Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

Jombang, IMNU Tegal. Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur berencana akan menerapkan home visit (kunjungan rumah) ke beberapa tempat tinggal pasien yang sudah dirawat RSNU sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menjalin shilaturahim kepada pasien dan keluarga, di samping mengecek ulang kondisi masing-masing pasien yang dikunjungi.

Penerapan home visit akan dimulai selambat-lambatnya pada pekan ini dengan membawa fasilitas lengkap untuk pemeriksaan kondisi pasien. Di antaranya ambulans khusus, dokter, dan alat-alat pemeriksaan seperti tensi darah, tes labporat, stetoskop, dan timbangan badan.

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

H Syaifullah Isbari, penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, pasien yang akan dikunjungi kurang lebih dari 30 pasien, terhitung sejak dua bulan lalu. Ia menambahkan, jumlah kunjungan tersebut bisa bertambah sesuai dengan kesiapan pihak rumah sakit pada beberapa bulan kemudian, pasalnya kegiatan ini akan dirutinkan dan akan membantu penilaian masyarakat tentang keberadaan rumah sakit ini dalam melakukan aktivitas operasi.

IMNU Tegal

“Karena pertama kali kita melakukan ini, untuk kuota kunjungan kepada pasien bisa saja bertambah pada kunjungan selanjutnya, yang jelas kami akan menyesuaikan dengan persiapan-persiapan dari rumah sakit ini,” katanya kepada IMNU Tegal saat ditemui di kantornya di Jombang, Senin (4/1) siang.

Rencananya, pihak RSNU Jombang akan berkunjung setiap hari sekurang-kurangnya kepada lima pasien dimulai dari wilayah kecamatan terdekat. Syaifullah mengemukakan bahwa kunjungan pasien dari berbagai kecamatan tidak seimbang. Mayoritas jumlah kunjungan pasien terbanyak berasal dari daerah yang jauh dari RSNU Jombang.

IMNU Tegal

“Seperti halnya kecamatan Jogoroto dibandingkan Ngoro malah lebih banyak Ngoro. Di Ngoro mencapai 1360 pengunjung selama tahun 2015, sedangkan di Jogoroto hanya 692 pengunjung,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah IMNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong

Kata banyak kalangan, melaksanakan puasa Ramadhan di manapun itu sama saja, yang membedakan hanyalah niat dan amalan lain yang ingin dilakukan. Tapi, bagi para muslim yang berada di negeri yang mayoritas penduduknya non-muslim, tentu tidak demikian. Tak ada gema adzan, tak ada gema riuh suara sahur, dan tak ada lagi suasa keramaian saat berbuka bersama sanak keluarga.

Bandingan ketika mereka masih ada di Indonesia, semuanya bisa dinikmati tanpa kurang satupun bahkan bisa dibilang itu "suasana yang dirindukan tiba".

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong

Saat Ramadhan pertama tiba, puasa di negeri beton ini pun terasa biasa saja, tak ada yang istimewa, ratusan manusia mengelilingi jalan dengan melahap makanannya di tangan, ratusan kedai makan seolah tak mau tahu urusan pribadi seseorang. Begitulah mirisnya, tapi sebagai seorang muslim yang teguh tentu saja itu semua bukan halangan. Saat senja tiba, berbuka puasa pun terasa nikmat walau ala kadarnya, hingga tarawih yang dilakukan seorang diri.

Negeri ini sebenarnya juga punya masjid, tapi hanya beberapa dan bisa dihitung pakai jari, bilangannya pun tak lebih dari angka 5. Miris, tapi ya sebagai muslim yang baik seharusnya bersyukur, ternyata di sini masih ada bangunan masjid yang berdiri kokoh dengan penuh jamaahnya.

IMNU Tegal

Dalam lubuk hati terdalam, siapa sih yang tidak ingin memijakkan kaki di “rumah Allah” ini, semua pasti ingin memasukinya, begitupun saya. Tapi sayang seribu sayang, masjidnya jauh dan tak bisa selalu pergi kesana dalam waktu-waktu ibadah.

Waktu terus berjalan, puasa dan cuaca bisa dibilang saling bergandengan tangan, tak terasa kini mendekati detik-detik akhir Ramadhan. Sebenarnya tak ada perasaan apapun ketika Ramadhan pergi, hanya saja dalam hati sering berbisik "Andai negeri ini mayoritas penduduknya adalah muslim, mungkin kita tak akan sengsara untuk menapaki kaki menuju masjid dan melakukan ibadah lainnya."

IMNU Tegal

Tapi ini realita, apapun itu harapannya hanya satu, semoga Allah SWT menerima amal ibadah semua muslimin dan muslimat di negeri ini walau dengan seribu keterbatasannya. Berharap mendapatkan pahala yang melimpah di malam-malam Lailatul Qadar. Berharap mendapatkan kemantapan hati untuk selalu istiqamah di manapun dan dalam keadaan apapun dan yang terpenting agar kita semua yang ada di negeri ini selalu diberi kemantapan iman dan Islamnya.

Sampai jumpa lagi Ramadhan, walau tak seistimewa di negeri sendiri tapi kita semua masih merindukanmu, masih ingin selalu bertemu di setiap tahunnya. Aamiin Yaa Rabbalalamiin..

Hong Kong, 15 July 2015

Pengirim: Rina Nur Widayanti

Keterangan Foto: Masjid Kowloon, Hong Kong.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Santri, Lomba IMNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017

Jakarta, IMNU Tegal

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyambut baik perubahan pola pencairan dana desa dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Meskipun memperlambat pencairan dana desa 2017 tahap pertama, namun perubahan ini akan mempercepat pencairan dana desa di masa mendatang.

“Kami menyambut baik perubahan pola pencairan dana desa yang semula dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke KPPN (kantor pelayanan perbendaharaan negara),” ujar Menteri Eko di Jakarta, Kamis (6/4).

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017

Eko menjelaskan pola pencairan dana desa awalnya dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dari RKUD baru kemudian disalurkan ke Rekening Kas Desa (RKD). Pola ini bisa jadi sangat tersentral dan berpotensi menghambat pencairan karena di saat-saat tertentu traffic pencairan dana desa akan sangat padat, terutama ditingkat kabupaten.

IMNU Tegal

Dengan perubahan pencairan di mana nantinya KPPN yang akan melayani pencairan ke RKUD maka proses pelayanan akan lebih cepat karena jaringan KPPN banyak tersebar di berbagai daerah.

“Ada sekitar 171 KPPN di seluruh Indonesia yang akan melayani pencairan dana desa ke RKUD di tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian jika ada masalah administratif atau lainnya pemerintah kabupaten/kota tidak perlu datang ke Jakarta untuk mengurusnya tetapi ke KPPN regional terdekat sehingga menghemat waktu dan biaya,” katanya.

IMNU Tegal

Terkait penundaan pencairan DD tahap pertama karena perubahan pola ini, Eko meminta pemerintah daerah dan pemerintah desa bersabar. Pemerintah daerah punya waktu lebih lama untuk memenuhi persyaratan pencairan dana desa seperti yang diminta Kementerian Keuangan seperti dicantumkannya dana desa dalam APBD dan penerbitan peraturan kepala daerah, peraturan bupati atau wali kota, tentang pembagian tata cara pembagian dan alokasi dana desa setiap desa.

Sedangkan pemerintah desa tetap menjalankan aktivitas pemerintahan sambil menunggu proses pencairan dana desa. “Kami berharap pencairan dana desa pertengahan April seperti yang disampaikan Kementerian Keuangan bisa terealisasi, dan tidak tertunda lagi agar masyarakat desa tidak dirugikan atas keterlambatannya,” katanya.

Untuk diketahui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk menunda pencairan dana desa karena melakukan perubahan mekanisme pencairan. Perubahan mekanisme ini dilakukan agar pencairan dana desa akan lebih efektif dan efisien.

Diperkirakan pencairan dana desa tahap pertama yang dijadwalkan akhir Maret lalu baru bisa dicairkan pertengahan April mendatang. Sedangkan pencairan dana desa tahap kedua tidak mengalami perubahan di mana akan disalurkan pada pertengahan Agustus mendatang. Untuk tahun 2017 ini pemerintah mengalokasikan Rp60 triliun untuk dana desa. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, PonPes IMNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Garut, IMNU Tegal - Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menggelar keramasan di Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III) Sukaresmi-Garut, Selasa (23/5).

Keramasan yang digelar oleh PCNU Garut yang dihadiri oleh Rais Syuriyah KH Amin Muhyiddin, Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sekretaris PCNU Garut Deni Ranggajaya, pengurus lembaga NU, pengurus banom, pengurus MWCNU Se-Kabupaten Garut, dan ribuan warga NU Kecamatan Sukaresmi.

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Kiai Abdul Wahid berpesan kepada seluruh jajaran pengurus, lembaga, dan banom NU untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan serta saling memaafkan agar jalinan ukhuwah islamiyah tetap terjaga dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kiai Amin Muhyiddin berpesan agar warga NU senantiasa menjaga dan meningkatkan amal ibadah serta menjaga keyakinan terhadap kiai NU dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

IMNU Tegal

"Salah satunya kita harus yakin bahwa shalat tarawih itu 23 rakaat beserta witir, kebiasaan kita sebelum atau sesudah bulan Ramadhan kita terbiasa untuk berziarah kubur, memperbanyak ssedekah, dan amalan-amalan lainnya.” (Muhammad Salim/Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Pendidikan, Fragmen IMNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan pernikahan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo dan Muhammad Afif Bobby merupakan tanda Kekuasan Allah.

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby

“Pernikahan Ananda Kahiyang Ayu dan Muhammad Afif Bobby Nasution yang kita hadiri adalah salah satu tanda kebesaran dan keagungan allah,” kata Kiai Said saat memberikan tausiyah pernikahan di gedung Graha Saba Buana, Jl Letjen Suprapto, Surakarta, Rabu (8/11).

Pernikahan tersebut, lanjut Kiai Said juga sebagai bentuk adanay Islam Nusantara, karena menyatunya dua kebudayaan dan pelaksanaan pernikahan secara adat.

“Pernikahan selain menyatukan Mas Boby dan Kahiyang secara jasmani, juga pertemuan khuluq (akhlak), budaya, peradaban, dan kepribadian,” sambung Kiai Said.

Kiai Said mengingatkan, dalam pernikahan akan membangun rumah sebagai tempat tinggal atau  rumah tangga, yang orang Jawa menyebutnya omah-omah. 

IMNU Tegal

“Saya yakin Ananda Kahiyang dan Bobby menempati rumah yang bagus nyaman. Tapi itu tidak ada artinya kecuali kalau ada sakinah,” Kiai Said meneruskan.

IMNU Tegal

Sakinah tersebut terwujud dalam ketenangan di hati para penghuninya.

Terakhir, Kiai Said mengingatkan kedua mempelai agar saling menjaga dan melindungi.

“Istri adalah pakaian bagi istri. Artinya harus menutupi merahasiakan dengan rapat kekurangan suami. Begitu juga suami harus menutupi rahasia istrinya,” urai Kiai Said.

Ia mengatakan paling bahaya bila suami menceritakan kekurangan istrinya kepada orang lain apalagi orang lain itu perempuan. Demikian juga bila istri menceritakan kekurangan suaminya kepada orang lain, terlebih orang lain itu adalah laki-laki. 

“Itu adalah awal petaka dalam rumah tangga,” tegas Kiai Said.

Ia berpesan pernikahan tersebut melahirkan keturunan bermartabat, beradab, dan  berguna bagi bangsa dan agama dan dilimpahi rizki yang halal.

Pernikahan Kahiyang dan Bobby dihadiri sejumlah tokoh seperti Wakil Presiden Jusuf Kala, KH Maruf Amin, Gus Mus, Buya Syafii Maarif, Alisa Wahid. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Sunnah, Kiai IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Harlah NU di Kalbar Sukses

Pontianak, IMNU Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie mengatakan, pelaksanaan rangkaian acara peringatan hari lahir (harlah) NU di Pontianak Convention Centre (PCC), Rabu (20/2) kemarin, yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berlangsung sukses.

Harlah NU di Kalbar Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU di Kalbar Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU di Kalbar Sukses

"Alhamdulillah, Harlah kemarin berjalan sukses. Ribuan warga hadir dalam acara itu. Bagi saya, itu adalah bakti NU untuk masyarakat Kalbar," kata M Zeet di sela-sela acara Tour de Khatulistiwa Pontianak, Jumat (23/2).

Dijelaskan M Zeet yang juga Sekda Kalbar, hari pertama rangkaian peringatan harlah, NU membuka klinik di kantor PWNU. Dalam acara itu dilakukan donor darah dan pengobatan massal. Antusias masyarakat sangat tinggi.

IMNU Tegal

"Di sini kita buktikan bahwa NU aktif terlibat untuk kemaslahatan masyarakat. NU memberikan darma bakti bagi kesehatan untuk rakyat Kalbar," jelas pria berdarah Arab ini.

IMNU Tegal

Sukses donor darah dan pengobatan massal itu, NU menggelar Tabligh Akbar. Tidak kurang dua ribu masyarakat menghadiri acara itu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memberikan taushiyah.

"Pak Kiai mengajak seluruh umat Islam Kalbar menjunjung tinggi kebersamaan. Kalbar beragam etnis dan agama. NU harus memperlihatkan wajah yang humanis dan rahmatanlilalamin," ajak KH Said ditirukan M Zeet.

Dalam acara itu juga, istri Gubernur Kalbar Ny Federika Cornelis hadir. Kehadiran the first lady Kalbar ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI Kalbar. Harlah NU kali ini bekerja sama dengan PMI Kalbar.

Tak ketinggalan hadir tokoh nasional asal Kalbar, Oesman Sapta Odang (OSO) ikut hadir. OSO yang juga Ketua Dewan Mustasyar NU Kalbar ini menyatakan, NU ormas terbesar di Indonesia.

"Ormas Islam terbesar di Indonesia adalah NU. Gabung di NU artinya dekat sama ulama. Ulama adalah pewaris nabi," kata OSO ditirukan M Zeet.

Harapan NU Kalbar, untuk Harlah berikutnya akan dikemas sebaik mungkin. Tentu akan lebih menitikberatkan pada bakti untuk masyarakat. NU harus memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Kalbar.

"Kita tidak mau NU punya nama besar tapi hanya sedikit memberikan manfaat untuk masyarakat. Hal inilah yang terus kita dorong agar NU semakin besar," harap M Zeet yang juga Ketua Forki Kalbar.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Sunnah IMNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Jombang, IMNU Tegal. Kenakalan siswa tidak selamanya berdampak negatif. Salah satunya aksi corat-coret yang biasanya dilakukan menyambut kelulusan Ujian Nasional seperti sekarang. Jika diarahkan dengan benar, maka bisa menjadi sebuah prestasi. Ini yang dibuktikan beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak. 

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Dengan beranggotakan beberapa siswa yang terkenal dengan aksi corat-coretnya, tim yang dikirim justeru diraih juara kedua pada lomba jurnalistik, Jumat (25/5). Penyelenggaranya adalah media nasional yang berpusat di Jakarta bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng Jombang. 

Lomba yang diikuti perwakilan dari madrasah aliyah, SMA dan perwakilan beberapa kampus ini digelar di Gedung Yusuf Hasyim. Tim yang terdiri dari 12 siswa ini sebelumnya juga mengikuti diklat jurnalistik sejak Selasa (22/5). Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator langsung dari Jakarta. “Para peserta juga datang dari berbagai daerah,” kata Umar Bakri, ketua tim MASS Seblak. 

IMNU Tegal

Materi yang disampaikan terkait penyusunan berita. Baik saat masih mencari ataupun saat penulisan berita. Termasuk di antaranya masalah struktur dan cara kerja dewan redaksi. Komposisi pelatihan yang diberikan adalah 20 persen teori dan 80 persen praktek di lapangan.   

IMNU Tegal

Dalam tugas terakhir penyusunan berita, tim MASS Seblak menamakan koran karyanya dengan SPEKTA. “Itu merupakan singkatan dari Seblak spektakuler dan pecinta al-Qur’an,” ujar ketua OSIS ini. Diakui Bakri, untuk sekedar menentukan nama koran, tim redaksi dari MASS Seblak juga terlibat perdebatan sengit. Meskipun diakuinya tim-tim yang lain menentukan nama koran seolah tidak serius. “Bahkan terkesan namanya lucu dan tidak mengandung nilai filosofi,” imbuhnya. 

Berita yang dimuat adalah lima tema. Yaitu terkait musik banjari sebagai headline, radio sebagai media dakwah, pedagang kaki lima di sekitar makam Gus Dur, profil pengasuh Pesantren Seblak dan jilbab model rubu’ sebagai feature. “Tapi berdasar penilaian para dewan juri, feature tentang rubu’ yang memperoleh nilai tertinggi,” kata Irna Nailun Najjaha, anggota tim. 

Kelima berita itu harus selesai tepat waktu. Ketepatan penyelesaian ini menjadi aspek penilian tersendiri. Siswa yang akrab dipanggil Irna ini mengaku harus kerja keras agar penyusunan koran tidak molor. “Teman-teman sampai harus begadang untuk memenuhi deadline itu,” ucapnya.

Terlebih, dewan juri yang menilai bukan dari tim media itu sendiri. “Tetapi dari para pembaca yang sengaja datang untuk menilai hasil kerja keras para peserta,” ujarnya. Dengan beragam latar belakang ini, pembaca tentu akan menilai lebih berbobot terhadap hasil dari setiap tim. 

Nurul Muslimah, anggota tim lainnya, mengakui memang lomba kali ini adalah yang pertama diikuti. “Meski pertama kali, banyak pengalaman yang saya dapatkan, tidak cuma teori, tapi juga praktek,” katanya. Menulis berita, lanjut siswi dari Bau-Bau Sulawesi Selatan ini, ternyata tidak semudah membacanya. “Membuat koran ternyata tidak segampang yang dibayangkan,” ujarnya. 

Pelaksanaan diklat dan lomba yang digelar mulai pagi sampai petang hari juga menjadi catatan anggota tim ini. Dari kebiasaan yang kurang menghargai waktu, Laila Nailul Fauziah menjadi sangat mempehitungkan waktu dalam menulis berita. “Meski badan capek karena mondar-mandir dari pondok ke tempat acara, namun melalui perlombaan ini saya sadar harus menggunakan waktu dengan baik,” kata siswi dari Pasuruan yang akrab dipanggil Ela ini. 

Kepala sekolah MASS Seblak Nur Laili Rahmah mengakui bahwa pengalaman yang diperoleh siswanya memang sangat berharga. Mengingat lomba itu juga diikuti banyak peserta. “Bahkan ada juga tim dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, jika mereka keluar sebagai juara kedua, itu saya kira sudah maksimal,” katanya. 

Perempuan berkacamata ini tidak henti-hentinya memotivasi siswanya agar kreativitas yang dimiliki bisa ditonjolkan. “Dengan berdiskusi menentukan nama koran saja, mereka akan belajar berdemokrasi dan menghargai pendapat temannya,” pungkasnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Sunnah, Jadwal Kajian IMNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Ngaji Politik ala PMII Bojonegoro di Bulan Ramadhan

Bojonegoro, IMNU Tegal. Meskipun menjalankan ibadah puasa, tidak membuat aktivis pergerakan yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro bersikap apatis terhadap perkembangan politik yang ada. Sehingga untuk mendidik para kadernya, PMII mengadakan Ngaji Politik di Bulan Ramadhan.

Ngaji Politik ala PMII Bojonegoro di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Politik ala PMII Bojonegoro di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Politik ala PMII Bojonegoro di Bulan Ramadhan

Acara yang dikemas Ngaji Politik itu diluncurkan di kantor PC PMII Bojonegoro Jalan Pondok Pinang 2A Bojonegoro, Selasa (7/6). Selain diikuti puluhan pangurus cabang dan komisariat serta rayon se-Bojonegoro, juga mengundang Mustogfirin salah satu komisioner KPU Kabupaten sebagai Narasumber dalam ngaji tersebut.?

Ketua umum PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid mengatakan, bahwa Ngaji Politik didesain sebagai wadah pendidikan politik disaat pemuda apatis berbicara politik. "Ini bagian dari transformasi nilai khazanah keilmuan untuk ngomong masalah politik kekinian. Agar kader PMII pasca ? berproses mampu menjadi bagaian anti solusi di tengah kebuntuan politik nasional maupun lokal," jelas Syahid sapaan akrabnya.

Mantan Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro itu juga menjelaskan, selain ngaji politik, PC PMII Bojonegoro juga mengagendakan ngaji anggaran dan ngaji migas. Ini bagian dari inovasi kaderisasi dalam mengemas kajian keilmuan yang harus dikuasai kader-kader PMII. "Bahkan di setiap sore kami juga mengajar ngaji anak jalanan dan masyarakat sekitar di Kantor PC PMII Bojonegoro," jelas aktivis asal Tuban itu.

Sementara itu, Mustogfirin yang mengisi Ngaji Politik menuturkann bahwa pendidikan politik sangat penting bagi aktivis muda, terutama kaum pergerakan. "Konsen di dunia politik, baik di penyelenggara maupun di pelaksana politik merupakan bagian dari pilihan politik. Sudah saatnya sistem politik dibangun dan dihuni oleh kaum aktivis yang sudah serius untuk kepentingan rakyat. Sehingga politik akan berdampak pada kemaslahatan umat," tandasnya. (M. Yazid/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Sunnah IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Ketua PWNU Jateng : Ansor dan Banser Telah Teruji Sejak Lama

Batang, IMNU Tegal?



Maraknya organisasi yang mengaku dari golongan Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja), tapi tak mengamalkan ajaran-ajarannya, maka diperlukan penambahan identitas utamanya untuk Aswaja yang dipegang Nahdlatul Ulama (NU). Yaitu Aswaja an-Nahdliyyah.

Ketua PWNU Jateng : Ansor dan Banser Telah Teruji Sejak Lama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Jateng : Ansor dan Banser Telah Teruji Sejak Lama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Jateng : Ansor dan Banser Telah Teruji Sejak Lama

Hal itu ditegaskan Ketua PWNU Jawa Tengah Abu Hapsin saat memberikan arahan kepada kader Ansor dan Banser pada pembukaan Kemah Bakti II tahun 2017, Sabtu (22/4) malam, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

"An-Nahdliyah itu penting karena sekarang banyak ormas yang mengku Sunni bahkan ISIS saja mengaku Aswaja. Maka jangan sampai keliru, maka ini perlu ditambah an-Nahdliyah sebagai penanda bahwa ini telah menyelamatkan Nahdliyin dan bangsa Indonsia dari perpecahan," tuturnya pada rangkaian peringatan Hari Lahir ke 83 Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunikan dan nilai budaya yang luhur. Buktinya meski di Indonesia tidak memiliki banyak ulama besar sebanyak di kawasan Timur Tengah, namun Indonesia masih tetap utuh dan kuat.

Ia juga menegaskan, bahwa pola pemahaman yang selama ini jadi pegangan NU dan Ansor-Banser adalah sebuah pemahamam keagamaan yang sudah teruji, baik sejak sebelum kemerdekaan, awal kemerdekaan, masa Orde Lama, Orde Baru, maupun Reformasi.

IMNU Tegal

Abu Hapsin juga menceritakan pengalamannya saat hadir di Muktamar NU di Cipasung tahun 1994. Saat itu hubungan Gus Dur dengan Presiden RI Soeharto sedang tidak harmonis karena Gus Dur dinilai selalu terlalu kritis pada pemerintah.

IMNU Tegal

Bahkan Soeharto saat diundang di Muktamar, akan bersedia hadir dengan syarat Gus Dur tidak duduk di barisan terdepan. Mengetahui hal itu, Gus Dur memilih duduk di belakang bersama warga Nahdliyin lain yang bukan peserta Muktamar.

"Itu saya melihat betul (peristiwa tersebbut,Red)," ujarnya.

Hal itu membuktikan bahwa hubungan antara Gus Dur dan Soeharto memang tidak baik. Namun, Soeharto di Muktamar menyampaikan kesaksiannya yang tulus bahwa NU memilki sumbangasih yang luar biasa pada Indonesia.

Yaitu terletak pada pemahaman keagamaannya yang sudah mampu mengantarkan Indonesia dalam posisi stabil dalam politik. Situasi itu menurut Soeharto perlu disyukuri dan dipertahankan.

"Ini ucapan yang sangat tulus dari orang yang tidak suka, kalau ucapan yang suka (memuji,Red) ya wajar. Yang tak lain adalah pemahaman Ahlussunnah wal-Jamaah an-Nahdliyah," ungkap Abu Hapsin.

Ia juga berharap, adanya Kemah Bakti ini, para peserta dapat merenungkan persoalan-persoalan bangsa dan ke Indonesiaan. "Itu harapan kami," tuturnya.

Ketua PW Ansor Jateng, Ikhwanudin mengatakan, Kemah Bakti II ini arahnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama melalui penggalian potensi kader dari berbagai bidang. Utamanya diarahkan untuk memupuk rasa kesetiaan dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Harapannya, Ansor Banser tetap jadi garda terdepan dalam berpartisipasi di kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Terdapat sejumlah kegiatan di Kemah Bakti yang diikuti 690 peserta dari 32 Cabang se Jateng ini, di antaranya sarasehan kebangsaan bersama Anggota DPD RI Achmad Muqowam, lomba prestasi yang terdapat 11 kejuaraan salah satunya perlobaan bidang IT atau pembuatan iklan layanan masyarakat.

"Itu juga untuk menanggulangi berita-berita hoax, membuat meme yang mengandung pesan rahmatan lil alamin," katanya.

Selain itu, juga ada bakti sosial, pameran produk-produk UMKM dari kader Ansor, mujahadah dan Ansor Bersholawat, dan pada Senin (24/4/2017) akan digelar apel kesetiaan NKRI sekaligus penutup.

Yang menarik dalam kegiatan Kemah Bakti kali ini, imbuh Ikhwan, adalah kegiatan ini didukung penuh oleh warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

"Maka kami apresiasi besar pada Kepala Desa, Ketua Ranting NU dan Ansor yang telah memberi dukungan luar biasa terutama konsumsi," ujarnya.? (Sholahuddin Al-Ahmed/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Sunnah IMNU Tegal

GP Ansor Tangerang Gelar Istighotsah untuk Pemilu Damai

Tangerang, IMNU Tegal. Tidak kurang dari 1000 santri dan pelajar menghadiri acara istighotsah dan doa bersama yang digelar Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangerang di Pondok Pesantren Jabal Nur Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (27/3).

Ketua pelaksana, Ahmad Nazir, menyampaikan istighotsah tersebut sebagai salah satu usaha batin untuk menjaga situasi Kota Tangerang supaya tetap damai, aman, dan sejahtera. Menurutnya, saat ini masyarakat sedang berada di tengah tensi politik yang tinggi menghadapi dua agenda besar pesta demokrasi di Indonesia, yaitu Pileg dan Pilpres.

GP Ansor Tangerang Gelar Istighotsah untuk Pemilu Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tangerang Gelar Istighotsah untuk Pemilu Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tangerang Gelar Istighotsah untuk Pemilu Damai

Acara yang diselenggarakan di pesantren pimpinan KH Saiful Millah ini juga dihadiri Kasat Binamas Polres Metro Tangerang Kota Letkol Haris, Capt. Rohani (Danramil 0506 Tangerang), Nurhalim (perwakilan KPU Kota Tangerang), serta Zainil Miftah (Panwaslu Kota Tangerang). Istighotsah dipimpin Ust Khoirul Fatihin dari Pondok Pesantren Langitan Jawa Timur.

IMNU Tegal

Pada kesempatan itu, Letkol Haris mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menjaga kondusivitas demi kelancaran pemilu khususnya di Kota Tangerang. Sedangkan Danramil Tangerang menyampaikan akan siap siaga menjaga keamanan, ketertiban lingkungan baik sebelum atau sesudah penyelenggaraan pileg da pilpres.

IMNU Tegal

Selaku anggota KPU, Nurhalim mengajak para hadirin untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas dan bermartabat dengan menggunakan hak suaranya pada tanggal 9 April nanti, serta menghindari kecurangan-kecurangan dalam proses Pemilu.

Zainil Miftah, anggota Panwaslu, mengingatkan agar masyarakat tak mau dibodohi lagi dengan praktik politik yang menghalalkan segala cara baik itu politik uang, janji-janji palsu, maupun kampanye hitam. Bila menemukan kejadian-kejadian semacam itu masyarakat bisa melaporkan kepada petugas pengawas pemilu di wilayahnya masing-masing, ujarnya.

Sementara dalam sambutannya Ketua GP Ansor Banten H Ahmad Imron mengatakan, istighotsah ini selain untuk Pileg 9 April, juga sebagai doa menjelang Ujian Nasional SMA/SMK. “Saya berharap dengan doa bersama, pileg bisa berjalan lancar dan tidak ada masalah,” tuturnya. (Atho’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Sunnah IMNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Banda Aceh, IMNU Tegal. Tren penularan HIV/AID tidak lagi terkonsentrasi pada populasi kunci seperti wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki berisiko tinggi (LBT). Titik penularan kini beralih dan sudah mulai masuk pada populasi umum. Hal ini bisa dilihat dari data terkini orang hidup dengan HIV/AID (ODHA).

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Demikian dikatakan Koordinator Program Penanggulangan HIV/AID PP LKNU Sri Rahayu dalam pelatihan penanggulangan HIV/AID di Hotel Banda Aceh, Selasa (28/1).

Laporan dari Kementerian Kesehatan, kata Sri, menyebutkan penyumbang terbesar kasus HIV/AID sampai akhir tahun 2013 adalah ibu rumah tangga.

IMNU Tegal

Jumlah kasus HIV/AID yang menimpa ibu rumah tangga itu mencapai angka 347. Sedangkan pada wanita pekerja seks hanya 59 kasus di seluruh Indonesia,” kata Sri Rahayu.

Sri mengharapkan 15 kader NU yang menjadi peserta pelatihan itu dapat menyampaikan prihal HIV/AID dan penularannya demi memupus stigma dan diskriminasi yang berkembang terhadap ODHA.

IMNU Tegal

Kalian diharapkan juga bisa mengurangi laju kenaikan angka ODHA yang terus bertambah terutama di kalangan ibu rumah tangga, tandas Sri Rahayu. (Nat Riwat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, Humor Islam, Sunnah IMNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila

Oleh Muhammad Sahlan



Sebelum lebih jauh membahas radikalisasi tentunya penting diterangkan istilah radikalisasi secara singkat terlebih dahulu. Menurut Afif Muhammad, radikal berasal dari kata radic yang berarti akar, dan radikal sendiri adalah sesuatu yang mendasar atau hingga sampai ke akar-akarnya. Penyusunan predikat “radikal” dapat dikenakan pada pemikiran, yang kemudian ada istilah “pemikiran radikal”, dapat juga pada gerakan, yang kemudian disebut “gerakan radikal”. Dalam Tesaurus Bahasa Indonesia, radikal diartikan sebagai (a) fundamental, mendasar, primer, esensial, kardinal, vital, drastis; (b) ekstrim, fanatik, keras, militan, revolusioner; (c) liberal, maju, progresif, reformis, terbuka; (d) (kaum, orang) ekstrimis, reaksioner, revolusioner. Dengan demikian radikalisme dapat diartikan sebagai sebuah paham atau aliran keras yang ingin melakukan sebuah perubahan sosial atau politik dengan cara cepat, drastis, keras, dan ekstrem.

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila

Dalam konteks radikalisme Islam, adalah upaya orang atau sekelompok orang Islam tertentu yang ingin menerapkan ideologi (syariat Islam) dengan cara cepat, keras, dan ekstrem tanpa melihat atau menerima ide-ide lain dengan berdalih agama. Hal ini bisa menjadi bencana besar bagi ketentraman manusia, jika ditilik kembali tentang definisi kebenaran menurut kelompok radikal. Pemahaman kebenaran dalam agama adalah berasal dari Tuhan. Sedangkan firman Tuhan ada dalam kitab suci. Kemudian, apabila kitab suci mempunyai beberapa tafsir yang berbeda, maka bagi radikalisme agama, paham kelompoknya-lah yang dianggap paling benar. Dengan demikian, jikalau terdapat beberapa kelompok orang ? yang berpaham agama secara radikal, kemungkinan berikutnya adalah terjadi sebuah clash atau benturan fisik yang mengakibatkan kekerasan dan perang saudara. Hal ini akan mengakibatkan zaman jahiliah terulang kembali oleh peperangan dan pembunuhan.

Dari pemaparan fakta-fakta radikalisme di Indonesia saat ini menunjukkan bagaimana bangsa Indonesia telah mengalami ancaman besar dari sisi pemuda, yang digadang-gadang sebagai “tulang punggung bangsa”. Merebaknya fenomena radikalisasi Islam di kalangan pemuda terutama terjadi di kampus-kampus besar merupakan sebuah kecolongan besar bagi masa depan bangsa, di mana mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan. Jika hal ini terus terjadi kemungkinan besar Pancasila sebagai Philosophische Grondslag atau dasar negara akan segera tergantikan oleh syariat Islam atau khilafah melalui pemimpin-pemimpin yang berpaham fundamental. Dan kemungkinan buruk selanjutnya sesuai premis awal tentang radikalisme, Indonesia akan mengalami beberapa peperangan, benturan fisik, dan pembunuhan antaragama yang ada. Hal ini bisa terjadi karena kondisi masyarakat Indonesia yang beragam, banyak agama juga aliranya.

Pentingnya Semangat Pancasila sebagai Kontinuitas Pembangunan Bangsa

IMNU Tegal

Seorang ahli sosial Indonesia, Ignas Kleden menyatakan bahwa kebudayaan adalah dialektika antara ketenangan dan kegelisahan, antara penemuan dan pencarian, antara integrasi dan disintegrasi, antara tradisi dan reformasi, yang dengan kata lain kedua hal tersebut akan selalu diperlukan. Misalkan jika tanpa tradisi atau integrasi, suatu kebudayaan akan menjadi tanpa identitas, sedangkan tanpa suatu reformasi atau disintegrasi suatu kebudayaan akan kehilangan kemungkinan berkembang dalam merespon jaman dan paksaan perubahan sosial.?

Sebuah negara tidak akan menjadi lebih baik, lebih matang, dan lebih kuat dalam hal kebudayaan apabila setiap hasil kebudayaan yang ada atau kebudayaan masa lalu selalu diganti dengan sebuah kebudayaan baru dengan terus menerus. Kondisi ini telah dan masih terjadi di Indonesia seperti yang diungkapkan oleh Kleden, mengapa sejarah kebudayaan Indonesia modern pada hakikatnya adalah sejarah tanpa kontinuitas. Penyebabnya adalah setiap generasi selalu berusaha membangun sebuah tradisi baru dari nol (awal) dan bukan melakukan dilektika terhadap tradisi sebelumnya. Sikap (1) penolakan terhadap tradisi kebudayaan yang ada atau masa lalu atas dasar semangat modern dapat dilihat dari beberapa kasus misalnya, sering dikutipkanya pemikiran tokoh ekonom Barat daripada Hatta, sering dikutipnya pemikiran nasionalisme ahli Barat daripada Soekarno, sering dikutipnya pemikiran Islam transnasional daripada kiai-kiai yang ada di Indonesia, sering dikutipnya pemikiran kebudayaan Barat daripada (misalnya) pemikiran Ignas Kleden ini, dan masih banyak kasus-kasus penolakan tradisi lainya.

Sikap (2) konservatif alias selalu mempertahankan tradisi kebudayaan masa lalu, dapat dilihat dalam masyarakat yang tidak mau menerima semangat modern: materialis, rasional, dan individual yang memang perlu diserap di era saat ini. Konservatif terhadap tradisi akan berakibat juga dalam tersingkirnya masyarakat tertentu dari pertarungan global. Yang menjadi sebuah catatan dan poin penting adalah sikap masyarakat Indonesia seharusnya bisa berada dalam posisi moderat, dengan melanjutkan tradisi yang sudah ada, melakukan kritik terhadapnya, juga berinovasi.

IMNU Tegal

Ditarik dalam konteks tema ini, Pancasila adalah sebuah hasil pemikiran tokoh pendiri Indonesia dalam merumuskan dasar negara dan pandangan hidup yang juga bisa disebut hasil kebudayaan bangsa Indonesia. Lebih dari itu Pancasila diciptakan sebagai dasar negara yang dimaksud sebagai fondasi negara yang kuat (ideologi), agar rumah kebangsaan yang bernama negara Indonesia dapat kokoh dan abadi, serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kemudian dalam membangun negara dan peradaban tanpa didasari dengan semangat transendental (ketuhanan) dan prinsip-prinsip ruhiah yang kuat adalah ibarat membangun bangunan istana yang rapuh. Sehingga Pancasila merupakan sesuatu yang jelas pokok dan sakral, tidak bisa diubah dalam kondisi apapun. Oleh sebab itu upaya mengganti sebuah dasar negara dengan dasar yang lain sama saja menghancurkan negara Indonesia.

Dari sisi sejarah, pembentukan Pancasila melalui perdebatan cukup menegangkan. Perumusan Pancasila mengalami beberapa ketegangan antara tokoh dari umat muslim dan non-Muslim ? dalam menetapkan sila pertama Piagam Jakarta (cikal bakal Pancasila), ? yakni “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. Akhirnya dengan usaha keras persuasi Soekarno terhadap perwakilan tokoh Islam di detik-detik awal kemerdekaan Indonesia, tujuh kata di belakang ketuhanan dihapus demi persatuan dan kesatuan mengingat Indonesia baru merdeka. Usaha ini juga jelas menggarisbawahi bahwa Indonesia bukan hanya terdiri dari warga Muslim—meskipun Islam adalah mayoritas—bahwa ada penganut agama-agama lain yang hidup di Indonesia. Mereka semua sebagai warga negara harus memiliki hak yang sama. Upaya untuk mengganti Pancasila dengan Khilafah misalnya, adalah upaya untuk mendiskreditkan pemeluk agama lain atau kelompok lain dalam negara baru yang dicita-citakan oleh kelompok tertentu.

Kembali lagi pada gagasan yang diangkat oleh Kleden tentang kontinuitas tradisi, dengan melakukan kritik terhadap tradisi yang sudah ada, kemudian melakukan reformasi tradisi agar lebih baru dan maju merupakan sebuah upaya positif dalam urun pembangunan. Konsep ini memiliki kesamaan dengan usul fiqih yang menjadi doktrin organisasi kegamaan Islam Nahdlatuh Ulama (NU), al-mukhafadhatu ala-alqadimisshalih wa-alakhdu bil jadidi al-aslah yang artinya memelihara yang lama yang baik dan mengadopsi yang baru dan baik. Konsep “menjaga yang baik” di sini bisa disamakan dengan tetap bertradisi dengan mengkritik tradisi yang tidak kontekstual tentunya bentuk atau kemasanya saja, dan “mengambil yang lebih baik” di sini bisa disamakan dengan melakukan upaya perubahan mencari dan menemukan inovasi baru agar tetap eksis dalam perubahan zaman.

Pemahaman seperti Kleden dan NU tentang kebudayaan di atas dapat menjadi semangat positif dalam melanjutkan tradisi yang sudah ada (Pancasila). Mestinya dengan melakukan kritik dan tafsir ulang untuk disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Bentuk konkrit sikap ini, misalnya adalah melanjutkan pemikiran-pemikiran yang telah digagas, semisal Ekonomi Kerakyatan oleh Hatta, Dawam Raharjo, Mobyarto, dsb; Kebudayaan oleh STA, Kleden, Pram, Rendra, Ronggowarsito (Jawa) dsb; Pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara, Dr Soetomo, dsb; Filsafat oleh Suryomentaram (Jawa) dsb; Islam oleh Hasyim Asyari, A. Dahlan, Mustofa Bisri, dsb; dan bidang-bidang sosial lainya di mana sesuai dengan konteks sosial budaya Indonesia itu sendiri.

Oleh sebab itu, semangat Pancasila menjadi penting sebagai usaha warga negara dalam memajukan bangsa dan menolak gerakan radikalisme agama. Gerakan radikalisme dalam beberapa kasus juga ingin menyuarakan permasalahan sosial bangsa yang sudah sangat pelik. Lalu, mereka memberi solusi dengan ikut bergabung dalam gerakanya. Dan puncaknya adalah penerapan khilafah atau syariat Islam di dalam negara sebagai solusi atas tidak becusnya sistem demokrasi dan ideologi Pancasila. Namun, apakah sistem baru yang ditawarkan sudah teruji atau diterapkan dengan hasil sebuah kemakmuran bangsa? Tentunya, biaya “peperangan antar suku, agama, aliran” belum juga kegagalan yang diakibatkan, kepentingan global yang mendompleng dibaliknya, lebih baik dialihkan pada usaha kongkrit dalam mengembangkan tradisi yang sudah ada. Terakhir, sebagai negara yang sudah berusia 72 tahun, Indonesia haruslah sudah mandiri di segala bidang. Untuk itu, berusaha berdikari dengan Pancasila adalah suatu keharusan.

“Kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing. Diktat-diktat hanya boleh memberi metode, tetapi kita sendiri musti merumuskan keadaan” (Rendra, Sajak Sebatang Lisong).

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Meme Islam IMNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Brebes, IMNU Tegal. Di saat anak-anak sekolah di berbagai tingkatan baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA? berangkat upacara HUT ke-70 RI, ratusan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Umat Brebes, Jateng justru meliburkan siswanya. Terang saja, sekolah yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut tidak mengadakan upacara 17-an.

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)
SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Keberanian Kepala Sekolah tidak menggelar upacara mendapat reaksi keras dari para orang tua murid dan mendapat sorotan dari elemen masyarakat termasuk media sosial. Bahkan Dandim 0713/Brebes? dan Polres Brebes langsung mengadakan klarifikasi ke sekolah tersebut.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Efdal Nazra mengatakan, setiap sekolah wajib melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, sebagai penerus bangsa berkewajiban mengisi kemerdekaan sebaik mungkin.

IMNU Tegal

"Saya baru tahu ada sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera hari ini. Saya akan cek dulu, dan apa alasanya tidak melaksanakan upacara bendera itu," tandasnya.

Kepala Sekolah SD IT Harapan Umat Brebes, Ratoni saat dikonfirmasi mengakui kalau sekolahnya tidak melaksanakan upacara 17-an. Meski mengakui, tetapi dia membantah kalau upacara 17-an tidak dilaksanakan karena sebenarnya sudah dilakukan dengan menggabungkan upacara hari pramuka pada 14 Agustus lalu.

IMNU Tegal

Ketika didesak apa bukti-buktinya melaksanakan upacara 17-an antara lain pembacaan teks proklamasi, Ratoni tampak gelagapan tidak bisa menunjukan bukti-buktinya.? "Ini memang kebijakan sekolah kami. Tapi, bukan berarti kami tidak menghargai Hari Kemerdekaan RI. Sebab, kegiatan upacara itu sudah dilaksanakan pada 14 Agustus lalu bersamaan peringatan Hari Pramuka," bantahnya.

Ratoni yang biasa disapa Ahmad Fatoni ini juga beralasan kenapa tidak melaksanakan upacara 17-an karena siswanya banyak yang jauh seperti dari Losari, Larangan dan yang jaraknya jauh. Lagi pula tanggal 17 Agustus adalah tanggal merah yang artinya hari libur. Selain itu, sekolah juga tidak mendapat arahan dari Dinas Pendidikan, terkait kewajiban melaksanakan upacara bendara HUT Kemerdekaan RI. "Atas pertimbangan ini, kami berinisiatif meliburkan seluruh siswa," paparnya

Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wijaksono sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan sekolah tersebut. Kebijakan yang diterapkan itu dinilai salah. Apalagi, bagi siswa SD. Sebab, pendidikan nasionalisme sejak dini sangat penting. Karena itu, pihaknya meminta dinas terkait untuk mengambil langkah atas kejadian tersebut.

"Itu jelas salah, karena semua sekolah wajib melaksanakannya. Ini penting bagi penanaman nasionalisme pada anak-anak sebagai penerus bangsa," tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, IMNU, Sunnah IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

IMNU Tegal

Pengobatan Gratis

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

IMNU Tegal

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Sunnah, Sejarah IMNU Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Kenapa Saya Gembira Ketika Gus Dur Presiden?

Sungguh sulit sebenarnya untuk mengungkapkan awal perkenalan secara fisik dengan ulama tersebut, karena peristiwa fisik sungguh belum pernah saya rasakan seutuhnya. Saya hanya bisa mengenal banyak dengan sosok yang nyentrik itu lewat tulisan-tulisannya.

Selain itu mengenal dia dari beberapa kebijakannya yang terbilang “mem-pri-ha-tin-kan” bagi kebanyakan orang di masa pemerintahannya dulu. Namun nyatanya, itu bukanlah awal perkenalan dengan nama tersebut.

Kenapa Saya Gembira Ketika Gus Dur Presiden? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Saya Gembira Ketika Gus Dur Presiden? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Saya Gembira Ketika Gus Dur Presiden?

Sebagai anak kelahiran Jakarta, saya terbilang jarang mengikuti berbagai informasi mengenai pergerakan ulama di negeri ini. Selain itu dengan status pelajar SD, saya belum tertarik mengenai hal tersebut.

IMNU Tegal

Namun saya memiliki sebuah pengalaman penting pada medio tahun 1999, dilaksanakanlah Pemilu usai terjadinya Reformasi. Kata yang akhirnya baru kumengerti saat menjadi mahasiswa kelak. Namun jujur, saat itu saya tak sama sekali tertarik dengan kalimat tadi dan akan memilih bermain bola sepak di lapangan dekat rumah yang masih tersedia.

Suatu keramaian terjadi di rumah. Saat itu seluruh penghuninya berkumpul bersama untuk menyaksikan televisi yang hanya terdiri dari beberapa chanel. Saya turut dipanggil untuk melaksanakan doa bersama di sela-sela tayangan itu. “Apa yang terjadi sih, sampai harus nonton sambil berdoa.” Begitulah kira-kira yang saya pikirkan.

IMNU Tegal

Di televisi sendiri, hanya ada dua buah gambar yang masing-masing terisi dua orang manusia yang sumpah mati belum pernah saya lihat sebelumnya. Seorang lelaki berpeci dengan background gambar berwarna hijau dan seorang wanita bersanggul dengan latarnya berwarna merah dan sedikit tambahan gambar banteng dibelakangnya.

Saya memberanikan diri bertanya pada kakek yang terlihat paling khusuk menyaksikannya.

Dengan penuh pengharapan, kakekku menjelaskan bahwa, orang yang memakai peci adalah seorang ulama bernama Abdurrahman Wahid yang terkenal dengan sebutan Gus Dur. Dia merupakan perwakilan umat Islam untuk memimpin Indonesia ke depan. Kira-kira begitulah kalimat yang masih sedikit tersisa dalam ingatanku.

“Lalu yang perempuan siapa?”

“Kalo yang itu namanya Megawati. Kalo sampai dia yang jadi presiden, bahaya negara ini soalnya berlawanan sama kodrat. Kan laki-laki kedudukannya harus memimpin perempuan.”

“Benar juga, itu sesuai yang diajarkan guru agama Islam di sekolah,” pikir saya. Yang menjadi menarik kala itu, adalah kedudukan si wanita lebih banyak dibandingkan hasil perolehan lelaki berpeci. Terdorong oleh motivasi yang irasional, seketika itu saya ke kamar dan mengambil sarung lantas mengambil wudhu dan berdoa.

Saat penghitungan selesai, saya melihat orang berpeci itu yang menjadi pemenangnya. Saya melonjak dengan gembira, bak seorang penyerang yang menjaringkan bola ke gawang lawan. Tapi hal yang tak pernah saya mengerti sampai sekarang, mengapa saya bisa segembira itu, sedangkan kedua orang tadi bukanlah orang yang saya kenal dekat.

Kejadian itu masih terngiang di kepala saya hingga kini. Bahkan ketika dulu menempuh pengajaran sejarah dalam lembaga Megawati Institute. Di sana, saya selalu teringat keriangan masa kecil dengan Gus Dur, sekalipun tanpa alasan jelas.

Anda marah? Namanya juga anak kecil. Tapi jika Anda tak pernah mengalaminya, mungkin ada tiga sebab yang menjadi alasannya; pertama keluarga anda pendukung loyal Megawati. Kedua, keluarga Anda apatis terhadap politik. Yang terakhir, masa kecil Anda suram karena tak memiliki televisi. (Aditya Nugraha)

Dalam rangka peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), IMNU Tegal akan memuat tulisan anak-anak muda tentangnya. Setiap hari akan dimuat satu tulisan. Jika ingin turut berpartisipasi, sila kirim tulisan Anda ke redaksi@nu.or.id.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Tegal IMNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Dapat Sejumlah Undangan dari Tetangga?

Tetangga berhak membuat keramaian di rumahnya. Macam-macam hajat diadakan mulai dari pernikahan, khitanan, walimatus safar haji, mondokin anak, selamatan rumah, syukuran, arwahan, dan hajat lain. Untuk itu mereka menyebarkan undangan kepada kerabat dan tetangga lainnya. Mereka tidak ingin bikin hajatan sendiri.

Tetapi tetangga yang hendak mengadakan hajatan bukan seorang diri. Kadang sejumlah tetangga mengadakan hajatan berbeda jadwal dan berbeda tempat. Tetapi tidak menutup kemungkinan beberapa tetangga mengundang kita untuk sebuah hajatan yang harinya berbarengan. Sebab mereka juga tidak perlu bermusyawarah agar tidak bentrok. Sementara kaki hanya dua. Mereka berharap kehadiran para tetangga dan kerabat.

Dapat Sejumlah Undangan dari Tetangga? (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Sejumlah Undangan dari Tetangga? (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Sejumlah Undangan dari Tetangga?

Untuk mereka yang mendapatkan undangan, tidak perlu panik atau bingung. Dengan sejumlah undangan itu, ia justru terhormat karena diharapkan kehadirannya. Hanya saja ia perlu menimbang tetangga mana yang mesti didatangi duluan. Syekh Zainuddin Abdul Aziz Malibari menerangkan dalam kitab Fathul Mu’in demikian.

IMNU Tegal

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, andaikata ada dua tetangga mengundang seseorang, maka ia harus memenuhi lebih dahulu undangan tetangga yang datang duluan. Kalau misalnya keduanya datang berbarengan untuk mengundang, maka ia mesti memenuhi undangan orang yang lebih dekat hubungan kekerabatan dengannya. Kalau keduanya ialah saudara dengan kedekatan yang sama, maka ia pilih datangi undangan kerabat yang rumahnya lebih dekat. Kalau jarak kedekatan rumah mereka sama, ia bisa mengambil cara undian.

Syukur alhamdulillah kalau yang mengundang hanya dua tetangga. Kalau lebih dari dua undangan, ya tetap alhamdulillah. Pasalnya, keterangan Fathul Muin di atas berlaku juga untuk kasus lebih dari dua undangan. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Nusantara, Sunnah IMNU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Persatuan Pelajar Indonesia Serahkan Bantuan Kepada Warga Syiria

Damaskus, IMNU Tegal. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Damaskus menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Syrian Arab Red Crescent (SARC) di Kantor Pusat SARC di Damaskus Rabu, (20/4). Bantuan dari PPI ini langsung diterima Presiden SARC, Dr Abdul Rahman Attar, dan disaksikan Duta Besar RI Damaskus, Djoko Harjanto, didampingi Plh Pensosbud KBRI Damaskus.

Bantuan senilai 3.565.000 (tiga juta lima ratus enam puluh lima Lira Suriah) atau sekitar US$7000 dan 6 (enam) kardus berisi pakaian dan kebutuhan anak-anak berasal dari Perhimpunan Pelajar Indonesia sedunia yang dimediasi oleh KBRI Damaskus.

Persatuan Pelajar Indonesia Serahkan Bantuan Kepada Warga Syiria (Sumber Gambar : Nu Online)
Persatuan Pelajar Indonesia Serahkan Bantuan Kepada Warga Syiria (Sumber Gambar : Nu Online)

Persatuan Pelajar Indonesia Serahkan Bantuan Kepada Warga Syiria

Dubes Djoko Harjanto mengungkapkan rasa keprihatinannya atas krisis yang terjadi di Suriah dan berharap konflik akan segera berakhir di masa mendatang.

“Pemerintah Indonesia telah menyampaikan bantuan resmi senilai US$ 500,000 melalui organisasi PBB UN-OCHA,” ujarnya.?

“Sementara bantuan melalui SARC ini sebagai bentuk solidaritas para pelajar dan rakyat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Suriah,” sambungnya.

IMNU Tegal

Sementara itu, Ketua SARC menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dubes Djoko dan rombongan yang merupakan bukti solidaritas rakyat Indonesia dalam krisis yang dihadapi di Suriah. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia terutama ke Jakarta dan Bali, terkait dengan organisasi kemanusiaan.?

Organisasi Bulan Sabit Merah Arab Suriah (Syrian Arab Red Crescent) memiliki 14 cabang di propinsi-propinsi Suriah dan 75 subcabang hingga ke pelosok Suriah. SARC juga merupakan organisasi kemanusiaan independen yang anggotanya terdiri dari Konfederasi Bulan Sabit dan Palang Merah Internasional. Presiden SARC juga merupakan salah satu anggota presidium konfederasi dimaksud.

Misi yang dilakukan SARC adalah misi independen dan kemanusiaan, jauh dari ranah politik dan keberpihakan. Misi yang dijalankan SARC benar-benar penuh resiko, dimana mereka harus menjadi penengah antara pemerintah dan oposisi serta kelompok bersenjata lainnya. SARC bisa masuk ke wilayah-wilayah hot area yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan baik melalui darat maupun udara.

IMNU Tegal

Sejak lebih dari 5 tahun terjadinya konflik bersenjata, tercatat sebanyak 65 korban jiwa dari pihak relawan SARC yang berada di garis terdepan penyaluran bantuan kemanusiaan.

“Uang tunai bantuan tersebut akan dibelikan susu yang saat ini sangat dibutuhkan oleh para balita dan anak-anak yang berada di penampungan di bawah pengawasan The Syrian Arab Red Crescent (SARC),” ujar Dr Abdul Rahman Attar seraya mengucapkan banyak terima kepada para pelajar. Ia mengungkapkan bahwa bantuan PBB selama ini tidak pernah ada komponen susu untuk anak-anak yang sangat memerlukan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, Sunnah IMNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Tujuh Tempat Dilarang Shalat

Beberapa syarat sahnya shalat diantaranya adalah memakai pakaian yang suci dari najis, menghadap ke kiblat dan tempat yang suci, boleh saja seseorang menjalankan shalat ditempat manapun asalkan tempat tersebut suci dari najis, entah di rumah, di sekolahan, apartemen, kos-kosan dan lain-lain.

Tetapi ada beberapa tempat yang dikecualikan untuk tidak menjalankan shalat ditempat tersebut, sebagaimana yang telah di nash dalam sebuah hadits riwayat dari Ibnu Umar,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sesungguhnya Rasulullah saw melarang menunaikan shalat tujuh tempat; tempat pembuangan sampah, tempat penyembelihan (hewan), kuburan, di tengah-tengah jalan, di kamar mandi, di kandang unta dan di atas(bangunan) kabah.

Tujuh Tempat Dilarang Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Tempat Dilarang Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Tempat Dilarang Shalat

Larangan shalat di tujuh tempat ini tentunya memerlukan alasan, bagaimana tempat-tempat tersebut mendapat larangan dari syara, Pertama adalah larangan shalat ditempat pembuangan sampah, tempat penyembelihan hewan, kamar mandi dan kandang unta dikarenakan terdapat banyak najisnya; seperti kotoran-kotoran, darah, tempat berkumpulnya para setan yang bisa mengganggu kekhusyuan dalam shalat dan lain-lain, sehingga tempat tersebut terkena najis dan menjadi tidak suci. Kedua adalah larangan shalat ditengah-tengah jalan yang dilalui oleh orang, karena bisa mempersempit jalan dan mengganggu orang-orang yang sedang lewat. Ketiga larangan shalat di kuburan agar terhindar dari penyembahan terhadap kuburan. Keempat larangan shalat diatas kabah, karena tidak dapat menghadap ke kiblat, akan tetapi hanya menghadap sebagiannya saja, karena sebagian yang lain berada dibelakang punggungnya. Seperti penjelasan dalam kitab subulussalam,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dikatakan bahwa larangan shalat dikuburan, tempat penyembelihan, tempat pembuangan sampah dan kamar mandi adalah dikarenakan terdapat najis, untuk shalat ditengah-tengah jalan karena disitu terdapat hak-hak orang lain(pejalan), maka tidak sah shalat ditempat tersebut, entah jalan itu luas maupun sempit Karen keumuman hadits, untuk kandan unta dikarenakan itu adalah tempat berkumpulnya setan, sedangkan untuk shalat diatas kabah dikarenakan tidak terpenuhinya menghadapat kiblat.

IMNU Tegal

Demikian tempat-tempat yang dilarang untuk shalat. (Penulis: Fuad H Basya/ Redaktur: Ulil H).

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Fragmen IMNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Oleh Rijal Mumazziq Z

Ketika Masjid di Tolikara, Papua, dibakar, pada Idul Fitri 2015, sebagian umat Islam marah. Sebagian kecil meneriakkan jihad. Suaranya lantang, intimidatif. Saya menyangka, saudara-saudara kita ini berangkat beneran ke Tolikara. Tapi, ya seperti biasanya, hanya "akan berjihad" sebagaimana "akan" dan "akan" yang sudah sejak dulu disuarakan saat demo.

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Lalu Banser yang saat itu dihujat karena enggak bersuara, dan disindir karena aktivitasnya "menjaga gereja" diam-diam berangkat dengan 23 personel menjelang Idul Adha, 2015 silam. Sebelum berangkat, mereka mengikuti pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani dan Maulid Simtudduror di rumah Nusron Wahid, Ketum GP Ansor saat itu.

Setelah acara usai, rombongan ini berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Luar Batang. Tanpa disengaja, di lokasi ini mereka bertemu Habib Lutfi bin Yahya, Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyyah. Mereka pun minta restu kepada ulama nasionalis ini.

Utusan PBNU ini tiba di Bandara Sentani, lalu berangkat ke lokasi dengan didampingi Banser setempat. Lalu tim menuju Bandara Wamena yang dilanjutkan perjalanan darat ke Tolikara.

Di lokasi, sebagaimana laporan AULA November 2015, mereka disambut Muspida setempat dan imam Masjid Tolikara, Kiai Ali Mashar. Persiapan shalat Idul Adha segera dilakukan di masjid Koramil. Para pemuda GIDI (Gereja Injili di Indonesia) yang ditengarai beberapa minggu sebelumnya terlibat pembakaran masjid, mereka malah mendekat dan ikut membantu Banser menjaga keberlangsungan Idul Adha.

IMNU Tegal

Singkat kata, dengan pendekatan yang baik, metode penyelesaian masalah tanpa menimbulkan masalah, kasus Tolikara tidak membesar menjadi kerusuhan suku dan agama. Jika ini terjadi, dampaknya mengerikan: pialang senjata yang menawarkan solusi praktis, calo pemekaran wilayah, permainan isu Papua Merdeka melalui OPM, dan internasionalisasi Papua. Kalau Papua lepas, bukan tidak mungkin jika provinsi lain dikipas-kipasi untuk melepaskan diri dari NKRI.

IMNU Tegal

Kini, soal Rohingya, PBNU memberangkatkan delegasi ke Bangladesh. Keberangkatan Tim Delegasi Nahdlatul Ulama untuk Rohingya dilaksanakan atas bantuan seluruh komponen NU melalui NU Peduli Rohingya. Mereka berangkat dari bandara Sukarno-Hatta Sabtu kemarin. Di negara itu mereka bergabung dengan AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia Untuk Myanmar). 

Delegasi NU yang dikirim ke Bangladesh dibagi menjadi tiga tim. Pertama, tim advance yang bertugas mengecek keadaan yang ada di lapangan. Kedua, tim medis yang bertugas untuk memberikan pengobatan kepada pengungsi. Dan terakhir, tim relief yang bertindak mempersiapkan dan menyalurkan bantuan

(Baca juga: Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh)

Permasalahan Rohingya memang pelik. Terkait dengan pemicunya: agama, sentimen etnis, hingga konspirasi penguasaan Sumberdaya Alam, peristiwa terusirnya etnis Rohingya memang menjadi keprihatinan kita. Dan, ketika ikut andil membantu mereka, sebagai umat Islam maupun bangsa Indonesia, tentu harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Kalaupun mau berjihad, oke, silakan berangkat. Tapi kemampuan personel, kemampuan survival, penguasan medan, taktik, pola komunikasi, serta hirarki kemiliteran serta komando lapangan, juga harus dikuasai dengan baik. Jika tidak, itu namanya setor nyawa dengan konyol dan menyediakan diri sebagai sasaran tembak gratisan bagi serdadu Myanmar. Kalau hanya koar-koar jihad, semua juga bisa. Tapi menyelesaikan masalah dengan baik, tidak semua bisa.

Di sinilah perlu pikiran jangka panjang, strategi yang baik serta pemanfaatan jaringan yang dimiliki. Kalau anda benci Jokowi, itu urusan anda. Tapi langkah menteri luar negeri kabinet Jokowi, Retno Marsudi, yang mewakili RI pantas diacungi jempol. Dia dengan lincah melakukan lobi tingkat tinggi: bertemu Aung San Suukyi dan menyodorkan tawaran formula 4+1 untuk menyelesaikan masalah Rohingya, lalu menjumpai Syaikh Hasina, PM Bangladesh, sekaligus juga mengomunikasikan jalur laut-darat-udara bagi akses bantuan Indonesia via Bangladesh. Tak hanya itu, mantan Sekjend PBB, Kofi Annan, juga mempercayakan komunikasi internasionalnya melalui Retno Marsudi. Termasuk pula Antonio Guterez, sekjend PBB saat ini.

Langkah Pemerintah RI sampai hari ini pantas diacungi jempol. Sebab, selain bantuan diplomasi, RI juga mengirimkan bantuan bagi pengungsi melalui darat dan udara. Setidaknya, ikhtiar pemerintah harus diacungi jempol, bukan malah dinyinyiri sebagai "pencitraan".

Untuk saat ini, mencari seorang jagoan itu mudah, tapi mencari juru damai, bukan perkara enteng, sebab berjihad dengan mengobarkan peperangan (qital) itu sangat mudah, tapi berjihad mewujudkan perdamaian itu sangat sulit. 

Wallahu Alam Bisshawab

Penulis adalah dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Sunnah, Nasional IMNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah

Pagi dan sore merupakan waktu di mana warga bumi sibuk. Pagi ialah waktu matahari mengintip. Lazimnya orang-orang mengawali aktivitas. Sementara sore kawanan burung bergegas pulang. Dan orang-orang membawa pulang keletihannya seharian.

Namun demikian, dua waktu ini bisa diisi dengan wiridan singkat yang diharapkan memberikan manfaat besar. Tentu pahala penting, tetapi siapa berani menyalahkan Allah bila Dia hendak memberikan anugerah-Nya kepada hamba yang dikehendaki.

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah

Bujairimi dalam Hasyiyah alal Iqna’ menceritakan pengalaman Imam Hanafi RA yang melihat Allah SWT dalam mimpi. Ketika sudah 99 kali bermimpi melihat Allah, Imam Hanafi RA berencana menanyakan sebuah amal yang menyelamatkan seorang hamba dari siksa dahsyat hari Qiyamah. Allah kemudian menjawab pertanyaan sang Imam RA di mimpinya yang ke-100.

IMNU Tegal

? ? ?: ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ?. ? ? ? ?.

IMNU Tegal

Allah berfirman, “Siapa saja yang membaca di pagi dan sore ‘Subhanal abadiyyil abad, subhanal wahidil ahad, subhanal fardis shomad, subhana man rofa’as sama’a bi ghoiri ‘amad, subhana man basathol ardho ‘ala ma’in jamad, subhana man khalaqol khalqo wa ahshohum ‘adad, subhana man qosamar rizqo wa lam yansa ahad, subhanal ladzi lam yattakhidz shohibatan wa la walad, subhanal ladzi lam yalid wa lam yulad wa lam yaqul lahu kufuwan ahad’, maka akan selamat dari siksa-Ku.” Demikian disebutkan oleh penulis Mu’jamul Ahbab.

Sepadat apapun, kita sebaiknya tidak membiarkan pagi dan sore meluncur tanpa mengucapkan pujian tasbih ini. Untuk menambah manis pagi dan sore, perlu juga menebarkan senyum kepada sesama makhluq. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Nahdlatul, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock