yang baru yang didapatkan sesuai pada kajian teori yang kami dapat di bangku kuliah."

Dalam satu tahun mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi sudah memproduksi film sebanyak 7 karya, diantaranya film dengan judul (1) Paijo; (2) Tapak Kaki di Desa; (3) Karung Beras; (4) Terjawab oleh Detik; (5) Sepenggal Kisah Dua Belas AP; (6) Ngalap Berkah Pesta Lomban; dan (7) Surban Putih, pungkas Robit.

IMNU Tegal

Dalam sambutan ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang Dr Turnomo Raharjo  mengucapkan "terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami menjadi tempat salah satu shooting film, semoga ini menjadi awal kerjasama kita dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen."

Dalam kesempatan yang sama di ruang rapat magister Komunikasi Abdul Wahab, M.SI. selaku Kaprodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyampaikan kerjasama ini diharapkan menjadi awal membuka gerbang kompetensi yang lain yang bisa dikerjasamakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang Ilmu Komunikasi.

Minanurrohman yang juga pemeran Andi mengungkapkan "Senang sekali, tentu kegiatan ini memberikan kesempatan kepada saya untuk menggali ilmu dengan memerankan Andi. Tentu saya dituntut untuk bisa menjadi Andi yang sesungguhnya, harapan saya semoga apa yang saya perankan menjadi doa untuk kesuksesan saya dan teman-teman mahasiswa yang lain," tutur Minan. (Iqdasy/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Makam, Warta IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove

Demak, IMNU Tegal. Memperingati Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 dan 23 April, Badan Wakaf Nusantara dan Pondokbanjar Semarang yang tergabung dalam wadah Nusantara Berbagi, menggelar beragam kegiatan di Pesantren Aplikatif Sayung Kota Demak, Senin (24/4)

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove

Kegiatan tersebut diawali dengan pemberian materi terhadap 21 santri yang kesemuanya merupakan anak-anak pinggiran daerah Surodadi Sayung Kota Demak, materi tentang agama Islam dan kepedulian terhadap lingkungan. Selanjutnya para santri diajak ke area tambak dan aliran sungai untuk menanam 100 pohon mangrove yang disediakan oleh para santri sendiri.

Agus Munif Ketua Badan Wakaf Nusantara berpesan bawasanya dengan menanam mengisyaratkan perbuatan yang baik terhadap lingkungan. Amal-amal kita berada diantara pohon mangrove yang telah kita tanam, insyallah pohon mangrove yang kita tanam akan memiliki nilai manfaat.

“Aksi menanam ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dari hari ke hari lingkungan kita semakin rusak, rob masuk rumah dan banjir selalu menjadi langganan setiap musim hujan,” lanjutnya.

Membaca puisi menolak korupsi

IMNU Tegal

Sehabis menanam pohon mangrove para santri didampingi Lukni Maulana pengasuh Pondokbanjar Semarang membaca buku di sekitaran kawasan pertambakan. Para santri sangat antusias terutama ketika disodori buku Puisi Menolak Korupsi, dan merekapun bergantian membaca puisi.

Lukni Maulana mengatakan bawasanya turunnya minat baca masyarakat salah satunya disebabkan oleh kurangnya minat dan dorongan dari orang tua maupun lingkungan sekitar yang belum mampu menggugah semangat anak-anaknya untuk mencintai buku.

“Apalagi sekarang ini eranya gadget, dunia tanpa batas berupa media sosial juga turut mempengaruhi minat membaca buku,” lanjutnya

Rangkaian kegiatan yang dipadukan antara Hari Bumi dan Buku Sedunia ditutup dengan pemberian buku dan alat tulis kepada para santri Pesantren Aplikatif. Melalui aksi menanam mangrove dan baca puisi menolak korupsi turut mendorong pemerintah maupun masyarakat untuk memiliki kepeduliani terhadap lingkungan sekitar dan dapat menyediakan fasilitas serta ruang-ruang membaca yang layak dan ramah anak. Red: Mukafi Niam

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, Habib IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur

Jakarta, IMNU Tegal. Tepat pukul 08.20 WIB, Presiden RI H. Joko Widodo hadir di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta. Kedatangannya sudah ditunggu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum H. Asad Said Ali dan Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifuddin. Bahkan jajaran pengurus PBNU sempat dibuat kebingungan dengan gaya tak terduga Jokowi.

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur

“Gaya Jokowi ini persis seperti Gus Dur, spontan dan tidak terduga,” kata Muhammad Nadjib, Asisten Pribadi Rais Aam PBNU.

Awalnya, lanjut Nadjib, jajaran pengurus PBNU sudah mempersiapkan segalanya di ruang Kiai Said di lantai 3 seperti pertemuan-pertemuan dengan pejabat pada umumnya, namun tak terduga Jokowi langsung naik ke lantai 5. 

IMNU Tegal

“Begitupun usai pertemuan di lantai 5, Jokowi langsung ke lantai 3, kita tidak mengira, karena biasanya setelah pertemuan, Presiden langsung pamit,” papar Nadjib.

IMNU Tegal

Usai di lantai 3 Gedung PBNU, Jokowi pamit setelah mengadakan pertemuan sekitar satu  jam dengan jajaran pengurus PBNU di lantai 5. Tak banyak yang dibicarakan Kiai Said dan Jokowi dalam menjawab pertanyaan wartawan yang sudah menunggu mereka di lantai dasar. (Fathoni)

 





Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, Santri IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Rembang, IMNU Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa keberadaan Islam Nusantara harus menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Nahdliyah maupun ukhuwah Islamiyah.

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Hal itu disampaikan kiai yang kini hampir menginjak usia 90 tahun itu saat menerima rombongan tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Rabu (25/1) di kediaman Komplek Pesantren Al-Anwar.

"Islam Nusantara, ini benar-benar harus menjaga ukhuwah seperti Islam yang dibawa Nabi Muhammad," tegas Mbah Maimoen sembari menerima kenang-kenangan berupa buku Ensiklopedi Islam Nusantara edisi Budaya dari rombongan Tim Anjangsana.

Namun, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berpesan, setiap kemenangan dan kejayaan mesti ada orang-orang-orang munafik. Mereka tidak akan pernah senang dengan Islam yang begitu ramah, menjaga identitas budaya, serta dapat bekerja sama memperkuat negara di tengah kemajemukan.

IMNU Tegal

"Dulu Kanjeng Nabi Muhammad dan para sahabat juga sama. Di tengah kemenangan dan kekayaannya muncul tak sedikit orang-orang munafik di sekelilingnya," tutur kiai kharismatik di kalangan Nahdliyin dan para ulama tarekat ini.

Selain penegasan Islam Nusantara, Mbah Maimoen juga banyak membahas persoalan bangsa yang selama ini berkembang. Usianya yang sudah tergolong sepuh itu tak melewatkan sedikitpun apa yang sedang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.?

Dalam menjelaskan dan menganalisis peristiwa dan fakta sejarah masa lalu, Mbah Maimoen juga terlihat masih sangat lancar, bahkan memberikan sejumlah perspektif dalam membaca sejarah kepada rombongan.

Menurut Mbah Maimoen, sejarah adalah masa lalu, sedangkan saat ini zaman sudah berbeda. Dia ingin menegaskan, sejarah harus dikontekstualisasikan.?

IMNU Tegal

"Misal khilafah, itu (khilafah) sudah tidak ada. Saat ini yang ada hanya nasionalisme," terang Mbah Maimoen.

Dalam setiap kesempatan, Mbah Maimoen memang sering menegaskan bahwa sekarang ini yang ada adalah negara bangsa.?

Dia mencontohkan ketika berbagai negara dari belahan dunia melaksanakan ibadah haji. Dulu bendera yang digunakan sama, sekarang setiap jemaah haji menunjukkan bendera dari negara masing-masing. Itulah praktik negara bangsa berdasarkan nasionalisme masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Mbah Maimoen terlihat begitu telaten melayani sejumlah pertanyaan dari KH Moqsith Ghazali, Zastrouw Ngatawi, Rumadi, dan beberapa akademisi lain yang memimpin kegiatan Anjangsana Islam Nusantara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Makam, Kajian Islam IMNU Tegal

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis

Jepara, IMNU Tegal

Wakil Ketua PCNU Jepara, Hisyam Zamroni yang didaulat membuka kegiatan presentasi lomba menulis opini yang dihelat LTN PCNU Jepara, Rabu (23/3) lalu memantik 10 peserta terbaik tersebut.?

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Pelajar Didorong Lestarikan Budaya Menulis

“Kalian adalah salah satu penerus budaya tulis-menulis. Karena saat ini penulis masih sangat kurang jumlahnya,” tegas Hisyam saat membuka presentasi lomba yang berlangsung di gedung NU Jepara ini.?

Ia meyakinkan peserta jika tiada penerus Bukhari dan Muslim niscaya kelak akan hilang. Orang yang pintar tegasnya wajib menulis. Dulu, papar Kepala KUA Keling Jepara manusia ditradisikan dengan budaya lisan. Pidato maupun khutbah adalah misal tradisi lisan.?

Sehingga ada istilah tutur tinular merupakan gambaran dari tradisi lisan. Tradisi lisan menurut alumnus Pascasarjana UIN Walisongo Semarang ini dapat bernilai kebenaran sebagaimana Nabi Muhammad memberikan sabda kepada sahabat-sahabatnya.?

Tradisi menghafal al-Qur’an juga bagian dari bahasa tutur. Untuk itu, saat ini sudah saatnya pelajar dan santri sebagai penerus budaya tulis.?

IMNU Tegal

“Jadikan menulis hal yang nikmat. Kegiatan yang sangat enjoy,” imbuhnya.

IMNU Tegal

Kegiatan tersebut merupakan awal bukan akhir. Kepada peserta dirinya juga meyakinkan bahwa orang bisa hidup lantaran menulis.?

Apa saja bisa ditulis. Tidak terkecuali potensi-potensi yang ada di kampung dengan versi masing-masing. “Ayo kita kembangkan budaya tulis kita,” ajaknya.?

Lomba menulis opini bertema “Rahmat Kemajemukan Itu Nyata” merupakan agenda perdana LTN PCNU Jepara masa khidmah 2015-2020. Naskah yang masuk ke panitia yang berjumlah puluhan kemudian dikerucutkan menjadi 10 besar.?

Pemenang lomba yang mencakup isi dan tulisan kata Muhammadun Sanomae, Ketua LTN PCNU Jepara akan diumumkan di web nujepara.or.id dalam waktu dekat ini.?

“Profil juara I akan dipublikasikan di Suara Merdeka,” pungkas Kepala Biro Suara Muria (Suara Merdeka) ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Makam IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi

Probolinggo, IMNU Tegal. Kepengurusan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo masa khidmah 2015-2016 resmi dilantik, Ahad (10/1). Pelantikan yang digelar di aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Probolinggo ini dipimpin oleh Anwari Ilham dari PKC PMII Jawa Timur. Kepengurusan yang baru dilantik akan memperketat kaderisasi.

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi

Hadir dalam pelantikan ini PMII se-Probolinggo, PMII se-Situbondo, PMII se-Bondowoso, PMII se-Lumajang serta PMII dari Rayon Sastra Unej Jember. Hadir pula Ketua PMII Probolinggo Fajar Ilyas, Ketua IKA PMII Probolinggo Badrus Sholeh, dan Ketua Mabincab PMII Probolinggo Abdur Rohman Mawardi.

Fajar Ilyas menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh para mahasiswa di Probolinggo dengan harapan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keinginan para mahasiswa.

IMNU Tegal

“Fokus utama kami setelah dilantik adalah proses regenerasi organisasi. Salah satu upaya yang akan kami lakukan adalah memperketat kaderisasi di semua tingkatan di Probolinggo,” katanya.

IMNU Tegal

Demi mewujudkan hal itu, Fajar Ilyas mengharapkan doa dan dukungan serta kerja sama dari semua pengurus PMII Probolinggo. “Tanpa dukungan dan kerja sama, sebagus apapun program tidak akan berjalan dengan maksimal,” jelasnya.

Sementara Anwari Ilham mengharapkan agar pengurus PMII Probolinggo yang baru dilantik dapat bekerja lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Terlebih saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa di tengah perkembangan zaman yang semakin maju.

“Kader-kader PMII yang baru saja dilantik harus mampu memberikan warna baru dalam kegiatan mahasiswa di kampusnya masing-masing. Semoga PMII Probolinggo mampu menciptakan kader yang berkualitas,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tokoh, Makam, Hikmah IMNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

ISNU Tasikmalaya Salurkan Santunan Kepada 274 Yatim

Tasikmalaya, IMNU Tegal - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tasikmalaya bersama Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Tasikmalaya (PRK-T) dan Keluarga Pelajar Mahasiswa Tasikmalaya Yogyakarta (KPMT-Y) menggelar santunan anak yatim dan orasi jaga lembur, di Pesantren Manarul Hikam Tampian Jalan KH Zainal Musthafa Ciseda Sukaasih Singaparna Tasikmalaya, Jumat (24/6).

Ratusan langkah yatim bersama para pengantarnya mulai memadati Pesantren Manarul Hikam dari pukul? 13.00. Mereka meramaikan pesantren yang berada di pinggir sawah dan mendengarkan petuah dan orasi jaga lembur (Jaga Kampung Halaman) yang disampaikan oleh tokoh Pasundan yang juga merupakan musisi senior Kang Acil Bimbo.

ISNU Tasikmalaya Salurkan Santunan Kepada 274 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tasikmalaya Salurkan Santunan Kepada 274 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tasikmalaya Salurkan Santunan Kepada 274 Yatim

Sebelum menyampaikan orasi jaga lemburnya Kang Acil sempat melantunkan beberapa lagu untuk menghibur anak yatim seperti lagu Sajadah Panjang. Dalam orasinya ia menegaskan pentingnya jaga lembur bagi orang sunda. Jaga Lembur adalah revitalisasi kecintaan orang sunda pada kampung halaman.

“Di mana kita sebagai orang Sunda yang menurut belanda dulu mengatakan bahwa ‘Tanah Pasundan ini tercipta ketika Tuhan tersenyum,’ ini menggambarkan bahwa Pasundan (Jawa Barat) ini sangat indah dan sangat kaya baik alamnya dan juga budayanya.”

IMNU Tegal

Kita sebagai orang sunda harus bisa merawatnya bukan hanya merusaknya , dan salah satu caranya adalah dengan silaturahmi. Dengan silaturahmi kita saling berkunjung dan merekatkan kita agar bersatu dan kuat.

Ketua PRK-T Lutfi Hizba menyatakan bahwa gerakan jaga lembur ini sangat berisiko tinggi, bahkan pemerintah sendiri entah apa banyak kendala dan bahkan ada sikap mengacuhkan dan seperti tak tahu atau tak ingin tahu, padahal gerakan ini adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan Tasikmalaya.

IMNU Tegal

Ia melanjutkan bahwa kegiatan Santunan ini ditujukan untuk 1000 anak yatim yang dilaksanakan di empat lokasi di Kabupaten Tasikmalaya. Yang pertama secara seremonial santunan dilaksanakan di Pesantren Manarul Hikam Tampian ini yang diikuti oleh 274 anak yatim wilayah Singaparna sekitarnya dan merupakan rutinan kami tiap bulan Ramadhan.

Ketua ISNU Kabupaten Tasikmalaya juga menuturkan santunan anak yatim ini juga merupakan peluncuran dari gerakan orang tua asuh dan beasiswa yatim untuk nyantri dan sekolah, di mana kita ke depan akan membiayai anak yatim mondok tiga tahun di Pesantren Manarul Hikam.

Konsep Jaga Lembur ini akan kita perjuangkan ke depan bersama PRK T untuk bersama-sama membangun Tasikmalaya. Kami berusaha mengumpulkan para sarjana NU dari berbagai latar belakang jurusan untuk bersama menjaga lembur. Kerja sama kita bukan hanya kali ini tapi akan terus bersama bersama PRK T mengawal Tasikmalaya dengan menghasilkan draf jaga lembur? yang akan diperjuangkan bersama. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam IMNU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah

Jakarta, IMNU Tegal. Memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan PP Lakpesdam NU, Sabtu (10/10) di kantor Lakpesdam, Jl Haji Ramli, Tebet, Jaksel, H Yahya Ma’shum yang menjabat ketua pada periode lalu mendorong Lakpesdam NU agar terus memberdayakan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) warga NU mulai dari bawah.

Yahya menerangkan, program Peduli yang dilaksanakan Lakpesdam NU cukup berhasil dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan warga NU di daerah-daerah terpinggirkan. 

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah

Selain itu, katanya, Program Pengembangan Wawasan Keulamaan serta program kader penggerak NU juga mampu mewujudkan semangat dan motivasi bagi Nahdliyin di daerah-daerah untuk menciptakan pemberdayaan dan pengembangan di tengah masyarakat.

IMNU Tegal

“Selain teguh menjaga Khittah NU 1926 yang menjadi cita-cita para pendiri Lakpesdam, saya juga berharap kepada pengurus baru agar melanjutkan program-program yang mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan warga NU di pelosok daerah. Mereka menunggu kita,” tegasnya.

IMNU Tegal

Yahya, juga mendorong Lakpesdam untuk membentuk Asosiasi Peneliti sebagai sumber daya untuk menguatkan kelembagaan melalui kajian-kajian strategis terkait NU dan bangsa. Program ini bisa menjadi Resource Mobilitation sebagai modal penguatan gerakan pengembangan SDM NU. 

Sementara itu, Ketua baru PP Lakpesdam, Dr H Rumadi berharap, bisa melanjutkan program-program Lakpesdam dengan baik. Hal ini, kata Rumadi, sesuai dengan program pengembangan SDM NU sebagaimana tercantum di dalam hasil keputusan Muktamar Ke-33 NU.

“Saya bersyukur mewarisi lembaga yang sudah tertata dengan baik secara keorganisasian dari berbagai aspek sehingga sehingga saya dan para pengurus baru tinggal menajamkan program-program yang ada,” ujarnya.

Rumadi memandang, bahwa Lakpesdam mempunyai tanggung jawab dalam penyebaran dan pengembangan Aswaja NU, meningkatkan kualitas SDM di NU, meningkatkan rasa keadilan dan kesejahteraan, serta penguatan kelembagaan.

Acara serah terima ini dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU, Drs KH Slamet Effendy Yusuf, Wakil Sekjen PBNU, H Imam Pituduh, Dr H Marzuki Wahid, Dr Ahmad Suaedy, Ala’i Nadjib, MA, Dr Khamami Zada, Dr Dadi Darmadi, dan jajaran pengurus PP Lakpesdam lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam IMNU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pembacaan tahlil di masjid lantai dasar kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat untuk mendoakan tiga kiai pesantren yang meninggal dunia.

PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren

Setelah mendapat informasi yang dapat dipercaya pada hari Jum’at (19/4) lalu sekitar pukul 10 pagi mengenai wafatnya KH. Ahmad Warsum Munawwir, ? pengasuh pondok pesantren Krapyak, Yogyakarta Kepala Sekretarian PBNU, H. Prayitno segera memberi instruksi kepada staff sekretarian PBNU untuk menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara yang di gedung PBNU.?

Sekretariat PBNU juga membuat selebaran surat pengumuman untuk ditempel pada dinding di setiap lantai di gedung PBNU. Surat tersebut berisi tentang berita duka cita dan undangan terbuka dimohon hadir dalam acara tahlil dan do’a untuk almarhum wal-maghfulah KH Ahmad Warsun Munawwir setiap ba’da zhuhur di Masjid An-Nahdhah Gedung PBNU selama satu minggu.

IMNU Tegal

Tahlil hari pertama diadakan selepas shalat jum’at dan ? shalat ghaib untuk al-marhum (19/4) di Masjid An-Nahdhah PBNU dipimpin oleh Imam Shalat Jum’at. ? Tahlil hari kedua dilanjukan hari senin (22/4) karena pada hari sabtu dan minggu beberapa kantor ? di gedung PBNU banyak yang libur.?

IMNU Tegal

Pada tahlil ? hari kedua ini Syatiri Ahmad, Kepala Perpustakaan PBNU yang memandu acara dan memimpin pembacaan tahlil mengumumkan bahwa yelah bertambah satu ulama lagi telah meninggal dunia yaitu KH. Abdullah, pengasuh pondok pesantren Ar-Risalah, Mlangi, Yogyakarta pada hari Jum’at (19/4) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kemudian tahlil pada hari berikutnya kembali diumumkan, ada satu ulama lagi telah wafat yaitu KH. Abdullah Syifa Akyas, sesepuh pondok pesantren Buntet, Cirebon, wafat pada hari senin (22/4) sekitar pukul 8.30 dalam usia 71 tahun.

Tahlilan tersebut diikuti oleh keluarga besar PBNU antara lain staf sekretariat PBNU, perwakilan lembaga, lajnah, dan badan otonom PBNU, dan jamaah umum. ? Tahlil diakhiri dengan doa oleh Ustadz Tobakul Muria. Semoga yang telah mendoakan para kiai mendapatkan berkah.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Nurdin

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri, Makam IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

PBNU dan Mizan Bahas Perkembangan Sufisme Dunia

Jakarta, IMNU Tegal

Penerbit Mizan bekerjasama dengan Lembaga Talif wan Nasyr (LTNNU) dan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), akan mengadakan bedah buku dan diskusi tentang perkembangan sufisme dunia, pada Jumat (26/2), jam. 14.00, hari ini. Agenda ini juga dalam rangka Studium Generale Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU Jakarta) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia. Diskusi dan Studium Generale ini, diselenggarakan dengan tema "Sufism in the Modern World".

PBNU dan Mizan Bahas Perkembangan Sufisme Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU dan Mizan Bahas Perkembangan Sufisme Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU dan Mizan Bahas Perkembangan Sufisme Dunia

Menurut rencana, agenda ini akan dihadiri oleh pakar sufi dari Aljazair, Dr Abdul Aziz Abbaci (Sadra Institute), Dr Haidar Bagir (Mizan), dan Dr Mastuki HS (Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta). Agenda ini, terselenggara dengan dukungan Gerakan Islam Cinta, Nutizen, IMNU Tegal, TV9, Aswaja TV,? dan majalah Risalah NU.

Munawir Aziz, salah satu panitian menjelaskan pada agenda ini, akan dibahas perkembangan sufisme di negara-negara modern, serta kaitannya dengan jaringan sufisme di Nusantara. Tema ini, terkait erat dengan tema besar yang diusung Nahdlatul Ulama, yakni Islam Nusantara untuk peradaban dunia. Tentu, kajian ini akan menarik sebagai perspektif baru dalam memandang Islam di dunia, yakni dari pendekatan tasawuf yang penuh cinta dan welas asih. Pada momentum ini, juga akan diluncurkan sebuah buku baru, karya Prof. Carl Ernst (Carolina University), yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan.

Katib Syuriyah PBNU, KH Mujib Qulyubi, menyambut hangat diksusi sebagai salah satu titik penting dalam mengkaji perkembangan Islam di dunia. "Pada prinsipnya kita menyambut hangat majelis ilmiah yang sesuai dengan visi Nahdlatul Ulama. Terlebih, mengkaji perkembangan sufisme itu sangat menarik. Jadi, ada pengkaji sufi, dan pelaku sufi," ungkap Kiai Mujib.

IMNU Tegal

Diskusi dan Studium Generale pada agenda ini, akan disiarkan secara langsung (live streaming) oleh Nutizen, via aplikasi media ini. Untuk konfirmasi kehadiran, silakan hubungi Faiz, 085710086095[]. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Cerita, Makam, Syariah IMNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Tentang Manfaat Amal Dan Doa Bagi Orang Meninggal

Yogyakarta, IMNU Tegal. Sesungguhnya, orang–orang  meninggal itu, bisa mengambil manfaat dari orang-orang yang masih hidup.  

Demikian yang disampaikan oleh KH Abdul Majid, salah satu wakil Rais Syuriyah PWNU DIY dalam acara pengajian rutin Ahad wage di lantai dua Gedung PWNU DIY(5/5).

Tentang Manfaat Amal Dan Doa Bagi Orang Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentang Manfaat Amal Dan Doa Bagi Orang Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentang Manfaat Amal Dan Doa Bagi Orang Meninggal

Ia juga menambahkan bahwa ada dua hal yang bisa diambil manfaat oleh orang-orang meninggal atas orang-orang yang masih hidup.

IMNU Tegal

“Ada dua hal manfaat yang bisa diambil oleh orang-orang yang meninggal. Pertama, mayat bisa mengambil manfaat dari amal yang pernah dilakukannya semasa ia masih hidup di dunia. Misalnya, ia berhasil mendidik anak-anaknya menjadi anak yang sholih/sholikhah, maka amal yang dilakukan oleh anak-anaknya akan memberikan manfaat yang besar baginya. Kedua, doa dari sesama umat Islam dan istighfar sesama umat Islam atas diri sang mayat. Ini juga bisa memberikan manfaat yang besar bagi diri sang mayat,” ujar Abdul Majid.

IMNU Tegal

Dalam acara pengajian tersebut, KH Abdul Majid juga menyampaikan beberapa hal tentang Harlah ke-90 NU.

“Perjalanan NU hingga di usia 90 tahun ini, tidak lepas dari pertolongan Allah Swt. Untuk itu, mari kita ucapkan puji syukur ke hadirat-Nya. Semoga dengan mengucapkan syukur ini, NU akan semakin memberikan manfaat dan maslahah bagi bangsa dan negara fi dunya wal akhirah,” tegas Kiai Abdul Majid dengan menggebu-nggebu.

Acara pengajian Ahad wage yang rutin di gelar tersebut, mengkaji tentang kitab Risalah Ahlusunnah wal Jamaah karya Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari. Kebetulan hari ini, kitab tersebut sudah selesai dikaji. Hal ini terasa istimewa karena khatamnya kajian kitab tersebut bersamaan dengan acara pameran foto yang diselenggarakan oleh PWNU DIY menyambut harlah ke-90 NU. 

 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim Bangkit

           

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Makam IMNU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk

Sidoarjo,? IMNU Tegal?



Upaya melestarikan budaya lokal, santri dan ulama Sidoarjo menggelar kesenian ludruk ? Jawa Timur di alun-alun Sidoarjo. Kesenian ludruk ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional 2016.

Dalam kesenian drama ini, Bupati Sidoarjo, Kepala BNN dan Ketua DPRD Sidoarjo berkomedi bersama Kartolo cs. Dengan diiringi irama khas musik gamelan yang diberi nama iaram gending, Kartolo pemain pelawak senior Jawa Timur memainkan drama ala santri di alun-alun Sidoarjo. Parikan yang dibawakan melalui kesenian teater ini mampu menyedot tawa lepas dari para santri dan ulama Sidoarjo yang hadir di alun-alun Sidoarjo.

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk

Drama teater Kartolo cs berkolaborasi dengan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, Ketua BNN dan Ketua DPRD Sidoarjo membahas sejumlah permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya terkait banjir yang melanda Sidoarjo beberapa hari terakhir.

Menurut Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, bahwa saat melawak banjir di Sidoarjo disebabkan air laut pasang sehinga air yang dari laut mengarah ke pemukiman warga. Sedangkan untuk penggunaan obat-obatan jenis narkoba hendaknya masyarakat menjahui barang haram tersebut karena bisa berurusan dengan aparat kepolisian.

IMNU Tegal

Hikmah drama teater ludruk ini, agar para santri khususnya remaja untuk segera melakukan pendidikan karakter di pondok pesantren agar terhindar dari bahaya narkoba serta kenakalan remaja yang dinilai sangat merugikan diri sendiri terutama bangsa Indonesia.

?

IMNU Tegal

"Dari hikmah drama ludurk ini agar masyarakat tidak menggunakan narkoba dan segera belajar di pondok pesantren salah satunya mencegah dari kenakalan remaja," kata Abah Ipul, Jumat (21/10) malam. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, PonPes, Sejarah IMNU Tegal

PBNU: Pembuatan Film Mbah Hasyim Asy’ari Harus Hati-Hati

Jakarta, IMNU Tegal. Terkait dengan rencana mengangkat sosok KH Hasyim Asy’ari ke layar lebar, PBNU menyatakan bahwa hal itu perlu untuk ditinjau kembali. Karena sosok Mbah Hasyim sangat erat kaitannya dengan Nahdlatul Ulama dan harus melalui proses yang tidak sederhana.

“Kepada pihak-pihak yang sudah berinisiatif membuat film KH Hasyim Asy’ari diharap untuk tidak mengambil langkah sendiri. Keinginan untuk mengangkat sejarah Mbah Hasyim merupakan keinginan dan dambaan seluruh warga NU. Dan untuk itu PBNU akan melakukan rapat dan musyawarah dengan pihak keluarga untuk mewujudkan keinginan itu,” tegas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj kepada IMNU Tegal di Jakarta (2/11).

PBNU: Pembuatan Film Mbah Hasyim Asy’ari Harus Hati-Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pembuatan Film Mbah Hasyim Asy’ari Harus Hati-Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pembuatan Film Mbah Hasyim Asy’ari Harus Hati-Hati

KH Hasyim Asy’ari sangat melekat erat dan tidak bisa dilepaskan dari NU. Sosoknya sebagai Rais Akbar NU dan Pahlawan Nasional memang layak diapresiasi. Namun untuk mewujudkannya dalam sebuah karya layar lebar tentu tidak mudah. “Karena banyak pihak yang terkait dengan Mbah Hasyim, tentunya harus didalami dan diproses dengan teliti dan seksama. Jadi tidak asal buat saja,” ujarnya.

IMNU Tegal

PBNU menghargai niatan pihak yang ingin membuat film dengan mengangkat atau menokohkan KH Hasyim Asy’ari di dalamnya. Namun Kang Said menyatakan bahwa prosesnya harus dibicarakan terlebih dahulu dengan keluarga. “Demi menjaga keotentikan cerita atau perjalanan sejarah Mbah Hasyim, tentu harus berhati-hati,” pesan Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Ubudiyah, Makam IMNU Tegal

Rabu, 15 November 2017

Yenny Wahid Cerita tentang Gus Dur, Ini Kelakar Obama

Jakarta, IMNU Tegal. Direktur Eksekutif The Wahid Foundation Yenny Wahid berkesempatan untuk saling tukar cerita ketika Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama menyambangi Indonesia untuk ke sekian kalinya.

Kesempatan tersebut terjadi ketika Obama hadir untuk berpidato dalam acara Kongres Diaspora Indonesia, Sabtu (1/7/2017) di The Hall Kasablanka Jakarta. 

Yenny Wahid Cerita tentang Gus Dur, Ini Kelakar Obama (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid Cerita tentang Gus Dur, Ini Kelakar Obama (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid Cerita tentang Gus Dur, Ini Kelakar Obama

Putri kedua Presiden ke-4 RI KH Abdurrahaman Wahid (Gus Dur) tersebut menyampaikan kepada Obama terkait kondisi daerah Menteng, Jakarta Pusat yang juga pernah menjadi kediaman Obama saat usia SD.

“Saya cerita ke Obama bahwa daerah Matraman-Menteng Dalam sudah menghasilkan dua Presiden, Presiden Obama dan Presiden Gus Dur. Dua-duanya di masa kecil pernah tinggal di sana,” ujar Yenny Wahid saat dikonfirmasi IMNU Tegal, Ahad (2/7).

“Lalu Obama menjawab sambil berkelakar: jangan-jangan itu karena faktor airnya,” kata Yenny menirukan Obama. 

IMNU Tegal

Obama mengira, ‘berkah’ Gus Dur menjadi Presiden RI menular kepadanya karena air yang diminum sama-sama berasal dari daerah yang mereka tempati ketika kecil, Menteng. Gus Dur terpilih menjadi Presiden RI tahun 1999, sedangkan Obama pertama kali terpilih mempimpin AS pada 2008 hingga dua periode pada 2016.

IMNU Tegal

Seperti diketahui, Gus Dur dan Obama ketika kecil tinggal di satu kawasan yang sama, Menteng dekat daerah Matraman. Jika rumah Gus Dur bercokol di nomor 8, Obama menempati rumah nomor 20.

Selain itu, kedua Presiden ini dibuatkan patung masa kecilnya dan dua-duanya dipajang di kawasan tersebut. Obama di bekas SD-nya dan Gus Dur dipajang di Taman Amir Hamzah, depan rumah masa kecilnya dulu.

 

Pemrakarsa patung yang bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak Indonesia tersebut adalah Yayasan Komodo Indonesia yang anggotanya banyak berasal dari Amerika.

Jika masyarakat Indonesia berduyun-duyun pulang kampung jelang lebaran, Obama justru ‘mudik’ ke Indonesia. Dia mendarat pada Jumat (23/6/2017) di Bali. 

Setelah mengunjungi beberapa objek wisata di Bali, dia beserta keluarga mendarat di Yogyakarta, lalu ke Jakarta dan bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat. Terakhir, Obama memberikan pidato dalam Kongres Diaspora Indonesia. Pidato Obama tentang nasionalisme, toleransi, dan respect mendapat sorotan media internasional. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam IMNU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Banser Kaltim Didik Kader di Tengah Kebun Sawit

Paser, IMNU Tegal - Sebanyak 136 calon anggota Banser dan empat anggota Fatayat mengikuti Diklat Terpadu Dasar, Paser, Senin (20/2). Mereka mengikuti materi kebanseran dari Instruktur Satkorwil GP Ansor dan Satkornas Banser di lokasi yang terletak di perkebunan sawit dan berbukit di Kabupaten Paser, Kaltim.

Menurut Ketua GP Ansor Kalimantan Timur Fajri Al-Farobi, kegiatan pengkaderan ini bertujuan untuk mencari kader sekaligus meningkatkan kualitas kader, khususnya di seluruh Kalimantan Timur.

Banser Kaltim Didik Kader di Tengah Kebun Sawit (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kaltim Didik Kader di Tengah Kebun Sawit (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kaltim Didik Kader di Tengah Kebun Sawit

"Setelah Susbalan di Balikpapan, DTD di seluruh Satkorcab di Kaltim terus berjalan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut (RTL), sekaligus bentuk tanggung jawab secara organisasi. Kami menginginkan kader bukan secara kuantitas tetapi kualitas juga harus meningkat."

IMNU Tegal

Peserta dilatih materi khusus dan materi tambahan baik di dalam maupun lapangan sehingga mental. Fisik bisa teruji dalam mengembangkan organisasi.

“Kami melihat potensi kader yang luar biasa sehingga kami terus bergerak serta melangkah demi militansi kader yang cerdas dalam berpikir serta bertindak," kata Kasatkorwil Kalimantan Timur Murjani.

IMNU Tegal

Asrendiklat Satkornas Nuril Huda yang menjadi instruktur menambahkan, pembentukan kader yang berkualitas harus diimbangi dengan manajerial yang baik, menyangkut, komunikasi, administrasi dan koordinasi.

“Standarisasi pelatihan sesuai peraturan organisasi, juklak dan juknis yang ada sesuai tugas, fungsi, serta tanggung jawab Banser." (Herry Bh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Warta, Pesantren, Makam IMNU Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP

Kupang, IMNU Tegal. Para pimpinan organisasi kepemudaan di lingkungan NU, antara lain dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Gerakan Pemuda Ansor, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama lintas organisasi pemuda lainnya menggelar dialog antikorupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara? yang diprakarsai oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT ini mengusung tema “Posisi dan Peran strategis Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi” dan berlangsung Selasa (15/12) lalu di gedung Graha Pena, Kupang.

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU NTT Dialog Antikorupsi Bersama Lintas OKP

Hadir dalam dialog lintas pemuda tersebut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTT Heri Boki, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTT Abdul Muis, Ketua Pimpinan Cabang PMII Kupang, Ketua PW IPNU NTT, dan pimpinan organisasi lainnya, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kupang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang, LSM Kompak Kota Kupang dan beberapa OKP Lokal.

IMNU Tegal

Forum tersebut di antaranya mengundang pembicara Dedi Manafe (akademisi Universitas Nusa Cendana), Paul Sonlolaloe (LSM PIAR), dan Stanley Boymau (Redaksi Timor Expres).

IMNU Tegal

Paul Sonlolaloe, dalam kesempatan tersebut menyinggung peran pemuda dalam pemberantasan korupsi, termasuk soal pencegahan serta? penindakan terkait berbagai kasus hukum di wilayah NTT.

Ia mengatakan, persoalan korupsi di NTT yang paling dominan ditemukan pada sektor pembangunan infrastruktur. Korupsi dilakukan secara berjamaah lantaran terjadi pembagian “jatah” dari pusat sampai ke daerah. Gerakan pemberantasan korupsi belum berjalan maksimal, karenanya ia mendorong pemuda turut mengawasi korupsi yang terjadi di NTT.

Menurut Dedi Manage dari Universitas Nusa Cendana, pemuda menjadi harapan bagi masa depan bangsa ini. Berbagai tipe yang dianggap jati diri? menjadi? sebuah ujian kita dalam mengatasi? gerakan pengantasan korupsi.

Perwakilan Redaksi Media Lokal Timor Expres, Stenly Boimau mengatakan, media bersama berbagai pihak harus berani membuka tabiat para pelaku korup di NTT. “Berbagai langkah yang dilakukan media, seperti melakukan advokasi, itu ruang lingkup serta dukungan moril dari masyarakat bahwa apapun bentuknya masalah korupsi tidak bisa ditolerir,” katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Makam, Berita IMNU Tegal

Senin, 16 Oktober 2017

KH Mahrus Hasyim, Kiai Azimat Santri dan Masyarakat Pacitan

Santri Pondok Tremas dan masyarakat Pacitan, Jawa Timur dengan khidmat mengikuti pembacaan Kalimah Toyyibah Tahlil dalam rangka memperingati haul ke-10 salah satu pengasuh Pondok Tremas Pacitan, Almagfurlah KH Mahrus Hasyim, Kamis (17/3).

Tampak hadir dalam majlis haul ini para kiai diantaranya, Katib Syuriyah PBNU KH Luqman Harits, KH Muhammad Habib, KH Burhanuddin HB, KH Asif Hasyim, Kiai Waki’ Hasyim, KH Dhakwan tokoh masyarakat dan ratusan alumni pondok Tremas dari berbagai daerah.

Rangkaian peringatan haul diawali dengan kegiatan semaan Al-Qur’an bil ghoib dan ziarah ke makam almagfurlah KH Mahrus Hasyim di komplek makam Gunung Lembu bersama keluarga, para santri, dan alumni.?

KH Mahrus Hasyim, Kiai Azimat Santri dan Masyarakat Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Mahrus Hasyim, Kiai Azimat Santri dan Masyarakat Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Mahrus Hasyim, Kiai Azimat Santri dan Masyarakat Pacitan

KH Mahrus Hasyim yang wafat pada tahun 2006 lalu, dimata santri pondok Tremas dan masyarakat dikenal sebagai figur kiai yang tegas dan kharismatik. ? Kepada para santrinya, Kiai Mahrus lebih banyak mengajarkan berbagai macam ilmu hikmah. Dalam mendidik santri, Kiai Mahrus juga dikenal sebagai kiai yang keras dan disiplin. Namun dibalik ketegasannya, Kiai Mahrus merupakan kiai yang santun dan memasyarakat.

Tidak heran bila semasa hidup, Kiai Mahrus menjadi azimatnya para santri dan masyarakat pada umumnya. Tiap hari, tak sedikit masyarakat yang sowan kepadanya untuk meminta barokah doa atau sekadar meminta nasehat untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah mereka hadapi.?

Sejak usia remaja Kiai Mahrus terkenal sebagai santri nakal. Namun dibalik kenakalanya, dia sudah tekun melakukan berbagai jenis riyadhah atau lelaku batin. Diantaranya dengan tidak makan nasi dan hanya mengonsumsi kunir selama beberapa tahun lamanya. Kiai Mahrus juga sangat gemar belajar ilmu silat dan ilmu kanuragan.

IMNU Tegal

Karena kenakalanya, Kiai Mahrus pernah dikirim oleh ayahnya KH Hasyim Ihsan untuk belajar kepada beberapa kiai di Rembang Jawa Tengah. Tak lama di Rembang, Ia kemudian melanjutkan pengembaraan menuntut ilmu kepada Kiai Jamal, Pesantren Batokan Kediri yang terkenal jadug itu.?

Dibawah bimbingan Kiai Jamal inilah, kiai Mahrus semakin tekun dalam mempelajari ilmu hikmah. Hingga setelah pulang ke Tremas, kiai Mahrus kelak kesohor sebagai kiai jadug yang menguasai ilmu hikmah dan didatangi banyak santri untuk berguru kepadanya.?

Selama mendidik santri, Kiai Mahrus selalu mengajarkan santri untuk giat beribadah dan tekun melakukan berbagai macam tirakat dalam rangka mengolah batin dan raga. Sebab tirakat merupakan salah satu jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan untuk mempermudah santri dalam menerima berbagai ilmu yang disampaikan oleh guru.

Ada nasihat tegas dari Kiai Mahrus yang selalu diingat oleh para santri pondok Tremas, diantaranya para santri tidak boleh melakukan pacaran. Sebab pacaran dapat membuat seseorang mudah pikun dan sulit menerima ilmu. “Dadi santri ojo seneng pacaran, mundak gampang pikun (Jadi para santri tidak boleh pacaran sebab bisa menyebabkan pikun),” demikian salah satu nasihatnya. (Zaenal Faizin)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, Meme Islam IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock