Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Anak ialah salah satu rezeki istimewa untuk pasangan suami-istri yang sudah sah menikah. Anak merupakan penerus keturunan bagi para orang tua. Anak tak hanya menambah kebahagiaan berumah tanga, tapi juga akan menjadi investasi bagi kedua orang tua baik di dunia dan di akhirat. Hal tersebut dikarenakan anak sudah diwajibkan untuk selalu berbakti, menghormati dan merawat kedua orang tua. Doa anak yang saleh dan salehah akan menjadi salah satu pahala yang tidak akan pernah terputus bagi para orang tua yang didoakan.

Tanpa bermaksud membeda-bedakan, umumnya beberapa orang tua menginginkan memiliki anak lelaki. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, misalkan karena sudah punya anak perempuan maka sekarang menginginkan anak lelaki, atau karena ingin memiliki anak yang kelak bisa melindungi keluarga, sementara sifat melindungi itu potensinya lebih besar dimiliki oleh anak lelaki.

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Bagi orang tua yang memiliki keinginan tersebut, Syekh Sulaiman al -Bujairami dalam kitab al-Bujairimi ‘ala al-Khathib (Beirut: Dar al-Fikr, 1995), juz III, hal. 245 meriwayatkan sebuah doa yang bisa diamalkan agar bisa memiliki anak lelaki. Cara melafalkan doa ini ialah dengan meletakkan tangan pada perut ibu hamil di saat awal-awal kehamilan, sambil membaca doa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma innî usammî mâ fî bathnihâ Muhammadan, faj’alhu lî dzakaran

“Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku (akan) menamai anak yang terkandung dalam perut ibunya ini dengan nama Muhammad, maka jadikanlah ia sebagai lelaki bagiku.”

Demikian, selamat diamalkan dan semoga diijabah oleh Allah. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Halaqoh, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega

Jakarta, IMNU Tegal. Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), KH Hasyim Muzadi menggelar pertemuan tertutup dengan mantan presiden Megawati Soekarno Putri di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (5/7).

Hasyim datang ke kediaman Megawati sekitar pukul 10.50 WIB dengan mengendarai sedan warna hitam, dan langsung masuk ke halaman rumah Mega. Hasyim lalu disambut Mega yang nampak memakai baju merah dengan didampingi Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo.  Mereka lalu menggelar pertemuan di ruang tamu. Wartawan yang melakukan liputan hanya dibolehkan mengambil gambar beberapa menit, dan tidak diperkenankan mengikuti isi pertemuan.

Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega

Usai bertemu Mega, Hasyim mengatakan, pertemuan tertutup itu hanya membahas hal-hal terkait kegiatan dan program ICIS. Dalam waktu dekat ini, ICIS menggelar halaqah internasional dan mengundang Mega sebagai salah pembicara. “Hanya bicara soal ICIS dan nasionalisme kebangsaan,” kata Hasyim kepada wartawan.

IMNU Tegal

Menurut Hasyim, ICIS yang bulan ini genap berusia enam tahun telah tiga kali menggelar konferensi internasional. Dan, lahirnya  tak lepas dari peran Mega ketika masih menjabat sebagai Presiden.

IMNU Tegal

"Ide lahirnya ini berawal dari saya dan mantan menteri luar negeri yang saat itu dijabat Hasan Wirajuda. Karena rekomendasi presiden  ICIS bisa go internasional. Presiden saat itu kan Ibu Mega," terang pengasuh pondok pesantren  Al Hikam Malang dan Depok ini.

Dalam pertemuan tersebut, Hasyim melaporkan kepada Mega bahwa ICIS didirikannya telah menjadi bagian penting bagi dunia internasional. Bahkan, bisa bnerperan sebagai second track diplomation. “ICIS ini sudah jadi, Bu Mega kan juga perlu tahu karena dulu yang memberi rekomendasi,” ungkap mantan Ketua Umum PBNU ini.

Hasyim juga mengakui adanya perasaan keprihatinan yang sama dengan Mega dalam fenomena menurunnya sikap nasionalisme bangsa Indonesia. "Konsep ICIS, penyatuan Islam moderat dan nasionalisme. Saya berharap beliau bisa sampaikan tentang konsep nasionalisme religius karena saya lihat nasionalisem di Indonesia menurun karena perkembangan global.

Baik Hasyim maupun Mega sepakat, bahwa nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia harus dibangun kembali. “Orang jadi pragmatis dan instan. Ini tentu tidak bagus, sehingga perlu ditumbuhkan nasionalisme di generasi muda," jelasnya.

Seperti diketahui, setelah tak menjabat lagi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi giat di bidang advokasi institusional dengan membesarkan peran dan kiprah (ICIS). Pada beberapa kesempatan, Hasyim berharap ICIS bukan hanya menggelar konferensi umat Islam saja, tapi juga berperan dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di beberapa Negara. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Ada Jagongan Budaya di Pesantren Pasuruan

 Pasuruan, IMNU Tegal. Ada suasana berbeda di Pondok Pesantren Darul Ulum, Karangpandan, Pasuruan. Para santri yang biasa ngaji kitab kuning, malam itu menggelar “Jagongan Budaya”. Bukan sekedar jagongan, justru para santri diajak untuk memaknai kediriannya tentang pendidikan antikorupsi.

Ada Jagongan Budaya di Pesantren Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Jagongan Budaya di Pesantren Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Jagongan Budaya di Pesantren Pasuruan

Jagongan  Budaya di Pondok Pesantren Darul Ulum tersebut dalam rangka Road Show Puisi Menolak Korupsi ke-26. Sebuah gerakan para penyair seluruh Indonesia yang berusaha memberikan pendidikan nilai antikorupsi kepada siapa saja, baik kepada santri, masyarakat umum, guru, maupun pelajar.

Hadir pada Pasuruan Ahad (2/10) itu para penyair dari Sang Jenderal Gerakan Puisi Menolak Korupsi, Sosiawan Leak (Solo), Roosetindaro Baracinta (Surakarta), Bagun Barlen Aji (Jember), Muhammad Lefand (Sumenep), Dimas Indiana Senja (Brebes), Lukni Maulana (Semarang), Arafat Ahc (Demak), Aloet Pati (Pati), Suryahadi (Riau), Syarifuddin Arifin (Padang), Bambang Eka Prasetya (Magelang), Rizki (Magelang), Agustina Thamrin (Banjarbaru Kalimantan Selatan), Dimas Anggara (Demak), Kidung Purnama (Ciamis).

IMNU Tegal

Kemeriahan tampak sekali di pondok pesantren ini. Suguhan pembacaan puisi, teatrikalisasi puisi dan musikalisasi puisi. Road show pembacaan puisi menolak korupsi tidak hanya diikuti oleh para penyair nasional dan santri namun juga diikuti para ustadz pondok dan kiai Pondok Pesantren Darul Ulum Pasuruan.

IMNU Tegal

Haedar Hafidz selaku pengasuh pondok pesantren Darul Ulum mengatakan, pihaknya ingin memberikan pentingnya pendidikan anti korupsi kepada para santri.

“Korupsi harus diperangi dan ini merupakan jihad. Dan semoga Pondok Pesantren Darul Ulum Pasuruan menjadi sentral pondok yang memberikan kontribusi Puisi Menolak Korupsi,” tutur Haedar. “Dengan puisi kita lawan korupsi,” tambahnya. (Lukni Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid

Pamekasan, IMNU Tegal. Para pengurus Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Pamekasan berharap agar pemerintah mempedulikan keberadaan masjid-masjid. Pasalnya, masjid merupakan pilar utama dalam pemberdayaan masyarakat, juga menjadi sarana utama dalam pengembangan ibadah dalam setiap harinya.

"Itulah harapan teman-teman pengurus LTMNU Pamekasan mewakili harapan segenap elemen masyarakat," tutur sekretaris LTMNU Pamekasan, Abdul Kadir Damanhuri, kepada IMNU Tegal, Senin (21/5).

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid

Harapan tersebut, lanjutnya, sudah dipertegas dalam pertemuan bulanan LTNNU Pamekasan bertempat di masjid pesantren Panempan, Pamekasan, belum lama ini. Pertemuan tersebut dihadiri mustasyar NU Pamekasan yang juga bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, M.Si.

IMNU Tegal

"Dalam pertemuan itu, kami melakukan audensi dengan Bupati," tambah Ustaz Damanhuri, panggilan akrab Abdul Kadir Damanhuri.

IMNU Tegal

"Hakikatnya ini (audensi dengan Bupati, red.) adalah agenda lama yang baru dilaksanakan."

Dikatakan, audensi tersebut menekankan agar pemerintah bisa memberikan bantuan terhadap masjid-masjid di Pamekasan.

"Pengecatan, labelisasi, pengaturan pengeras masjid, dan sebagainya. Ini yang kami utarakan kepada Bupati," tegas Ustaz Damanhuri.

Dan harapan tersebut, oleh Kiai Kholilurrahman, akan diupayakan untuk diwujudkan dengan tetap melibatkan peran aktif pengurus LTMNU Pamekasan.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Warta, Sejarah, Kajian Islam IMNU Tegal

Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Bekasi, IMNU Tegal. Puluhan pengurus serta anggota Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putra dan Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kota Bekasi mengutuk keras klaim Presiden AS Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Israel pada 6 Desember 2017 lalu.

Penolakan tersebut disuarakan pada Ahad (17/12), di depan Sekretariat PC IPNU IPPNU Kota Bekasi Jl Veteran No 22 Bekasi Selatan. Tak hanya menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina lewat aksi, para pelajar NU juga menggelar istighotsah dan doa bersama. 

Ketua IPNU Kota Bekasi Adi Prasetyo mengatakan, sudah semestinya, sebagaimana amanat UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

"Apalagi Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945," ungkapnya.

Aksi bertajuk Solidarity for Palestine tersebut menginginkan agar Pemerintah Indonesia dapat menjadi problem solver atas konflik yang terjadi. Mereka mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Bekasi untuk menyatakan sikap dan turut mendoakan rakyat Palestina.

"Kami harap agar Presiden Trump tidak congkak dengan kebijakan-kebijakan yang kontraproduktif dengan upaya menciptakan perdamaian dunia hanya demi kepentingan pragmatis. Ini preseden yang buruk bagi kemanusiaan kita," imbuh Ketua IPPNU Kota Bekasi Yuni Febriyani.

IMNU Tegal

Ketua PCNU Kota Bekasi KH Zamakhsyari Abd Majid mengapresiasi aksi IPNU IPPNU Kota Bekasi terhadap tragedi di Palestina. Menurutnya, segala bentuk kezaliman harus dilawan, terutama sebab di Yerusalem terdapat banyak bangunan bersejarah umat Islam. (Rabiatul Adawiyah/Kendi Setiawan)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Rembang, IMNU Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa keberadaan Islam Nusantara harus menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Nahdliyah maupun ukhuwah Islamiyah.

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Hal itu disampaikan kiai yang kini hampir menginjak usia 90 tahun itu saat menerima rombongan tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Rabu (25/1) di kediaman Komplek Pesantren Al-Anwar.

"Islam Nusantara, ini benar-benar harus menjaga ukhuwah seperti Islam yang dibawa Nabi Muhammad," tegas Mbah Maimoen sembari menerima kenang-kenangan berupa buku Ensiklopedi Islam Nusantara edisi Budaya dari rombongan Tim Anjangsana.

Namun, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berpesan, setiap kemenangan dan kejayaan mesti ada orang-orang-orang munafik. Mereka tidak akan pernah senang dengan Islam yang begitu ramah, menjaga identitas budaya, serta dapat bekerja sama memperkuat negara di tengah kemajemukan.

IMNU Tegal

"Dulu Kanjeng Nabi Muhammad dan para sahabat juga sama. Di tengah kemenangan dan kekayaannya muncul tak sedikit orang-orang munafik di sekelilingnya," tutur kiai kharismatik di kalangan Nahdliyin dan para ulama tarekat ini.

Selain penegasan Islam Nusantara, Mbah Maimoen juga banyak membahas persoalan bangsa yang selama ini berkembang. Usianya yang sudah tergolong sepuh itu tak melewatkan sedikitpun apa yang sedang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.?

Dalam menjelaskan dan menganalisis peristiwa dan fakta sejarah masa lalu, Mbah Maimoen juga terlihat masih sangat lancar, bahkan memberikan sejumlah perspektif dalam membaca sejarah kepada rombongan.

Menurut Mbah Maimoen, sejarah adalah masa lalu, sedangkan saat ini zaman sudah berbeda. Dia ingin menegaskan, sejarah harus dikontekstualisasikan.?

IMNU Tegal

"Misal khilafah, itu (khilafah) sudah tidak ada. Saat ini yang ada hanya nasionalisme," terang Mbah Maimoen.

Dalam setiap kesempatan, Mbah Maimoen memang sering menegaskan bahwa sekarang ini yang ada adalah negara bangsa.?

Dia mencontohkan ketika berbagai negara dari belahan dunia melaksanakan ibadah haji. Dulu bendera yang digunakan sama, sekarang setiap jemaah haji menunjukkan bendera dari negara masing-masing. Itulah praktik negara bangsa berdasarkan nasionalisme masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Mbah Maimoen terlihat begitu telaten melayani sejumlah pertanyaan dari KH Moqsith Ghazali, Zastrouw Ngatawi, Rumadi, dan beberapa akademisi lain yang memimpin kegiatan Anjangsana Islam Nusantara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Makam, Kajian Islam IMNU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Reuni IKA-PMII Sulsel 1 Miliar Terkumpul untuk Wisma Pergerakan

Makassar, IMNU Tegal. Susana khidmat, hangat dan tak berjarak menyelimuti Sandeq Ballroom Grand Hotel Clarion Makassar, ratusan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Se-Sulawesi Selatan memadati ruanga. Mereka datang dari lintas generasi dan angkatan. Rupanya Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA-PMII) menghelat Reuni Akbar dan Halal Bi Halal. Minggu (10/6/2016).

Kegiatan ini menjadi momentum luar biasa bagi kader organisasi kepemudaan-kemahasiwaan bentukan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. “Reuni ini menjadi fase penting dalam menegaskan dan memposisikan peran serta PMII. Sekaligus menjadi tolak ukur investasi peradaban PMII menuju kemajuan masyarakat secara umum,” kata Azhar Arsyad, Ketua Panitia Reuni dan Halal Bi Halal IKA-PMII.

Reuni IKA-PMII Sulsel 1 Miliar Terkumpul untuk Wisma Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni IKA-PMII Sulsel 1 Miliar Terkumpul untuk Wisma Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni IKA-PMII Sulsel 1 Miliar Terkumpul untuk Wisma Pergerakan

Seperti lazimnya sebuah reuni, agenda tersebut menjadi arena pertemuan, nostalgia, silaturahim dan sebagai bentuk ingatan perjuangan saat menjadi kader PMI. sekaligus menumbuhkan semangat kolektif warga IKA-PMII dalam menghadapi zaman ke depan.

IMNU Tegal

“Mengadapi dinamika saat ini, dibutuhkan kekuatan sumber daya manusia. PMII dalam sejarah bangsa, mampu memberikan dedikasi dan prestasi-prestasinya. Itulah yang senantiasa menjadi spirit gerakan yang dibangun oleh warga PMII," jelas Kadir Ahmad. Ketua IKA-PMII Sulsel.

Telah berusia 56 tahun, PMII dianggap sebagai organisasi yang sangat mapan, sebab mampu mendistribusikan kadernya di sejumlah lini strategis. Apalagi sejak pengumunan Kabinet Kerja Jokowi-JK Oktober 2014 lalu.

PMII menjadi penyumbang terbanyak menteri, terhitung 5 kader “biru-kuning” ini menjadi menteri, sebut saja, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, Mensos, Khofifah Indar Parawansa, Mendes PDTT, Marwan Jafar dan Menteri Agama Lukman Hakim. Belum lagi, Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Golkar, Idrus Marham juga merupakan kader terbaik PMII.

IMNU Tegal

Tokoh-tokoh PMII di Sulsel juga tak kalah kualitasnya, misalnya Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, Politisi DPP PPP, A. Jamarro Dulung, Rektor UNM, Prof Husain Syam, Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar, Kepala Kanwil Kemenang Sulsel, Abdul Wahid Thahir, Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif, Ketua Bawaslu Suslel, Arumahi dan sejumlah tokoh lainnya.

Rangkaian reuni IKA-PMII di Sulsel ini juga membicarakan agenda strategis lainnya bagi pengembangan PMII. IKA-PMII dituntut segera membangun Wisma Pergerakan yang akan dimanfaatkan menjadi pusat penidikan dan pelatihan bagi warga PMII dan masyarakat umum.

Pada kegiatan tersebut IKA-PMII berhasil mengumpulkan dana awal pembangunan wisma pergerakan di Sulsel mencapai 1 miliar rupiah. Padahal, sumbangan untuk wisma pererakan tersebut hanya diumumukan saat acara tersebut.

"Baru kami umumkan akan membangun wisma pergerakan, Alhamdulillah sudah lebih 800 juta, hanya lebih satu jam, kami yakin akan segera mencapai 1 miliar," kata Kadir Ahmad, Ketua IKA-PMII Sulsel.

Kadir menyampaikan dana tersebut, akan diperuntukkan guna pembangunan wisma pergerakan dan prosesnya dalam waktu dekat sehingga diharapkan tahun depan progresnya bisa terlihat.

Sejumlah tokoh menjadi penyumbang terbesar dalam agenda tersebut, KH Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), A Jamarro Dulung (DPP PPP), Abdul Wahid Tahir (Kepala Kanwil Agama Sulsel) Muhidin (Kepala Kanwil Agama Sulbar) masing-masing menyumbang 100 juta rupiah.

Dalam wisma pergerakan nantinya, juga didirikan kantor permanen IKA-PMII Sulsel yang kesemuanya akan dimanfaatkan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan bagi warga PMII dan masyarakat umum. (Muhammad Arfah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Alissa Wahid: Pesantren Motor Gerakan Nasional Antikorupsi

Pacitan, IMNU Tegal. Koordinator Nasional Gusdurian Hj Alissa Wahid menyebut kalangan pesantren sebagai pihak yang diharapkan untuk memelopori gerakan antikorupsi. Menurutnya, pesantren dengan penekanan pelajaran akhlaqnya sangat efektif untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan kejahatan korupsi.

Alissa Wahid: Pesantren Motor Gerakan Nasional Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Pesantren Motor Gerakan Nasional Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Pesantren Motor Gerakan Nasional Antikorupsi

Demikian disampaikan Alissa pada forum halaqah alim ulama bertajuk “Membangun Gerakan Pesantren Anti Korupsi” di aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Selasa (8/9) siang.

Alissa menyatakan bahwa tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang berdampak sangat buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

IMNU Tegal

Berangkat dari kekhawatiran bahaya korupsi, Gusdurian merasa terpanggil untuk ikut mengawal dan menggelorakan gerakan antikorupsi di lingkungan pesantren. Saat ini modus tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang sudah sangat banyak sekali.

IMNU Tegal

“Jangan sampai ada pesantren yang disegel atau sita oleh KPK karena kasus korupsi. Kami berharap pesantren dapat melindungi diri sendiri dari jeratan korupsi," kata putri sulung Gus Dur itu di hadapan puluhan aktivis muda NU dan para kiai di Pacitan.

Ia mendorong para kiai berperan aktif sebagai pelopor penguatan ahlak demi menolak korupsi. Karena menurutnya, saat ini yang masih kredibilitas bicara ahlak hanyalah pesantren.

"Kami harapkan halaqah di daerah menjadi gerakan bersama yang lebih besar. Menjadi ruang untuk kiai melihat kondisi lokalnya dan bagaimana bisa melindungi pesantren, NU dari jerat tindak pidana korupsi dan tindak pencucian uang," tandasnya. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Sholawat, Aswaja IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ

Nganjuk, IMNU Tegal

Sekarang tampak kegagalan dunia Barat dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan Barat terlalu mendewakan kecerdasan intelektual (IQ), sedangkan hatinya terasa kosong dan hampa. Kecenderungan tersebut menyebabkan terjadinya degradasi moral di kalangan masyarakat Barat.

"Sehingga fakta ini mendorong di dunia Barat sana lambat laun harus dilengkapi dengan kecenderungan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ)," jelas KH Mustain Syafii, mudir Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang, saat menyampaikan orasi ilmiah pada gelaran wisuda ketiga Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (Staida) Krempyang, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (18/5).

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ

Menurut doktor lulusan UIN Sunan Ampel ini, ketiga kecerdasan ini sudah ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan apa yang sudah dijalankan di dunia pesantren. "Pesantren sudah berhasil menggabungkan ketiga kecerdasan itu sejak lama dan kehebatannya masih bisa dirasakan hingga sekarang," ujarnya.

IMNU Tegal

Mustain kemudian memberikan contoh nyata dari rangkaian wisuda yang digelar siang itu. Pembacaan ikrar wisudawan dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren Pondok Krempyang KH. Ridwan Syaibani.

IMNU Tegal

"Ikrar wisudawan kemudian dibacakan doa oleh seorang kiai sepuh di pesantren ini dengan bacaan surat al-Fatihah, itu menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat dalam melahirkan lulusan hebat dari kampus ini," jelasnya.

Mustain lalu menjelaskan secara detail tentang peristiwa Isra Miraj. Sebagai sebuah perjalanan spiritual, peristiwa ini tidak akan diterima bagi orang yang mengandalkan kecerdasan intelektual (IQ) saja. "Namun juga harus dimbangi dengan kekuatan EQ dan SQ," imbuhnya.

Orasi ilmiah ini diapresiasi secara positif oleh Abdul Basit, salah satu dosen Staida. "Orasi ilmiah yang disampaikan sangat luas dalam menambah wawasan civitas academika Staida, karena semua lini dikaji, terutama kajian-kajian Islam kontemporer," ujarnya.

Saat memberikan sambutan, Ketua Staida Burhanudin Ubaidillah menambahkan bahwa wisuda tahun ini adalah ketiga kalinya. "Tahun ini yang diwisuda berjumlah 59 mahasiswa, terdiri dari Prodi Manajamen Pendidikan Islam dan Ahwalul Syakhsiyah," ujarnya.

Dalam pengembangan dunia akademis, STAIDA sudah memiliki 16 dosen tetap dan memiliki NIDN. "Dosen tidak tetap yang dimiliki tiga orang," ujarnya. "Saat ini, terdapat empat dosen yang sedang menempuh pendidikan jenjang S-3 di UIN Sunan Ampel Surabaya, atas beasiswa dari Kementerian Agama," imbuhnya.

Kelebihan kampus ini adalah berlokasi di Pondok Krempyang, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Nganjuk. "Para dosen di sini juga rata-rata masih muda, sehingga sangat membantu dalam mentransformasikan ilmu dan nilai yang dimiliki kepada para mahasiswa," pungkasnya.

Kampus STAIDA berdiri sejak tahun 2009 dan berbasis pondok pesantren. Yaitu Pesantren Miftahul Mubtadiin, pondok pesantren tua dan terbesar di Nganjuk.

Tampak hadir dalam wisuda tersebut di deretan tamu undangan adalah sekretaris PCNU Nganjuk KH. Hasyim Afandi, ketua PC Muslimat Hj. Sri Minarni dan ketua PC LP Maarif Nganjuk. Hadir pula perwakilan Kopertais IV Surabaya Fatikun Himami, dan Kapolres Nganjuk. (Red: Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Budaya IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

Asahan, IMNU Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara (Sumut) Mulia Banurea meminta seluruh pimpinan cabang (PC) dan pimpinan anak cabang (PAC) se-Sumut agar menggiatkan kaderisasi. Sebagai realisasi program PW GP Ansor Sumut, ia mendorong kader organisasi pemuda NU ini ada di setiap desa.

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

"Ansor adalah elemen pemuda yang berada di garda terdepan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, kader Ansor harus ada di setiap desa guna menjaga keutuhan NKRI," kata Mulia saat menjadi narasumber pada Latihan Kader Dasar (PKD) yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Asahan, di Pesantren Darul Hikmah Kisaran, Asahan, Sabtu (31/1).

Mulia menegaskan, untuk bisa berjuang, kader Ansor sebagai kader muda Nahdlatul Ulama (NU) harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. Karena itu, seluruh kader Ansor harus mengikuti PKD agar mengetahui nilai-nilai dasar perjuangan organisasi ini.

IMNU Tegal

"Kader Ansor harus menjaga komitmen terhadap ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Prinsip Aswaja antara lain bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan, terutama dalam hal-hal yang bersifat furuiyah, sehingga tidak terjadi perasaan saling terganggu, saling memusuhi, dan sebaliknya akan tercipta persaudaraan yang islami (ukhuwwah islâmiyyah)," katanya.

Hadir dalam acara itu, Rais Syuriah PCNU Asahan? H Ahmad Fadelah Pane, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Armansyah Harahap, Sekretaris Parulian Siregar, serta unsur pengurus PW GP Ansor Sumut di antaranya M Uliansyah, Jasmi Assayuti, Dedi Hermanto Sitorus, Ketua Caretaker PC Ansor Asahan Safrizal, dan Ketua Panitia Budi Suherman.

?

IMNU Tegal

Sedangkan Rais Syuriah PC NU Asahan H Ahmad Fadelah Pane mengatakan, mazhab Ansor adalah Imam Syafii yang Aswaja, bukan Imam Samudra yang tidak mengakui NKRI.

Ketua Caretaker PC NU Asahan melaporkan, PKD yang digelar 30 Januari sampai 02 Februari itu dirangkai dengan pembentukan PAC di sejumlah kecamatan di Asahan, dan konferensi cabang (konfercab) GP Ansor Asahan. (Hamdani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Hadits, Kajian Islam IMNU Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Wayang Ki Sopo Nyono Meriahkan Maulid Nabi

Batang, IMNU Tegal. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Ngadirejo Kec. Reban Kab. Batang, Jawa Tengah, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Kiai Lurah Ki Sopo Nyono dari Gringsing, Batang.  Tak seperti pengajian pada umumnya, Ki Sopo Nyono memadukan seni wayang dan musik sebagai media untuk berdakwah.

“Selain untuk memeringati Maulid Nabi, kami juga ingin nguri-nguri kabudayan jawi,” ungkap Ketua Panitia, Ahmad Musyifa’.

Wayang Ki Sopo Nyono Meriahkan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayang Ki Sopo Nyono Meriahkan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayang Ki Sopo Nyono Meriahkan Maulid Nabi

Maulid Nabi dikemas berbagai kegiatan menarik, dimulai dengan pembacaan Maulid al Barzanji selama 12 malam penuh oleh warga masyarakat, dilanjutkan dengan mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak dan pengajian umum Ki Sopo Nyono.

IMNU Tegal

Antusias masyarakat Ngadirejo terhadap wayang dan peringatan maulid nabi dibuktikan dengan banyaknya pengunjung yang memadati acara tersebut. Meski hujan terus mengguyur sejak beberapa hari yang lalu, namun semangat panitia tidak surut, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.

“Seluruh panitia sudah bekerja dengan maksimal, meski cuaca sangat tidak mendukung. Ini bukti kecintaan kader-kader NU pada peringatan Maulid Nabi.” imbuh Musyifa’.

IMNU Tegal

Acara yang digelar di Mushola Nurul Huda itu pun menjadi kegiatan ketiga yang digelar oleh PRNU Desa Ngadirejo. Sebelumnya, acara serupa juga diadakan di Mushola al Ikhlas dan Mushola at Taqwa. Rencananya, minggu depan acara peringatan Maulid Nabi juga akan digelar di Masjid al Mustaqim Desa Ngadirejo.

“Pengurus Ranting NU Desa Ngadirejo merasa bangga, karena tahun ini kami bisa mengadakan peringatan Maulid Nabi sebanyak empat kali. Ini sangat luar biasa,” tutur Abdul Munir, Ketua PR NU Desa Ngadirejo.

Menurutnya, acara tersebut tidak akan sukses tanpa keterlibatan aktif dari pemuda-pemuda NU Desa Ngadirejo. “Insya Allah tahun depan akan lebih meriah.” Tambah Ketua PR NU Ngadirejo.

Dalam ceramahnya, Ki Sopo Nyono mengingatkan kepada masyarakat desa Ngadirejo untuk senantiasa mencintai Rosulullah dan mengambil hikmah dari peristiwa kelahiran baginda Nabi Muhammad Saw.

Masyarakat desa Ngadirejo pun nampak puas dengan suguhan ceramah ala Ki Sopo Nyono yang lincah dalam memainkan wayang kulit dan diselingi dengan musik gamelan. Acara yang digelar pada hari ini pun melibatkan puluhan Banser dari Pengurus Ranting GP Ansor Desa Ngadirejo. (Asop/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Khutbah, Syariah IMNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Wakil Bupati Tegal: Jual Gelang, Kalung Demi NU

Tegal, IMNU Tegal. Wakil Bupati Tegal Umi Azizah menegaskan pentingnya memperhatikan dunia pendidikan NU. Karena lewat pendidikan, pengkaderan NU bisa terus berjalan. Untuk pengkaderan, bila perlu jual cincin, gelang, kalung emas untuk pembiayaan pendidikan NU. Pengorbanan tersebut, telah dicontohkan oleh Nahdliyin di wilayah bagian timur sehingga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU maju dengan pesat.?

Wakil Bupati Tegal: Jual Gelang, Kalung Demi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Bupati Tegal: Jual Gelang, Kalung Demi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Bupati Tegal: Jual Gelang, Kalung Demi NU

Demikian disampaikan Umi Azizah saat membuka Rapat Kerja Cabang 1 dan Pengukuhan Pengurus Lembaga Pendidikan Maarif NU Cabang Kabupaten Tegal, masa khidmat tahun 2016-2021.

“Kalau perlu, kita jual gelang kalung demi sekolah NU, demi mewujudkan LP Maarif NU Kabupaten Tegal yang profesional, unggul dan tangguh (pro umat),” ajak Umi Azizah dihadapan peserta Rakercab di Gedung NU Tegal, Jalan Raya Procot Slawi, Sabtu (21/1/17).

Diakui oleh Umi yang juga Ketua Muslimat NU Kabupaten Tegal, belum semua Nahdliyin di Kabupaten Tegal menaruh kepercayaan kepada sekolah NU. Namun demikian, akhir akhir ini mengalami perkembangan yang signifikan. Pengurus baru, diharapkan mampu melakukan terobosan-terobosan jitu untuk menangkap keinginan masyarakat bahwa sekolah di NU tidak kalah dengan sekolah-sekolah yang lain.

IMNU Tegal

“Pengkaderan paling jitu lewat jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal. Maka LP Maarif NU harus menangkap itu sebagai tugas mulia meskipun berat,” ucapnya.

Selaku pimpinan daerah, pemerintahan Umi-Enthus telah memberi perhatian penuh pada guru guru swasta dengan menggelontorkan biaya stimulant. Sehingga ada semangat bagi guru-guru di bawah naungan LP Maarif yang mayoritas swasta. Pemerintah tahu, kalau pendidikan adalah kunci perubahan dan guru menjadi pembukanya.

Umi juga menyarankan kepada Maarif untuk memberi pengertian kepada peserta didiknya agar saat melanjutkan ke perguruan tinggi tidak hanya mengambil jurusan agama saja. Perlu persebaran pendidikan, sehigga anak-anak NU tidak hanya bergelar SPd, SPdI, SAg saja.?

Disamping itu, lanjutnya, LP Maarif seyogyanya bisa menciptakan keunggulan daerah dalam pendidikan. Seperti di Pare-Kediri, ada Kampong Inggris. “Di Tegal, cobalah kita buat Keunggulan kampung matematika atau kampung Al-Quran dan sesuai dengan kesepatan bersama yang bisa menjadi destinasi wisata intelektual,” ajaknya.?

IMNU Tegal

Kelemahan masih sedikitnya SDM di Tegal akibat minimnya perguruan tinggi juga perlu disikapi bersama. Pasalnya, biaya kuliah dengan biaya penghidupan di luar kota jauh lebih besar. Jadi kalau di daerah kita ada perguruan tinggi yang mumpuni, otomatis anak-anak NU bisa sekolah yang tinggi-tinggi.?

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) LP Maarif Prov Jateng Agus Sofuan Hadi melantik kepengurusan PC LP Maarif Kabupaten Tegal periode 2016-2021. Pengurus yang dilantik antara lain Ketua Al Fatah, Sekretaris Amroji dan Bendahara Imamuddin.?

Tampak hadir dalam Rakercab dan Pelantikan, para utusan Pengurus MWC Maarif se Kabupaten Tegal, Kepala Sekolah SD/MI. SMP/MTs, SMA/SMK/MA di bawah naungan LP Maarif serta jajaran PC LP Maarif NU Kabupaten Tegal. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Kajian Islam, Pertandingan IMNU Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Hukum Jual Kulit Hewan Kurban

Sebagian masyarakat Indonesia belakangan ini banyak yang menjual kulit dan kepala hewan kurban. Motifnya beraneka ragam. Ada yang karena berada di daerah dengan tingkat kemampuan perekonomian tinggi sehingga jumlah hewan kurban di daerahnya sangat banyak. Karena saking banyaknya daging, mereka tidak punya banyak waktu untuk mengurus kulit dan kepala hewan kurban.

Atau mungkin ada sebagian yang mempunyai motif ingin menghemat biaya operasional sehingga kulit dan kepala dijual untuk kemudian hasil penjualannya selain dibuat untuk biaya operasional, juga bisa dibuat membayar tukang jagal.

Hukum Jual Kulit Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Jual Kulit Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Jual Kulit Hewan Kurban

Imam Nawawi mengatakan, berbagai macam teks redaksional dalam madzhab Syafii menyatakan bahwa menjual hewan kurban yang meliputi daging, kulit, tanduk, dan rambut, semunya dilarang. Begitu pula menjadikannya sebagai upah para penjagal.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

Artinya, “Beragam redaksi tekstual madzhab Syafii dan para pengikutnya mengatakan, tidak boleh menjual apapun dari hadiah (al-hadyu) haji maupun kurban baik berupa nadzar atau yang sunah. (Pelarangan itu) baik berupa daging, lemak, tanduk, rambut dan sebagainya.

IMNU Tegal

Dan juga dilarang menjadikan kulit dan sebagainya itu untuk upah bagi tukang jagal. Akan tetapi (yang diperbolehkan) adalah seorang yang berkurban dan orang yang berhadiah menyedekahkannya atau juga boleh mengambilnya dengan dimanfaatkan barangnya seperti dibuat untuk kantung air atau timba, muzah (sejenis sepatu) dan sebagainya. (Lihat Imam Nawawi, Al-Majmu, Maktabah Al-Irsyad, juz 8, halaman 397).

Jika terpaksa tidak ada yang mau memakan kulit tersebut, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain seperti dibuat terbang, bedug, dan lain sebagainya. Itupun jika tidak dari kurban nadzar. Kalau kurban nadzar atau kurban wajib harus diberikan ke orang lain sebagaimana diungkapkan oleh Imam As-Syarbini dalam kitab Al-Iqna.

Menyikapi hal ini, panitia bisa memotong-motong kulit tersebut lalu dicampur dengan daging sehingga semuanya terdistribusikan kepada masyarakat. Bagi orang yang kurang mampu, kulit bisa dimanfaatkan untuk konsumsi lebih.

Bukan tanpa risiko, akibat dari menjual kulit dan kepala hewan sebagaimana yang berlaku, bisa menjadikan kurban tersebut tidak sah. Artinya, hewan yang disembelih pada hari raya kurban hanya menjadi sembelihan biasa, orang yang berkurban tidak mendapat fadlilah pahala berkurban sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

? ? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Barangsiapa yang menjual kulit kurbannya, maka tidak ada kurban bagi dirinya. Artinya dia tidak mendapat pahala yang dijanjikan kepada orang yang berkurban atas pengorbanannya,” (HR Hakim dalam kitab Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, juz 6, halaman 121).

Apabila sudah terlanjur, karena jual belinya tidak sah, maka perlu ditelaah lebih lanjut. Apabila pembeli adalah orang yang sebenarnya tidak berhak menerima kurban, pembeli seperti ini harus mengembalikan lagi daging yang telah ia beli, uang juga ditarik. Jika terlanjur dimakan, ia harus membelikan daging pengganti untuk kemudian dikembalikan.

Sedangkan jika yang membeli adalah orang yang sebenarnya berhak, ia cukup dikembalikan uangnya dan daging yang ia terima merupakan daging sedekah.

Sebagaimana orang yang berkurban, begitu pula penerima daging kurban juga tidak boleh menjual kembali daging yang telah ia terima apabila penerima ini adalah orang yang termasuk kategori kaya. Orang kaya mempunyai kedudukan sama dengan orang yang berqurban karena ia sama-sama mendapat tuntutan untuk berkurban.

Oleh karena ia sama kedudukannya, walaupun yang ia terima sudah berupa daging, ia tidak boleh menjualnya kembali kepada orang lain. Ia hanya boleh mengonsumsi atau membagikan kembali kepada orang lain.

Berbeda dengan orang miskin. Sebab ia tidak mendapat tuntutan sebagaimana orang kaya, jika ia mendapat daging kurban, boleh menjual kepada orang lain. Keterangan ini diungkapkan oleh Habib Abdurrahman Baalawi sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bagi orang fakir boleh menggunakan (tasharruf) daging kurban yang ia terima meskipun untuk semisal menjualnya kepada pembeli, karena itu sudah menjadi miliknya atas barang yang ia terima. Berbeda dengan orang kaya. Ia tidak boleh melakukan semisal menjualnya, namun hanya boleh mentasharufkan pada daging yang telah dihadiahkan kepada dia untuk semacam dimakan, sedekah, sajian tamu meskipun kepada tamu orang kaya. Karena misinya, dia orang kaya mempunyai posisi seperti orang yang berqurban pada dirinya sendiri. Demikianlah yang dikatakan dalam kitab At-Tuhfah dan An-Nihayah. (Lihat Bughyatul Mustarsyidin, Darul Fikr, halaman 423).

Kesimpulan dari penjelasan di atas, hewan kurban yang meliputi daging, kulit dan tanduk semuanya tidak diperbolehkan untuk dijual. Apabila dijual, orang yang berkurban tidak mendapatkan pahalanya. Sedangkan penerima daging juga tidak boleh menjual daging atau kulit yang ia terima kecuali penerima tersebut merupakan orang fakir.

Adapun masalah operasional panitia, jika mengambil jalan paling selamat tanpa hilah transaksional adalah dengan cara bagi siapa saja yang ingin berkurban melalui panitia, diwajibkan menyerahkan sejumlah uang untuk biaya operasional termasuk membayar tukang jagal, biaya plastik dan sebagainya.

Tukang jagal juga berhak menerima qurban sebagaimana biasa, namun bukan atas nama mereka sebagai tukang jagal, tetapi sebagai mustahiq. Jadi jika atas nama mustahiq, sudah semestinya ia mendapatkan jatah sebagaimana lazimnya, tidak lebih.

Daging yang diberikan atas nama mustahiq ini diterimakan setelah mereka para penjagal sudah menerima upah jagal. Ini jalan yang paling hati-hati. Wallahu alam. (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ubudiyah, Kajian Islam IMNU Tegal

Universitas NU dan Masa Depannya (4)

Oleh Mh Nurul Huda

There are many alternatives” (TAMA), ada banyak alternatif. Slogan ini barangkali relevan bagi kita yang “melihat” aneka alternatif kemungkinan di masa depan. Kecuali bila penulis sendiri diam-diam terperangkap-betapapun ditepisnya ia dalam ucapan dan dipuaskannya ia hidup dalam kesinisan-membeku dalam suatu mitologi bahwa hanya ada satu jalan tunggal sejarah (the end of history) yang bernama apa saja dalam bendera “there is no alternative” (TINA).

Universitas NU dan Masa Depannya (4) (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU dan Masa Depannya (4) (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU dan Masa Depannya (4)

Mulai dari sini rupanya, dalam perjalanannya, kita dapat menemukan keselarasan pandangan atau titik temu (fusion of horizons) dengan mereka, saudara-saudara kita, yang berharap alternatif dunia masa depan yang lebih baik. Keselarasan itu diupayakan sedemikian rupa sehingga bila terdapat perbedaan cara, maka segera diinsyafi hanyalah konsekuensi belaka dari pengakuan terhadap aneka jalan kemungkinan alternatif. Bersamaan dengannya juga telah disadari bahwa ada alternatif masa depan yang paling kita inginkan (preferable) di antara sekian alternatif yang mungkin.

Dalam konteks inilah kiranya khalayak umum lalu dapat mengerti bahwa: seutuhnya masuk akal dalam nalar, bisa diterima secara moral, dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial kalau alternatif itu datang dari tradisi pesantren.

IMNU Tegal

Tradisi yang dimaksud sudah barang tentu bukan yang dibayangkan statis, mandeg, apalagi beroposisi dengan rasio seperti dalam gambaran rasionalisme positivis/empiris yang dibawa tradisi Pencerahan Eropa yang menjadi ranjang kenikmatan di pucuk tower intelektual bagi tesis sekularisasi yang sudah out of date. Karena sebagaimana terekam sejarah, para ulama, kiai dan santri sendiri pun terbukti merupakan para “pelaku agentik” (bearers of that tradition) yang dalam cakrawala rasio memelihara, menafsirkan dan “menggerakkan tradisi” secara berkesinambungan.

Mari bersama-sama membaca kembali esai-esai Kiai Abdurrahman Wahid berjudul Kiai Nyentrik Membela Pemerintah [1997]. Bila kita selidiki secara seksama-dipandu oleh kejelian kata pengantarnya budayawan kita DR Muhammad Sobary yang secara eksplisit memandang aneh pemberian judul itu karena “tak sepotong pun penjelasan diberikan”-di sana memperlihatkan tiadanya antinomi atau oposisi antara tradisi dan rasio dalam gerakan.

IMNU Tegal

Tradisi pesantren terus hidup hingga kini. Sebagai a living tradition, spirit luhurnya masih bergairah, kalau bukan malahan semakin bergairah, di tengah-tengah masyarakat kebanyakan. Oleh sebab itu, berdasarkan perhitungan yang masuk akal, kita dapat menyatakan bahwa “roh”-nya mampu menghidupkan tubuh universitas-universitas. Sedemikian rupa ia, sehingga universitas terkoneksi kembali dengan kebutuhan sebenarnya masyarakat kebanyakan.

Adalah juga preferable (yang lebih baik dan kita inginkan) bagi universitas NU di masa depan untuk mampu berkompetisi (fastabiqul khoirot) dalam kerangka “ko-operasi”(ta’awun). “Takdir sejarah”-nya menjadi bagian dari usaha pencapaian kesejahteraan dan kemajuan bersama masyarakat dari mana universitas itu sendiri berasal, tumbuh, berkembang, dan memimpin untuk kemajuan bangsa. Unggul dalam keilmuan, tangguh dalam karakter/mentalitas, dan populis dalam komitmen sosial sebagai suatu komunitas epistemik.

Di sini sudah barang tentu kita tidak dapat mengabaikan begitu saja kemungkinan-kemungkinan lain di masa depan (probable/possible futures). Yaitu suatu masa depan yang turut dibentuk oleh gejala-gejala masa kini yang terus menerus kian menerima penilaian kritis nan tajam dari para ahli.

Gejala itu dapat dinyatakan secara singkat sebagai pendidikan yang hanya mencetak individu-individu kompetitif mengejar kepentingan-kepentingannya sendiri sampai ke ujung surga. Terperangkap dalam alam pikiran darwinisme sosial, pembelajaran berlangsung begitu mekanistik dan behavioristik; kompetisi individual dalam pasar bebasnya para raksasa kapitalis menjadi satu-satunya tujuan utama. Hal ini sejenis pendidikan yang melupakan arti pentingnya “ko-operasi” (ta’awun) dan mengabaikan kerja sama organik dan publik (mashlahah ‘ammah, summum bonum), yang dapat berakibat mengerikan di masa depan.

Bagaimana mungkin masyarakat kebanyakan bisa bangkit membangun surga di bumi, baldatun thoyyibatul wa robbun ghofur (negeri yang baik dan dilimpahi kasih sayang), tanpa adanya suatu keselarasan pandangan dan “ko-operasi”? (bersambung...)

* M Nurul Huda, aktivis 1926, dosen Program Studi Sosiologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia di Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, RMI NU, Kajian Islam IMNU Tegal

Kamis, 30 November 2017

Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Hari Jum’at

Jum’at termasuk hari yang dimuliakan dalam Islam. Bahkan, dalam hadits riwayat Ibnu Majah disebutkan, “Hari Jum’at adalah hari raya yang dijadikan Allah SWT untuk umat Islam.”

Ada banyak keutamaan dan manfaat bila mengerjakan amaliyah sunah Jum’at. Sebab itu, Rasulullah menganjurkan memperbanyak ibadah dan melakukan amalan sunah di hari Jum’at.

Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat yang Disunahkan Dibaca Saat Shalat Hari Jum’at

Di antara amalan sunah yang dianjurkan di hari Jum’at ialah membaca surat-surat tertentu pada saat shalat lima waktu, khususnya shalat Jum’at. Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan,

IMNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {?} [? ?] {? ?} [? ?] ? ? ? ? ? ? ? {? ?} [? ?] ? ? {? ?} [? ?] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

Artinya, “Disunahkan bagi orang yang hadir (menetap) membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun, atau surat Al-A’la dan surat Al-Ghasyiyah saat shalat Jum’at dan shalat Isya hari Jum’at. Dianjurkan pula membaca surat As-Sajdah dan surat Al-insan pada shalat Shubuh dan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas saat shalat Maghrib di hari Jum’at. Sementara bagi musafir dianjurkan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas saat shalat Shubuh di hari Jum’at dan selainnya.”

Berdasarkan penjelasan Zainuddin Al-Malibari di atas dapat dipahami bahwa pada saat shalat Shubuh di hari Jum’at disunahkan membaca surat As-Sajdah dan surat Al-Insan. Lebih afdhal lagi bila shalat Shubuh dilakukan secara berjamaah sembari membaca dua surat itu.

Pada shalat Jum’at, dianjurkan membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun, atau membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah. Kedua surat ini juga dianjurkan membacanya ketika shalat Isya hari Jum’at. Sementara surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas disunahkan membacanya saat shalat Maghrib.

Orang yang sedang berpergian jauh, atau musafir disunahkan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas pada saat shalat Shubuh di hari Jum’at. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Pertandingan, Tokoh IMNU Tegal

Minggu, 05 November 2017

Muslimat NU Probolinggo Santuni Ratusan Anak Yatim

Probolinggo, IMNU Tegal - Dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram 1439 Hijriyah, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo memberikan santunan kepada ratusan anak yatim. Penerima santunan adalah utusan dari masing-masing ranting se-Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Sumberasih, Ahad (15/10).

Kegiatan yang digelar di Kantor PAC Muslimat NU Kecamatan Sumberasih ini dihadiri oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati yang didampingi sejumlah pengurus serta pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Sumberasih.

Muslimat NU Probolinggo Santuni Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo Santuni Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo Santuni Ratusan Anak Yatim

Pemberian santunan kepada anak yatim piatu ini merupakan agenda rutin yang dibuat oleh Muslimat NU Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dilaksanakan secara istiqamah setiap tiga bulan sekali secara bergantian antarPAC Muslimat NU se-wilayah Muslimat NU Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh 1.000 orang lebih peserta yang merupakan para pengurus Muslimat NU mulai dari tingkat PAC hingga Ranting se-Kecamatan Sumberasih.

IMNU Tegal

Hj Nurhayati mengatakan, dalam hidup kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT dan apapun yang kita miliki yang terbaik bagi kita.

“Semakin banyak yang kita miliki maka pertanggungjawaban kita juga semakin berat. Amanah yang diterima ini nantinya akan diminta pertanggungjawaban di dunia dan di akhirat kelak. Oleh karena itu manfaatkan amanah ini dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

IMNU Tegal

Kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim ini mengambil tema Dengan Kebersamaan Kita Mampu Memberikan Sedikit Terang Kehidupan Mereka, Rasa Memiliki Persaudaraan Tanpa Harus Membedakan.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan santunan kepada anak yatim dalam rangka menyambut 1 Muharram 1439 Hijriyah ini akan membuat para pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo semakin solid dan lebih sadar serta peduli dengan sesama,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Pendidikan IMNU Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Santuni Yatim, Dubes Tiongkok Meriahkan Syiar Ramadhan di Pesantren Al-Tsaqafah

Jakarta, IMNU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyambut kehadiran Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (16/6) sore. Keduanya menyerahkan santunan untuk 500 anak yatim di Ciganjur dan sekitarnya.

Kegiatan sosial yang dikemas berbarengan dengan buka puasa bersama anak yatim ini merupakan bentuk itikad baik dari Republik Rakyat Tiongkok dalam menjaga hubungan harmonis dengan Indonesia.

Santuni Yatim, Dubes Tiongkok Meriahkan Syiar Ramadhan di Pesantren Al-Tsaqafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santuni Yatim, Dubes Tiongkok Meriahkan Syiar Ramadhan di Pesantren Al-Tsaqafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santuni Yatim, Dubes Tiongkok Meriahkan Syiar Ramadhan di Pesantren Al-Tsaqafah

Xie Feng mengapresiasi umat Islam dalam mengisi bulan suci Ramadhan. Umat Islam di Indonesia, menurut Feng, dalam bulan Ramadhan tidak hanya menggembleng lahir dan batin melalui puasa. Umat Islam di Indonesia juga menggunakan momentum Ramadhan untuk mengasah kepekaan sosial.

IMNU Tegal

“Bagi tradisi kami di Tiongkok, gotong-royong dan kepedulian terhadap sesama serta tindakan saling bantu terlebih kepada warga yang membutuhkan bantuan telah mengakar di masyarakat kami,” ujar Feng yang mengawali tugasnya di Indonesia sejak 2014 lalu.

Feng juga menyinggung hubungan baik antara Tiongkok dan Indonesia sejak berabad-abad silam. Hubungan perdagangan, hubungan politik, dan hubungan ilmu pengetahuan menandai keharmonisan kedua bangsa.

Dalam sambutannya Feng juga menyebut nama muslim asal Tiongkok Cheng Ho yang sangat masyhur di kalangan masyarakat pesisir Nusantara. (Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Meme Islam IMNU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Gus Sholah Siap Diperiksa Terkait Dana DKP Rp 200 Juta

Jakarta, IMNU Tegal. Mantan calon wakil presiden (cawapres) dalam pemilu Presiden tahun 2004, Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), menyatakan siap diperiksa terkait aliran dana nonbudgeter Departemen Kelautan dan Periakanan (DKP) yang diterimanya.

"Saya siap (diperiksa, Red)," katanya ketika ditemui setelah penutupan Rakernas Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), di Jakarta, Jumat (25/5).

Gus Sholah Siap Diperiksa Terkait Dana DKP Rp 200 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Siap Diperiksa Terkait Dana DKP Rp 200 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Siap Diperiksa Terkait Dana DKP Rp 200 Juta

Pasangan calon presiden (capres) Wiranto dan cawapres Gus Sholah melalui tim pembantu mereka telah menerima dana nonbudgeter DKP sekitar Rp 200 juta.

Meski menerima, Gus Sholah mengaku tidak mengetahui besaran dan aliran dana tersebut.

Menurut dia, nilai dan aliran dana nonbudgeter hanya diketahui tim pembantu. Dana ini langsung diterima tim pembantunya tanpa melalui dirinya maupun Wiranto.

IMNU Tegal

"Ketemu saya saja tidak," katanya, tanpa mau meyebutkan nama-nama anggota tim yng membantunya.

Lebih lanjut Gus Solah mengatakan tim pembantu yang menerima dana DKP berbeda dengan tim capres dan cawapres.

Namun demikian, ia mengatakan, tim pembantu tersebut juga berada di bawah koordinasi Wiranto, pihak yang mengundang Gus Sholah sebagai cawapres.

Gus Solah juga menegaskan Wiranto tidak megetahui seluk beluk aliran dana ini. (rif/ant)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

12 Pesantren Ikuti Workshop Gerakan Anti Narkoba di Malaysia

Kuala Lumpur, IMNU Tegal
Sebanyak dua puluh lima orang dari 12 pesantren di Indonesia mengikuti Workshop for Religious Leaders on Drug Demand Reduction, dari tanggal 12 hingga 17 Desember 2004 di Kuala Lumpur. Program ini adalah sebagian dari realisasi MoU antara PBNU dan BNN (Badan Narkotika Nasional) RI, pada tanggal 25 November 2004.
 
Workshop ini dihadiri oleh 6 negara, yaitu : Malaysia, Indonesia, Afganistan, Pakistan, Filipina, Thailand, dengan disponsori oleh Colombo Plan, Pemerintah Malaysia dan Bureau of International Narcotics and Law Enforcement Affairs, USA.

Hadir dari Indonesia, yaitu Irjend. Pol. Drs. Arifin Rachim (Wakil Kalakhar BNN). Dri PBNU hadir HM Rozy Munir, SE MSc, Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj, dan DR. Bina Suhendra.

Dalam makalahnya yang berjudul Understanding Addiction of Islamic Perspective, Said Aqil menekankan bahwa  kemajuan sains dan teknologi harus seiring dengan akidah dan muamallah serta dilandasi akhlaqul Karimah. Dengan demikian, seseorang akan selamat dari hal-hal yang dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kita harus menolak kemajuan sains dan teknologi yang meruntuhkan nilai-nilai agama. Sebagai contoh, kemampuan manusia dalam bidang kimia telah digunakan oleh beberapa orang untuk membuat ectasy, heroin, Shabu dan sebagainya yang akan menghancurkan generasi muda,” tandasnya.

Jika kebiasaan buruk tersebut berkembang dan generasi muda Indonesia dikuasai oleh narkoba, maka kehancuran tinggal menunggu waktu saja.

“Akankah kita membiarkan anak-anak kita, murid-murid kita kehilangan masa depannya? Tentu saja jawabannya adalah TIDAK. Namun masalahnya tidak dapat ditangani hanya dengan menjawab TIDAK. Kita membutuhkan peran pemerintah, ulama, profesional, LSM, generasi muda, pesantren, dan seluruh komunitas untuk bekerja secara sistematis dan konsisten agar dapat menyelamatkan generasi muda,” tambahnya.

Pondok pesantren yang mengikuti workshop tersebut adalah Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta,  PP Asshiddiqiyah Jakarta, Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, PP Darul Ulum Jombang, PP Sabilul Hasanah Jambi, PP Al Hikam Malang, PP Asshomadiyah Bangkalan dan Pondok Pesantren Dar El Hikmah Riau. Delegasi Indonesia dari kalangan pesantren dipimpin oleh Dr. Syahrizal Syarif, MPH, PhD (Lembaga Sosial Mabarrot NU).

Dari hasil workshop, khusus untuk Pesantren, rencana kerja berikutnya adalah mengupayakan advokasi antara BNN, PBNU, Dinas Kesehatan serta instansi terkait dan dilanjutkan dengan mengadakan sosialisasi mengenai narkoba, identifikasi data/ wilayah sekitar pesantren serta memperluas jaringan. Sementara, pihak Colombo Plan akan membuat panduan tentang gerakan anti-narkoba, khususnya di pesantren, bersama PBNU dan BNN. Adapun pertemuan berikutnya akan diselenggarakan di Indonesia tahun 2005.

Kontributor : Citra Fitri Agustina

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

12 Pesantren Ikuti Workshop Gerakan Anti Narkoba di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
12 Pesantren Ikuti Workshop Gerakan Anti Narkoba di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

12 Pesantren Ikuti Workshop Gerakan Anti Narkoba di Malaysia

Rabu, 06 September 2017

Langgar Ajaran Islam, Film Noah Dilarang di Timteng

Jakarta, IMNU Tegal. Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain adalah negara-negara Timur Tengah yang melarang pemutaran film Noah karena dianggap melanggar ajaran agama Islam dengan menggambarkan sosok nabi.

Langgar Ajaran Islam, Film Noah Dilarang di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)
Langgar Ajaran Islam, Film Noah Dilarang di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)

Langgar Ajaran Islam, Film Noah Dilarang di Timteng

"Ada adegan yang bertentangan dengan Islam dan Alkitab, jadi kami memutuskan untuk tidak memutar film tersebut," kata Juma Al-Leem dari National Media Centre Uni Emirat Arab sebagaimana dikutip oleh BBC Indonesia.

"Menghormati agama-agama tersebut sangat penting dan tidak memutar film itu," kata Al-Leem kepada Kantor berita Associated Press, AP.

IMNU Tegal

Salah-satu potret dalam adegan film Noah yang ditolak sejumlah negara Timur Tengah.

IMNU Tegal

Dalam sebuah pernyataan terpisah dari Al-Azhar di Mesir, salah satu lembaga keagamaan Islam yang paling dihormati, mengatakan keberatan dengan film tersebut karena melanggar hukum Islam dan bisa "memprovokasi perasaan orang-orang yang beriman."

Film, yang diperkirakan telah menelan biaya lebih dari $ 125 juta atau £ 78m, telah menimbulkan reaksi negatif setelah pemutaran perdananya di seluruh negara bagian Amerika Serikat. (mukafi niam)

Foto: Daily mail

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, PonPes IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock