Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PBNU Larang Nahdliyin Ikut Aksi 313

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj melarang keras Nahdliyin (warga NU) untuk ikut demo atau aksi yang rencananya digelar atas prakarsa Forum Umat Islam (FUI) pada Jumat, (31/3) di sekeliling Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

PBNU Larang Nahdliyin Ikut Aksi 313 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Larang Nahdliyin Ikut Aksi 313 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Larang Nahdliyin Ikut Aksi 313

“Gak usah berdemo. Buang-buang energi, waktu, uang saja,” kata Kiai Said di Lantai 3 Gedung PBNU Jakarta, Rabu (29/3).

Lebih jauh, Kiai Said yang juga menjadi Ketua Lembaga Persahabatan Organisasi Masyarakat Islam (LPOI) tidak mengizinkan warga ormas-ormas tersebut turun pada dalam demo tersebut.?

“Saya adalah Ketua Lembaga Persahabatan Organisasi Masyarakat Islam. Ada 12 ormas (yang tergabung). Ada Al Irsyad, PITI, Mathlaul Anwar, dan lain-lainnya. Warga ormas itu saya larang untuk ikut demo (313),” tegas Doktor lulusan Ummul Qurro University Mekkah itu.

Bahkan ia mempertanyakan status FUI sebagai forum yang mengatasnamakan umat Islam. “FUI itu apa? Ormas apa? Umat Islam yang mana? LPOI tidak berada di bawah FUI. Apalagi NU,” ujar Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

IMNU Tegal

Meski demikian, Kiai Said mempersilahkan orang yang mau demo. Namun ia menyayangkan kalau demo itu digelar dengan mengatasnamakan agama.?

“Yang saya sayangkan adalah (demo dengan) mengatasnamakan agama demi mengalahkan pasangan calon dan menaikkan calon yang didukung,” urai Kiai asal Kempek, Cirebon ini. ? ?

IMNU Tegal

Terakhir, ia mengimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia, khusunya Nahdliyin, untuk senantiasa menampilkan wajah Islam yang damai dan sejuk. Serta menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang beradab, beretika, dan tunduk di bawah hukum.

“Platform negara Madinah (yang dibangun Nabi Muhammad) adalah semua sama di mata hukum,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Demo 313 dikomandoi oleh Forum Umat Islam (FUI). Tujuan dari demo itu adalah meminta Presiden Joko Widodo untuk menon-aktifkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena ia didakwa telah menistakan agama Islam. ? ?

Rencananya, Aksi 313 ini akan dimulai dengan Shalat Jumat di Masjid Istiqlal. Kemudian peserta aksi akan berjalan menuju Istana Negara untuk menyampaikan tuntutannya kepada Presiden Joko Widodo. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Nahdlatul Ulama, Aswaja IMNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat

Jakarta, IMNU Tegal

Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) mengajak masyarakat secara umum untuk mengikuti Pelatihan Hisab-Rukyat yang digelar di Masjid an-Nahdlah yang terletak di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (1/5) mendatang.

Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap Rabu minggu pertama saban bulan ini dimulai setelah sembahyang maghrib dari pukul 18.30 sampai 21.00 WIB. Pelatihan Hisab-Rukyat menargetkan, peserta dapat menguasai beragam materi seputar penentuan awal bulan hijriyah, waktu shalat, arah kiblat, dan peristiwa gerhana.

Seorang staf LFNU, Maftuhin, mengungkapkan, Rabu nanti pemateri akan datang dari Subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI yang akan mengulas hisab-rukyat penentuan arah kiblat.

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat

”Peserta juga akan diajarkan tentang cara hitung dan praktik sampai bisa. Rencananya, peserta akan mendapatkan buku secara gratis,” ujarnya.

LFNU mengadakan pelatihan gratis ini secara perdana pada April 2013. Dalam kesempatan ini, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI KH Ahmad Izzuddin, yang juga pengurus PP LFNU, memberikan pengenalan umum mengenai ilmu falak, hisab dan rukyat.

IMNU Tegal

Izzuddin mengatakan, ilmu falak merupakan pengetahuan yang langka. Meskipun, dalam menunjang ibadah umat Islam, urgensi disiplin ini tak terelakkan.

Untuk registrasi, peserta dapat datang ke sekretariat PP LFNU di gedung PBNU, lantai 4, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, atau menghubungi (021) 31909735.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Sholawat, Warta, Budaya IMNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Umat Islam Harus Renungkan Esensi Khutbah Wada’ Rasulullah

Arafah, IMNU Tegal?



Jemaah telah melakukan perjalanan panjang menuju Baitullah. Para dhuyufurrahman (tamu Allah) telah datang dengan penuh keamanan dan keselamatan ke Baitullah. Kalian telah memenuhi panggilan Allah menuju Baitullah.

Demikian kutipan syair yang disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel di Arafah, Kamis (31/08).

Umat Islam Harus Renungkan Esensi Khutbah Wada’ Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Harus Renungkan Esensi Khutbah Wada’ Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Harus Renungkan Esensi Khutbah Wada’ Rasulullah

"Di Arafah ini, 1428 tahun lalu, tepatnya 10 Hijriyah dan tepatnya di atas Jabal Rahmah, Nabi Muhammad memberikan khutbah yang lalu dikenal khutbatul wada’," ujar Dubes sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

Dikatakannya, isi khutbah tersebut sangat layak direnungkan. Di atas Jabal Rahmah, Nabi Muhammad di tanggal 9 Zulhijjah 10 H, memunculkan pernyataan dahsyat untuk kemanusiaan.

“Wahai manusia dengarkan perkataanku. Sesungguhnya saya tidak tahu kemungkinan saya tidak akan berjumpa dengan kalian setelah tahun ini di tempat ini selamanya.

IMNU Tegal

Wahai manusia, sungguh darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah haram (tidak boleh mengalirkan darah seenaknya atas nama apapun, apalagi dengan pembajakan terhadap teks suci keagamaan sebagaimana terjadi akhir-akhir ini di negara konflik.)

Pesan Nabi, Islam sangat menghargai nyawa, harta dan harga diri. Sebagaimana kehormatan hari Arafah, bulan Zulhijjah di Kota Makkah yang suci ini," tuturnya.

Dari statemen Nabi itu, kata Dubes, bisa diambil kesimpulan bahwa pada haji wada’(perpisahan) adalah pesan perdamaian dunia. Kita menghargai orang lain, mempertegas Islam sebagai agama rahmat dan perdamaian untuk semua.

Menurutnya, statemen Menag dalam sambutannya di Arafah (bahwa menebarkan kedamain itu itu esensi ajaran Islam. Menjadi tugas muslim untuk senantiasa mewujudkannya di lingkungan masing-masing) merupakan pengharaman terhadap pengkoyakan nilai kemanusiaan.

IMNU Tegal

"Ini sebuah pesan yang mesti direnungkan hari ini," tutur Agus.

Dubes melanjutkan, Nabi menegaskan bahwa Islam adalah agama yang menghargai persamaan. Islam yang sangat menghargai persamaan.

Wahai manusia. Sungguh Tuhanmu satu. Dan sungguh bapakmu satu. Anda sekalian ada karena Adam dan Adam terbuat dari debu. Semulia kalian adalah orang yang paling takwa. Tidak ada kelebihan bangsa Arab dari bangsa lain kecuali dengan takwa.

"Khutbah Nabi 1428 tahun lalu menekankan prinsip persamaan antar umat manusia," terangnya.

Dari sabda Nabi di Arafah ini, lanjut Dubes, kita dapat simpulkan bahwa Nabi ingin kita mempertegas Islam sebagai agama yang cinta damai, agama persahabatan dan persaudaraan, agama yang sangat menghargai keadilan dan agama persamaan.

"Antara Saudi dan Indonesia sudah ada kerjasama yang berisi: 1. Mempertegas dan menyebarkan Islam yg tawaauth dan itidal. 2. Sepakat memerangi ekstrimisme dan kekerasan antar sekte, madzhab dan agama di dunia,".

"Berharap doa jemaah haji, agar misi diplomatik Dubes Saudi utk menebar kedamaian untuk semua manusia yang ada di bumi terwujud," ujarnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Aswaja, Kiai IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Haram Membawa HP Masuk Masjid

Derasnya kemajuan teknologi-informasi hendaknya dibaengi dengan sikap yang bijaksana. Tidak saja dalam hal pergaulan tetapi juga dalam masalah peribadatan. Karena bila diperhatikan kemajuan teknologi ini satu sisi membawa maslahah dan satu sisi juga mengundang mafsadah. Terkadang maslahahnya terasa begitu besar, tetapi seringkali mafsadahnya juga lebih besar. Peran keduanya sangat bersifat subjektif, tergantung manusia yang menggunakannya.

Memang kemajuan teknolgi-informasi sebagai syarat globalisasi tidak dapat dihindari. Masyarakat muslim sebagai bagian dari masyarakat duniapun ikut menikmati imbasnya. Dalam tamsil yang paling sepele adalah bagaimana kita sering terkaget dan merasa risi ketika nada panggil berbunyi di tengah-tengah jama’ah shalat. Padahal di tembok-tembok masjid itu telah ditempel tulin ‘HP harap dimatikan’ atau berbagai penanda yang menunjukkan larangan membawa atau mengaktifkan HP di masjid.

Nah bagaimanakah fiqih menyikapi realita ini? dalam konteks fiqih masalah semacam ini biasa disebut dengan tayswisy, yaitu berbagai macam tindakan yang mengganggu atau menimbulkan keraguan orang yang berada disekitranya. Biasanya hukum atas tindakan tayswisy ini diklarifikasi lagi.

Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Haram Membawa HP Masuk Masjid

Apabila memang mengganggu ibadah orang disekitarnya maka hukumnya makruh. Namun jika ternyata tidak mengganggu orang sekitarnya hukumnya diperbolehkan. Dengan catatan bentuk tasywisy itu adalah bacaan al-qur’an, tasbih atau dzikir, sebagaimana diterangkan Ba’lawi al-Hadrami dalam Bughyatul Mustarsyidin

جماعة Ù? قرأوÙ? القرأÙ? فى المسجد جهرا ÙˆÙ? Ù? تفع بقرائتهم Ø£Ù? اس ÙˆÙ? تشوش أخروÙ? فإÙ? كاÙ? ت المصلحة أكثر Ù…Ù? المفسدة فالقرأة أفضل وإÙ? كاÙ? ت بالعكس كرهت اهـ فتاوى الÙ? ووÙ?

Jikalau orang berkumpul membaca al-qur’an di dalam masjid dengan lantang, dan bacaan itu membuat sebagian orang disekitar merasa nyaman namun juga menyebabkan sebagian yang lain terganggu, apabila unsur maslahah dalam bacaan alqur’an itu lebih banyak (karena mendengarkan qur’an ada pahalanya) dari pada madharat, maka bacaan (al-qur’an yang lantang) itu lebih utama. Akan tetapi jika bacaan itu banyak mudharatnya (mengganggu orang lain), maka hukumnya makruh. ? ? ?

Lain lagi pendapat al-Turmusi yang tegas mengharamkan tasywisy bila memang terbukti mengganngu orang lain. Walaupun tasywisy itu adalah shalat.

IMNU Tegal

ÙˆÙ? حرم على كل أحد الجهر فى الصلاة وخارجها Ø¥Ù? شوش على غÙ? ره Ù…Ù? Ù? حو مصل أو قارئ أو Ù? ائم

Haram bagi seorang bersuara lantang baik dalam shalat ataupun lainnya apabila mengganggu orang lainnya yang sedang shalat dan membaca qur’an bahkan (mengganggu) orang tidur sekalipun.

IMNU Tegal

Lantas bagaimanakah jika tasywisy itu berasal dari bunyi dering HP, atau suara orang berkomunikasi melalui HP di dalam dalam masjid? Jika melihat dua nash di atas jelas hukumnya haram, baik mengganggu ataupun tidak. Karena bentuk tasywisynya tidak mengandung ibadah yang mendekatkan diri pada Allah swt. Apalagi jika menimbang etika dalam masjid yang merupakan ruang untuk berdzikir Allah swt tidak untuk yang lain.

?

(Redaktur: Ulil Hadrawy)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Ubudiyah, Halaqoh IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Sambut Ramadhan, NU Banyuanyar Seragamkan Waktu

Probolinggo, IMNU Tegal. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur melakukan penyeragaman waktu di masjid dan musholla se-Kecamatan Banyuanyar, Selasa (16/5) malam.

Sambut Ramadhan, NU Banyuanyar Seragamkan Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, NU Banyuanyar Seragamkan Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, NU Banyuanyar Seragamkan Waktu

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam Non-PNS Kecamatan Banyuanyar ini 350 orang peserta terdiri dari unsur pengasuh musholla dan takmir masjid se-Kecamatan Banyuanyar. Mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Syuriyah MWCNU Kecamatan Banyuanyar, Baznas Probolinggo dan Kemenag Probolinggo.

Sekretaris MWCNU Kecamatan Banyuanyar Saiful Bahri mengungkapkan kegiatan ini digelar untuk menyamakan waktu mulai dari Imsakiyah, Maghrib, Isya’ dan Subuh serta waktu yang lain. Sehingga tidak ada kesan ada yang mendahului maupun yang tertinggal.

IMNU Tegal

“Dalam kesempatan ini kami juga memberikan pemahaman tentang pentingnya dan manfaat dari membayar zakat serta memberikan pemahaman tentang pentingnya Akta Ikrar Wakaf,” katanya.

IMNU Tegal

Menurut Saiful Bahri, materi yang diberikan dalam kegiatan ini terdiri dari pemahaman tentang zakat dan dyarat rukun sholat terutama sholat Tarawih. Serta pembinaan terkait tarawih, zakat dan wakaf.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para pengasuh musholla bisa menyeragamkan pelaksanaan tarawih. Terutama penggunaan pengeras suara, dimana pengeras suara hanya dipakai di sekitarnya saja. Karena jika tidak demikian apabila ada salah satu musholla yang selesai dulu tarawihnya, maka akan mengganggu kekhusyu’an musholla yang lain,” jelasnya.

Kaitannya dengan wakaf jelas Saiful, para pengasuh musholla diharapkan mengurus akta ikrar wakaf bagi status tanah bangunan mushollanya. “Kaitannya dengan zakat sebagaimana kebiasaan di desa-desa masyarakat masih banyak menyerahkan zakat fitrahnya kepada para pengasuh musholla, sehingga para pengasuh musholla menyampaikan zakatnya kepada para mustahik yang sesuai dengan syariat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut pengurus MWCNU Kecamatan Banyuanyar memberikan bantuan kursi roda kepada penyandang cacat dari Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Ahlussunnah IMNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Konbes IPPNU Digelar Akhir Oktober

Jakarta, IMNU Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan menggelar Konferensi Besar (Konbes) selama 3 hari pada 27-29 Oktober 2017, di Asrama Haji, Yogyakarta.  Konbes yang akan dihadiri delegasi dari seluruh pimpinan wilayah IPPNU se-Indonesia bertema Pelajar Putri Bersinergi Kawal Deradikalisasi

Ketua Umum IPPNU, Puti Hasni menyatakan Konbes IPPNU 2017 merupakan wadah konsolidasi nasional  Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama se-Indonesia sekaligus dalam rangka membahas masalah-masalah organisasi yang bersifat khusus di tingkat nasional.

Konbes IPPNU Digelar Akhir Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Konbes IPPNU Digelar Akhir Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Konbes IPPNU Digelar Akhir Oktober

 

"Konbes ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan-rumusan terbaik dalam menentukan arah kebijakan organisasi, baik dari sisi citra diri, organisasi, kaderisasi, dan administrasi," jelas Puti di Kantor IPPNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (13/10).

Ketua Panitia Pelaksana, Ainun Nikmah menyampaikan dalam Konbes ini Pimpinan Pusat IPPNU juga menganggap perlu diselenggarakanya forum seminar nasional dengan merujuk pada tema besar yaitu deradikalisas,i dengan pembicara dari unsur tokoh nasional dan pengamat.

IMNU Tegal

"Hal ini diharapkan sebagai upaya menambah wawasan para peserta Konbes, sekaligus sebagai rekomendasi untuk IPPNU dapat berperan aktif dalam isu-isu Nasional terutama dalam mengawal gerakan deradikalisasi sebagai wujud dan tanggung jawab menjaga serta generasi Indonesia dari bahaya gerakan radikalisme dan terorisme," jelas Ain.

Perempuan kelahiran Lampung itu menambahkan, melalui seminar nasional yang diadakan sebagai rangkaian Konbes diharapkan dapat menambah wawasan dan penguatan peserta tentang pentingnya mengawal gerakan deradikalisasi hususnya pada segementasi generasi muda (pelajar dan remaja) ditinjau dari berbagai perspektif. 

Ain berharap, hasil seminar juga dapat menjadi bahan rujukan IPPNU untuk ditinjaklanjuti secara nyata dalam kegiatan deradikalisasi di daerah masing-masing peserta. (Anty Husnawati/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Sholawat IMNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat

Purworejo, IMNU Tegal. Barangsiapa yang ingin ditinggakan derajatnya, hendaknya memperbanyak membaca shalawat. Demikian pesan yang disampaikan KH Achmad Chalwani dalam acara "An-Nawawi Bershalawat" di komplek PP An-Nawawi Berjan, Purworejo, Ahad (13/5) malam.

Dalam kitab Madza Fi Syaban, kata Kiai Chalwani, disebutkan bahwa bulan Syaban adalah bulan shalawat. "Hal ini karena ayat Al-Quran yang berkaitan dengan shalawat diturunkan oleh Allah pada bulan Syaban, yaitu: innallaha wamalaikatahu yushalluna alan nabi ya ayyuhalladzina amanu shallu alahi wasallimu tasliema," terangnya.

"Ketika Allah perintah kita shalat, Allah sendiri tidak shalat. Ketika Allah perintah zakat, Allah tidak zakat, karena zakat untuk menyucikan, sedangkan Allah dzat yang paling suci. Ketika Allah perintah puasa, Allah tidak puasa, karena puasa itu benteng, sedangkan Allah lah benteng atau pelingdung itu sendiri. Ketika Allah perintah haji sowan baitullah, Allah tidak haji karena Allah lahtuan rumah. Akan tetapi ketika Allah perintah kita bershalawat, sebelum malaikat dan manusia bershalwatat, Allah sudah bershalwat, memberikan rahmat tadzim kepada Nabi Muhammad saw," terangnya di tengah ribuan hadirin.

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat

Bahkan dalam berfirman terkait shalawat ini, lanjut Kiai Chalwani, Allah menggunakan "inna" dan dengan fiil mudzari, yushalluna. Dalam ilmu gramatika Arab, kata inna digunakan ketika orang belum percaya atau masih ragu. Ini artinya shalawat bukan hanya diwajibkan, tetapi sangat diwajibkan. Sedangkan fiil mudlari berupa yushalluna, berarti Allah senantiasa bershalawat, tak pernah berhenti bershalawat, hari ini, esok dan seterusnya.

"Adapun shalawat yang paling tua adalah Shalallah ala Muhammad. Maka, shalawat ini merupakan ummu shalawat, induk dari shalawat," terangnya.

IMNU Tegal

Lebih lanjut mantan DPD RI Jateng ini menerangkan, ketika Nabi Adam hendak menikah dengan Hawa. "Allah meciptakan Hawa kemudian langsung memakaikan pakaian terturup, memakai jilbab. Meski Hawa telah memakai jilbab, Nabi Adam tetap mengamati. Mohon maaf untuk para ibu, ini memang naluri lelaki, meski sudah tertutup, lelaki tetap mengamati," terangnya, disambut riuh hadirin.

Kemudian, lanjut Kiai Chalwani, Adam ingin memegang tangan Hawa dan ditegur oleh Allah, "Belum boleh memegang sebelum menikah. Kemudian Adam konsultasi kepada penasehat hukumnya, malaikat Jibril. Jibril melamarkan dan diterima Hawa dengan syarat, yaitu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Nabi Adam belum bisa membaca shalawat, kemudian Jibril bilang: qul shalallah ala Muhammad. Menikahlan Nabi Adam dengan dewi Hawa dengan "mas kawin" shalawat."

Acara An-Nawawi Bershalawat merupakan salah satu rangkaian Akhirussanah Pondok Pesantren An-Nawawi. Disela-sela bershalawat, Kiai Chalwani menyisipkan ceramah dengan berbagai tema. Tampak hadir beberapa tokoh ulama dan dewan asatidz pesantren tersebut. (Ahmad Naufa/Zunus)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tegal, Sholawat IMNU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Gerakan Ayo Mondok Harus Diimbangi Pembenahan Pesantren

Jember, IMNU Tegal



Gerakan Ayo Mondok yang dicanangkan PBNU mendapat sambutan hangat dari jajaran PCNU Jember. Menurut Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustadz MN. Harisudin, gerakan Ayo Mondok merupakan langkah positif dalam rangka mencetak generasi bangsa yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Kecerdasan atau kecakapan, katanya, harus berjalan seiring dengan tempaan akhlak. Jika tidak, maka akan terjadi kesenjangan dalam pribadi seseorang. "Istilahnya, kecerdasan intelektual dan kecerdasan spritual harus berjalan beriringan," ungkapnya.

Gerakan Ayo Mondok Harus Diimbangi Pembenahan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ayo Mondok Harus Diimbangi Pembenahan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ayo Mondok Harus Diimbangi Pembenahan Pesantren

Terkait dengan gerakan Ayo Mondok tersebut, ustadz Haris mengingatkan agar pesantren juga harus berbenah dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana yang memadai. Sebab, tingkat keberminatan masyarakat untuk memilih pesantren sebagai tempat menimba ilmu juga berkelindan dengan kualitas lembaga di pesantren itu sendiri.

Tidak hanya itu, pesantren juga perlu memikirkan pendidikan segmen masyarakat kelas menengah ke atas. "Sekarang ini banyak orang berduit menyekolahkan anaknya di sekolah plus, yaitu yang pendidikan umumnya hebat dan agamanya juga oke. Kalau pesantren bisa menyiapkan pendidikan seperti itu bagus sekali," terangnya.

IMNU Tegal

Tanggapan serupa juga datang dari Wakil Ketua PCNU Jember, H. Misbahussalam. Menurutnya, ke depan kecenderungan masyarakat untuk memilih pesantren sebagai tempat mencari ilmu semakin tinggi. Ini merupakan perkembangan yang positif di tengah-tengah pusaran arus global yang semakin sekuler.

"Karena itu, kecenderungan ini harus ditangkap oleh para kiai. Pesantren memang harus terus berbenah namun tak boleh mengorbankan ciri khas kepesantrenannya," ungkap mantan anggota DPRD Kabupaten Jember itu. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat IMNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Alissa Wahid: Pesantren Motor Gerakan Nasional Antikorupsi

Pacitan, IMNU Tegal. Koordinator Nasional Gusdurian Hj Alissa Wahid menyebut kalangan pesantren sebagai pihak yang diharapkan untuk memelopori gerakan antikorupsi. Menurutnya, pesantren dengan penekanan pelajaran akhlaqnya sangat efektif untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan kejahatan korupsi.

Alissa Wahid: Pesantren Motor Gerakan Nasional Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Pesantren Motor Gerakan Nasional Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Pesantren Motor Gerakan Nasional Antikorupsi

Demikian disampaikan Alissa pada forum halaqah alim ulama bertajuk “Membangun Gerakan Pesantren Anti Korupsi” di aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Selasa (8/9) siang.

Alissa menyatakan bahwa tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang berdampak sangat buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

IMNU Tegal

Berangkat dari kekhawatiran bahaya korupsi, Gusdurian merasa terpanggil untuk ikut mengawal dan menggelorakan gerakan antikorupsi di lingkungan pesantren. Saat ini modus tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang sudah sangat banyak sekali.

IMNU Tegal

“Jangan sampai ada pesantren yang disegel atau sita oleh KPK karena kasus korupsi. Kami berharap pesantren dapat melindungi diri sendiri dari jeratan korupsi," kata putri sulung Gus Dur itu di hadapan puluhan aktivis muda NU dan para kiai di Pacitan.

Ia mendorong para kiai berperan aktif sebagai pelopor penguatan ahlak demi menolak korupsi. Karena menurutnya, saat ini yang masih kredibilitas bicara ahlak hanyalah pesantren.

"Kami harapkan halaqah di daerah menjadi gerakan bersama yang lebih besar. Menjadi ruang untuk kiai melihat kondisi lokalnya dan bagaimana bisa melindungi pesantren, NU dari jerat tindak pidana korupsi dan tindak pencucian uang," tandasnya. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Sholawat, Aswaja IMNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Meriah, Pekan Madaris Maarif NU Nalumsari

Jepara, IMNU Tegal. Memanfaatkan libur nasional, pada Jumat-Sabtu (3-4/4), Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyelenggarakan Pekan Madaris antarsiswa Madrasah Diniyyah Awwaliyah. Acara yang digelar di Madin Al Maarif, Blimbing Rejo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara ini, berlangsung meriah.

Sekitar 400 siswa-siswi dari 27 madrasah diniyah (Madin) se-Kecamatan Nalumsari turut andil dalam ajang perlombaan, kreativitas seni, dan olahraga tersebut. Ajang yang diperuntukkan bagi anak-anak setara usia SD itu menyuguhkan 8 jenis perlombaan, antara lain, Cerita Islami, Cerdas Cermat Aswaja, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Imla, Baca Kitab Kuning Taqrib, Puitisasi Al-Quran, kaligrafi, dan futsal.

Meriah, Pekan Madaris Maarif NU Nalumsari (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Pekan Madaris Maarif NU Nalumsari (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah, Pekan Madaris Maarif NU Nalumsari

Menurut Sekretaris panitia, Ahmad Najib, lomba tersebut merupakan salah satu langkah dan cara untuk memotivasi siswa madin dalam menekuni pendidikan agama di Madrasah Diniyyah Awwalaiyah.

IMNU Tegal

"Lomba Baca Kitab Kuning Taqrib, merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas pada siswa dalam memahami kitab klasik warisan para ulama terdahulu," jelasnya melalui rilis yang diterima IMNU Tegal, Ahad (5/4). "Juga untuk menambah semangat bagi santri dalam mempelajari kitab kuning," tambahnya.

Sedangkan MTQ, kaligrafi, dan Puitisasi Al-Quran, merupakan kesenian islami yang patut terus untuk dikembangkan dan dilestarikan. "Kesenian islami juga penting untuk terus dikembangkan," imbuhnya.

Kaligrafi merupakan kesenian menulis indah ayat-ayat al-Quran, sedang MTQ merupakan ajang kreativitas kemerduan suara dalam melantunkan ayat-ayat suci al Quran. Sementara Puistisasi al-Quran adalah melantunkan terjemah surat-surat pendek al-Quran dengan aneka gerakan dan penjiwaan.

IMNU Tegal

Ajang ini juga dilengkapi dengan cerita islami, yakni bertutur dan bercerita ke hadapan dewan juri dan khalayak umum mengenai cerita-cerita islami yang inspiratif.

Najib menambhakan, selain kategori kesenian, ajang perlombaan ini juga dilengkapi dengan olahraga futsal, dimana merupakan salah satu olahraga kegemaran anak-anak. "Futsal merupakan olahraga popular bagi anak-anak, makanya kita melombakan ini juga," pungkasnya.

Perlombaan ini, juga merupakan salah satu persiapan kontingen LP Maarif Kecamatan Nalumsari untuk maju dalam Pekan Madaris tingkat Kabupaten Jepara pada akhir April mendatang.

"Kita berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan memotivasi para siswa untuk terus kreatif dan mengembangkan keilmuannya," ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal RMI NU, Pondok Pesantren, Sholawat IMNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Lamongan, IMNU Tegal - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Babat Kabupaten Lamongan masa khidmah 2015-2017 menggelar istighotsah, do’a bersama, dan motivasi di Gedung Serbaguna Suroloyo, Kecamatan Babat. Ikhtiar menghadapi UN ini melibatkan santri dan pelajar setempat, Kamis (31/3).

Acara ini diikuti terutama siswa kelas tiga tingkat SLTP-SLTA dan kelas 6 MI-SD yang nantinya akan menghadapi Ujian Nasional sebagai syarat penentu kelulusan mereka.

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Tampak hadir sejumlah pengurus PCNU Babat, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Babat KH Ma’mun Affandi, Ketua LP Ma’arif MWCNU Babat H Soeradi, pengurus harian IPNU-IPPNU Babat, serta tamu undangan PAC IPNU-IPPNU se-Cabang Babat.

IMNU Tegal

Ketua MWCNU Babat KH Ma’mun Affandi memberikan apresiasi untuk pengurus IPNU-IPPNU Babat atas kegiatan ini. Ia berpesan kepada pelajar yang hadir bahwa kunci sukses dalam menghadapi UN adalah istiqomah dalam belajar, istiqomah dalam berusaha, dan istiqomah dalam berdo’a.

Ketua PC IPNU Babat M Miftahul Aminin mendukung acara yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Babat. Ia mengimbau para pelajar untuk mengembangkan jiwa intelektual dengan belajar, berjuang dengan emosional, dan bertakwa untuk peningkatan spiritual.

IMNU Tegal

Di awal pembukaan M Miftahul Aminin meminta dukungan dari MWCNU Babat dan LP Ma’arif MWCNU Babat untuk menyediakan waktu dan dukungannya atas kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IPNU dan IPPNU. (Aan Andri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Berita, Ahlussunnah IMNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Belajar Mengaji

Saat mengaji kitab nahwu "Qathrunnada wa Ballusshoda" di Masjid Al-Munawwarah Pesantren Ciganjur, Gus Dur bercerita tentang seorang santri yang sedang belajar mengaji Al-Quran. Kali ini ia sedang belajar surat Al-Qurais.

Pak Ustadz menyuruhnya membaca. "Ayo dimulai nak...!"

Belajar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Mengaji

Santri mulai membaca. "Bismillahirrahmanirrahim. Liilafiquraisyin iila fihim rihlatas syitaai wasshoifi."

Pak Ustadz spontan menyuruh santri menghentikan bacaannya. "Wasshoifffff," katanya.

IMNU Tegal

"Wasshoifi," kata satri.

IMNU Tegal

"Wasshoifff, kalau waqof dimatikan. Wasshoifff," kata ustadz.

Santri tetap tidak paham. "Wasshoifi". Masih ada ada bunyi "fi" di belakang.

Akhirnya pak ustadz tidak sabar. Saat santri membaca "Wasshoif," ia langsung menutup mulut santri dengan tangan kananannya. "Nah begitu, wasshoiff," katanya.

Tapi, kata Gus Dur, ketika mulut santri itu dilepaskan, tetap saja masih ada bunyi "fi". (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Sholawat IMNU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI

Oleh Ayik Heriansyah



Perppu Ormas yang diterbitkan pemerintah Juli lalu telah memakan korban ormas HTI. Kalangan yang menolak Perppu karena alasan demokrasi dan HAM. Dua ide yang sebenarnya diharamkan oleh HTI. Meski sama-sama mengharamkan demokrasi, berbeda dengan ISIS dan al-Qaeda, HTI menentang demokrasi dengan melancarkan serangan pemikiran dan perjuangan politik tanpa kekerasan fisik. Sedangkan ISIS dan al-Qaeda memerangi demokrasi Barat dengan gerakan bersenjata.

Dalam persepsi ketiga gerakan ideologis transnasional ini, demokrasi cacat konsepsi dan praktik. Di samping secara faktual demokrasi jadi jalan bagi penjajahan Barat di dunia Islam. Demokrasi terbentuk dari dua unsur pokok yaitu kedaulatan dan kekuasaan di tangan rakyat. Pada aspek kekuasaan di tangan rakyat, demokrasi segaris dengan pemahaman kaum Islamis sunni karena dalam teori politik sunni pemilik sejati kekuasaan adalah rakyat. Lain halnya dengan mazhab Syiah yang meyakini kekuasaan milik 12 orang ahlu bait berdasarkan ketetapan Nabi SAW.

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI

Adapun soal kedaulatan ada kesenjangan persepsi tentang konsepsi demokrasi antara kaum radikal dengan ormas mainstream seperti NU dan Muhammadiyah. Kesenjangan yang bermula dari perbedaan cara meletakkan konsepsi demokrasi dalam semesta khazanah Islam. NU dan Muhammadiyah memandang demokrasi sebagai konsepsi politik dengan paradigma ilmiah fiqih siyasah sedangkan kaum radikal melihat demokrasi dengan kacamata ideologi (mabdaiyah) yang bernuansa keyakinan dan politik (aqidah wa siyasah).

Dengan kacamata ideologi inilah terjadi pertentangan antara kaum radikal dan demokrasi. Kaum radikal hitam putih ketika memahami kedaulatan rakyat. Dalam pemahaman mereka kedaulatan adalah wewenang mutlak untuk menentukan halal-haram, baik-buruk, terpuji-tercela dan membuat hukum. Semua wewenang ini hak Tuhan sebagai pencipta manusia (rakyat). Sebab itu kaum radikal menolak demokrasi.

IMNU Tegal

HTI sebagai korban dari Perppu Ormas melakukan upaya-upaya hukum untuk membatalkan Perppu tersebut agar ormas mereka legal kembali. Walaupun sebenarnya sudah jadi rahasia umum bahwa HTI lahir dari gerakan klandestein di masa Orde Baru. Mereka tumbuh dan berkembang dalam suasana bawah tanah tanpa legalitas. Sistem organisasi HTI yang sangat rahasia bukti mereka sejak awal beradaptasi dengan aktivitas tanpa legalitas. Bagi internal organisasi, pencabutan badan hukum tidak banyak berpengaruh. Bagi HTI menggugat Perppu Ormas belum darurat.

Oleh sebab itu perlawanan HTI terhadap Perppu Ormas dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) sangat politis. Momen ini justru dimanfaatkan HTI untuk memperbesar opini yang mendelegitimasi pemerintah melalui serangkaian demo sistematis dan terjadwal di seluruh kota besar serta menggalang ulama, lembaga dan ormas lainnya untuk melawan pemerintah. Demo dan aliansi yang dirancang HTI ini menggunakan berbagai nama yang mengatasnamakan umat secara umum.

Namun secara pemikiran gugatan HTI terhadap Perppu Ormas ke Mahkamah Konstitusi menunjukkan sikap paradoks. Mahkamah Konstitusi (MK) salah satu unsur dari lembaga peradilan bagian yudikatif dari konsep Trias Politica. Kelahiran MK seiring dengan perkembangan hukum di negara modern abad 20, oleh MPR kebutuhan akan lembaga yang mengadili masalah konstitusi dijadikan agenda dalam amandemen UUD 1945 tahap pertama 2001. DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003. Dua hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 2003, Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 147/M Tahun 2003 hakim konstitusi untuk pertama kalinya yang dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan para hakim konstitusi di Istana Negara pada tanggal 16 Agustus 2003.

Dari latar belakang berdirinya MK sampai proses pembentukannya, MK murni produk demokrasi. Ust Shiddiq al-Jawi (DPP HTI) pernah menulis menurut Hizbut Tahrir, demokrasi adalah sistem kufur, sehingga implikasinya adalah haram hukumnya mengadopsi, menerapkan, dan mempropagandakannya. Pada tahun 1990, Hizbut Tahrir mengeluarkan kitab karya Syekh Abdul Qadim Zallum berjudul Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr : Yahrumu Akhdzuha aw Tathbiquha aw Ad-Dawatu Ilaiha. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambilnya, Menerapkannya, dan Mempropagandakannya (Bogor : Pustaka Thariqul Izzah, 1994, cet I).

Keberadaan MK sendiri bertentangan dengan pemahaman yang diadopsi HTI. Bagi HTI wewenang legislasi hukum di tangan seorang khalifah. Adapun MK terbentuk dari legislasi wakil rakyat di MPR, DPR dan Presiden. HTI juga berpendapat bahwa produk hukum perundangan-undangan termasuk Perppu harus dinilai keshahihannya dengan standar syariat Islam dalam hal ini fiqih HTI. Sedangkan MK menguji produk perundang-undangan termasuk Perppu berdasarkan kepada UUD 1945, apakah suatu UU/Perppu bertentangan dengan UUD 1945 atau tidak?

IMNU Tegal

Jika demokrasi dan produk-produknya haram, bolehkah memanfaatkan sistem haram? Pada kasus barang dan transaksi haram, HTI berpendapat haram hukumnya memanfaatkannya. Sejatinya HTI juga mengharamkan memanfaatkan MK yang notabene 100% produk demokrasi. Sebagaimana anggota MPR, DPR, presiden, gubernur, wali kota dan bupati, anggota MK juga dipilih dan diangkat untuk menerapkan hukum buatan manusia. Bukankah HTI mengharamkannya?! Kenapa HTI rela diadili dengan hukum buatan manusia, bukankah itu haram?!

Alibi terakhir HTI, menggugat Perppu Ormas ke MK merupakan masalah administrasi (idariyah) yang hukum asalnya boleh (mubah). Administrasi hanya sarana (wasilah). Namun suatu wasilah yang mubah jika akan memperkokoh sesuatu yang haram, hukumnya haram berdasarkan kaidah al-wasilatu ila harami, haramun. Bukankah menggugat Perppu Ormas ke MK berarti akan memperkokoh UUD 1945, undang-undang buatan manusia yang hukumnya haram menurut HTI?!

Sikap pragmatis HTI ini bertentangan dengan prinsip mereka yang menolak asas manfaat (mashlahat) dari sesuatu yang dinilai haram. Kontradiksi antara idealisme pemikiran dengan pragmatisme politik DPP HTI. Dengan menggugat Perppu Ormas ke MK sebagai produk demokrasi sebenarnya HTI telah menjilat ludah sendiri.





Penulis, jamaah Sabtuan NU Kota Bandung. Pegiat di Institute for Democracy Education. Mantan Ketua HTI Babel 2004-2010

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Sholawat IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

KH Saifuddin Amsir Dukung Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, IMNU Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir menyatakan sepakat atas penerapan Ahlul Halli wal Aqdi di lingkungan NU. Metode Ahlul Halli wal Aqdi, menurut Kiai Saifuddin, sudah sangat tepat untuk mengangkat pemimpin tertinggi di kalangan Nahdlatul Ulama.

“Saya setuju banget dengan konsep ahlul halli wal aqdi. Itu yang dikerjakan para salafus saleh dan guru-guru kita terdahulu,” kata Kiai Saifuddin usai penutupan pengajian majelis taklim Ahad pagi di masjid Ni’matul Ittihad kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ahad (24/5) pagi.

KH Saifuddin Amsir Dukung Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Saifuddin Amsir Dukung Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Saifuddin Amsir Dukung Ahlul Halli wal Aqdi

Memang aturan soal siapa-siapa saja nanti yang masuk dalam dewan ahlul halli wal aqdi ini, belum ditentukan. Namun orang-orang yang duduk dalam dewan ahlul halli wal aqdi, insya Allah bisa dipercaya.

IMNU Tegal

Nggak usah repot deh, kita tiru kaifiyah-kaifiyah guru-guru kita saja,” kata Kiai Saifuddin. Menurutnya, posisi Rais Aam PBNU berkaitan dengan kealiman dan kezuhudan. Keduanya tidak bisa ditentukan oleh suara-suara model pemilu (voting).

Jumhur Syuriyah PBNU sepakat dengan penerapan ahlul halli wal aqdi. Ahlul halli merujuk pada sejumlah orang yang memiliki kapasitas keilmuan, berpengaruh, berintegritas, dan standar lainnya. Mereka diamanahkan untuk mengangkat pemimpin dalam konteks ini Rais Aam PBNU.

IMNU Tegal

“Tetapi saya tidak setuju dengan singkatan ‘Ahwa’ nanti dikira orang ‘hawa nafsu’ lagi. Jadi tidak baik sebutan itu,” kata Kiai Saifuddin melenggang pulang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Sejarah IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Sejumlah PWNU dan PCNU Inginkan Pembenahan Organisasi

Jakarta, IMNU Tegal. Sejumlah perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) dari berbagai daerah menginginkan adanya pembenahan untuk menyongsong satu abad NU. Pembenahan organisasi harus dipercepat dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Demikian dalam halaqah nasional menjelang muktamar ke-33 NU di Jakarta, Selasa (2/6). Kegiatan yang dinisiasi oleh para alumni Pendidikan Kader Penggerak NU dihadiri perwakilan dari 31 PWNU se-Indonesia dan puluhan PCNU.

Sejumlah PWNU dan PCNU Inginkan Pembenahan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah PWNU dan PCNU Inginkan Pembenahan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah PWNU dan PCNU Inginkan Pembenahan Organisasi

“Sudahlah kenapa kita paksakan. Kita tinggalkan masa manis. Musim durian sudah selesai. Kita perlu perubahan,” kata MZ Hamdi, Ketua PWNU Kalimantan Barat dalam kegiatan yang dihadiri beberapa pengurus PBNU dari jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, lajnah dan badan otonom.

IMNU Tegal

Sebelumnya Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik merinci beberapa problem internal organisasi, mulai dari yang terkecil soal administrasi kepengurusan sampai soal leadership.

IMNU Tegal

Tim instruktur kaderisasi nasional menyampaikan indeks organisasi dan beberapa hasil survei terkait kondisi organisasi, peningkatan jumlah warga yang berafiliasi dengan NU, prosentase warga NU di berbagai partai politik, distribusi kader di berbagai wilayah, desa dan kota, serta persebaran potensi NU di berbagai bidang.

Disampaikan, beberapa persolanan mendasar organisasi harus segera diselesaikan terlebih dahulu sebelum NU mengurusi pesoalan kenegaraan yang lebih besar.

“Kita tidak salahkan siapa-siapa. Beberapa kondisi yang terjadi di NU merupakan kelanjutan dari proses de-NU-isasi yang telah dilakukan oleh rezim Orde Baru,” kata instruktur kaderisasi Abdul Mun’im DZ.

Dalam kesempatan itu Ketua PWNU Papua Toni Wanggai mengatakan, proses kaderisasi NU untuk kawasan Papua yang dilakukan oleh pengurus NU sendiri maupun oleh badan otonomnya telah berjalan dengan baik. Para kader NU mengambil peran yang signifikan di Papua. NU sangat disegani di Papua karena menerapkan ajaran Islam yang toleran.

Terkait kaderisasi, Ketua PCNU Bolangmongondo Utara Sulawesi Utara Abdul Haris Bambela berharap program Pendidikan Kader Penggerak NU secara nasional dilanjutkan pada periode mendatang. Kaderisasi memberikan dampak yang cukup besar terutama dalam memunculkan rasa percaya diri para kader NU tidak hanya untuk menata dan mengaktifkan organisasi, tetapi juga untuk aktif di dunia peran di luar NU.

Sekretaris PWNU NTT Abdullah Ulumando yang hadir bersama Ketua PWNU NTT menyampaikan harapannya terkait kepemimpinan NU ke depan. Menurutnya, PBNU terutama di jajaran tanfidziyah harus diisi para kader NU yang enerjik, cukup waktu untuk mengurus organisasi dan mampu mengaktualisasikan pemikiran para ulama.

Ketua PCNU Madiun Agus Mushoffa menekankan pentingnya kemandirian organisasi terutama dalam hal penggalian dana untuk mengerakkan organisasi dan pemberdayaan warga. Ia mengatakan, pihaknya telah berhasil mendirikan klinik kesehatan dan membeli asset tanah yang cukup representatif untuk membangun kantor PCNU dan dan semua lembaga dan badan otonom. “Semua kita himpun melalui LAZISNU,” kata Gus Shofa. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Kitab Ahkamul Fukoha akan Diselaraskan

Jakarta, IMNU Tegal. Kitab Ahkamul Fukoha yang berisi solusi problematika aktual hukum Islam berdasarkan keputusan muktamar, munas dan konbes NU dari tahun 1926-2004 akan diselaraskan isinya, terutama sumber rujukannya.

Rais Syuriyah PBNU KH Hafidz Utsman menjelaskan dalam keputusan-keputusan tentang hukum fikih tersebut, belum disebutkan rujukannya secara jelas. “Kadang-kadang hanya disebutkan sumbernya kitab “anu” tanpa memberikan keterangan tambahan kitab tersebut karangan siapa, halaman berapa dan dicetak tahun berapa,” tuturnya, Selasa.

Kitab Ahkamul Fukoha akan Diselaraskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Ahkamul Fukoha akan Diselaraskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Ahkamul Fukoha akan Diselaraskan

Namun ia memastikan bahwa penyelarasan ini tidak merubah hasil keputusan yang sudah diambil karena sifatnya hanya memberikan informasi tambahan dasar pengambilan keputusan tersebut yang memungkinkan orang lain dapat menelurusi sumbernya.

Untuk melakukan penyerasian ini, PBNU telah membentuk tim tersendiri yang diketuai oleh KH Hafidz Utsman dengan anggota KH Zakky Anwar, KH Sadid Djauhari, KH Arwani Faisal, KH Ghozali Said, Dr. Suyuthi Nasution dan Cholil Nafis.

Tim ini diberi waktu selama 6 bulan untuk mengkaji dan mencari sumber rujukan keputusan muktamar, munas dan konbes NU serta beberapa koreksi lainnya.

Ditanya mengenai siapa yang berhak mencetak kitab yang kini laris manis ini, Kiai Hafidz menjelaskan bahwa hal tersebut belum dibicarakan. Saat ini, kitab tersebut dicetak oleh penerbit Diantama bekerjasama dengan Lembaga Ta’lief wan Nasr. Sebelumnya keputusan-keputusan hukum NU dalam berbagai versi pernah dicetak oleh Penerbit Menara Kudus dan Rabithah Maahid Islamiyah.

IMNU Tegal

Versi kali ini merupakan yang paling lengkap karena berusaha memuat seluruh keputusan NU dari tahun 1926 meskipun masih terdapat 6 keputusan muktamar yang sampai saat ini belum berhasil ditelusuri. Ghozali Said, pengurus PP Lembaga Bahtsul Masail menjelaskan bahwa ia sudah berusaha mencari kemana-mana bagian dari keputusan NU yang hilang tersebut. Ia sampai mencarinya ke perpustakaan di Belanda, namun hanya memperoleh salinan untuk satu kali muktamar.

Dikatakannya bahwa keputusan-keputusan yang sampai saat ini belum ketemu tersebut terjadi pada saat NU masih menjadi partai politik, yaitu pada tahun 1960-an yang mana pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh NU sangat didominasi oleh nuansa politik. (mkf)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, Halaqoh, Sholawat IMNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

IPNU-IPPNU Rembang Siapkan Pelajar Mandiri Ekonomi

Rembang, IMNU Tegal. Departemen Perekonomian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Rembang, Jawa Tengah merencanakan kegiatan ekonomi bagi kalangan pelajar NU di Rembang supaya mandiri.

IPNU-IPPNU Rembang Siapkan Pelajar Mandiri Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Siapkan Pelajar Mandiri Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Siapkan Pelajar Mandiri Ekonomi

Anggota Departemen Perekonomian IPNU Cabang Rembang Ahmad Indraki pada Ahad pagi (21/6) di kantor sekretariat IPNU Cabang Rembang, kompleks Gedung NU Jalan Pemuda No 78 Rembang, mengatakan, pihaknya akan berupaya menggagas perekonomian pelajar NU ke depan. Pasalnya kebutuhan para pelajar masakini sangatlah banyak. Jika diteruskan meminta pada orang tua bukan tidak mungkin akan membuat para orang tua kesal.

“Kebutuhan pelajar masakini mulai dari pulsa himgga transportasi dan akomodasi menuju ke sekolah sangatlah banyak. Belum lagi keperluan mereka untuk perawatan mulai dari pakaian hingga yang lainnya, jika di hitung relatif tinggi.

IMNU Tegal

Mengenai usaha yang akan dirintis Ahmad Indraki menjelaskan akan membuat usaha kecil-kecilan yakni memberikan suplai barang kebutuhan pokok bagi warga nahdliyin di Rembang. Seperti beras, minyak goreng, dan dan kebutuhan dapur lainnya, yang akan di dimulai sebelum ramadan hari pertama dimulai.

IMNU Tegal

Dia menjelaskan, tak menarget mendapatkan untung banyak, tetapi bisa berjalan terlebih dahulu. Ahmad Indraki mengaku, tidak mudah dalam menjalankan usaha itu. Tetapi ia bersama pengurus IPNU-IPPNU yang lain akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan usaha itu.

Jika dihitung jumlah warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Rembang relatif tinggi, jika bersedia menjadi member bukan tidak mungkin usaha yang dirintis oleh Departemen Perekonomian IPNU-IPPNU akan dapat berdiri, sesuai dengan harapan. Serta program merintis ke uangan para pelajar NU dapat tercapai.

Sejauh ini, kata Ahmad Indraki pihaknya sudah berkomunikasi dengan Ketua Cabang Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) M Syafi Majlis. Hasilnya LPNU sangat mendukung rencana yang akan dilakukan oleh para pelajar NU untuk mulai merintis keuangannya sendiri.

“Kita tak muluk untung sebagaimana para pengusaha. Tetapi kami akan merintis usaha kecil yang akan dikembangkan secara bertahap. Agar nantinya dapat menjadi pembelajaran kita bersama dalam berusaha ke depan,” katanya. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Nahdlatul Ulama, Aswaja IMNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Tingkatkan SDM Masyarakat Desa, Kemendes dan BKKBN Saling Bersinergi

Jakarta, IMNU Tegal



Pembangunan desa tidak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, tapi juga dari sisi kemanusiaan. Percuma bangun ekonomi kalau SDM-nya (Sumber Daya Manusia) tidak mendukung.

Tingkatkan SDM Masyarakat Desa, Kemendes dan BKKBN Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan SDM Masyarakat Desa, Kemendes dan BKKBN Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan SDM Masyarakat Desa, Kemendes dan BKKBN Saling Bersinergi

Hal tersebut dikatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo usai menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala BKKBN, di Auditorium BKKBN Jakarta, Jumat (4/11).

"Dari sisi SDM inilah BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) bisa masuk. Kita langsung masukkan ke program desa, BKKBN sudah punya banyak program. Semoga bisa disinergikan dengan program Kementerian Desa," ujarnya.

Menteri Eko mengakui, saat ini program-program di dea masih fokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas ekonomi. Meski demikian, tidak dengan melupakan sisi pemberdayaan masyarakat.

"Karena faktor ekonomi tidak melulu menjadi penyebab tingginya anak stunting. Contohnya saja Sleman yang merupakan daerah lumbung pangan Jogja, tapi stunting-nya hingga 26 persen. Ini masalah ada pada edukasi dan sanitasi air bersih terutama," ungkapnya.

IMNU Tegal

Menteri Eko melanjutkan, BKKBN dapat menjadi salah satu yang memberikan pemahaman kepada pendamping desa dan kepala desa, yang berkaitan dengan program-program BKKBN. Sehingga, masyarakat desa menjadi lebih memahami pentingnya program-program yang dijalankan BKKBN, misalnya aturan minimal usia remaja yang menikah.

"Kita punya pendamping desa, saat pelatihan kita masukkan materi-materi BKKBN. Saat pelatihan kepala-kepala desa juga. Kita sepakat untuk membicarakan program-program dengan kementerian dan lembaga terkait agar tidak ada duplikasi program," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menjelaskan, selain program kampong KB, program yang bisa dikerjasamakan denganKementerian Desa adalah program ? Genre (Generasi Berencana). Menurutnya, jika selama ini program Genre berbasis mahasiswa dan pelajar, maka ke depan akan dikembangkan menjadi berbasis masyarakat desa.

"Kalau saat ini kampong KB dibentuk 1 kabupaten 1 kampung KB, 2017 akan dibuat per 1 kecamatan. Kita dating dan kita fasuilitasi Kepala desa dan warga, terutama di daerah tertinggal, kampong nelayan dan kawasan transmigrasi," paparnya. Red: Mukafi Niam

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat IMNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Puasa Setengah Hari Masa Kecil Pak Menteri

Jakarta, IMNU Tegal?



Menteri Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengaku diajari berpuasa oleh keluarga sejak ia masa kecil. Sebagaimana umum anak-anak seusianya, ia hanya bisa melaksanakan puasa setengah hari.?

“Saya diajari dengan puasa setengah hari karena ganjarannya diberi bonus oleh orang tua setengah hari juga. Padahal kita tahu tidak ada puasa setengah hari itu,” katanya di gedung PBNU sebelum meresmikan Nusantara Command Center (NCC) Senin (22/5).?

Puasa Setengah Hari Masa Kecil Pak Menteri (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Setengah Hari Masa Kecil Pak Menteri (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Setengah Hari Masa Kecil Pak Menteri

Namun ia menilai, puasa setengah hari itu merupakan cara mendidik yang baik orang tua kepada anak agar kelak setelah dewasa terbiasa melakukannya.?

“Saya dibesarkan di Bogor, dididk orangtua, terutama nenek saya,” lanjutnya meriwayatkan masa kecilnya.?

Neneknnya, adalah pihak yang mendukung dia dalam menimba ilmu-ilmu agama dengan mengirimkannya ke sekolah agama sore hari.?

IMNU Tegal

Jika ia malas pergi ke madrasah, maka neneknya itu akan memanggil tukang becak agar mengantarkan Rudiantara ke madrasah.?

IMNU Tegal

“Supaya saya ikut kelas. Kalau enggak, nanti saya malas. Sampai sekarang saya tidak lupa itu,” katanya.?

Makanya, lanjut dia, saat dia berdoa untuk orangtuanya, ia selalu menyertakan nama neneknya.?

“Karena saya tidak bisa baca Qur’an, tidak bisa baca nahwu sharaf, grammer (tata bahasa) segala rupa kalau tanpa nenek saya. Saya di Bogor di Madrasah Ibtidaiyah belajar nahwu, sharaf, fiqih, tauhid, di Jalan Menteng,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, Sholawat, Meme Islam IMNU Tegal

Selasa, 28 November 2017

NU Online-LTN Harus Bersinergi Promosikan Islam Moderat ala NU

Jakarta, IMNU Tegal

IMNU Tegal—Situs resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lajnah Ta’lif wan Nasyr NU harus bersinergi dan bekerja sama mempromosikan gagasan Islam moderat ala NU, Islam yang domestik Indonesia. Pasalnya, model Islam seperti itulah yang sedang dibutuhkan dunia Islam saat ini.



NU Online-LTN Harus Bersinergi Promosikan Islam Moderat ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Online-LTN Harus Bersinergi Promosikan Islam Moderat ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Online-LTN Harus Bersinergi Promosikan Islam Moderat ala NU

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat menjadi pembicara utama pada Lokakarya “Membangun Habitus Teknologi Informasi di Kalangan Nahdliyin” yang diselenggarakan IMNU Tegal di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Rabu (8/8)

Hasyim menjelaskan, kedua lembaga tersebut memiliki peran masing-masing yang sangat strategis. IMNU Tegal, katanya, bisa menjadi media komunikasi dan informasi bagi dunia tentang gagasan Islam moderat. Dalam hal ini, IMNU Tegal merupakan media yang sangat tepat di tengah kebutuhan masyarakat dunia akan informasi yang cepat dan akurat.

IMNU Tegal

“Jadi, IMNU Tegal ini menjadi media yang bisa menginformasikan atau mempromosikan Islam moderat ala NU kepada dunia. Dan hal itu, saat ini sudah mulai ‘laku’ oleh dunia, sekalipun ada yang menerima, ada yang menolak,” terang Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions for Peace.

IMNU Tegal

Kiprah NU dalam dunia internasional, terutama dalam upaya membantu penyelesaian konflik antar-sekte Islam di sejumlah negara, tambah Hasyim, pun dapat dipromosikan melalui situs yang pada 2004 lalu mendapat penghargaan dari Komputeraktif Award sebagai situs terbaik untuk kategori sosial-kemasyarakatan.

Sementara, lanjutnya, LTN-NU dapat memainkan peran dalam perumusan khazanah keilmuan dan pemikiran yang khas NU, terutama yang berorientasi pada wawasan kebangsaan. Fungsi tersebut, selama ini kurang dimanfaatkan dengan baik. Padahal, jauh sebelum Indonesia berdiri, NU telah memiliki tradisi keilmuan dan pemikiran sendiri yang khas.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu menambahkan, fungsi lain yang bisa diperankan IMNU Tegal dan LTN-NU adalah penulisan sejarah kiprah dan tradisi keilmuan NU selama ini. Hal itu penting agar NU dapat diketuhui oleh generasi mendatang.

“Agar history (sejarah) NU itu tidak menjadi his story (ceritanya). Perumusan dan penulisan sejarah itu untuk menjembatani kesenjangan antar-generasi,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Sholawat IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock