Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah

Jakarta, IMNU Tegal - Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) H Alfa Isnaeni mengeluarkan instruksi untuk segenap anggotanya untuk menyisir dan mencopot setiap media publikasi yang mengampanyekan penolakan eksistensi NKRI dan Pancasila. Namun demikian, aksi pencopotan ini harus dilakukan sesuai dengan standar dan prosedur hukum yang berlaku.

Alfa juga mengingatkan anggotanya agar melakukan aksinya sesuai dengan prosedur. Untuk mencopot spanduk berisi penolakan eksistensi NKRI, Pancasila, atau berisi dukungan sistem khilafah, atau pun menebar radikalisme, Banser mesti melancarkan aksinya bersama-sama, tidak sendirian.

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah

“Sebelum dicopot, harus difoto terlebih dulu. Catat tempat spanduk tersebut, dan catat pukul pencopotan. Spanduk yang dicopot, dilipat baik-baik dan selanjutnya serahkan kepada yang berwajib seperti Satpol PP atau kepolisian. Minta tanda terima, dan upayakan saat serah-terima difoto,” kata Alfa Isnaeni, Ahad (17/4).

IMNU Tegal

Ia menenkankan pentingnya Banser berkoordinasi dengan komandan. “Laporkan tindakan secepatnya melalui sms atau whats-app. Tetap jaga kondusifitas lingkungan,” pesan Alfa.

Ia secara tegas meminta seluruh anggotanya untuk membersihkan spanduk, poster, pamflet, dan sebagainya yang mempropagandakan sistem khilafah, serta menebar paham radikalisme.

IMNU Tegal

Banser, kata Alfa, harus menangkap dan mengamankan oknum yang menebar radikalisme serta menolak eksistensi NKRI, seperti diinstruksikan oleh Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas.

"Banser siap melaksanakan perintah Ketum GP Ansor. Kami telah perintahkan seluruh jajaran Banser untuk melaksanakan perintah itu," tandas Alfa. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, PonPes IMNU Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

Kudus, IMNU Tegal - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya menerapkan batasan usia ketua 23 tahun dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di SMK NU Maarif Kudus, Jumat mendatang (12/8).

?

"Konfercab ini menjadi momentum tepat melaksanakan kebijakan terbaru peremajaan usia anggota atau kader IPNU-IPPNU. Dan kami sudah siap menjalankannya," ujar Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kudus, Senin (8/8).

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

?

Ia mengungkapkan, IPNU-IPPNU Kudus memiliki banyak stok kader yang memunuhi kriteria usia 23 tahun. Mereka ini juga mampu menjadi sosok seorang pemimpin menggerakkan organisasi badan otonom pelajar NU tiga tahun ke depan.

?

"Masing-masing Pimpinan Anak Cabang terdapat calon ketua yang kapabel berdasarkan kriteria," kata Joni.

IMNU Tegal

?

Meski Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU tidak menyiapkan secara khusus calon ketua, namun Joni menyebut beberapa nama yang muncul dalam perhelatan Konfercab XX IPNU dan Konfercab XIX IPPNU Kudus tersebut. Di antaranya, Muhammad Tausiul Ilma (Kota), Hermawan Muklis (Kaliwungu) dan Abu Hasan Asyari (Undaan).

?

"Mereka ini dari sisi usia memenuhi syarat, begitu pula kemampuannya sudah terlihat aktif pada kepengurusan periode sekarang. Namun semuanya tergantung peserta (Konfercab) yang menentukan," imbuhnya.

IMNU Tegal

Konferensi cabang akan dilaksanakan selama 2 hari Jumat-Sabtu (12-13/8). Agenda kegiatannya mengesahkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, merumuskan program kerja dan memilih ketua baru IPNU-IPPNU masa khidmah 2016-2018.

?

Berbagai acara pendukung tengah dipersiapkan yakni pembukaan dan pengajian budaya yang menghadirkan Rais PCNU Kudus KH? Ulil Albab Arwani, KH Budi Harjono (Semarang), Habib Hasyim bin Abu Bakar (Pekalongan), Candra Malik (PP Lesbumi) dan grup? musik Sumabudhaya (Pekalongan).

?

Selaian persidangan, juga terdapat acara seminar pelajar dan bazar yang diremiahkan pertunjukan seni dari para pelajar NU. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Khutbah IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Jombang, IMNU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminudin Ma’ruf berziarah ke makam salah satu tokoh pelopor gerakan pemuda Hizbullah KH A Wahab Hasbullah di Jombang,  Selasa (28/10) malam.

Menurut Amin, KH A Wahab Hasbullah merupakan figur pemuda Nahdliyin di zamannya yang mempunyai semangat gerakan sangat tinggi. “PMII harus banyak belajar dari semangat jihad beliau,” paparnya di depan kader komisariat PMII se-Jombang di area makam Mbah Wahab Hasbullah.

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Selain itu, ia mengajak kader PMII untuk kembali meneruskan mengembangkan peninggalan Mbah Wahab, yaitu pesantren. Pesantren mesti tetap dijaga dari masuknya paham di luar Ahlusunnah wal Jamaah. “Pesantren merupakan lahan basah yang tidak boleh ditinggalkan  generasi muda Nahdliyin, di antaranya kader PMII,” terang pemuda berkaca mata ini.

IMNU Tegal

Ketua PMII Jombang Mahmudi berharap, kedatangan Ketum PB PMII dapat dimanfaatkan kadernya untuk belajar tentang apapun terutama mengenai kelembagaan PMII. “Kami memfasilitasi anggota dan kader untuk bertemu dan belajar secara langsung kepada ketua umum,” ungkapnya kepada IMNU Tegal.

Dalam kesempatan tersebut, kedatangan Amin pada pukul 22.00 WIB ke makam Mbah Wahab disambut puluhan kader PMII Jombang yang rela menunggu sejak maghrib. Demi bertemu dan berbagi pengetahuan dengan pimpinan organisasi mereka. (Romza/Mahbib)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Khutbah, RMI NU IMNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Jombang, IMNU Tegal. Kenakalan siswa tidak selamanya berdampak negatif. Salah satunya aksi corat-coret yang biasanya dilakukan menyambut kelulusan Ujian Nasional seperti sekarang. Jika diarahkan dengan benar, maka bisa menjadi sebuah prestasi. Ini yang dibuktikan beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak. 

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Dengan beranggotakan beberapa siswa yang terkenal dengan aksi corat-coretnya, tim yang dikirim justeru diraih juara kedua pada lomba jurnalistik, Jumat (25/5). Penyelenggaranya adalah media nasional yang berpusat di Jakarta bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng Jombang. 

Lomba yang diikuti perwakilan dari madrasah aliyah, SMA dan perwakilan beberapa kampus ini digelar di Gedung Yusuf Hasyim. Tim yang terdiri dari 12 siswa ini sebelumnya juga mengikuti diklat jurnalistik sejak Selasa (22/5). Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator langsung dari Jakarta. “Para peserta juga datang dari berbagai daerah,” kata Umar Bakri, ketua tim MASS Seblak. 

IMNU Tegal

Materi yang disampaikan terkait penyusunan berita. Baik saat masih mencari ataupun saat penulisan berita. Termasuk di antaranya masalah struktur dan cara kerja dewan redaksi. Komposisi pelatihan yang diberikan adalah 20 persen teori dan 80 persen praktek di lapangan.   

IMNU Tegal

Dalam tugas terakhir penyusunan berita, tim MASS Seblak menamakan koran karyanya dengan SPEKTA. “Itu merupakan singkatan dari Seblak spektakuler dan pecinta al-Qur’an,” ujar ketua OSIS ini. Diakui Bakri, untuk sekedar menentukan nama koran, tim redaksi dari MASS Seblak juga terlibat perdebatan sengit. Meskipun diakuinya tim-tim yang lain menentukan nama koran seolah tidak serius. “Bahkan terkesan namanya lucu dan tidak mengandung nilai filosofi,” imbuhnya. 

Berita yang dimuat adalah lima tema. Yaitu terkait musik banjari sebagai headline, radio sebagai media dakwah, pedagang kaki lima di sekitar makam Gus Dur, profil pengasuh Pesantren Seblak dan jilbab model rubu’ sebagai feature. “Tapi berdasar penilaian para dewan juri, feature tentang rubu’ yang memperoleh nilai tertinggi,” kata Irna Nailun Najjaha, anggota tim. 

Kelima berita itu harus selesai tepat waktu. Ketepatan penyelesaian ini menjadi aspek penilian tersendiri. Siswa yang akrab dipanggil Irna ini mengaku harus kerja keras agar penyusunan koran tidak molor. “Teman-teman sampai harus begadang untuk memenuhi deadline itu,” ucapnya.

Terlebih, dewan juri yang menilai bukan dari tim media itu sendiri. “Tetapi dari para pembaca yang sengaja datang untuk menilai hasil kerja keras para peserta,” ujarnya. Dengan beragam latar belakang ini, pembaca tentu akan menilai lebih berbobot terhadap hasil dari setiap tim. 

Nurul Muslimah, anggota tim lainnya, mengakui memang lomba kali ini adalah yang pertama diikuti. “Meski pertama kali, banyak pengalaman yang saya dapatkan, tidak cuma teori, tapi juga praktek,” katanya. Menulis berita, lanjut siswi dari Bau-Bau Sulawesi Selatan ini, ternyata tidak semudah membacanya. “Membuat koran ternyata tidak segampang yang dibayangkan,” ujarnya. 

Pelaksanaan diklat dan lomba yang digelar mulai pagi sampai petang hari juga menjadi catatan anggota tim ini. Dari kebiasaan yang kurang menghargai waktu, Laila Nailul Fauziah menjadi sangat mempehitungkan waktu dalam menulis berita. “Meski badan capek karena mondar-mandir dari pondok ke tempat acara, namun melalui perlombaan ini saya sadar harus menggunakan waktu dengan baik,” kata siswi dari Pasuruan yang akrab dipanggil Ela ini. 

Kepala sekolah MASS Seblak Nur Laili Rahmah mengakui bahwa pengalaman yang diperoleh siswanya memang sangat berharga. Mengingat lomba itu juga diikuti banyak peserta. “Bahkan ada juga tim dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, jika mereka keluar sebagai juara kedua, itu saya kira sudah maksimal,” katanya. 

Perempuan berkacamata ini tidak henti-hentinya memotivasi siswanya agar kreativitas yang dimiliki bisa ditonjolkan. “Dengan berdiskusi menentukan nama koran saja, mereka akan belajar berdemokrasi dan menghargai pendapat temannya,” pungkasnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Sunnah, Jadwal Kajian IMNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

NU Surabaya Bagikan Gerobak Ramadhan kepada PKL

Surabaya, IMNU Tegal - Untuk lebihkan meningkatkan ekonomi dan usaha pedagang kaki lima (PKL) dan usaha kecil mikro (UKM) selama bulan suci Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melalui Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) menyalurkan bantuan "Gerobak Ramadhan".

Bantuan gerobak diberikan? kepada PKL dan UKM sebanyak 30 unit. Bantuan? diserahkan langsung Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman dan Ketua LAZISNU Yusuf Hidayat, Sabtu(11/6) di Kantor NU Surabaya.

NU Surabaya Bagikan Gerobak Ramadhan kepada PKL (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Bagikan Gerobak Ramadhan kepada PKL (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Bagikan Gerobak Ramadhan kepada PKL

Ketua LAZISNU Kota Surabaya Yusuf Hidayat mengatakan bahwa bantuan ini adalah salah satu wujud dari dana para donatur untuk masyarakat ekonomi di bawah atau kaum dhuafa yang sudah mempercayakan kepada LAZISNU untuk disalurkan kepada yang berhak.

IMNU Tegal

Diharapkan, bantuan tersebut dapat meningkatkan pelaku UKM serta pedagang di Surabaya dalam menjalankan usahanya. Selama ini, sebagian pedagang kecil dan UKM dalam menjalankan usahanya mereka menyewa gerobak untuk berdagang.

"Dengan bantuan ini, harapan saya, mereka dapat meningkatkan usahanya dan memajukan UKM di Surabaya. Karena selama ini PKL penerima bantuan tersebut? berdagang? gerobak yang dipakai untuk berjualan menyewa kepada piahk lain. Kedepan pihaknya akan mengusulkan bantuan ini lebih banyak lagi," jelasnya.

IMNU Tegal

Sementara itu KH Mas Sulaiman usai menyerahkan bantuan tersebut mengatakan, agar pemberian gerobak tersebut dimanfaatkan dengan baik.

"Terimaksih kepada LAZISNU Surabaya yang sudah memberikan bantuan tersebut. Mudah-mudahan apa yang diberikan bermanfaat dan saya minta bapak ibu untuk menjaga barang tersebut dengan baik. Harapan saya, kedepan bantaun semacam ini untuk ditingkatkan lagi," tuturnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah IMNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah

Oleh Muhammad Syamsudin

Dewasa ini marak berkembang jasa-jasa produk perbankan syari’ah, seperti obligasi syariah, reksadana syariah, efek syari’ah, saham syari’ah, dan lain sebagainya. Semangat dari pendirian perbankan syariah di Indonesia ini adalah tidak luput dari karena adanya perhatian terhadap mayoritas penduduk Indonesia yang didominasi oleh umat Islam.

Hal ini berbuntut kepada kewajiban dari seorang presiden (imam) dan/atau yang mewakilinya untuk menjaga kualitas diri masyarakat yang dinaunginya dalam bingkai ajaran agamanya, sebagaimana hal ini disinggung dalam Pasal 29 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara melindungi dan menjamin pelaksanaan setiap pemeluk agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Dalam bingkai masyarakat yang terdiri atas umat Islam, menandakan bahwa kewajiban negara tersebut adalah mengupayakan agar perjalanan syariat agama khususnya dalam bidang muamalah yaumiyah warganya berlangsung sesuai dengan konsep ajarannya. 

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah

Terkait dengan masalah tersebut, maka dalam bidang keuangan dan sirkulasi muamalah warganya, negara berkewajiban menyediakan fasilitas yang bisa membebaskan warganya dari praktik-praktik yang dilarang oleh syariat. Suatu misal, adalah konsep riba. Dengan demikian, maka wujud tanggung jawab negara terkait dengan upaya membebaskan warganya dari praktik riba ini, maka ia harus menyediakan sebuah badan/jasa keuangan yang zero riba.

Inilah pangkal utama berdirinya perbankan syariah yang secara lahiriah bertolak belakang dari perbankan konvensional yang justru melegalisasi riba (bunga) namun dalam konstruk yang terukur. Semangat dari kedua model perbankan ini sebenarnya adalah sama, yaitu membawa kemaslahatan bagi warga negara Indonesia. Hanya saja, untuk perbankan syariah lebih mengerucut lagi yakni kemaslahatan umat Islam dan menyediakan jasa bebas riba (zero riba). Dengan demikian, bank/jasa keuangan syariah, dalam hal ini jelas meneguhkan standing point-nya sebagai antitesa dari bank konvensional. Ia merupakan kebalikan. Jika merupakan kebalikan, maka keduanya tentu ada pangsa saing. Daya saing mutlak harus dikembangkan selama tidak keluar dari rel utama kemaslahatan dan bingkai ajaran.

Permasalahan utama peningkatan daya saing lembaga dan produk jasa syariah ini sebenarnya adalah bagaimana ia melakukan upaya menghidupi lembaga/jasa syariah ini, padahal ia harus bebas bunga? Jika dalam bank konvensional, keberadaan bunga merupakan bagian dari upaya financing terhadap perbankan, sementara dalam bank syariah harus diambil darimana?

IMNU Tegal

Tentu jawabnya adalah dari usaha yang dipandang legal oleh syariah. Hasil dari usaha tersebut bisa membawa kepada ribhun atau laba yang secara mutlak adalah sah dalam bingkai fiqih. Dengan demikian, ruang lingkup usaha lembaga ini pasti tidak jauh dari akad musyarakah, murabahah, mudlarabah, mudayanah (kredit), qardlu, ijarah, istishna’ (penciptaan lapangan usaha/padat karya) dan mubaya’ah (jual beli). Unsur akad lain sebagai penopang adalah dlaman, ju’alah, hiwalah, wakalah dan kafalah

Dari kesekian akad yang secara resmi mendapatkan legalitas syari’at tersebut, pihak perbankan syari’ah masih harus memilih lagi, yakni manakah di antara kesekian produk akad syariah yang memiliki sekuritas (jaminan usaha) yang aman bagi finansial dan funding perbankan. Mengapa? Sekali lagi adalah karena ia harus tetap berada dalam konteks zero riba, aman terhadap eksistensi lembaga, serta maslahah bagi pengguna (nasabah).

Dalam konteks mudayanah (hutang piutang/kredit), misalnya. Jika dalam bank konvensional, pihak pihak bank langsung menentukan rasio bunga setiap bulannya kepada nasabahnya. Padahal jelas, konsep ini dilarang oleh syariat. Dengan demikian, pihak perbankan syariah harus memakai konsep apa untuk menggantikan rasio suku bunga ini (rate of interest) ini? Apakah dengan murabahah (bagi hasil)? Jika memaksakan diri dengan akad murabahah, berarti pihak bank memberi beban margin pembagian hasil usaha dengan pihak nasabah.

Jika demikian, apa bedanya dengan lembaga perbankan konvensional? Jika perbankan konvensional berbeban bunga, sementara perbankan syari’ah berbeban margin. Secara produk, jika memakai murabahah ini, tentu daya saing perbankan syari’ah akan dipandang kalah oleh nasabah, dan nasabah akan banyak lari ke perbankan konvensional, karena efek jumlah total akhir margin pembagian yang bisa melebihi suku bunga yang harus ditanggung nasabah dari perbankan konvensional. Inilah yang menyebabkan kemudian perbankan syariah tidak memperkenalkan akad mudayanah dan qardlu ke dalam bagian produk jasa syari’ahnya karena faktor risiko terhadap perbankan, khususnya dalam konteks bisnis (mu’awadah). 

IMNU Tegal

Pelarian kepada akad mudlarabah dan musyarakah ternyata juga membawa masalah bagi pihak penyedia jasa syariah. Mengapa? Karena selama ini yang berlaku dalam perbankan konvensional adalah menjamin keamanan dan keuntungan terhadap dana nasabah. Jaminan keamanan ini dalam jurisprudensi fiqih seharusnya tidak ditemukan, karena dalam konteks mudlarabah, adanya untung rugi merupakan tanggung jawab bersama. Kenyataannya, apa mungkin hal tersebut diberlakukan pada nasabah? Ini juga menjadi bagian permasalahan dalam bank syariah, karena bank syariah dalam ajang kompetisinya dengan bank konvensional, ia juga harus menawarkan janji kepada nasabah sebagai yang akan selalu untung. Akibatnya, tidak mungkin bagi bank untuk berbagi kerugian dengan pemilik modal (nasabah). Ini konsep yang selain membuat beban bagi bank juga tidak ditemukan dalam konsep fiqih.

Dalam suatu akad musyarakah, pihak pemodal (shahibul mâl) umumnya adalah berasal dari kedua pihak antara ‘amil dan shahibul mâl. Realitas di lapangan, pihak perbankan hanya berlaku sebagai pihak wakil dari ‘amil. Ia hanya berperan dalam mengatur dan mengorganisasikan modal tersebut ke unit-unit usaha tempat investasi (menanamkan modal). Dalam konteks ini, akad yang berlaku antara bank dan shahibul mâl adalah wakalah. Efek berantainya, adalah terjadi dua akad atau lebih dalam satu transaksi antara perbankan dan nasabah. Ini juga yang membuat dilema bagi perbankan syariah.

Berbagai dilema ini akan senantiasa berkembang seiring perkembangan zaman. Jika perbankan syari’ah tidak bisa mencari solusi bagi permasalahannya tersebut dengan tetap menyesuaikan diri dengan iklim kompetisi dengan perbankan konvensional, maka lambat laun ia akan ditinggalkan oleh nasabah. Lantas di mana letak unsur kemaslahatannya bagi umat, yang padahal dalam konsep ajaran Islam, adalah: al-Islâmu ya’lu wa lâ yu’la ‘alaih, yang artinya Islam itu unggul dan tidak terkalahkan keunggulannya? Pemikiran semacam ini yang musti disadari oleh semua kalangan demi merawat konsepsi syari’ah yang sudah terlanjur digulirkan demi kemaslahatan umat Islam pada umumnya di Negara Indonesia tercinta ini. 

Walillaahu al-musta’an!

Penulis adalah pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Hikmah IMNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU

Jakarta, IMNU Tegal. Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Obaidullah Obaid didampingi Dubes Afganistan untuk Indonesia Ghulam Sakhi Ghairat melakukan kunjungan ke PBNU dan ditemui oleh Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Jum’at (17/1).

Pertemuan tersebut banyak membahas perkembangan mahasiswi Afganistan yang mendapat beasiswa PBNU yang sekarang sedang belajar di Universitas Wahid Hasyim, Semarang.

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU

Perwakilan dari Universitas Wahid Hasyim yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan perkembangan yang menggembirakan dari para calon mahasiswa, yang sekarang sedang memperdalam bahasa Indonesia. “Hanya dua bulan, mereka sudah bisa berbahasa Indonesia dengan lancar,” kata perwakilan tersebut.

IMNU Tegal

Dalam tahap pertama, mereka juga diperkenalkan dengan adat istiadat Indonesia, serta belajar agama di pesantren, seperti membaca kitab kuning atau memperbaiki bacaan Qur’annya.

IMNU Tegal

Bukan berarti semuanya berjalan lancar, masalah perbedaan budaya antara Afganistan dan Indonesia juga menjadi kendala yang membutuhkan waktu untuk penyesuaiannya.

H As’ad Said Ali menjelaskan, jika program pertama sebanyak 23 orang ini sukses, PBNU akan menambah penerima beasiswa dalam jumlah yang lebih besar. 

Dalam hal ini prioritas PBNU adalah penerima beasiswa untuk bidang sains dan teknologi. “Kita tidak memberi mereka beasiswa dalam bidang agama. Disini belajar sains dan teknologi sekaligus sambil belajar agama di pesantren,” katanya.

Obaidullah Obaid mengapresiasi peran PBNU dalam membantu peningkatan SDM bagi anak muda Afganistan untuk belajar di Indonesia. Ia berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan lebih baik. 

Selain dari Afganistan, PBNU juga memberikan beasiswa ke pelajar Muslim di Thailand Selatan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Quote, Sejarah IMNU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI

Oleh Ayik Heriansyah



Perppu Ormas yang diterbitkan pemerintah Juli lalu telah memakan korban ormas HTI. Kalangan yang menolak Perppu karena alasan demokrasi dan HAM. Dua ide yang sebenarnya diharamkan oleh HTI. Meski sama-sama mengharamkan demokrasi, berbeda dengan ISIS dan al-Qaeda, HTI menentang demokrasi dengan melancarkan serangan pemikiran dan perjuangan politik tanpa kekerasan fisik. Sedangkan ISIS dan al-Qaeda memerangi demokrasi Barat dengan gerakan bersenjata.

Dalam persepsi ketiga gerakan ideologis transnasional ini, demokrasi cacat konsepsi dan praktik. Di samping secara faktual demokrasi jadi jalan bagi penjajahan Barat di dunia Islam. Demokrasi terbentuk dari dua unsur pokok yaitu kedaulatan dan kekuasaan di tangan rakyat. Pada aspek kekuasaan di tangan rakyat, demokrasi segaris dengan pemahaman kaum Islamis sunni karena dalam teori politik sunni pemilik sejati kekuasaan adalah rakyat. Lain halnya dengan mazhab Syiah yang meyakini kekuasaan milik 12 orang ahlu bait berdasarkan ketetapan Nabi SAW.

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI

Adapun soal kedaulatan ada kesenjangan persepsi tentang konsepsi demokrasi antara kaum radikal dengan ormas mainstream seperti NU dan Muhammadiyah. Kesenjangan yang bermula dari perbedaan cara meletakkan konsepsi demokrasi dalam semesta khazanah Islam. NU dan Muhammadiyah memandang demokrasi sebagai konsepsi politik dengan paradigma ilmiah fiqih siyasah sedangkan kaum radikal melihat demokrasi dengan kacamata ideologi (mabdaiyah) yang bernuansa keyakinan dan politik (aqidah wa siyasah).

Dengan kacamata ideologi inilah terjadi pertentangan antara kaum radikal dan demokrasi. Kaum radikal hitam putih ketika memahami kedaulatan rakyat. Dalam pemahaman mereka kedaulatan adalah wewenang mutlak untuk menentukan halal-haram, baik-buruk, terpuji-tercela dan membuat hukum. Semua wewenang ini hak Tuhan sebagai pencipta manusia (rakyat). Sebab itu kaum radikal menolak demokrasi.

IMNU Tegal

HTI sebagai korban dari Perppu Ormas melakukan upaya-upaya hukum untuk membatalkan Perppu tersebut agar ormas mereka legal kembali. Walaupun sebenarnya sudah jadi rahasia umum bahwa HTI lahir dari gerakan klandestein di masa Orde Baru. Mereka tumbuh dan berkembang dalam suasana bawah tanah tanpa legalitas. Sistem organisasi HTI yang sangat rahasia bukti mereka sejak awal beradaptasi dengan aktivitas tanpa legalitas. Bagi internal organisasi, pencabutan badan hukum tidak banyak berpengaruh. Bagi HTI menggugat Perppu Ormas belum darurat.

Oleh sebab itu perlawanan HTI terhadap Perppu Ormas dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) sangat politis. Momen ini justru dimanfaatkan HTI untuk memperbesar opini yang mendelegitimasi pemerintah melalui serangkaian demo sistematis dan terjadwal di seluruh kota besar serta menggalang ulama, lembaga dan ormas lainnya untuk melawan pemerintah. Demo dan aliansi yang dirancang HTI ini menggunakan berbagai nama yang mengatasnamakan umat secara umum.

Namun secara pemikiran gugatan HTI terhadap Perppu Ormas ke Mahkamah Konstitusi menunjukkan sikap paradoks. Mahkamah Konstitusi (MK) salah satu unsur dari lembaga peradilan bagian yudikatif dari konsep Trias Politica. Kelahiran MK seiring dengan perkembangan hukum di negara modern abad 20, oleh MPR kebutuhan akan lembaga yang mengadili masalah konstitusi dijadikan agenda dalam amandemen UUD 1945 tahap pertama 2001. DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003. Dua hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 2003, Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 147/M Tahun 2003 hakim konstitusi untuk pertama kalinya yang dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan para hakim konstitusi di Istana Negara pada tanggal 16 Agustus 2003.

Dari latar belakang berdirinya MK sampai proses pembentukannya, MK murni produk demokrasi. Ust Shiddiq al-Jawi (DPP HTI) pernah menulis menurut Hizbut Tahrir, demokrasi adalah sistem kufur, sehingga implikasinya adalah haram hukumnya mengadopsi, menerapkan, dan mempropagandakannya. Pada tahun 1990, Hizbut Tahrir mengeluarkan kitab karya Syekh Abdul Qadim Zallum berjudul Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr : Yahrumu Akhdzuha aw Tathbiquha aw Ad-Dawatu Ilaiha. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambilnya, Menerapkannya, dan Mempropagandakannya (Bogor : Pustaka Thariqul Izzah, 1994, cet I).

Keberadaan MK sendiri bertentangan dengan pemahaman yang diadopsi HTI. Bagi HTI wewenang legislasi hukum di tangan seorang khalifah. Adapun MK terbentuk dari legislasi wakil rakyat di MPR, DPR dan Presiden. HTI juga berpendapat bahwa produk hukum perundangan-undangan termasuk Perppu harus dinilai keshahihannya dengan standar syariat Islam dalam hal ini fiqih HTI. Sedangkan MK menguji produk perundang-undangan termasuk Perppu berdasarkan kepada UUD 1945, apakah suatu UU/Perppu bertentangan dengan UUD 1945 atau tidak?

IMNU Tegal

Jika demokrasi dan produk-produknya haram, bolehkah memanfaatkan sistem haram? Pada kasus barang dan transaksi haram, HTI berpendapat haram hukumnya memanfaatkannya. Sejatinya HTI juga mengharamkan memanfaatkan MK yang notabene 100% produk demokrasi. Sebagaimana anggota MPR, DPR, presiden, gubernur, wali kota dan bupati, anggota MK juga dipilih dan diangkat untuk menerapkan hukum buatan manusia. Bukankah HTI mengharamkannya?! Kenapa HTI rela diadili dengan hukum buatan manusia, bukankah itu haram?!

Alibi terakhir HTI, menggugat Perppu Ormas ke MK merupakan masalah administrasi (idariyah) yang hukum asalnya boleh (mubah). Administrasi hanya sarana (wasilah). Namun suatu wasilah yang mubah jika akan memperkokoh sesuatu yang haram, hukumnya haram berdasarkan kaidah al-wasilatu ila harami, haramun. Bukankah menggugat Perppu Ormas ke MK berarti akan memperkokoh UUD 1945, undang-undang buatan manusia yang hukumnya haram menurut HTI?!

Sikap pragmatis HTI ini bertentangan dengan prinsip mereka yang menolak asas manfaat (mashlahat) dari sesuatu yang dinilai haram. Kontradiksi antara idealisme pemikiran dengan pragmatisme politik DPP HTI. Dengan menggugat Perppu Ormas ke MK sebagai produk demokrasi sebenarnya HTI telah menjilat ludah sendiri.





Penulis, jamaah Sabtuan NU Kota Bandung. Pegiat di Institute for Democracy Education. Mantan Ketua HTI Babel 2004-2010

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Sholawat IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Donor Darah, Program Unggulan GP Ansor Jaten

Karanganyar, IMNU Tegal. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda  Ansor Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, rutin menggelar donor darah sebagai salah satu program unggulan. Selain menjadi wujud kepedulian terhadap sesama, donoro darah diyakini memberikan hal yang positif bagi si pendonor itu sendiri.

“Di PAC Jaten sudah berjalan program rutinan donor darah, meskipun jeda waktu pelaksanaannya sekitar empat bulan sekali,” ungkap Ahmad Fatoni, salah satu pengurus PAC  GP Ansor Jaten, Senin (3/2).

Donor Darah, Program Unggulan GP Ansor Jaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Donor Darah, Program Unggulan GP Ansor Jaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Donor Darah, Program Unggulan GP Ansor Jaten

Pendonor darah pertama pada program aksi donor darah perdana adalah Kiai Ahmad Hudaya. Ia adalah alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, yang kini aktif di berbagai organisasi, mulai dari PCNU Karanganyar, MUI, Bazis, Forum Kabupaten Sehat, FKUB Karanganyar, serta dosen Tafsir di Fakultas Usuludin dan Dakwah IAIN Surakarta.

IMNU Tegal

“Orang yang mendapatkan darahnya Kiai Hudaya adalah orang yang beruntung,” imbuh Fatoni sembari bercanda.

IMNU Tegal

Selain donor darah, PAC GP Ansor Jaten juga memiliki program unggulan lainnya yaitu “Ansor Berdzikir” sebagai salah satu sarana  refleksi diri. Kemudian, program bersih-bersih makam sebagai salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian kepada lingkungan.

“Meskipun program kami sederhana, namun kami berharap dapat mendatangkan kemanfaatan dan kemashlahatan bagi masyarakat setempat,” pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Khutbah IMNU Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Wayang Ki Sopo Nyono Meriahkan Maulid Nabi

Batang, IMNU Tegal. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Ngadirejo Kec. Reban Kab. Batang, Jawa Tengah, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Kiai Lurah Ki Sopo Nyono dari Gringsing, Batang.  Tak seperti pengajian pada umumnya, Ki Sopo Nyono memadukan seni wayang dan musik sebagai media untuk berdakwah.

“Selain untuk memeringati Maulid Nabi, kami juga ingin nguri-nguri kabudayan jawi,” ungkap Ketua Panitia, Ahmad Musyifa’.

Wayang Ki Sopo Nyono Meriahkan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayang Ki Sopo Nyono Meriahkan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayang Ki Sopo Nyono Meriahkan Maulid Nabi

Maulid Nabi dikemas berbagai kegiatan menarik, dimulai dengan pembacaan Maulid al Barzanji selama 12 malam penuh oleh warga masyarakat, dilanjutkan dengan mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak dan pengajian umum Ki Sopo Nyono.

IMNU Tegal

Antusias masyarakat Ngadirejo terhadap wayang dan peringatan maulid nabi dibuktikan dengan banyaknya pengunjung yang memadati acara tersebut. Meski hujan terus mengguyur sejak beberapa hari yang lalu, namun semangat panitia tidak surut, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.

“Seluruh panitia sudah bekerja dengan maksimal, meski cuaca sangat tidak mendukung. Ini bukti kecintaan kader-kader NU pada peringatan Maulid Nabi.” imbuh Musyifa’.

IMNU Tegal

Acara yang digelar di Mushola Nurul Huda itu pun menjadi kegiatan ketiga yang digelar oleh PRNU Desa Ngadirejo. Sebelumnya, acara serupa juga diadakan di Mushola al Ikhlas dan Mushola at Taqwa. Rencananya, minggu depan acara peringatan Maulid Nabi juga akan digelar di Masjid al Mustaqim Desa Ngadirejo.

“Pengurus Ranting NU Desa Ngadirejo merasa bangga, karena tahun ini kami bisa mengadakan peringatan Maulid Nabi sebanyak empat kali. Ini sangat luar biasa,” tutur Abdul Munir, Ketua PR NU Desa Ngadirejo.

Menurutnya, acara tersebut tidak akan sukses tanpa keterlibatan aktif dari pemuda-pemuda NU Desa Ngadirejo. “Insya Allah tahun depan akan lebih meriah.” Tambah Ketua PR NU Ngadirejo.

Dalam ceramahnya, Ki Sopo Nyono mengingatkan kepada masyarakat desa Ngadirejo untuk senantiasa mencintai Rosulullah dan mengambil hikmah dari peristiwa kelahiran baginda Nabi Muhammad Saw.

Masyarakat desa Ngadirejo pun nampak puas dengan suguhan ceramah ala Ki Sopo Nyono yang lincah dalam memainkan wayang kulit dan diselingi dengan musik gamelan. Acara yang digelar pada hari ini pun melibatkan puluhan Banser dari Pengurus Ranting GP Ansor Desa Ngadirejo. (Asop/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Khutbah, Syariah IMNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim

Pamekasan, IMNU Tegal



Menjadi delegasi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Abror dan Habibah selaku kader terbaik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan berhasil menjadi kampiun dalam lomba esai se-Jawa Timur (Jatim), Kamis (20/10). Keduanya merebut juara 1 dan 2 dalam lomba menyambut Hari Santri yang digelar Pimpinan Wilayah NU Jatim di Pesantren Syaikhona Khalil, Demangan, Kabupaten Bangkalan.

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim

Prestasi tersebut kian mentereng karena delegasi PCNU lainnya memborong juara 1, 2, 3, dan harapan 2 lomba pantun se-Jatim dalam ajang yang sama. Keempat juara tersebut ialah juara 1 Miftahul Jannah kelas XI/IPA SMA Maarif 1 Pamekasan, juara 2 Fira Alyandri kelas IX/B SMP Maarif 1 Pamekasan, Mubayyamah kelas XII/IPA, dan juara harapan Nurahmad kelas XII/IPA SMA Maarif 1 Pamekasan.

Lomba tersebut diikuti delegasi dari Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Sidoarjo. Perlombaan berlangsung ketat dari pagi hingga menjelang sore.

"Alhamdulillah usaha keras anak-anak kami dan berkat bimbingan dari guru pembimbing beserta dukungan dari semua siswa serta guru SMA-SMP Maarif 1 Pamekasan dan PCNU Pamekasan, membuahkan hasil yang sangat gemilang dalam lomba tersebut," terang guru senior SMA Maarif 1 Pamekasan, Abu Siri.

Pihaknya berterima kasih kepada ketua rombongan Elman Duro, pembimbing Najmus Sakib Fadoli, juga kepala SMP Maarif 1 Pamekasan Makmun Abrori, dan Waka SMA Maarif 1 Pamekasan Ainul Ghurrih.

IMNU Tegal

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang PMII Pamekasan Miftah menegaskan, pihaknya sangat bersyukur atas prestasi kader-kadernya dalam pentas lomba tingkat regional untuk korwil Madura. Baginya, itu prestasi yang luar biasa mengingat tradisi tulis-menulis cukup langka dilakukan oleh aktivis saat ini.

"PC PMII Pamekasan akan terus mendorong dan memfasilitasi ragam potensi kader. Salah satunya di bidang tulis-menulis. Ini bidang yang sangat istimewa, karena hanya kader terbaik yang mampu menekuninya," tukas Miftah. (Hairul Anam/Mukafi Niam)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Khutbah IMNU Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Sekretaris Ansor Sumbar Terpilih Ketua IPSI Padang

Padang, IMNU Tegal. Sekretaris GP Ansor Provinsi Sumatera Barat Zulhardi Z Latif diamanahkan memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Padang pada Musyawarah Kota (Muskot) IPSI Padang di gedung KNPI Sumbar Komplek GOR Agus Salim, Padang, Ahad (17/5). Anggota DPRD Kota Padang ini sebelumnya memimpin GP Ansor Kota Padang.

Sekretaris Ansor Sumbar Terpilih Ketua IPSI Padang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris Ansor Sumbar Terpilih Ketua IPSI Padang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris Ansor Sumbar Terpilih Ketua IPSI Padang

Musyawarah Kota IPSI dalam sidang pemilihan dipimpin oleh Syahrial Panghulu Rajo Api dengan wakil Fachri Jamal Rajo Bungsu, H Ongga Pandeka Rajo Batuah, Syahril K, dan Idris Chan Sutan Rajo Bujang. Pimpinan sidang memberikan waktu dua pekan kepada ketua terpilih bersama tim formatur menyusun kepengurusan IPSI Padang periode 2015-2019.

Zulhardi dikenal pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di samping menjadi sekretaris di salah satu partai politik.

IMNU Tegal

Dalam sambutan singkatnya, Zulhardi mengatakan, tidak ada yang kalah dan menang dalam pemilihan Ketua IPSI Kota Padang ini. Yang lebih penting adalah bagaimana bersama-sama kita membesarkan IPSI Kota Padang ke depan.

IMNU Tegal

"Mari saling bergandengan tangan memajukan IPSI," kata Zulhardi.

Muskot sendiri sebelumnya dibuka Walikota Padang Mahyeldi yang dihadiri Sekretaris Umum IPSI Sumatera Barat, Muasri.

"Kembali ditekankan kepada pengurus IPSI Padang yang terpilih betul-betul dapat mengurus IPSI. Apalagi pencak silat merupakan cabang olahraga tradisional Minangkabau yang menjunjung jalinan silaturahmi," ujarnya. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul Ulama, Khutbah IMNU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Kelangsungan Pesantren Darus-Sunnah Akan Dilanjutkan Istri KH Ali Mustafa Yakub

Ciputat, IMNU Tegal. Ulfah Uswatun Chasanah, istri dari mantan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yaqub mengatakan akan melanjutkan perjuangan mendiang suaminya untuk membesarkan Pondok Pesantren Darus Sunnah.

"Saya akan melanjutkan perjuangan beliau dalam mengurus pondok pesantren ini," kata Ulfah di rumah duka almarhum Mustafa Yaqub di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis.

Menurut dia, Pesantren Darus Sunnah merupakan peninggalan almarhum yang paling berharga. Maka dari itu, tekad meneruskan amal usaha peninggalan suami merupakan sebuah amanah yang harus ditunaikan.

Kelangsungan Pesantren Darus-Sunnah Akan Dilanjutkan Istri KH Ali Mustafa Yakub (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelangsungan Pesantren Darus-Sunnah Akan Dilanjutkan Istri KH Ali Mustafa Yakub (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelangsungan Pesantren Darus-Sunnah Akan Dilanjutkan Istri KH Ali Mustafa Yakub

Ali Yaqub adalah seorang ahli hadits Indonesia yang meninggal pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina, Ciputat.

Mantan Imam Besar Istiqlal ini lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada 2 Maret 1952.?

IMNU Tegal

Dalam proses studinya, dia banyak mempelajari soal hadits. Riwayat pendidikan keagamaannya dimulai dengan menjadi santri di Pondok Pesantren Seblak Jombang (1966-1969) dan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1969-1971).

Saat menuntut ilmu di jenjang perkuliahan, dia belajar di Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asyari, Jombang (1972-1975), Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi (1976-1980).

Gelar master didapatkannya di Fakultas Pascasarjana Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi, Spesialisasi Tafsir Hadits (1980-1985). Selanjutnya gelar doktor diperoleh di Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam (2005-2008).

IMNU Tegal

Sebagai ahli hadits dia juga mengajar di berbagai perguruan tinggi, mengisi seminar, menulis buku sambil terus berorganisasi di berbagai tempat. Di antara organisasi yang diikutinya seperti di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Doa IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Pererat Silaturrahim Melalui Istighotsah

Probolinggo, IMNU Tegal. Dalam rangka untuk mempererat ikatan silaturahim diantara pengurus dan Nahdliyin, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur secara istiqomah menggelar istighotsah baik di kantor NU maupun di rumah tokoh masyarakat di masing-masing ranting.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kuripan Abdul Aziz, Selasa (17/12) mengungkapkan istighotsah ini dilakukan sebagai upaya untuk mempererat silaturahim diantara pengurus dan warga NU. Apalagi saat ini sudah banyak paham-paham baru di luar NU dan bertentangan dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Pererat Silaturrahim Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pererat Silaturrahim Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pererat Silaturrahim Melalui Istighotsah

”Istighotsah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh MWCNU Kecamatan Kuripan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui istighotsah ini, diharapkan akan semakin mempererat dan memperkokoh jalinan ikatan silaturahim diantara sesama pengurus NU dan warga NU sehingga nantinya akan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk bersama-sama membesarkan NU,” ungkapnuya.

IMNU Tegal

Tidak hanya itu menurut Abdul Aziz, istighotsah ini juga dapat menjadi sebuah media untuk menyerap aspirasi Nahdliyin. “Dengan demikian pengurus NU tahu apa yang diharapkan oleh warganya. Sehingga nanti dapat dimasukkan sebagai program prioritas MWCNU Kecamatan Kuripan,” jelasnya.

IMNU Tegal

Abdul Aziz menegaskan istighosah ini merupakan salah satu tradisi ulama NU yang harus terus dilestarikan. ”Jangan pernah meninggalkan tradisi-tradisi yang ada dan tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh ulama NU. Sebab tradisi-tradisi ini merupakan simbol dan kekuatan untuk membesarkan NU di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Abdul Aziz menjelaskan istighotsah ini bertujuan untuk mengamalkan ajaran tradisi ulama NU Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan mendoakan masyarakat. “Istighotsah ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan untuk selalu melestarikan tradisi-tradisi yang dilakukan oleh ulama NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pendidikan, Cerita, Khutbah IMNU Tegal

Senin, 27 November 2017

Poligami, Antara Islam, Cinta dan Realitas

Oleh Rifatuz Zuhro*

Hukum di Indonesia masih mengandung dualisme produk hukum:? selain terdapat pengadilan negeri juga terdapat pengadilan agama untuk menangani kasus atau sengketa di masyarakat. Soal dengan hukum berpoligami, menurut Kompilasi Hukum Islam? yang diperjelas dengan adanya Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974, seorang suami ketika ingin melakukan praktik poligami harus mendapatkan izin istri, dan harus mendapatkan izin dari pengadilan agama, dengan catatan pertama istri tidak dapat memberikan keturunan, kedua istri tidak bisa menjalankan kewajiban dan ketiga mempunyai penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Sekilas Pandangan Islam

Poligami,  Antara Islam, Cinta dan Realitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Poligami, Antara Islam, Cinta dan Realitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Poligami, Antara Islam, Cinta dan Realitas

Praktik poligami sebenarnya sudah banyak dilakukan kaum-kaum sebelum Islam datang (pra-Islam), perbedaannya adalah dahulu tidak ada aturan yang mengikat? tentang berapa banyak perempuan yang? boleh dinikahi. Agama Islam datang juga tidak melarang praktik poligami tersebut, tetapi membolehkan dengan dengan beberapa aturan dan konskwensi. Kebolehan hukum tersebut juga diperjelas dengan dalil Q.S An-Nisa’ : 3 yang artinya,

IMNU Tegal

“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berperilaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya) maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi; dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka nikahilah seorang saja. Atau hamba sahaya yang kamu miliki yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim”.

Berdasarkan dalil tersebut, menurut hemat penulis ada beberapa hal yang menjadi poin penting,

IMNU Tegal

Pertama, sejatinya praktik poligami bukan murni dari Islam, tetapi sebuah kenyataan peradaban yang sudah turun-temurun dan sering dilakoni oleh orang-orang sebelum Islam datang, dan bisa jadi kebiasaan itu sukses dilestarikan hingga saat ini.

Kedua, Tuhan sejak awal sudah memberikan peringatan bahwa mayoritas laki-laki tidak dapat berlaku adil, sebab adil itu konsekuensi mutlak untuk laki-laki yang melakoni tindak poligami. Ketika laki-laki itu tidak bisa adil maka sudah berlaku zalim, minimal terhadap dirinya sendiri.

Ketiga, persoalan banyaknya perempuan yang boleh dinikahi, entah itu yang berpendapat dua atau tiga atau empat ataupun yang berpendapat dua tambah tiga tambah empat bahkan yang dua kali tiga kali empat, yang jelas pendapat tersebut sudah ditafsirkan menurut kebutuhan dari mufassir-mufassir sekalipun berdasarkan dengan dalil syara’ yang dianggap benar.

Keempat, status poligami di akhir ayat tersebut diperuntukkan untuk orang-orang yang dinilai akan berbuat zalim, dan manusia masih mempunyai potensi untuk monogami saja.

Ketika Cinta yang Berbicara

Ini hanya subyektif penulis bahwa mungkin benar kodratnya laki-laki mampu mencintai lebih dari satu orang, tetapi apakah pemuasan laki-laki terhadap kebutuhan cintanya harus dengan cara menyakiti hati orang yang ia cintai, yang mendampinginya selama bertahun-tahun? Apakah itu cinta? Bukankah cinta juga berarti kerelaan untuk berkorban? Atau itu hanya nafsu yang berkedok cinta dan kebolehan hukum syara’ agama.

Beberapa waktu lalu, heboh vidoe curhat poligami di social media. Seorang perempuan bercadar menumpahkan perasaanya melalui video tersebut yang berisi pesan untuk para suami agar berpikir ulang sebelum memutuskan untuk memadu istri mereka. Poligami memang menarik, menarik untuk dilakoni ataupun untuk disoroti. Kembali pada tujuan pernikahan bahwa pernikahan itu penyatuan lahir dan batin bukan sekadar lahir saja, sebab siapapun tidak akan diam ketika di dalam sebuah perkawinan, dan mungkin perkawinan poligami yang di dalamnya terdapat unsur-unsur kezaliman, kekerasan. Ketidak-adilan, pelecehan, pemaksaan, dan penindasan terhadap perempuan, baik itu perasaannya maupun fisiknya.

Realitas Poligami dari Perspektif Gender

Praktik poligami akan menimbulkan berbagai bentuk ketidakadilan gender. Ketidakadilan biasanya berupa pembunuhan psikologi. pemiskinan perempuan dan marginalisasi perempuan.

Pertama, timbul perasaan inferior, yaitu istri menyalahkan diri sendiri, karena istri merasa suaminya berpoligami adalah akibat dari ketidakmampuan dirinya melayani dan memenuhi kebutuhan biologis suaminya.

Kedua, ketergantungan secara ekonomi. Maksudnya ketika istri dalam rumah tangga tidak mempunyai penghasilan maka seluruh interaksi ekonomi atas dasar pemberian suami. ketika kesenjangan antara suami-isteri terjadi maka salah satu pihak yang merasa superior akan berlaku sesuai dengan apa yang diinginkan, apalagi ketika posisi perempuan itu sebagai isteri yang dimadu, atau isteri yang kedua, ketiga dst, maka ketidaksamaan derajat inilah yang akan muncul sebagai awal dari tindak kekerasan dalam rumah tangga. Maka sangat perlu sekali laki-laki dan perempuan mempunya pemahaman dan visi misi yang sama dalam menjalankan roda pernikahan mereka.

Ketiga, mubahnya hukum poligami, dalam masyarakat sering disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan jelas mayoritas korbannya adalah perempuan. Misalkan laki-laki yang ingin melakukan poligami tidak mendapatkan izin resmi dari pengadilan agama maka bias jadi ia melakukan nikah di bawah tangan, yaitu perkawinan yang tidak dicatatkan pada kantor pencatatan nikah (Kantor Catatan Sipil atau Kantor Urusan Agama). Perkawinan yang tidak dicatatkan dianggap tidak sah oleh negara, walaupun perkawinan tersebut sah menurut agama. Bila ini terjadi, maka yang dirugikan adalah pihak perempuannya karena perkawinan tersebut dianggap tidak pernah terjadi oleh negara. Ini berarti bahwa segala konsekwensinya juga dianggap tidak ada, seperti hak waris dan sebagainya.

Keempat, poligami dijadikan sebagai tameng kebolehan hukum agama untuk orang-orang yang tidak bertanggung jawab, misalkan nikah siri, nikah mut’ah (kawin kontrak), bahkan human trafficking (perdagangan manusia) yang hanya ingin mengambil keuntungan dari perempuan dengan segala resiko yang dibebankan oleh perempuan itu sendiri.

Kelima, seringnya bergonta-ganti pasangan, semakin besar risiko terkena penyakit-penyakit kelamin. Termasuk HIV/AIDS, dan dampaknya yang akan terus berkelanjutan. Tentunya kemungkinan terbesar menjadi korban adalah perempuan, sebab rasionya yang lebih banyak dibandingkan laki-laki dalam praktik poligami.

Oleh karena itu, mubahnya hukum poligami seharusnya tidak dimanfaatkan untuk menindas perempuan, bersikap tidak adil terhadap perempuan; dan ketika ketdakadilan itu sudah jelas terindikasi, seharusnya kebijakan-kebijakan tentang hukum perkawinan lebih diperjelas dan dipersempit untuk mengakibatkan perempuan menjadi korban dalam sebuah hubungan sakral yang disebut “pernikahan”. Sebab keadilan bisa didapat dengan kesadaran dan kerja sama seluruh pihak.

*Penulis adalah Ketua Pengurus Komisariat PMII Yaqub Husein STIT al-Urwatul Wutsqo Jombang masa khidmat 2014-2015; mahasiswa semester 7 STIT al-Urwatul Wutsqo Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ubudiyah, Khutbah, Syariah IMNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Kebrobrokan Bathin Merusak Urusan Dhahir

Rasulullah saw pernah bersabda قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ شُحٌّ مُطَاعٌ ØŒ وَهَوًى مُتَّبَعٌ ØŒ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بÙ? فْسِهِ? ? “Tiga perkara yang merusak yaitu, menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri”. Sesungguhnya ketiga perkara itu adalah urusan bathiniyah tetapi jika dibiarkan ketiganya dapat merusak urusan lahiriyah, mulai dari merusak tatanan keluarga, budaya hingga tataran ekonomi.

Ø¥Ù? الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودÙ? Ù? الحق Ù„Ù? ظهره على الدÙ? Ù? كله. أرسله بشÙ? را ÙˆÙ? ذÙ? را وداعÙ? ا الى الله باذÙ? Ù‡ وسراجا Ù…Ù? Ù? را. أشهد اÙ? لا اله الا الله وحده لا شرÙ? Ùƒ له. شهادة اعدها للقائه ذخرأ. واشهد اÙ? محمدا عبده Ùˆ رسوله. ارفع البرÙ? Ø© قدرا. اللهم صل وسلم وبارك على سÙ? دÙ? ا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسلÙ? ما كثÙ? را. أما بعد. فÙ? اأÙ? ها الÙ? اس اتقوالله حق تقاته ولاتموتÙ? الا وأÙ? تم مسلموÙ? . Pada kesempatan ini pertama-tama khatib ingin mengajak diri sendiri dan jama’ah semua untuk meningkatkan taqwa. Sesungguhnya taqwa itu Bermuda dari mengihdar larang-larangannya. Seperti halnya menghindar berbagai keburukan yang yang dijabarkan dalam salah satu hadits pendek:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ شُحٌّ مُطَاعٌ ØŒ وَهَوًى مُتَّبَعٌ ØŒ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بÙ? فْسِهِ?

Kebrobrokan Bathin Merusak Urusan Dhahir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebrobrokan Bathin Merusak Urusan Dhahir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebrobrokan Bathin Merusak Urusan Dhahir

Tiga perkara yang dapat merusak yaitu, menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Jika kita baca sekilas saja, hadits ini seolah hanya berfungsi sebagai hadits motifasi, semacam golden ways, yang memebri tips bagaimana tata cara hidup yang sukses dan benar. Padahal tidak demikian, karena sesungguhnya teks ini adalah hadits Rasulullah saw yang kadar kebenarannya seratus persen. Hadits Rasulullah saw bukan sekedar motifasi yang member janji, tetapi hadits itu berbicara bukti.

IMNU Tegal

Marilah kita ungkap bersama, bahwa ada tiga hal yang merusak hidup manusia yaitu menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri. Memang ketiga hal ini sangatlah bersifat bathiniah, karena ketiganya beroperasi dalam hati. Sehingga ketiganya sangat bersifat individualis dan sangat pribadi sekali.

IMNU Tegal

Tetapi jika dibiarkan, ketiga masalah tersebut yang bathiniah dan privasi itu akan merusak tatanan dhahir dan social. Kita akan melihat bagaimana penyakit hati yang tersimpan rapat dan sangat rahasia ini dapat merusak kehidupan nyata, kehidupan bermasyarakat, bahkan juga berbangsa dan bernegara. Jika ketiga penyakit itu menjalar kesebagian besar bangsa ini, maka hadits ini akan berlaku bagi bangsa Indonesia.

Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Perkara pertama yang dapat merusak adalah شخ مطاع syukkhun mutha’un (kikir yang dituruti). Kata syukkun, meskipun memiliki padanan dalam bahasa Arab bakhil, tetapi kata syukhkhun menunjukkan tingkat kebakhilan yang lebih tinggi, tidak sekedar pelit atau kikir biasa. Karena jika bakhil itu bermakna orang yang mempertahankan miliknya jangan sampai kepada orang lain. Namun sykhkhun lebih dari itu, ia adalah orang yang memepertahakan dan tidak rela, kalau ada kenikmatan Allah swt yang diberikan kepada orang lain. Walaupun ia sadari bahwa rahmat dan nikmat itu milik Allah swt dan bukan miliknya.

Secara tidak langsung, sifat inilah akar dari sifat madzmumah yang terkenal dan berbahaya yaitu hasud. Hasud adalah perasaan iri dan dengki dengan kenikmatan dan rahmat yang diterima orang lain serta menginginkan rahmati itu berpindah kepadanya. Sungguh inilah karakter terburuk manusia. Kebrobrokan moral yang paling tinggi, dibandingkan dengan kenakalan remaja dan praktik kekerasan dimanapun juga. Karena tindak kekerasan hanyalah kembangan dari sifat hasud ini.

Karena itu pantaslah jika Rasulullah saw berpesan dengan sangat ‘mewanti-wanti’ dalam haditsnya:

Ø£Ù? الÙ? بÙ? صلى الله علÙ? Ù‡ وسلم قال ? Ø¥Ù? اكم والحسد فإÙ? الحسد Ù? أكل الحسÙ? ات كما تأكل الÙ? ار الحطب?

Jagalah dirimu dari hasud, akan hasud akan meruntuhkan amal kebajikan sebagaimana api membakar kayu bakar’

Meski demikian para Jama’ah yang berbahagia, karena begitu seringnya kita mendengar dan membaca hadits ini, sehingga telinga terasa familier dan hatipun tidak tergugah. Akibatnya seringkali kita menganggap hadits ini sebagai intimidasi tak berkelanjutan, atau sekedar surat peringatan yang tidak pernah ditindak lanjuti. Na’udzubillah min dzalik, sungguh itu bisikan syaitan yang terkutuk.

Andaikata syukhkhun yang mengembang menjadi hasud itu berdampak pada hilangnya amal baik, dan perkara amal itu urusan nanti diakhirat, terus dimanakah bahaya syukhkhun muthoun ? dalam kehidupan nyata ini? ada sebuah hadits tentang kekikiran? yang ? sangat beroreintasi pada kehidupan bermasyarakat ijtimaiyyah yaitu

قال رسول الله صلى الله علÙ? Ù‡ وآله : السخÙ? قرÙ? ب Ù…Ù? الله قرÙ? ب Ù…Ù? الÙ? اس ØŒ قرÙ? ب Ù…Ù? الجÙ? Ø© ØŒ والبخÙ? Ù„ بعÙ? د Ù…Ù? الله بعÙ? د Ù…Ù? الÙ? اس قرÙ? ب Ù…Ù? الÙ? ار? . Bahwasannya Rasulullah saw bersabda: orang yang dermawan dekat dengan Allah swt, dekat dengan manusia dan dekat dengan surga. Sedangkan orang kikri itu jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dekat dengan neraka.

Pemahaman yang baik atas hadits ini adalah betapa ragam dalam kehidupan merupakan sunnatullah maka kaya-miskin, ada-tiada, adalah kenyataan. Dan semua itu dapat berjalan saling harmoni jika mereka yang kaya dan ada suka berbagi. Begitu pula sebaliknya, jika mereka kelompok yang kaya, yang mampu malah melakukan monopoli dan dominasi. Maka perputaran ekonomi tidak akan normal dan sehat lagi. Karena yang kaya akan makin kaya dan yang melarat akan tambah sekarat. Bukankah itu namanya sykhiyyun jika dia berekonomi dengan kaedah ‘memperoleh untung sebesar-besanya dengan modal sedikit-dikitnya?’

Bukankah ini yang terjadi dengan perekonomian di Negara kita. Ketika modal asing yang sangat kuat menggempur ekonomi mandiri masyarakat kecil dan menengah. Maka pemilik modal itulah yang sekarang menguasai pasar ekonomi negeri ini. Dengan berkedok investasi mereka ingin menguasai perdagangan dalam negeri dan anehnya mereka diberi jalan oleh penguasa atau pemerintah dengan dalih mengatur hajat-hidup bangsa ini.

Pertanyaannya kemuddian, bagaimanakah bisa para pejabat, penguasa dan pemerintah itu member jalan kepada para investor/pemilik modal dan para syakhiyyun itu?

Saudara-saudara Jama’ah Jum’ah yang dilindungi Allah swt. jawabnya ada dalam penyakit keduaوهوى متبع ? wa hawan muttaba’ (nafsu yang selalu dituruti). Nafsu atau kesenangan memang urusan pribadi, daftar keinginan dan kesenanga itu berderet dalam hati. Mungkin jika dituliskan dalam kertas akan menghabiskan berlembar-lembar.

Jika seseorang telah bertekad untuk menuruti segala keinginan memenuhi kesenangannya, maka apapun akan dilakukan. Tidak perduli kelakuannya akan mengorbankan masyarakat yang di dalam masyarakat itu ada keluarganya, ada orang-orang yang berjasa padanya. Inilah yang dalam Negara ini tergambar dalam tindakan korupsi.

Korupsi adalah contoh termudah dari penurutan hawa nafsu, nafsu memiliki rumah yang mewah-mewah, mobil baru-baru, dan perempuan canti-cantik. Maka ketika para syakhiyyun itu menawarkan kerja sama dengan keuntungan yang memikat dan para pemilik kebijakan menuruti hawa nafsunya, maka terjadilah tindak korupsi. Membeli Sapi dari luar negeri, membeli buah dari luar negeri, membeli kedelai dari luar negeri, member songkong dari luar negeri, membeli gula dari luar negeri. Semua dilakukan demi keuntungan pribadi, demi memenuhi keinginan pribadi tanpa merasa iba kepada petani sapi, petani bauah, petani singkong dan petani tebu. Bukankah ini merusak tatanankehidupan berbangsa dan bernegara.

Sekali lagi memang syakhiyy dan nafsu adalah masalah bathin adanya terselubung jauh dalam hati, tapi jika ia telah bergerak dan menguasai badan ini, ia mampu merusak tatanan kehidupan nyata, mengotak-ngoyak tatanan ekonomi riil dan mempercuram jenjang social kehidupan. Na’udzubillah min dzalik

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Katiga, adalah إعجاب المرء بÙ? فسه ? I’jabul mar’I binafsih mengagumi diri sendiri yang terkenal dengan ‘ujub. ‘ujub adalah satu penyakit hati paling akut yang susah sekali mengobatinya. Dokter sekaliber apapun tidak sanggup mengobati. Pada praktiknya penyakit ini akan membawa penderita menganggap dirinya paling baik, paling pintar, paling cantik, paling berwibawa dan lain seterusnya.

Ingatkah kita dengan perkataan Iblis ketika diperintah untuk tunduk kepada Nabi Adam as. dalam al-A’raf 12 disebutkan:

قَالَ Ø£ÙŽÙ? َا خَÙ? ْرٌ مِÙ? ْهُ خَلَقْتَÙ? ِÙ? مِÙ? Ù’ Ù? َارٍ وَخَلَقْتَهُ مِÙ? Ù’ طِÙ? Ù? ٍ

Saya lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan saya dari api sedangkan ia, Engkau ciptakan dari tanah

Biasanya ‘ujub akan melahirkan penyakit laian yaitu ‘thulul amal’ angan-angan yang panjang. Mereka yang merasa diri lebih dari orang lain selanjutnya akan mengangan-angan dalam lamuanan. “Karena aku orang paling berwibawa di kampung ini, maka jika ada pejabat datang pastilah nanti akan menemuiku, jika menemuiku pastilah aku jadi banyak relasi, jika banyak relasi, maka aku akan…” dan terus tidak ada ujungnya. Jika penyakit ini telah menyergap pada diri seseorang, maka ia akan menjadi serang penghayal yang malas untuk bertindak dan berkreasi, karena lamunan yang panjang. Seperti malasnya pemasang lotre menunggu nasib.

Maka sudah seharusnya, jika kita ingin menyelamatkan diri, keluarga, lingkungan bahkan juga bangsa tercinta ini, marilah kita bersama-sama berusaha dan melatih diri menghindari ketiga penyakit itu. Dan tidak lupa berdo’a kepada Allah swt agar memberikan petunjukNya mempermudah jalan kita menghindari dari penyakit tersebut. Bukankah sesungguhnya iman dan taqwa yang ada dalam diri kita merupakan anugrah dari-Nya?

Demikianlah khotbah Jum’ah kali ini, meskipun sekelumit semoga bermanfaat.

? بَارَكَ اللهُ لِÙ? Ù’ وَلَكُمْ فِÙ? Ù’ اْلقُرْآÙ? ِ اْلعَظِÙ? ْمِ ÙˆÙŽÙ? َفَعَÙ? ِÙ? ÙˆÙŽØ¥Ù? َّاكُمْ ِبمَا ِفÙ? ْهِ مِÙ? ÙŽ اْلآÙ? اَتِ وَالذكْر ِالْحَكِÙ? ْمِ وَتَقَبَّلَ مِÙ? ِّÙ? وَمِÙ? ْكُمْ تِلاَوَتَهُ Ø¥Ù? َّهُ هُوَ السَّمِÙ? ْعُ اْلعَلِÙ? ْمُ

Khutbah II

? اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَاÙ? ِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِÙ? ْقِهِ وَاِمْتِÙ? َاÙ? ِهِ. وَاَشْهَدُ اَÙ? Ù’ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَÙ? ÙŽÙ‘ سَÙ? ِّدَÙ? َا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَاÙ? ِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِÙ? ْمًا كِثÙ? ْرًا

اَمَّا بَعْدُ فَÙ? اَ اَÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِÙ? ْمَا اَمَرَ وَاÙ? ْتَهُوْا عَمَّا Ù? ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمُوْا اَÙ? ÙŽÙ‘ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِÙ? ْهِ بِÙ? َفْسِهِ وَثَـÙ? ÙŽÙ‰ بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ Ù? ُصَلُّوْÙ? ÙŽ عَلىَ الÙ? َّبِى Ù? Ø¢ اَÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ آمَÙ? ُوْا صَلُّوْا عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِÙ? ْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَÙ? ِّدِÙ? اَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَÙ? ْبِÙ? آئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَارْضَ اللّهُمَّ عَÙ? ِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِÙ? Ù’Ù? ÙŽ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَاÙ? وَعَلِى وَعَÙ? Ù’ بَقِÙ? َّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَتَابِعِÙ? التَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ لَهُمْ بِاِحْسَاÙ? ٍ اِلَىÙ? َوْمِ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَارْضَ عَÙ? َّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ Ù? َا اَرْحَمَ الرَّاحِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِÙ? ِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُؤْمِÙ? َاتِ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْÙ? آءُ مِÙ? ْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاÙ? ْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِÙ? َّةَ وَاÙ? ْصُرْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َصَرَ الدِّÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاخْذُلْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ خَذَلَ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ÙˆÙŽ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى Ù? َوْمَ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَÙ? َّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ وَسُوْءَ اْلفِتْÙ? َةِ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ مَا ظَهَرَ مِÙ? ْهَا وَمَا بَطَÙ? ÙŽ عَÙ? Ù’ بَلَدِÙ? َا اِÙ? ْدُوÙ? ِÙ? ْسِÙ? َّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَاÙ? ِ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ عآمَّةً Ù? َا رَبَّ اْلعَالَمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. رَبَّÙ? َا آتِÙ? اَ فِى الدُّÙ? Ù’Ù? َا حَسَÙ? َةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَÙ? َةً وَقِÙ? َا عَذَابَ الÙ? َّارِ. رَبَّÙ? َا ظَلَمْÙ? َا اَÙ? ْفُسَÙ? َاوَاِÙ? Ù’ لَمْ تَغْفِرْ Ù„ÙŽÙ? َا وَتَرْحَمْÙ? َا Ù„ÙŽÙ? َكُوْÙ? ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مِÙ? ÙŽ اْلخَاسِرِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. عِبَادَاللهِ ! اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ Ù? َأْمُرُÙ? َا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَاÙ? ِ وَإِÙ? ْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ ÙˆÙŽÙ? ÙŽÙ? ْهَى عَÙ? ِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُÙ? ْكَرِ وَاْلبَغْÙ? Ù? َعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْÙ? ÙŽ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِÙ? ْمَ Ù? َذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ Ù? ِعَمِهِ Ù? َزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

?

Red: Ulil Hadrawy

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, Khutbah IMNU Tegal

Rabu, 22 November 2017

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam

Makkah, IMNU Tegal - Moderasi dan toleransi dalam Islam adalah pilar utama. Penyimpangan apa pun terhadapnya berasal dari ketidaktahuan atau gagasan yang keliru. Moderasi dan toleransi adalah ciri khas umat Islam sepanjang sejarah yang sejalan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Demikian di antara gagasan pokok forum Liga Muslim Dunia yang digelar pada musim haji ini di Mina, Arab Saudi, dengan mengusung tema "Moderasi dan Toleransi dalam Islam: Teks dan Realitas", sebagaimana dikutip Arab News, Rabu (6/9).

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Muslim Dunia: Moderasi dan Toleransi, Pilar Utama Islam

Forum tersebut dihadiri para utusan dari berbagai negara seperti Mufti Agung Mesir Shawqi Allam, Mufti Al-Quds dan Palestina Syekh Mohammed Ahmed Husain, Mufti Agung Republik Chechen Syekh Salah Medjiyev, Mufti Agung Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Al-Asheikh, serta sejumlah ilmuwan dari 72 negara Arab dan Islam.

IMNU Tegal

Dalam pidato pembukaan di forum tersebut, Al-Asheikh menekankan bahwa moderasi, keadilan dan toleransi adalah ciri utama dari ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyerukan kepada para ilmuwan, pendakwah, intelektual, dan penulis untuk menunjukkan sisi moderasi dan toleransi dalam Islam

Sementara itu Shawqi Allam mengatakan, Islam adalah peradaban yang masuk ke hati mendahului tubuh. “Kita telah melihat dalam sejarah kita bagaimana para sahabat dan tabi’in ketika mereka keluar dari Jazirah Arab tidak hanya lewat khutbah tapi menerjemahkan makna Islam dalam bentuk perilaku yang memikat hati,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Mufti Agung Chechnya Syekh Salah Medjiyev. Ia mengatakan, Allah menggambarkan umat Islam sebagai umat moderat dan oleh karena itu umat Islam mendapat derajat tertinggi dari Tuhan.

IMNU Tegal

Dia mengatakan bahwa teks-teks syariah banyak mempromosikan toleransi. Ia berpendapat gagasan dan teror takfiri menyebabkan pertumpahan darah dan kehancuran.

Forum Liga Muslim Dunia berlangsung pada Sabtu (2/9). Pertemuan lembaga non-pemerintah yang didirikan di Makkah pada tahun 1962 tersebut juga diwarnai ucapan selamat untuk pemerintah Arab Saudi yang sukses menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Fragmen, Khutbah, Daerah IMNU Tegal

Minggu, 19 November 2017

Dilantik, GP Ansor Kadur Harus Jalankan Dua Tugas Utama Ini

Pamekasan, IMNU Tegal

Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kadur, Kabupaten Pamekasa, Jawa Timur resmi dilantik di halaman pendopo Kadur, Sabtu (5/11). Dalam kesempatan itu, hadir Ketua PCNU Pamekasan KH Taufiq Hasyim, Ketua PC GP Ansor Fathorrahman, Pimpinan PAC GP Ansor se-Pamekasan, Muspika, Muslimat, Fatayat, dan perangkat desa se-Kadur.

Dilantik, GP Ansor Kadur Harus Jalankan Dua Tugas Utama  Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Kadur Harus Jalankan Dua Tugas Utama Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Kadur Harus Jalankan Dua Tugas Utama Ini

Saat sambutan, Kiai Taufiq Hasyim menegaskan dua tugas utama yang perlu diperjuangkan NU dan GP Ansor. Dan pengurus PAC GP Ansor Kadur berkomitmen menjalankan dua tugas tersebut.

"Kedua tugas tersebut ialah menjaga Aswaja dan mempertahankan NKRI," terang Kiai Taufiq Hasyim.

IMNU Tegal

Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut menambahkan, GP Ansor adalah organisasi satu-satunya yang namanya ada dalam Alquran. Tugas Ansor sebagai penolong. Siapa pun yang merongrong Aswaja, GP Ansor harus di depan.

IMNU Tegal

"Tradisi keNUan seperti tahlilan, shalawatan, dan lainnya mesti dijadikan warna dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.

Untuk NKRI, tambah Kiai Taufiq Hasyim, bagi NU adalah harga mati, final tak perlu diubah negara apapun. Tetap Indonesia dengan dasar ideologi Pancasila.

"Kita makan dan minum dari bumi Indonesia. Kita bernaung dan tumbuh di Indonesia, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mencintai Indonesia. Kita beribadah dan bekerja tenang di Indonesia sehingga tidak perlu diganti dengan ideologi lain," papar Kiai Taufiq Hasyim.

Setiap rongrongan terhadap NKRI, tambahnya, GP Ansor harus selalu ada di garda terdepan. Mesir, Libia, Yaman, Irak, dan timur tengah lainnya sudah porak poranda karena negaranya tidak aman. Beribadah dan bekerja tidak tenang di sana.

"Sebab, tidak ada alat pemersatu Pancasila. Kita juga punya perekat bahasa Indonesia. Bentrok antar pendukung calon sering terjadi di luar negeri. Di Indonesia, pemilihan kepala daerah aman sentosa," tukasnya.

Dalam pelantikan tersebut, diketengahkan fakta PAC GP Ansor Kadur sudah bekerja dan bergerak membentuk 10 pimpinan ranting di 10 desa. Setelah pelantikan nanti, langsung disiapkan pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) yang direncanakan beraliansi dengan PAC tetangga (Larangan dan Pakong).

Jangan terpengaruh dengan kelompok manapun menjadi pesan yang diketengahkan Kiai Taufiq Hasyim.

"Kami berpesan kepada seluruh komponen NU, khususnya GP Ansor, agar tetap mengedepankan nilai-nilai dan prinsip-prinsip akhlak: nawazun, toleransi, moderat, dan sebagainya. Indonesia yang dalam kondisi memprihatinkan, dituntut untuk tampil di garda terdepan menebar nilai-nilai keAswajaan," tekannya.

Tawazun (seimbang) antara dunia-akhirat, akal dan hati, pribadi dan masyarakat harus dipegang teguh. Tasamuh (toleransi) pun mesti dipertajam dengan menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak dan tidak saling mencaci maki.

"Jangan sampai bertindak dengan yang kurang baik," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

?



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Ahlussunnah IMNU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur

Dari segala dimensi, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur selalu diterima oleh banyak kalangan. Mulai dari kalangan lintas agama, suku, ras dan status sosial seseorang. Begitu beragam dan tak mengenal sekat. 

Di sisi lain, pemikirannya pun berserakan dimana-mana, mulai dari yang membicarakan tema keislaman dan toleransi, inklusifisme, humanitarianisme universal, soal Indonesia dan keindonesiaan, kiai dan pesantren, pribumisasi, civil society dan demokrasi, sepak bola hingga ziarah kubur. Oleh sebab itu, menurut saya, Gus Dur adalah aset bangsa yang tiada duanya di dunia ini, karena memang orangnya yang unik nan nyentrik

Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur

Semasa hidupnya, banyak pernyataan-pernyataan Gus Dur yang selalu dinanti-nanti oleh khalayak. Dan bahkan jika sudah di-blow up oleh media, tak jarang menjadi trending topic. Satu contoh ketika Gus Dur menyindir anggota DPR, yang dikatakan olehnya bahwa perilaku anggota dewan itu tak jauh beda dengan anak-anak TK (Taman Kanak-kanak). Sampai sekarang pun sentilan Gus Dur itu selalu dikutip oleh masyarakat. Maka tak menjadi aneh ketika Gus Dur bepergian, banyak wartawan yang menguntit dibelakangnya. Mengingat setiap tutur kata yang keluar darinya bagaikan mutiara yang begitu mempunyai daya jual tinggi. 

Kaitannya dengan hal itu, kehadiran buku ini tengah menyajikan kepada pembaca ihwal kutipan-kutipan pemikiran Gus Dur berdasarkan tema. Sang penulis menyarikannya dari ratusan kolom, artikel, buku, situs online, dan rekaman ceramah Gus Dur. Oleh sebab itu, buku yang ditulis oleh M. Sulton Fatoni dan Wijdan Fr ini begitu enak dan kaya dengan ‘celotehan’ khas ala Gus Dur. Membacanya, seakan tersentil dengan lontaran mantan presiden ke-4 RI tersebut.

IMNU Tegal

Seperti contoh Gus Dur atas pembelaannya terhadap kaum minoritas. Tak henti-hentinya Gus Dur mengkritik mayoritas yang dengan seenaknya melakukan amuk massa bahkan kekerasan dengan dalih agama. “Mayoritas bukan untuk menindas dan berbuat seenaknya sendiri. Mayoritas seharusnya melindungi dan mengayomi minoritas. Kita harus punya kelapangan dada untuk menerima pihak-pihak lain yang tidak sepaham dengan kita.” hlm. 20

IMNU Tegal

Hal itu tidak hanya diucapkan oleh Gus Dur tanpa tindakan sama sekali, namun juga dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Fakta itu bisa dirasakan hingga kini. Walaupun saat ini jasadnya telah tiada, akan tetapi di tiap haulnya selalu ‘dirayakan’ oleh semua elemen masyarakat dari seluruh penjuru tanah air Indonesia. Yang mana tidak kenal sekat agama, ras, suku dan keyakinan. 

Gus Dur selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Orang Islam yang suka melakukan tindak kekerasan, pasti mendapatkan kritik dari beliau, baik melalui lisan maupun tulisannya. “Apa yang dilakukan kelompok Islam keras dengan menuntut penyeragaman, itu tidak bisa dibenarkan. Saya rasa, saya sependapat bahwa semuanya ini terjadi karena mereka nggak paham agama. Jika Al-Qur’an menyebut kata kafir, itu tidak diarahkan kepada Nasrani dan Yahudi, karena mereka memiliki julukan khusus ahlul al-kitab. Karenanya, yang dikatakan kafir itu tak lain musyrik Makkah, yang menyekutukan Tuhan. Baca gitu aja nggak bisa, ya repot.” hlm. 25. 

Gus Dur menyadari, kita ini orang Indonesia yang hidup di tengah keberagaman. Dan bangsa Indonesia ini, dibentuk tidak dengan cara yang instan. Dalam tema Indonesia dan keindonesiaan, Gus Dur mengingatkan kepada kita semua. “Tidak boleh lagi ada pembedaan kepada setiap warga negara Indonesia berdasarkan agama, bahasa, kebudayaan serta ideologi.” hlm. 74. Itulah prinsip Gus Dur dalam mengilhami makna semboyan Bhineka Tunggal Ika. Yaitu persatuan yang dalam.

Dengan membaca buku ini, pembaca akan mendapatkan banyak hikmah dan keteladanan yang sudah dicontohkan oleh Gus Dur, yang hemat saya, tidak hanya sekedar ngomong an sich, tetapi juga mewujud sebagai buah tindakan, yang mengarahkan eksperimen positif kepada masyarakat.

Banyak hikmah dan petuah yang bisa kita dapatkan dalam buku ini. Pembaca akan dibuat terkesima dari butiran-butiran kearifan sang waskita. Tentunya, tidak hanya untuk dinikmati saja, akan tetapi juga perlu diamalkan di setiap lika-liku kehidupan yang beragam ini. Semoga kita bisa meneladani dan mengikuti jejaknya. Amien.

Judul Buku: The Wisdom of Gus Dur, Butir-Butir Kearifan Sang Waskita 

Penulis: M. Sulton Fatoni & Wijdan Fr

Penerbit: Imania

Cetakan: Pertama, Februari 2014

Tebal:   512 halaman

ISBN: 978-602-7926-11-0

Peresensi: Muhammad Autad An Nasher, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan juga anggota Komunitas Pemikiran Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Habib, Fragmen IMNU Tegal

Senin, 06 November 2017

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel

Jombang, IMNU Tegal. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bisri Syansuri Denanyar Jombang, kini memiliki Laboratorium Ritel. Pembukaan lab ritel dilakukan Wakil gubernur Jatim, Syaifulah Yusuf disela sela persiapan Muktamar ke-33 NU.

SMK yang berada di lingkungan Pesantren Mambaul Maarif Denanyar ini membuka laboratorium ritel bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). "Saya memberikan apresiasi positif program Alfamart Class di SMK Bisri Syansuri. Karena hal itu bisa menambah skill pelajar," ujar Wagub Syaifullah Yusuf.

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel

Gus Ipul yang juga Ketua PBNU ini mengatakan, kedepan tantangan eknomi semakin besar, karenanya santri pesantren juga perlu mendapatkan tambahan ilmu ketrampilan dalam bidang usaha.

IMNU Tegal

"Kalau di luar negeri hampir 70 persen pendidikannya mengajarkan ketrampilan atau life skill, karenanya santri juga harus diajarkan usaha," jelasnya seraya mengatakan agar lulusan SMK yang sudah dibekali dengan keahlian khusus dan ketika lepas dari sekolah sudah siap untuk kerja.

IMNU Tegal

Sementara itu, Hudiyono Kabid Menengah Kejuruan dan Perti Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan, di Jawa Timur, SMK yang memiliki laboratorium ritel sebanyak 5 lembaga.

"Salah satunya di Denanyar ini, kita menargetkan selama 2015 ini ada 50 lembaka SMK yang memiliki laboratorium Ritel, "ujarnya membeberkan.

Kerjasama lab ritel SMK dengan Alfamart dikatakannya, untuk memberikan ketrampilan siswa SMK dalam bidang usaha. Adapun sistem pengajarannya selama 2 tahun siswa menjalani proses belajar mengajar seperti biasa dan satu tahun magang. "Mereka akan magang dengan gaji sesuai UMR," tandasnya.

Branch Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Malang, Dwesti Suhascaryo mengatakan, Alfamart Class di SMK Bisri Syansuri merupakan yang pertama di Jombang dan ketiga di Jawa Timur setelah SMK PGRI 3 Malang serta SMKN 1 Geger Madiun.

Melalui program tersebut, lanjutnya, pihaknya ingin menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap dunia ritel melalui proses pembelajaran yang aplikatif. "Program ini juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan di bidang pendidikan. Tujuannya, menciptakan lulusan SMK yang siap bekerja sesuai kebutuhan yang disyaratkan oleh Alfamart," katanya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam, Khutbah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock