Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema "Maksiat Membawa Rahmat"

Kudus, IMNU Tegal. Pasca vakum selama dua tahun, kini media cetak yang diterbitkan oleh Yayasan Arwaniyyah Kudus, Jawa Tengah, hadir kembali. Pada edisi ke-12 ini majalah Arwaniyyah yang memiliki jargon Membangun Generasi Qurani mengangkat tema "Maksiat Membawa Rahmat: Mengelola Dosa Menjadi Energi Spiritual".

Selain berupa kajian leteratur Islam dengan tema tersebut, majalah yang kerap disapa Marwa itu juga mengupas biografi KH M Arwani Amin Said yang selama hidupnya mengabdi untuk Al-Quran, transkripsi pengajian yang diasuh oleh Mustasyar PBNU KH M Syaroni Ahmadi tentang surga dalam bertetangga, serta mauidhoh dari KH M Ulinnuha Arwani. Rencananya, Marwa akan terbit tiga bulan sekali.

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema Maksiat Membawa Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Arwaniyyah Angkat Tema Maksiat Membawa Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema "Maksiat Membawa Rahmat"

Agus Abdul Muthi Irhamna, Sekretaris Redaksi Marwa mengungkapkan bahwa untuk memulai menerbitkan kembali majalah tersebut butuh manajemen redaksi yang mapan dan semangat kesabaran. "Karena baru memulai maka kita pelan-pelan dulu. Kemarin kami mencetak hanya seribu eksemplar dan ternyata ludes, Alahamdulillah. Majalah kami sebar untuk para santri dan juga kami komersilkan untuk masyarakat umum sebagai bacaan religi yang penuh hikmah ilmu. Kini kami beranikan diri mencetak ulang seribu lagi," terang Irhamna yang telah nyantri selama empat tahun di pondok putra Yanbuul Quran Pusat.

IMNU Tegal

Marwa yang dua tahun lalu terbit skala nasional dengan mengupas tema tentang kekufuran laku konsumerisme itu dibedah pada Rabu sore (15/7) di aula yayasan Arwaniyyah, kompleks pondok tahfidh Yanbuul Quran asuhan KH M Ulil Albab Arwani, Rois Syuriah NU Kudus yang juga menantu KH M Syaroni Ahmadi.

IMNU Tegal

Diskusi bedah majalah tersebut mengundang seluruh santri yayasan dan perwakilan santri dari segenap pondok pesantren di Kabupaten Kudus. "Untuk narasumber dalam bedah majalah nanti kami memanggil Gus Faiz dan Pak Said," kata pemred, M Salahuddin Al-Ayyuubi kepada IMNU Tegal saat persiapan acara.

H Ahmad Faiz Irsyad yang dimaksud adalah pengajar muda di Selcuk University Turki, yang juga menjabat sebagai Rois Syuriah Pimpinan Cabang Istimewa NU (PCINU) di sana. Sedangkan Nur Said yakni dosen STAIN Kudus sekaligus Ketua Lajnah Tasyrih wan Nasyr NU Kudus. Keduanya merupakan intelektual muda NU asli Kudus. Agenda bedah majalah itu dirangkai dengan khataman Al-Quran pada pagi harinya, dan buka puasa bersama saat maghrib usai diskusi. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Sejarah, Pertandingan IMNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan (bagian II)

Abdul Munim DZ
Bagian II


Elaborasi konsep jamaah ini merupakan tindakan revolusioner karena yang dimaksud jamaah tidak hanya sawadil adlham (mayoritas urnat) terutama elite ulama atau intelektualnya yang ada seperti Syafii, Maliki, Hanafi, Hambali dan sebaginya. Jamaah yang dikembangkan dalam pengertian baru ini mencakup keseluruhan pemikiran kontemporer yang dipandang maslahah (relevan) dengan gerakan penegakan keadilan dan emansiapasi sosial. Maka untuk membongkar stuktur penindasan dan pola eksploitasi yang berkembang dewasa ini, maka Aswaja menggunakan teori sosial yang ada baik teori strukturalisme, teori kritis dan sebagainya. Kalau teori modernisasi bermotif untuk mendominasi, maka teori kritis ini bertujuan melakukan emansipasi, karena itu teori yang belakangan ini banyak digunakan kalangan NU dalam menjalankan aktivitas pemikiran dan sebagai sarana gerakan pembaruan sosial.

Perubahan orientasi bagi suatu mazhab atau aliran itu sangat wajar, di tengah perubahan zaman, hampir semua mazhab, aliran pemikiran mengalaminya. Hal itu ditempuh agar pemikiran tersebut terus relevan dan semakin besar. Mungkin bagi kelompok tekstualis hal itu dianggap bidah karena harrifunal kalima an ina,radhi ihi mengubah format ajaran dianggap sesat dan kesalahan besar. Tetapi perubahan ini oleh kalangan pembaru termasuk pembaru Aswaja dianggap sebagai keharusan agar Aswaja tidak kehilangan relevansi dap mampu mengemban tugas profetiknya, untuk mengemansipasi rakyat dari berbagai macam kesulitan, agar hidup mereka sejahtera, dengan demikian Aswaja menjadi ajaran yang hidup, bukan sekadar warisan sejarah.

Tafsiran atas setiap ajaran, mazhab dan aliran, bukanlah monopoli generasi pendirinya, melainkan milik generasi di masing-masing zaman, karena itu setiap generasi berhak memformat gagasan yang mereka peroleh dari generasi sebelumnya. Maka bisa kita rumuskan bahawa Aswaja sekarang ini adalah apa yang sudah kita rumuskan dan praktekkan selama ini (ma ana `alaihi wa ash-habi) artinya tidak hanya apa yangdilakukan nabi dan sahabat, tetapi termasuk apa yang kita upayakan bersama, hanya saja masih butuh reformulasi lebih matang dan butuh artikulasi lebih mendalam, agar sosoknya semakin kelihatan. Prinsip ini juga mengandaikan adanya reformulasi yang terus menerus, pada setiap generasi.

Karena Aswaja lahir dari pergumulan sosial, maka sikap kerakyatan menjadi orientasi gerakan pemikiran dan gerakan sosial yang mereka jalankan. Situasi politik dan sosial sejak zaman orde baru hingga masa reformasi ini banyak mengalami perubahan, tetapi tidak mengarah pada perbaikan yang membawa keuntungan bagi rakyat, baik bidang politik apalagi dalam bidang ekonomi yang semakin melemah. Reformasi hanya membawa perubahan artifisial, hanya mengganti aktor, tetapi tidak mengubah struktur politik lama, banya perbaikan secara tambal sulam, itupun dilakukan kelmpok lama yang ingin melindungi keselamatan dirinya. Format negara juga belum diubah, sehingga power relation (relasi kuasa) yang lama masih terus berjalan, yang menempatkan pernerintah atau negara sebagai peneritu segala kebijakan, sementara rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan tiidak mendapatkan akses kekuasaan. Sementara kalangan elite masih mendminasi kekuasaan baik dalam membuat peraturan dan menentukan arah kebijakan poltik dan ekonomi. Persentuhan dengan persoalan nil itulah sang mendorong kalangan NU merumuskan Aswaja yang selarna ini dihayati sebagai landasan Akidah itu. menjadi ideologi perjuangan untuk memperbaiki struktur sosial. Gerakan ini semakin menemukan relevansinya ketika ekspansi kapitalisme global semakin agresif, sehingga menggasak sumber-sumber kemakmuran rakyat kecil hingga ke pelosok desa, ini yang dialami oleh pengerak Aswaja yang mendampingi rakyat di desa-desa.

Ketika politik tidak lagi beorientasi kerakyatan, seperti sekarang ini, maka dengan sendirinya seluruh kebijakan, terutama kebijakan ekonomi dan politik yang dihasilkan tidak memihak pada kepentingan rakyat. Ketika harus merespon kebijakan free market (pasar bebas) yang dipropagandakan kapitalisme global melalui World Bank, IMF dalam bentuk WTO, Apec dan sebagainya, maka dengan mudah politik yang elitis ini merespon gagasan liberalisme yang lagi trendy itu agar dianggap sebagai negara modern. Padahal kebijakan tersebut secara total membabat potensi ekonomi rakyat. Terbukti saat ini ekonomi rakyat baik di sektor pertanian, perdagangan dan kerajinan, disapu bersih oleh produk asing yang mulai dipasarkan secara bebas, sementara rakyat tidak mendapatkan perlindungan dari negara dari ancaman yang mematikan itu.

Pola-pola pendampingan rakyat yang dilakukan oleh kalangan Aswaja yang berorientasi kerakyatan seperti yang banyak dilakukan oleh aktivis sosial NU, baik yang bergerak dalam bidang pemikiran maupun pengembangan masyarakat, walaupun belum mampu menandingi gencarnya ekspansi kapitalisme neo liberal yang difasilitasi oleh rezim yang berkuasa. kalangan akademisi di kDari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah, Halaqoh IMNU Tegal

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan (bagian II) (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan (bagian II) (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan (bagian II)

Senin, 22 Januari 2018

Prodi KPI IPMAFA Pati Jalin Kerja Sama dengan Sejumlah Pakar Media

Pati, IMNU Tegal

Memantapkan langkah di era digital, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Institut Pesantren Mathaliul Falah (KPI IPMAFA) menjalin kerja sama dengan sejumlah pakar media untuk menyelenggarakan forum diskusi bertema ‘Kompetensi Dasar Komunikasi dan Penyiaran di Masa Depan’ yang merumuskan sejumlah pemikiran dan hubungan kerja sama dengan berbagai lembaga terkait.?

Prodi KPI IPMAFA Pati Jalin Kerja Sama dengan Sejumlah Pakar Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Prodi KPI IPMAFA Pati Jalin Kerja Sama dengan Sejumlah Pakar Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Prodi KPI IPMAFA Pati Jalin Kerja Sama dengan Sejumlah Pakar Media

Acara yang berlangsung Jumat (25/3) ini dihadiri oleh sejumlah praktisi dan pakar media seperti Hakim Jayli (TV9), Asep Cuwantoro (KPID Jawa Tengah), Muhammad Niam (Kepala SMK Multimedia Cordova), dan Luluk (PAS FM Pati).

?

"Forum ini adalah pemantik untuk membuka berbagai sumbangsih pemikiran mengenai tren era komunikasi digital pada 10 tahun mendatang," ungkap Rektor IPMAFA H Abdul Ghaffar Rozin saat memberikan sambutan.

?

IMNU Tegal

Ditegaskan kembali oleh Hakim Jayli, tren komunikasi dan penyiaran digital di era mendatang akan menawarkan banyak peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keberagaman konten dan teknologi berbasis internet. Maka dibutuhkan kejelian untuk menangkap adanya peluang itu sekaligus kemampuan mengatasi berbagai hambatan yang ada.

IMNU Tegal

?

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh PAS FM Pati yang memandang, institusi pendidikan seperti KPI IPMAFA harus memulai untuk memberikan sumbangsih berupa karya-karya berbasis teknologi digital seperti pembuatan film dokumenter maupun fiksi, seni fotografi, maupun reportase radio. Namun, lebih ditekankan pada aspek local wisdom yang kini mulai terlupakan. Padahal secara geografis tiap daerah pasti memiliki kekhasan tersendiri. Tinggal bagaimana membuat kemasannya terasa menarik dan tepat sasaran.

?

Perihal konten berbasis local wisdom ini juga disoroti oleh Asep Cuwantoro selaku KPID Jawa Tengah. Menurutnya, aspek konten inilah yang harus diperkuat kembali. IPMAFA sebagai institusi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi dan penyiaran akan memiliki keunikan tersendiri jika mampu menghasilkan konten berkualitas yang berpatokan pada standar regulasi penyiaran dan tentu saja nilai-nilai moral pesantren.

?

Pada ranah praktis, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh perguruan tinggi maupun institusi pendidikan penyelenggara kegiatan pembelajaran komunikasi sejenis. Misalnya dari segi pembiayaan dan pengadaan alat-alat yang tentunya tidak murah. "Keterbatasan alat bisa disiasati dengan menjalin kerjasama dengan berbagai institusi," ungkap Muhammad Niam Kepala SMK Cordova.

?

Acara yang dimulai pukul 9:30 dan berakhir pada 15.30 WIB itu tidak hanya merumuskan gagasan ideal dan praksis untuk menghadapi tren komunikasi digital di masa depan, tetapi juga ditindaklanjuti dengan kesepakatan hubungan kerjasama antara IPMAFA dengan lembaga-lembaga yang hadir.

?

Menurut Arif Chasannudin, Sekretaris Program Studi Komunikasi dan Penyiaran IPMAFA, sumbangsih pemikiran dari para narasumber diskusi ini juga akan menjadi acuan ideal untuk merumuskan kurikulum perkuliahan komunikasi dan penyiaran berbasis nilainilai pesantren di masa depan. Ia juga menambahkan, tidak menutup kemungkinan KPI IPMAFA menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Gajah Mada (UGM), Undip Semarang dan penyelenggara pendidikan komunikasi lainnya. (Jamal Mamur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah, Anti Hoax IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid

Pamekasan, IMNU Tegal. Para pengurus Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Pamekasan berharap agar pemerintah mempedulikan keberadaan masjid-masjid. Pasalnya, masjid merupakan pilar utama dalam pemberdayaan masyarakat, juga menjadi sarana utama dalam pengembangan ibadah dalam setiap harinya.

"Itulah harapan teman-teman pengurus LTMNU Pamekasan mewakili harapan segenap elemen masyarakat," tutur sekretaris LTMNU Pamekasan, Abdul Kadir Damanhuri, kepada IMNU Tegal, Senin (21/5).

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid

Harapan tersebut, lanjutnya, sudah dipertegas dalam pertemuan bulanan LTNNU Pamekasan bertempat di masjid pesantren Panempan, Pamekasan, belum lama ini. Pertemuan tersebut dihadiri mustasyar NU Pamekasan yang juga bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, M.Si.

IMNU Tegal

"Dalam pertemuan itu, kami melakukan audensi dengan Bupati," tambah Ustaz Damanhuri, panggilan akrab Abdul Kadir Damanhuri.

IMNU Tegal

"Hakikatnya ini (audensi dengan Bupati, red.) adalah agenda lama yang baru dilaksanakan."

Dikatakan, audensi tersebut menekankan agar pemerintah bisa memberikan bantuan terhadap masjid-masjid di Pamekasan.

"Pengecatan, labelisasi, pengaturan pengeras masjid, dan sebagainya. Ini yang kami utarakan kepada Bupati," tegas Ustaz Damanhuri.

Dan harapan tersebut, oleh Kiai Kholilurrahman, akan diupayakan untuk diwujudkan dengan tetap melibatkan peran aktif pengurus LTMNU Pamekasan.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Warta, Sejarah, Kajian Islam IMNU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

GP Ansor Malang Aktifkan Kader Melalui DKD

Malang, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang telah melakukan Diklat Kepemimpinan Dasar di tiga PAC selama kurun waktu 2 bulan, yaitu Pimpinan Anak Cabang (PAC) Sumawe, PAC Kepanjen dan yang terbaru adalah PAC Pakis.

GP Ansor Malang Aktifkan Kader Melalui DKD (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Malang Aktifkan Kader Melalui DKD (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Malang Aktifkan Kader Melalui DKD

“DKD terakhir PAC Pakis dilaksanakan pada tanggal 2 November 2014 lalu,” kata Hasan Abadi, PC GP Ansor Kabupaten Malang, Senin (17/11).

Peran aktif dari peserta menjadi indikasi betapa antusiasnya para kader menjadi bagian dari Ansor untuk menjamin keberlanjutan organisasi NU dan keberlangsungan paham Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia.

IMNU Tegal

Menurut Hasan, kegiatan DKD dilakukan untuk mewujudkan kaderisasi  yang dilakukan secara terarah, terencana, sistemik, terukur, terpadu, berjenjang dan berkelanjutan, yang dilakukan dengan tahapan dan metode tertentu.

DKD juga dimaksudkan untuk mewujudkan kader-kader muda GP Ansor untuk lebih berperan dalam masyarakat, serta meningkatkan kualitas dan potensi kader muda NU dengan memperkuat kapasitas, kompetensi, ketrampilan dan profesionalitas dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan diri.

IMNU Tegal

“Diklat Kepemimpinan Dasar ini akan dilakukan secara terus-menerus di 33 PAC yang ada di Kabupaten Malang.  Sehingga bisa menciptakan kader-kader NU yang berkompetensi,” kata Hasan. (Rizky Megawanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Aswaja, Sejarah IMNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU

Jakarta, IMNU Tegal. Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Obaidullah Obaid didampingi Dubes Afganistan untuk Indonesia Ghulam Sakhi Ghairat melakukan kunjungan ke PBNU dan ditemui oleh Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Jum’at (17/1).

Pertemuan tersebut banyak membahas perkembangan mahasiswi Afganistan yang mendapat beasiswa PBNU yang sekarang sedang belajar di Universitas Wahid Hasyim, Semarang.

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU

Perwakilan dari Universitas Wahid Hasyim yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan perkembangan yang menggembirakan dari para calon mahasiswa, yang sekarang sedang memperdalam bahasa Indonesia. “Hanya dua bulan, mereka sudah bisa berbahasa Indonesia dengan lancar,” kata perwakilan tersebut.

IMNU Tegal

Dalam tahap pertama, mereka juga diperkenalkan dengan adat istiadat Indonesia, serta belajar agama di pesantren, seperti membaca kitab kuning atau memperbaiki bacaan Qur’annya.

IMNU Tegal

Bukan berarti semuanya berjalan lancar, masalah perbedaan budaya antara Afganistan dan Indonesia juga menjadi kendala yang membutuhkan waktu untuk penyesuaiannya.

H As’ad Said Ali menjelaskan, jika program pertama sebanyak 23 orang ini sukses, PBNU akan menambah penerima beasiswa dalam jumlah yang lebih besar. 

Dalam hal ini prioritas PBNU adalah penerima beasiswa untuk bidang sains dan teknologi. “Kita tidak memberi mereka beasiswa dalam bidang agama. Disini belajar sains dan teknologi sekaligus sambil belajar agama di pesantren,” katanya.

Obaidullah Obaid mengapresiasi peran PBNU dalam membantu peningkatan SDM bagi anak muda Afganistan untuk belajar di Indonesia. Ia berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan lebih baik. 

Selain dari Afganistan, PBNU juga memberikan beasiswa ke pelajar Muslim di Thailand Selatan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Quote, Sejarah IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

IMNU Tegal

Pengobatan Gratis

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

IMNU Tegal

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Sunnah, Sejarah IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

KH Saifuddin Amsir Dukung Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, IMNU Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir menyatakan sepakat atas penerapan Ahlul Halli wal Aqdi di lingkungan NU. Metode Ahlul Halli wal Aqdi, menurut Kiai Saifuddin, sudah sangat tepat untuk mengangkat pemimpin tertinggi di kalangan Nahdlatul Ulama.

“Saya setuju banget dengan konsep ahlul halli wal aqdi. Itu yang dikerjakan para salafus saleh dan guru-guru kita terdahulu,” kata Kiai Saifuddin usai penutupan pengajian majelis taklim Ahad pagi di masjid Ni’matul Ittihad kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ahad (24/5) pagi.

KH Saifuddin Amsir Dukung Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Saifuddin Amsir Dukung Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Saifuddin Amsir Dukung Ahlul Halli wal Aqdi

Memang aturan soal siapa-siapa saja nanti yang masuk dalam dewan ahlul halli wal aqdi ini, belum ditentukan. Namun orang-orang yang duduk dalam dewan ahlul halli wal aqdi, insya Allah bisa dipercaya.

IMNU Tegal

Nggak usah repot deh, kita tiru kaifiyah-kaifiyah guru-guru kita saja,” kata Kiai Saifuddin. Menurutnya, posisi Rais Aam PBNU berkaitan dengan kealiman dan kezuhudan. Keduanya tidak bisa ditentukan oleh suara-suara model pemilu (voting).

Jumhur Syuriyah PBNU sepakat dengan penerapan ahlul halli wal aqdi. Ahlul halli merujuk pada sejumlah orang yang memiliki kapasitas keilmuan, berpengaruh, berintegritas, dan standar lainnya. Mereka diamanahkan untuk mengangkat pemimpin dalam konteks ini Rais Aam PBNU.

IMNU Tegal

“Tetapi saya tidak setuju dengan singkatan ‘Ahwa’ nanti dikira orang ‘hawa nafsu’ lagi. Jadi tidak baik sebutan itu,” kata Kiai Saifuddin melenggang pulang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Sejarah IMNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Santri Jangan Tinggalkan Kitab Kuning dan Cinta Tanah Air Ajaran Para Kiai

Banyuwangi, IMNU Tegal - Di tengah kunjungan para alumni dan santri yang datang dari penjuru tanah air, Pengasuh Pondok Pesantren Subulussalam Tegalsari KH Hambali Muthi memberikan sejumlah pesan untuk menjadi pegangan sebagai bekal hidup dalam bermasyarakat dan membangun bangsa.

Kiai yang terkenal memiliki sense di bidang arsitektur bangunan ini menyikapi banyaknya model aliran Islam yang menjamur di masyarakat. Hal ini dia sampaikan pada Tasyakur Khataman Ihya Ulumiddin dan Tafsir Jalalain Pondok Pesantren Subulussalam, Tegalsari, Banyuwangi, Senin (1/5).

Santri Jangan Tinggalkan Kitab Kuning dan Cinta Tanah Air Ajaran Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Jangan Tinggalkan Kitab Kuning dan Cinta Tanah Air Ajaran Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Jangan Tinggalkan Kitab Kuning dan Cinta Tanah Air Ajaran Para Kiai

Di hadapan para santri ia berpesan agar semua kemudahan dan iming-iming tersebut tidak menjadikan santri lupa dengan semua amalan sunah yang telah dipelajari dan dipraktikkan sejak di pesantren. "Jangan mudah tergiur karena mudahnya ibadah. Akhirnya lupa amalan sunah," jelasnya.

Kiai juga menegaskan bahwa semua amalan dan tradisi yang selama ini dilakukan tidak lain memilki sanad keilmuan dari para ulama. Penjabaran keilmuan yang bersumber Al-Quran dan hadits tersebut terjabarkan melalui kitab-kitab klasik karangan ulama. "Insya Allah akidah sampean yang dipelajari di Subulussalam, menurut salafussalihin insya Allah kitab-kitab sampean tidak keliru," ucapnya kepada para santri.

IMNU Tegal

Kualitas keilmuan dan karya ilmiah ulama salaf tidak diragukan lagi. Para ulama membuat karya diiringi dengan ibadah dan permohonan yang tulus kepada Allah, berbeda dengan karya yang muncul belakangan ini yang hanya mengandalkan pemikiran. "Salafusalihin mengarang kitab tidak seperti karangan orang sekarang. Mbah Ghazali itu mengarang Ihya disertai tirakat," katanya.

IMNU Tegal

Saat ini yang harus dilakukan santri di masyarakat selain meneruskan tradisi pesantren juga harus saling berkomunikasi dan mengingatkan satu sama lain. Di samping itu, kitab-kitab yang telah dipelajari di pesantren mesti selalu dijaga dan diamalkan.

"Alumni Subulussaalam saya minta saling mengingatkan. Jangan sampai meninggalkan kitab salaf (kuning) meski sampean punya kitab baru (karangan terkini)," ujarnya.

Santri juga diminta tidak mudah tergiyur dengan model model atribut Islam yang mengutamakan tampilan luar. "Jangan mudah tergiur jenggot panjang. Kalau sudah di desa, jangan meninggalkan kitab salaf," ucapnya mengulang pesan.

Terakhir, sebagai wujud cinta tanah air, kiai juga meminta santri untuk menjadi benteng terdepan dalam membendung paham yang merongrong kedaulatan berbangsa dan negara melalui baju agama. "Saat ini sedang marak paham yang tidak sesuai dengan tradisi keilmuan ulama salaf. Negara kita negara republik bukan negara Islam," pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Gus Dur pun Sering Menemui Kiai Khotib Umar

Jember, NU Onilne. Ahad sore (8/6) kemarin, mendung duka menggelayut di langit Jember. Salah seorang putera terbaik Jember, KH Khotib Umar dipanggil Sang Khalik. Kiai kelahiran tahun 1940 itu menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Dr. Soebandi, Patrang, Jember setelah 5 hari opname di rumah sakit tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi pengasuh pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin itu memang labil. Sudah tak terhitung berapa kali ia keluar masuk rumah sakit, baikdi Jember maupun di Surabaya. “Ya beliau memang sakit-sakitan, gangguan pernafasan terutama, juga komplikasi,” kata salah seorang kerabatnya, Nyai Ja’faroh Hasan kepada IMNU Tegal semalam.

Gus Dur pun Sering Menemui Kiai Khotib Umar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur pun Sering Menemui Kiai Khotib Umar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur pun Sering Menemui Kiai Khotib Umar

Seiring dengan kondisi fisiknya yang menurun,? Kiai Khotib juga mengurangi akivitasnya sebagai muballigh. Namun untuk area Jember, beliau masih bisa memenuhi panggilan dakwah, kendati harus pakai kursi roda.

IMNU Tegal

Kiai Khotib dikenal sebagai salah seorang kiai khos NU. Ia kerap menjadi jujugan tokoh NU dan pejabat yang berkunjung ke Jember. Kiai Hasyim Muzadi, KH. Said Aqil Siroj dan sederet tokoh NU lainnya, juga terhitung kerap mengunjungi beliau.

IMNU Tegal

Demikian juga dengan Gus Dur. Bahkan Kiai Khotib dikenal mempunyai hubungan khusus dengan mantan presiden RI tersebut. Sudah tak? terhitung berapa kali, Gus Dur mengunjungi Sumberwringin, baik sebelum, saat menjadi persiden maupun seteleh lengser.

Ketika masih sama-sama sehat, tak? jarang Kiai Khotib sowan ke Gus Dur di Jakarta. “Aba dan Gus Dur memang cukup dekat hubungannya,” tutur Izat Umari, salah seorang putranya. (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah, Daerah IMNU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok”

Solo, IMNU Tegal. Pengurus IPMA Pesantren Al-Muayyad menerbitkan Majalah Serambi Al-Muayyad (MSA) edisi terbaru. Edisi kedelapan yang mengkampanyekan gerakan Ayo Mondok! tersebut akan dirilis pada Haul KH Umar Abdul Mannan, Selasa (7/7).

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok” (Sumber Gambar : Nu Online)
Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok” (Sumber Gambar : Nu Online)

Serambi Al-Muayyad Kampanyekan “Ayo Mondok”

“Tema khusus MSA Edisi 08 adalah Ayo Mondok,” terang salah satu redaktur MSA, Miftahul Abrori, Sabtu (4/7) lalu.

Menurut Miftah hal tersebut merupakan wujud dukungan para santri Al-Muayyad kepada RMI dalam menggalakkan Gerakan Nasional Ayo Mondok. “Wujud dukungan MSA terkait Ayo Mondok, sesuai dengan yang kami mampu adalah mewartakan melalui tulisan di majalah dengan harapan bisa dibaca masyarakat,” ujar dia.

IMNU Tegal

Pada edisi ini, juga akan menyajikan tulisan “Menafsir Bait-bait Shalawat Wasiat Mbah Umar” yang ditulis Dosen UNU Surakarta, Drs. Muhammad Ishom, yang menafsirkan dan menjelaskan makna yang tersembunyi dari shalawat yang dikarang oleh Mbah Umar.

Miftah menjelaskan, selama kegiatan Haul Mbah Umar, majalah yang memiliki slogan Melanggengkan Tradisi, Melanjutkan Silaturrahim ini akan dipajang pada stand bazar IPMA. “Para pengunjung yang berminat, bisa membeli langsung di sana dengan harga Rp. 15.000,” papar dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tokoh, Sejarah IMNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Hari Anti-Korupsi, IPNU Surabaya Bedah Buku Jihad NU Lawan Korupsi

Jakarta, IMNU Tegal - Pengurus IPNU Kota Surabaya mendiskusikan buku Jihad Nahdlatul Ulama melawan Korupsi di Kantro PCNU Surabaya, Ahad (11/12) pagi. Mereka menggelar bedah buku terbitan Lakpesdam PBNU dalam rangka memperingati Hari Anti-Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh pada 9 Desember.

Hadir dalam forum ini editor buku tersebut H Marzuki Wahid dan perwakilan dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Jawa Timur Pdt Simon Filantropha. Forum ini dipandu Robbah Munjidin Ahmada, kader IPNU PKPT UIN Sunan Ampel. Tampak hadir perwakilan dari Pemkot Surabaya Soepomo dan perwakilan PCNU Kota Surabaya H Muchit Syarief.

Hari Anti-Korupsi, IPNU Surabaya Bedah Buku Jihad NU Lawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Anti-Korupsi, IPNU Surabaya Bedah Buku Jihad NU Lawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Anti-Korupsi, IPNU Surabaya Bedah Buku Jihad NU Lawan Korupsi

Ketua IPNU Surabaya Agus Setiawan mengatakan, acara ini merupakan suatu wujud kesadaran dan kepedulian IPNU Kota Surabaya untuk turut serta melawan korupsi yang sampai saat ini masih marak dan sulit diberantas. Melawan korupsi bukan hanya tugas KPK, tapi juga tanggung jawab bersama terlebih generasi muda.

“Tujuan kegiatan ini selain untuk memberi pemahaman dan wawasan bagi generasi muda tentang korupsi baik dari segi hukum yang berlaku di negara ini maupun hukum Islam, juga harus menjadi komitmen dalam diri untuk melawannya karena melawan korupsi termasuk jihad yang harus benar benar ditegakkan, karena korupsi merupakan wujud riil penistaan terhadap agama,” jelasnya.

IMNU Tegal

Sementara H Muchit Syarief memperingatkan kader IPNU Kota Surabaya agar tidak terpesona dengan tindakan korupsi. Ia mengimbau pelajar NU untuk membekali diri dengan ilmu agama.

IMNU Tegal

“NU sangat responsif dalam hal pemberantasan korupsi. Itu tercemin dalam serangkaian keputusan Muktamar maupun Munas yang telah lalu terjadi di NU,” kata Sekretaris PP Lakpesdam H Marzuki Wahid.

Ia berharap para pemuda yang ada di lingkungan NU membuat gerakan untuk mengawal keputusan-keputusan yang dihasilkan oleh Muktamar dan Munas NU tersebut. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah, Ubudiyah IMNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Kemenag Karanganyar Ajak Masyarakat Waspada Propaganda Penolakan Syiah

Karanganyar, IMNU Tegal - Maraknya aksi penolakan terhadap Syiah di Kabupaten Karanganyar oleh kelompok tertentu baik melalui spanduk, brosur, dan kardus nasi kotak ini menjadi perhatian oleh Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar. Pihak Kemenag setempat berjanji akan terus memantau propaganda tersebut.

Demikian imbauan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar Mustain Ahmad di hadapan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (Kamad MI) se-Karanganyar di MI Nangsri Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (27/2).

Kemenag Karanganyar Ajak Masyarakat Waspada Propaganda Penolakan Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Karanganyar Ajak Masyarakat Waspada Propaganda Penolakan Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Karanganyar Ajak Masyarakat Waspada Propaganda Penolakan Syiah

"Isu penolakan Syiah yang akhir-akhir ini gencar oleh kelompok tertentu perlu diwaspadai dan ini dapat meresahkan masyarakat Karanganyar yang selama ini kondusif dengan keberagaman,” kata Musta`in.

IMNU Tegal

Untuk itu, Kamad yang juga tokoh di lingkungan madrasah dan masyarakat harus hati-hati dalam menyikapinya. Jangan sampai ikut-ikutan apalagi mengatakan Syiah itu bukan Islam.

"Kita tidak boleh mudah menuduh Syiah itu bukan Islam karena tuduhan itu kembali pada diri kita," kata Musta‘in.

IMNU Tegal

Orang Syiah masih melakukan ibadah haji. Sebagaimana dimaklum bahwa dua tanah haram, Mekah dan Madinah tidak boleh dimasuki kecuali oleh orang Islam. Negara Iran sendiri yang notabene pemerintahnya Syiah merupakan anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Mustain yang juga a‘wan PCNU Karanganyar berpesan agar para Kamad yang sekaligus mubaligh menjadi corong untuk menyebarkan Islam damai, penuh kasih sayang, yang rahmatan lil alamin. “Jangan mudah menyalah-salahkan dan mudah mengafir-kafirkan,” katanya. (Ahmad Rasyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah IMNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Malang, IMNU Tegal

Sepertinya, sampah selalu menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat, tidak hanya bakteri yang akan dilahirkan sampah, prilaku manusia yang kurang sadar akan akibat buruk dari membuang sampah sembarangan menjadikan sampah menjadi penyakit masyarakat yang kronik saat ini, terlebih saat musim hujan.

Di sudut kota malang, tepatnya Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Malang, Jawa Timur sampah menjadi berkah untuk tabungan para Nasabah dengan terus berinvestasi sampah di Bank Sampah Ampelgading Malang. 

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Berbeda dengan sistem Bank Sampah pada umumnya, beberapa yang telah diketahui publik sampah ditabung untuk kebutuhan berobat, adapula yang dialokasikan menjadi biaya pendidikan. Di Ampelgading, sampah yang diinvestasikan akan menjadi uang kapanpun sang nasabah membutuhkan, bahkan bisa diambil diawal dengan cicilan sampah tiap harinya.

Salah satu pendirinya Fauzan, Aktivis PMII dan sekarang mendedikasikan dirinya pada lingkungan hidup disekitarnya mengungkapkan, ide ini muncul karena seringnya masyarakat yang tidak tau manfaat sampah, memisahkan sampah organik dan non organik, dan cara mengolahnya. Bank Sampah Ampelgading menjembatani itu dan memberikan keuntungan berupa tabungan yang bisa diambil kapan saja, bahkan bisa dengan cara piutang.

Baru berjalan beberapa bulan, ide kreatif Bank Sampah langsung disambut hangat oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga yang sudah terbiasa mengelolah sampah dapur dirumahnya.

IMNU Tegal

“Selama ini, ibu-ibu yang menjadi Nasabah Bank Sampah Ampelgading, sering menabung untuk hari-hari besar, banyak yang diambil saat Maulid, dan lebih banyak yang mengambil tabungannya saat lebaran” ujar Fauzan.

IMNU Tegal

Dua tahun berjalan, Bank Sampah Ampelgading menjadi pusat pengelolaan sampah milik bersama. Tak hanya pengurus yang mau mengelola sampah, warga sekitar mulai sadar misi Bank Sampah. Diantaranya melestarikan lingkungan dengan bersih dan asri, hingga seringkali warga ikut andil dan gotong royong untuk program-proram yang dilakukan oleh Bank Sampah Ampelgading. (Dian Manzila/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah, Internasional, Aswaja IMNU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk

Sidoarjo,? IMNU Tegal?



Upaya melestarikan budaya lokal, santri dan ulama Sidoarjo menggelar kesenian ludruk ? Jawa Timur di alun-alun Sidoarjo. Kesenian ludruk ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional 2016.

Dalam kesenian drama ini, Bupati Sidoarjo, Kepala BNN dan Ketua DPRD Sidoarjo berkomedi bersama Kartolo cs. Dengan diiringi irama khas musik gamelan yang diberi nama iaram gending, Kartolo pemain pelawak senior Jawa Timur memainkan drama ala santri di alun-alun Sidoarjo. Parikan yang dibawakan melalui kesenian teater ini mampu menyedot tawa lepas dari para santri dan ulama Sidoarjo yang hadir di alun-alun Sidoarjo.

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk

Drama teater Kartolo cs berkolaborasi dengan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, Ketua BNN dan Ketua DPRD Sidoarjo membahas sejumlah permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya terkait banjir yang melanda Sidoarjo beberapa hari terakhir.

Menurut Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, bahwa saat melawak banjir di Sidoarjo disebabkan air laut pasang sehinga air yang dari laut mengarah ke pemukiman warga. Sedangkan untuk penggunaan obat-obatan jenis narkoba hendaknya masyarakat menjahui barang haram tersebut karena bisa berurusan dengan aparat kepolisian.

IMNU Tegal

Hikmah drama teater ludruk ini, agar para santri khususnya remaja untuk segera melakukan pendidikan karakter di pondok pesantren agar terhindar dari bahaya narkoba serta kenakalan remaja yang dinilai sangat merugikan diri sendiri terutama bangsa Indonesia.

?

IMNU Tegal

"Dari hikmah drama ludurk ini agar masyarakat tidak menggunakan narkoba dan segera belajar di pondok pesantren salah satunya mencegah dari kenakalan remaja," kata Abah Ipul, Jumat (21/10) malam. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, PonPes, Sejarah IMNU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya

Jakarta, IMNU Tegal

Keanekaragaman paham adalah nyata dalam Islam. Namun demikian, umat Islam tak perlu gegabah dan keras dalam menyikapi perbedaan. Bagaimanapun, ketidaksetujuan dan ajakan harus diekspresikan dengan kelembutan.

Pandangan ini mencuat dalam Pendidikan Aswaja dan Empat Pilar yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU (LDNU) dan Pimpinan Pusat Himpunan Da‘iyah Muslimat NU (PP Hidmat NU) di gedung PBNU, Jakarta, Ahad (21/7).

Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Ajarannya, Lembut Mengingatkannya

Saat menjadi pemateri, Rais Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, KH Muhyiddin A Somad mengatakan bahwa al-Qur’an menganjurkan tentang sikap toleransi. “Toleransi ialah menghargai orang yang berbeda keyakinan tapi tidak berarti membenarkan apalagi mendukung," katanya.

Dalam kesempatan itu Muhyiddin memaparkan sejumlah kelompok Islam yang berbeda dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Kelompok-kelompok tersebut mengkalim dirinya paling benar, bahkan menvonis kafir dan murtad pihak lain.

Penulis buku-buku keislaman itu pun mengutip surat Thaha ayat 43-44 mengenai teladan Nabi terdahulu dalam menyuarakan kebenaran agama. Arti ayat tersebut berbunyi, “Pergilah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui baas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”

Pendidikan Aswaja dan Empat Pilar diadakan sejak Jumat kemarin. Di hari terakhir ini, pendidikan Aswaja dihadiri tamu asal luar negeri, Muhammad Bashir Mehio yang merupakan Jubir komunitas Muslim Australia. Kegiatan secara resmi ditutup Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali.

IMNU Tegal

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Sejarah, Ahlussunnah IMNU Tegal

Jumat, 10 November 2017

Menolak Tunduk Pada Amerika

Kesan seram, angker dan sangar terpancar dari sorot matanya yang tajam. Tapi, kesan itu akan terhapus seketika begitu ia mengembangkan senyumnya yang manis. Dialah Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Saat menyempatkan diri menginjakkan kaki di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum’at (12/5) lalu, dari tatap matanya, tersirat jelas keteguhan sikap dan kerasnya pendirian seorang Ahmadinejad. Dalam acara silaturrahmi dengan ulama NU dan sejumlah tokoh nasional, pemimpin yang layak disebut Singa Padang Pasir ini menuturkan banyak hal tentang negaranya. Termasuk rencana pengembangan nuklir berikut ancaman invasi Amerika Serikat (AS).

Sungguh luar biasa, di bawah kepemimpinannya, negara berkembang seperti Iran berani lantang berkata tidak kepada keadidayaan AS. Apalagi, ketika sang adidaya itu sudah berani campur tangan terhadap urusan dalam negeri Iran dengan banyak melancarkan protes dan kecaman.

Tak tanggung-tanggung, negara pimpinan Tony Blair Inggris dan beberapa negara sekutu lainnya, yang selama ini lebih banyak menganggukkan kepala saat berhadapan dengan dikte AS, ikut-ikutan menekan Iran.

Saat ini, ia dan negara yang dipimpinnya sedang jadi pusat perhatian dunia karena program nuklirnya. AS bersama sekutunya mengancam akan memberi sanksi militer terhadap negeri Teluk Persia itu jika tak menghentikan aktivitas nuklirnya. Namun, mantan Walikota Teheran ini tak gentar. Ia menolak untuk menghentikan aktivitas nuklirnya.

Diceritakan, sikap penolakan itu pernah ia sampaikan juga kepada tim Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Ia mempertanyakan mengapa Iran dilarang mengembangkan program nuklir meski untuk kepentingan damai, sementara banyak negara lain, termasuk AS sendiri juga melakukan hal yang sama.

“Kalau nuklir dianggap buruk, kenapa kalian (Barat) memiliki. Kalau memang nuklir dianggap baik, kenapa kami (Iran) tidak boleh,“ ungkap Ahmadinejad.

Pria yang pernah berseteru dengan mantan Presiden Iran Mohammad Khatami ini tahu sikap keras kepalanya itu akan membuat AS dan sekutunya berang, tapi ia tak peduli. Di hadapan ulama NU dengan lantang ia mengatakan, “Tak penting mereka (Barat) marah“.

Kalaupun AS dan sekutunya benar-benar akan menyerang Iran, Ahmadinejad dan rakyatnya tak takut. Ia menyatakan telah siap menghadapi berbagai resiko terburuk, seperti serangan militer AS bersama sekutunya. “Bangsa Iran tidak takut,“ tegasnya.

Bahkan dengan nada meremehkan, Ahmadinejad meragukan kesungguhan ancaman negara pimpinan George W Bush berikut sekutunya yang akan menyerang negaranya. Menurutnya, AS tahu kalau Iran adalah sebuah kekuatan besar yang tak akan bisa ditaklukkan dengan mudah. Ancaman itu, baginya tak lebih dari upaya propaganda AS untuk menakut-nakuti Iran.

“Jauh kemungkinan mereka (AS) akan menyerang negara kami. Itu hanyalah propaganda psikologi mereka saja untuk menakut-nakuti rakyat Iran dan juga bangsa Islam. Saya kira mereka tahu kalau Iran adalah kekuatan besar, Iran adalah bangsa yang besar,“ terang Ahmadinejad.

Namun demikian, sikap tak mau diatur oleh dominasi AS itu bukan berarti ia adalah seorang yang antikompromi. Dalam berbagai kesempatan ia selalu menekankan pentingnya menggunakan jalan dialog guna mencari penyelesaian atas ketegangan Iran-AS.

“Republik Islam Iran sebagai negara yang memiliki aktivitas nuklir, siap melakukan pembicaraan dengan semua negara, termasuk dengan negara-negara yang memiliki kekuatan nuklir dan dunia internasional untuk menenangkan ketegangan ini,“ kata Ahmadinejad.

Dikatakan, ia bersedia berunding dengan siapa pun, termasuk presiden AS, guna menghindarkan konflik soal isu nuklir tersebut. Negaranya akan tetap melakukan negosiasi dengan catatan AS harus menghilangkan sikap dan tingkah lakunya yang buruk. "Kita tidak hanya membela hak kami, tetapi membela hak semua negara," jelasnya. Karena itu, ia Ahmadinejad menjelaskan, dengan semakin memperkuat posisi, maka Iran bisa membela kemerdekaan mereka. (Moh. Arief Hidayat)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Sejarah IMNU Tegal

Menolak Tunduk Pada Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Menolak Tunduk Pada Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Menolak Tunduk Pada Amerika

Minggu, 05 November 2017

Madrasah Kader di Malut Siapkan Pemimpin Internal Sadar Visi Maritim

Ternate, IMNU Tegal. Menindaklanjuti instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah NU Maluku Utara, Senin (14/11) menyelenggarakan program Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) yang dirangkai dengan agenda Konferensi Wilayah (konferwil). Program ini dilaksanakan tiga hari di Kota Ternate.

Madrasah Kader di Malut Siapkan Pemimpin Internal Sadar Visi Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Kader di Malut Siapkan Pemimpin Internal Sadar Visi Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Kader di Malut Siapkan Pemimpin Internal Sadar Visi Maritim

Ketua PWNU Maluku Utara H. Adam Marus mengatakan, MKNU adalah proses kaderisasi NU untuk menyiapkan pemimpin internal. Ada beberapa capaian ditargetkan, antara lain menyiapkan tokoh-tokoh ulama kampung yang sadar akan visi maritim.?

“Di Jawa ada banyak pesantren yang menjadi basis kultural NU. Pesantren di sini tidak sebanyak di Jawa. Di sini adanya Johu Guru (kiai kampung) yang menjadi ujung tombaknya (yang menjaga amaliyah-amaliyah NU),” kata H. Adam di sela rehat pelatihan.

Menyiapkan kepemimpinan NU berbasis maritim menurutnya menjadi kebutuhan NU di Maluku Utara yang tak terbantahkan. ? Dengan kata lain, kalau mau jadi kader NU di Maluku Utara, semua harus punya militansi maritim. Ini mengingat Maluku Utara adalah provinsi kepulauan paling strategis di mana gugus-gugusnya melimpah kekayaan alam.

IMNU Tegal

“Jauh sebelum Indonesia berdiri, sejak abad 14 wilayah Kesultanan di sini sudah dikenal hebat di Eropa. Itulah alasan kenapa di abad itu orang Belanda orang Portugis datang ke sini,” paparnya.

Hadir langsung sebagai pemateri dan fasilitator dalam MKNU di Malut ini lima utusan PBNU. Mereka yakni H Sultonul Huda, H Endi AJ. Soefihara, KH Mujib Qulyubi, H Robikin Emhas, dan H Aizzuddin Abdurrahman. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Nahdlatul Ulama, Sejarah IMNU Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Ma’arif Babat Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir

Babat, IMNU Tegal. Kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar (KMD) yang dilaksanakan oleh Satuan Komunitas Ma’arif NU Cabang Babat, Lamongan bertujuan untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman praktis membina pramuka.?

Ma’arif Babat Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif Babat Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif Babat Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Wachid Hasjim Maduran pada hari Sabtu-Jumat, 01-07 Oktober 2016 ini diikuti oleh seluruh calon pembina pramuka di gugus depan binaan PC LP Maarif NU Babat.?

Mulai dari pretest untuk mengawali KMD, seluruh peserta nampak menikmati dengan soal yang diberikan oleh kakak pelatih. Kemudian dinamika kelompok dengan menyusun puzzle. Usai itu waktunya istirahat shalat dan persiapan upacara pembukaan kursus.

Tepat bada maghrib upacara pembukaan kursus dilaksanakan, dihadiri oleh Ketua Sakoma PW LP Maarif NU Jawa Timur dan beberapa dari Pelatih Pusdiklat Jodipati Kwarda Lamongan. Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari PW LP Maarif NU Jawa Timur sebab Sakoma Cabang Babat adalah pertama kalinya Sakoma mengadakan KMD. Setelah itu, orientasi kursus oleh Ketua Pusdiklat langsung yaitu Imam hingga pukul 11.00 malam.

Hari kedua suasana nampak cerah, diawali dengan kegiatan senam pagi dilanjut sarapan. Kemudian materi oleh para pelatih. Beberapa hari berjalan mulai dari kekompakan, solidaritas dan kekeluargaan mulai tertanam.?

IMNU Tegal

Materi yang diberikan diantaranya kepramukaan, AD/ART Gerakan Pramuka, prodik, cara membina dengan sistem among, organisasi, SKU/SKK/TKK, SPG/TPG & alat pendidikan hingga kegiatan luar ruang. (Wiwin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Nahdlatul Ulama, Sejarah, Nahdlatul IMNU Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana

Bandung, IMNU Tegal 

Persatuan Guru Nahdlatul Uama (Pergunu) bekerjasama dengan Universitas Islam Nusantara (Uninus) memberikan beasiswa pascasarjana S2 dan S3 bagi guru-guru NU kuliah di Uninus. Beasiswa tersebut berbentuk parsial, sehingga para guru NU hanya membayar 50 persen dari biaya kuliahnya.

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru NU Dapat Beasiswa Kuliah Pascasarjana

"Beasiswa ini dimulai pada masa perkuliahan tahun akademik 2016-2017 dengan jumlah mahasiswa S2 PAI sebanyak 87 orang, S2 Manajemen Pendidikan sebanyak 47 orang dan S3 Ilmu Pendidikan sebanyak 37 orang," papar Ketua PP Pergunu H Saepuloh, di ruang kerjanya, Kamis (20/9).

Saepuloh mengatakan untuk tahun akademik 2017-2018 beasiswa diraih oleh 104 orang untuk S2 PAI. Jumlah ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya.

IMNU Tegal

"Sedangkan untuk S2 Manajemen Pendidikan dan S3 Ilmu Pendidikan masih dalam tahap seleksi dan akan diumumkan dalam waktu secepatnya," tambahnya.

Terkait persyaratan mendapatkan beasiswa tersebut, Saepuloh menjelaskan calon mahasiswa penerima beasiswa harus mempunyai kartu tanda anggota (KTA) Pergunu, rekomendasi dari PW Pergunu, dan lolos seleksi akademik di Uninus.

IMNU Tegal

Selain dengan Uninus, Pergunu juga menjalin kerja sama dengan Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto memberikan beasiswa penuh untuk program S2 Pendidikan Agama Islam dan S2 Menejemen Pendidikan Islam.

"Beasiswa S2 Pendidikan Agama Islam dan S2 Menejemen Pendidikan Islam di Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), ini beasiswa full yang meliputi biaya kuliah, uang makan, asrama, dan pengajian di pondok pesantren," tutur Saepuloh

Beasiswa mahasiswa IKHAC diberikan kepada 68 orang guru NU perwakilan dari semua provinsi, dengan ketentuan mendapatkan rekomendasi dari PW Pergunu atau PWNU serta siap tinggal di Pondok Pesantren Amanatul Ummah selama mengikuti pendidikan. (Awis Saepuloh/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock