Jumat, 16 Maret 2018

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun

Klaten, IMNU Tegal

Sabtu (16/12) pagi, Masjid Golo Komplek Makam Sunan Pandanaran terlihat ramai. Ibu-ibu, bapak-bapak, para remaja, serta anak-anak kompak menghadiri Festival Hadrah Kecamatan Bayat.

Begitu penampilan kelompok hadrah mulai beraksi, kemeriahan itu sekaligus berpadu dengan kekhusyukan hadirin, hingga suasana khidmat tersirat di sana.

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun

Pada acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu, peserta setiap kelompok hadrah tidak dibatasi. Siapa pun boleh mengikuti acara ini dengan catatan tidak boleh merangkap menjadi anggota di grup lain.

Setiap peserta menampilkan dua lagu, yaitu wajib dan pilihan. Lagu wajib adalah Mars Syubanul Wathan, dan lagu pilihannya dibebaskan. 

Festival hadrah ini mendapat sambutan meriah, terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti.

IMNU Tegal

"Alhamdulillah, ada 17 peserta yang mengikutinya. (Mereka) dari Bayat dan beberapa daerah di sekitarnya," jelas Ketua Panitia, Sunaryo.

IMNU Tegal

Setiap peserta menampilkan dua lagu, yaitu wajib dan pilihan. Lagu wajib adalah Mars Syubanul Wathan, dan lagu pilihannya dibebaskan. 

Diprakarsai MWCNU Bayat, didukung oleh GP Ansor Bayat, Muslimat NU Bayat, Fatayat NU Bayat, dan Pagar Nusa NU Bayat, festival diadakan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Dan memperkuat silaturahim, khususnya antar warga NU di Bayat,” kata Ketua Tanfidziyah MWC NU Bayat, Sagino.

Festival Hadrah Kecamatan Bayat direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun. (Minardi Kusuma/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nusantara, Humor Islam IMNU Tegal

Minggu, 11 Maret 2018

Hadapi Teroris, Pemerintah Siapkan ISA

Jakarta, NU.Online
Undang-Undang Antiterorisme tampaknya belum mampu membuat pemerintah percaya diri menghadapi aksi-aksi terorisme. Kini pemerintah Megawati Soekarnoputri sedang serius menyiapkan undang-undang pengamanan internal (internal security act/ISA).

Undang-undang ini akan memberikan kewenangan luas kepada pemerintah untuk menangkap dan menahan seseorang tanpa vonis pengadilan. Rencana penerapan UU yang sangat ditakuti para aktivis HAM ini akan dibahas dalam rapat koordinasi menteri bidang politik dan keamanan (polkam) Kamis mendatang.

Baik Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Mendagri Hari Sabarno, maupun Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto setuju bahwa ISA sangat diperlukan untuk memberantas terorisme. Menurut mereka, ISA sangat diperlukan pemerintah sebagai payung hukum untuk melakukan tindakan preventif.

Menurut Yudhoyono, UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Terorisme belum memadai. Sebab, undang-undang tersebut tak mengatur cara mencegah terjadinya terorisme. "Yang jelas, pemerintah sangat memerlukan perangkat undang-undang yang memungkinkan aparat bertindak preventif untuk mendeteksi kembali terjadinya teror," kata Yudhoyono kepada pers di Istana Negara.

Setelah terjadi ledakan bom di Hotel JW Marriott, kata Yudhoyono, pemerintah merasa perlu mengkaji kembali cara paling efektif memberantas teroris di masa mendatang. Karena itu, jajaran polkam akan mempertimbangkan perlunya ISA atau merevisi UU Nomor 15 Tahun 2003. "Kamis mendatang, hal itu akan kami bahas di jajaran polkam," ujarnya.

UU Nomor 15 Tahun 2003 hanya memberi hakim kewenangan menggunakan laporan intelijen untuk melakukan penyidikan seperti yang tercantum dalam pasal 26. UU tersebut tak memberi pemerintah wewenang untuk menahan dan memeriksa orang atau kelompok yang diduga kuat mengancam keamanan negara. "Posisi ini jelas tak menguntungkan pemerintah untuk mencegah tindakan teror," kilahnya.

Untuk menghindari ancaman terorisme, menurut Yudhoyono, perlu adanya operasi intelijen secara intensif. Sebab, terorisme bisa muncul setiap saat dan tak bisa ditunggu. "Teroris itu bisa menunggu sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan untuk melakukan teror saat kita lengah." paparnya.

Senada dengan Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto pun mendukung penerapan ISA. Menurut dia, setelah UU Antisubversi dicabut, terlihat terjadi peningkatan aksi terorisme. Karena itu, diperlukan perangkat hukum untuk melakukan tindakan preventif. "Itu hanya bisa terakomodasi dengan alat hukum ISA," tandas Endriartono usai peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Istana Negara.

Endriartono mengungkapkan, sampai saat ini Indonesia belum memiliki UU yang memadai untuk mencegah terorisme. UU Nomor 15 Tahun 2003 pun belum mencukupi.

Apakah tak memunculkan penyalahgunaan ISA? Endriartono tak menampiknya. Dia mengakui, memang selalu ada kemungkinan seperti itu. "Tapi, kemungkinan seperti itu bisa kita koridori dengan rambu-rambu supaya orang yang menggunakannya tak keluar dari tujuan ISA," kilahnya.

Pentingnya ISA, kata Endriartono, karena teroris menyerang masyarakat yang tak berdosa. Padahal, kemungkinan aksi tersebut ditujukan kepada pemerintah. "Itu mengapa tidak kepada saya, misalnya."

Sementara itu, Hari Sabarno menegaskan, semua bangsa dan negara harus memiliki UU seperti ISA. Jika suatu bangsa tak memiliki kepedulian terhadap internal security, bisa muncul masalah. "Mendirikan rumah kan perlu pagar. Jadi, ISA itu wajar," katanya.

Menurut Hari, yang penting ISA berlaku wajar dan proporsional agar masalah keamanan tak terkesan militeristik. Metode dan penerapannya harus profesional dan proporsional sehingga tak terkesan negara dalam keadaan darurat. Selain itu, ISA tak boleh dipergunakan sebagai alat politik karena bisa memunculkan masalah. ’"Tapi, ini (ISA, Red) memang diperlukan," tandasnya.

Kapan pemerintah mengajukan ISA? Menurut Hari, pengajuan ISA merupakan hak legislasi DPR. "Karena itu, lebih baik DPR segera merespons untuk mengajukan ISA."


Belum Relevan

Berbeda dengan pemerintah, DPR menganggap pemberlakuan ISA belum relevan dalam situasi sekarang ini. Menurut anggota Komisi I Hajrianto Tohari, DPR akan lebih fokus pada evaluasi pelaksanaan UU Antiterorisme sebelum berpikir untuk membuat ISA. "Lagi pula, kalau sekarang dibuat ISA, aparat penegak hukum akan semakin bingung, karena terlampau banyaknya acuan. Jadi, penyelidikan kasus-kasus tDari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Berita IMNU Tegal

Hadapi Teroris, Pemerintah Siapkan ISA (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Teroris, Pemerintah Siapkan ISA (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Teroris, Pemerintah Siapkan ISA

Kamis, 08 Maret 2018

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema "Maksiat Membawa Rahmat"

Kudus, IMNU Tegal. Pasca vakum selama dua tahun, kini media cetak yang diterbitkan oleh Yayasan Arwaniyyah Kudus, Jawa Tengah, hadir kembali. Pada edisi ke-12 ini majalah Arwaniyyah yang memiliki jargon Membangun Generasi Qurani mengangkat tema "Maksiat Membawa Rahmat: Mengelola Dosa Menjadi Energi Spiritual".

Selain berupa kajian leteratur Islam dengan tema tersebut, majalah yang kerap disapa Marwa itu juga mengupas biografi KH M Arwani Amin Said yang selama hidupnya mengabdi untuk Al-Quran, transkripsi pengajian yang diasuh oleh Mustasyar PBNU KH M Syaroni Ahmadi tentang surga dalam bertetangga, serta mauidhoh dari KH M Ulinnuha Arwani. Rencananya, Marwa akan terbit tiga bulan sekali.

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema Maksiat Membawa Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Arwaniyyah Angkat Tema Maksiat Membawa Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Arwaniyyah Angkat Tema "Maksiat Membawa Rahmat"

Agus Abdul Muthi Irhamna, Sekretaris Redaksi Marwa mengungkapkan bahwa untuk memulai menerbitkan kembali majalah tersebut butuh manajemen redaksi yang mapan dan semangat kesabaran. "Karena baru memulai maka kita pelan-pelan dulu. Kemarin kami mencetak hanya seribu eksemplar dan ternyata ludes, Alahamdulillah. Majalah kami sebar untuk para santri dan juga kami komersilkan untuk masyarakat umum sebagai bacaan religi yang penuh hikmah ilmu. Kini kami beranikan diri mencetak ulang seribu lagi," terang Irhamna yang telah nyantri selama empat tahun di pondok putra Yanbuul Quran Pusat.

IMNU Tegal

Marwa yang dua tahun lalu terbit skala nasional dengan mengupas tema tentang kekufuran laku konsumerisme itu dibedah pada Rabu sore (15/7) di aula yayasan Arwaniyyah, kompleks pondok tahfidh Yanbuul Quran asuhan KH M Ulil Albab Arwani, Rois Syuriah NU Kudus yang juga menantu KH M Syaroni Ahmadi.

IMNU Tegal

Diskusi bedah majalah tersebut mengundang seluruh santri yayasan dan perwakilan santri dari segenap pondok pesantren di Kabupaten Kudus. "Untuk narasumber dalam bedah majalah nanti kami memanggil Gus Faiz dan Pak Said," kata pemred, M Salahuddin Al-Ayyuubi kepada IMNU Tegal saat persiapan acara.

H Ahmad Faiz Irsyad yang dimaksud adalah pengajar muda di Selcuk University Turki, yang juga menjabat sebagai Rois Syuriah Pimpinan Cabang Istimewa NU (PCINU) di sana. Sedangkan Nur Said yakni dosen STAIN Kudus sekaligus Ketua Lajnah Tasyrih wan Nasyr NU Kudus. Keduanya merupakan intelektual muda NU asli Kudus. Agenda bedah majalah itu dirangkai dengan khataman Al-Quran pada pagi harinya, dan buka puasa bersama saat maghrib usai diskusi. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Sejarah, Pertandingan IMNU Tegal

Ziarahi Syekh Yusuf Al-Makassari Penutup PKL PMII Makassar

Makassar, IMNU Tegal. Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Makassar ditutup dengan wisata religi dengan menziarahi makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Kabupaten Gowa. Panitia, peserta yang berjumlah 19 orang beserta fasilitator turut serta dalam ziarah tersebut.

Ziarahi Syekh Yusuf Al-Makassari Penutup PKL PMII Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Syekh Yusuf Al-Makassari Penutup PKL PMII Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Syekh Yusuf Al-Makassari Penutup PKL PMII Makassar

Syekh Yusuf Al-Makasaari merupakan salah satu uluma besar yang berasal dari Makassar. Menurut Sonny Majid, fasilitator PKL PMII Makasaar, wisata religi ini dilakukan dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya dan amalan yang selama ini dijaga oleh para tetua kita di Nahdatul Ulama.

“Menjaga tradisi merupakan salah satu tanggung jawab bagi organisasi yang berlambang prisai ini,” jelas Sonny yang juga dosen Universitas Pamulang Tangerang, Banten pada Kamis (29/9).

IMNU Tegal

Senada dengan Sonny, Ketua Cabang PMII Makassar Basri menegaskan, arti dari lambang perisai PMII adalah sebagai simbol agar warga pergerakan menjadi tameng untuk menjaga budaya dan tradisi di Indonesia.

Oleh karena itu, kata alumni PMII Rayon Ekonomi UMI, ziarah ke makam Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan salah satu langkah untuk menjaga tradisi dan budaya di Indonesia.

IMNU Tegal

Setelah selesai PKL, Basri mengharapkan semua peserta dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat, serta dapat mengembangkan PMII dan NU di daerah masing-masing. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Warta, News IMNU Tegal

Rabu, 07 Maret 2018

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Jakarta, IMNU Tegal. Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana merebut rahasia nuklir Teheran dan mendesak pejuangnya untuk merencanakan perang dengan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar mingguan The Sunday Times yang dikutip oleh Al Arabiya.?

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Kelompok ini mendesak anggotanya untuk membantu mencapai ambisi mereka dalam sebuah manifesto yang diduga ditulis oleh Abdullah Ahmed al-Meshedani, anggota dari kelompok enam orang kabinet perang yang sangat rahasia.?

Dalam dokumen, yang telah diperiksa oleh petugas keamanan Barat - yang percaya otentik - Meshedani menulis bahwa ISIS bertujuan untuk memperoleh senjata nuklir dengan bantuan Rusia, dengan tawaran kontrol terhadap akses ke ladang gas di provinsi Anbar Irak sebagai imbalannya atas “penyerahan rahasia nuklir Iran.”?

IMNU Tegal

Manifesto itu mengatakan bahwa Moskow juga harus meninggalkan dukungan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung negara-negara Teluk melawan.?

Dokumen tersebut juga mencakup 70 rencana yang berbeda untuk meluncurkan kampanye baru dari pembersihan etnis yang ditujukan untuk mengkonsolidasikan "Khilafah Islam," baru pelucutan semua kekutan Syiah Iran dan menghancurkan otoritas Syiah di Irak.?

ISIS menganggap Muslim Syiah sebagai pengkhianat dan menuduh mereka "menyesatkan" Islam di manifesto yang sama, yang menyerukan pembunuhan diplomat Iran, pengusaha dan guru serta pemimpin militer Irak, pejabat Syiah dan milisi yang didukung Iran berjuang untuk pemerintah Irak .?

IMNU Tegal

Dokumen, yang diyakini menjadi manifesto kebijakan ini disiapkan untuk anggota senior ISIS, yang diperoleh Maret lalu oleh satuan pasukan khusus Irak dalam serangan di rumah seorang komandan ISIS. (mukafi niam) Foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Meme Islam IMNU Tegal

Minggu, 04 Maret 2018

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah

Jakarta, IMNU Tegal - Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) H Alfa Isnaeni mengeluarkan instruksi untuk segenap anggotanya untuk menyisir dan mencopot setiap media publikasi yang mengampanyekan penolakan eksistensi NKRI dan Pancasila. Namun demikian, aksi pencopotan ini harus dilakukan sesuai dengan standar dan prosedur hukum yang berlaku.

Alfa juga mengingatkan anggotanya agar melakukan aksinya sesuai dengan prosedur. Untuk mencopot spanduk berisi penolakan eksistensi NKRI, Pancasila, atau berisi dukungan sistem khilafah, atau pun menebar radikalisme, Banser mesti melancarkan aksinya bersama-sama, tidak sendirian.

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah

“Sebelum dicopot, harus difoto terlebih dulu. Catat tempat spanduk tersebut, dan catat pukul pencopotan. Spanduk yang dicopot, dilipat baik-baik dan selanjutnya serahkan kepada yang berwajib seperti Satpol PP atau kepolisian. Minta tanda terima, dan upayakan saat serah-terima difoto,” kata Alfa Isnaeni, Ahad (17/4).

IMNU Tegal

Ia menenkankan pentingnya Banser berkoordinasi dengan komandan. “Laporkan tindakan secepatnya melalui sms atau whats-app. Tetap jaga kondusifitas lingkungan,” pesan Alfa.

Ia secara tegas meminta seluruh anggotanya untuk membersihkan spanduk, poster, pamflet, dan sebagainya yang mempropagandakan sistem khilafah, serta menebar paham radikalisme.

IMNU Tegal

Banser, kata Alfa, harus menangkap dan mengamankan oknum yang menebar radikalisme serta menolak eksistensi NKRI, seperti diinstruksikan oleh Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas.

"Banser siap melaksanakan perintah Ketum GP Ansor. Kami telah perintahkan seluruh jajaran Banser untuk melaksanakan perintah itu," tandas Alfa. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, PonPes IMNU Tegal

Al-Hambra Darul Ulum Ajari Cepat Kuasai Kitab Kuning

Jombang, IMNU Tegal. Asrama Al-Hambra pesantren Darul ‘Ulum Jombang di bawah asuhan Gus Binhad Nurrohmat dan Hj Ma’murotus Sa’diyah yang juga rektor Universitas Darul ‘Ulum Jombang) mengadakan Pelatihan Membaca Kitab Kuning Kilat.

Al-Hambra Darul Ulum Ajari Cepat Kuasai Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Hambra Darul Ulum Ajari Cepat Kuasai Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Hambra Darul Ulum Ajari Cepat Kuasai Kitab Kuning

Ditemui IMNU Tegal, Gus Binhad Nurrohmat menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah agar belajar para santri lebih meningkat.

“Tujuan pelatihan ini adalah memperkenalkan metode pembelajaran tata bahasa Arab yang berbeda agar santri lebih antusias belajar bahasa Arab. Ini penting dilakukan agar santri lebih semangat dan makin mumpuni berbahasa Arab dan bisa mengakses isi kitab-kitab langsung melalui bahasa aslinya,” ujarnya.

IMNU Tegal

Pelatihan yang terus berlanjut selama beberapa sesi  ini dipandu pengasuh pesantren Darul ‘Ulum Karangpandan Pasuruan Gus Haidar Hafidz. Gus Haidar yang juga pengurus Lesbumi Pasuruan menamai metodenya “Ar-Rumuz”.

IMNU Tegal

“Para santri jangan takut membaca kitab. Caranya langsung baca kitab mukhtashar jiddan, kosongan,” ujarnya dalam pelatihan di Pendopo Thoriqoh, Sabtu (22/3) malam.

Menurutnya, kunci membaca kitab itu dua, ketepatan i’rab dan bina’. Santri tak perlu menghafal. Cukup menulis dan membaca secara terus menerus diagram sistematika i’rab dan bina.

Gus Haidar mengatakan, cukup tiga hingga lima pertemuan para santri sudah mahir membaca kitab dasar semacam mukhtashar jiddan. “Pokoknya santri harus berani belajar membaca. Jangan disalahkan. Kita pandu. Biarkan santri mencari sendiri pemahamannya, dan ini membutuhkan kamus semacam Al-Munawwir.”

Di setiap selesai pemahaman metode, para santri diminta menghadiahi fatihah kepada masyayikh. “Agar ada yang mendampingi secara spiritual,” ujar Gus Haidar serius.

Fitrah, seorang santri ketika ditanya kesan pelatihan ini menyampaikan, “Saya senang dengan pelatihan ini. Saya bisa lebih mudah membaca dan mengartikan  kitab. Lebih percaya diri.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal RMI NU IMNU Tegal

Jumat, 02 Maret 2018

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, IMNU Tegal. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

IMNU Tegal

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

IMNU Tegal

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Olahraga, News IMNU Tegal

Kamis, 01 Maret 2018

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober

Bandar Lampung, IMNU Tegal?

Lomba artikel Hari Santri Nasional yang digelar Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung, masih ditunggu hingga 16 Oktober mendatang. Sementara pengumuman pemenang akan dipublish di website PWNU Lampung, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016.

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober

"Kami masih menunggu artikel yang dikirimkan oleh peserta lomba. Sudah banyak yang konfirmasi, di antaranya menanyakan batas akhir pengiriman naskah," kata Rudi Santoso, salah seorang panitia lomba artikel LTN PWNU Lampung.

Rudi menjelaskan, naskah dikirim melalui email saja, yaitu ke email lombaartikelsantri@gmail.com. Peserta bisa memilih tiga subtema yang telah ditetapkan panitia, yaitu peran santri dalam membumikan Islam di Nusantara dulu dan sekarang, pondok pesantren sebagai ? kancah pengembangan pendidikan, dan santri dalam politik dan pembangunan di Indonesia.

Akademisi IAIN Raden Intan Lampung ini memaparkan, lomba ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu pertama, kategori mahasiswa, santri, dan pelajar. Hadiah berupa uang Rp 1 juta rupiah, paket buku, dan sertifikat untuk juara pertama. Sementara untuk juara kedua dan ketiga akan mendapat uang senilai Rp 750 ribu dan Rp 500 ribu, berikut paket buku dan sertifikat.

IMNU Tegal

Ketegori kedua yaitu untuk umum, seperti akademisi, jurnalis, dan sebagainya. Adapun hadiah uang senilai Rp 1,5 juta untuk juara pertama, Rp 1 juta untuk juara kedua, dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga. ?

IMNU Tegal

Sama seperti kategori pertama, untuk kategori umum ini juga akan mendapat paket buku dan sertifikat. "Naskah para pemenang masing-masing kategori, dan naskah 10 besar, akan kami terbitkan menjadi buku," kata Rudi.

Ketentuan lomba, yaitu ? tulisan harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan, naskah minimal 1500 kata untuk mahasiswa/santri/pelajar dan minimal 3000 kata untuk umum. ? Peserta melampirkan riwayat hidup dan fotocopi KTP. Khusus mahasiswa/santri/pelajar/ melampirkan identitas diri berupa kartu tanda mahasiswa/kartu tanda pelajar/santri, surat keterangan dari pondok pesantren.

Dewan juri untuk lomba ini adalah KH Khairuddin Tahmid (Ketua MUI Lampung), Rudi Santoso (Dosen FH Universitas Lampung, dan Ila Fadilasari (jurnalis/ketua LTN). (Red: Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam IMNU Tegal

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengirimkan surat edaran terkait pelaksanaan hasil Munas ke-3 tentang Ahlul Halli wal Aqdi. Surat tertanggal 8 Juli 2015 itu telah dikirimkan kepada PWNU dan PCNU seluruh Indonesia.

Surat ditandatangani oleh Pj. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, Katib Aam PBNU KH Malik Madani, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Surat tersebut berisi empat butir kesepakatan Munas ke-3 di Jakarta yakni:

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Bahwa pemilihan Rais Aam pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama nanti akan dilaksanakan dengan sistem Ahlul halli wal Aqdi sebagai penerapan cara musyarawah mufakat sebagaimana dalam pasal 41 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama. Bahwa Ahlul Halli wal Aqdi tersebut terdiri atas 9 (sembilan) orang ulama dengan kriteria sebagaimana termaktub dalam pasal 2 ayat (4) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus menyerahkan 9 (sembilan) nama Ahlul Halli wal Aqdi yang diusulkan pada saat pendaftaran (registrasi) peserta muktamar, sebagai bagian dari administrasi pendaftaran, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (2) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus memusyarahkan sembilan (9) nama yang akan diusulkan itu. Dalam surat edaran tersebut disertakan empat (4) bundel lampiran yang berisi Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tanggal 14-15 Juni 2015, penjelasan kronologis tentang asal muasal ahlul halli wal aqdi, 39 ulama yang diusulkan sebagai anggota ahlul halli wal aqdi dan formulir usulan 9 nama ahlul halli wal aqdi. (Red: Anam)

Penjelasan kronologis ahlul halli wal aqdi dapat diklik di sini.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Hikmah, Habib, Makam IMNU Tegal

Rabu, 28 Februari 2018

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

Jombang, IMNU Tegal. Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur berencana akan menerapkan home visit (kunjungan rumah) ke beberapa tempat tinggal pasien yang sudah dirawat RSNU sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menjalin shilaturahim kepada pasien dan keluarga, di samping mengecek ulang kondisi masing-masing pasien yang dikunjungi.

Penerapan home visit akan dimulai selambat-lambatnya pada pekan ini dengan membawa fasilitas lengkap untuk pemeriksaan kondisi pasien. Di antaranya ambulans khusus, dokter, dan alat-alat pemeriksaan seperti tensi darah, tes labporat, stetoskop, dan timbangan badan.

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

H Syaifullah Isbari, penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, pasien yang akan dikunjungi kurang lebih dari 30 pasien, terhitung sejak dua bulan lalu. Ia menambahkan, jumlah kunjungan tersebut bisa bertambah sesuai dengan kesiapan pihak rumah sakit pada beberapa bulan kemudian, pasalnya kegiatan ini akan dirutinkan dan akan membantu penilaian masyarakat tentang keberadaan rumah sakit ini dalam melakukan aktivitas operasi.

IMNU Tegal

“Karena pertama kali kita melakukan ini, untuk kuota kunjungan kepada pasien bisa saja bertambah pada kunjungan selanjutnya, yang jelas kami akan menyesuaikan dengan persiapan-persiapan dari rumah sakit ini,” katanya kepada IMNU Tegal saat ditemui di kantornya di Jombang, Senin (4/1) siang.

Rencananya, pihak RSNU Jombang akan berkunjung setiap hari sekurang-kurangnya kepada lima pasien dimulai dari wilayah kecamatan terdekat. Syaifullah mengemukakan bahwa kunjungan pasien dari berbagai kecamatan tidak seimbang. Mayoritas jumlah kunjungan pasien terbanyak berasal dari daerah yang jauh dari RSNU Jombang.

IMNU Tegal

“Seperti halnya kecamatan Jogoroto dibandingkan Ngoro malah lebih banyak Ngoro. Di Ngoro mencapai 1360 pengunjung selama tahun 2015, sedangkan di Jogoroto hanya 692 pengunjung,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah IMNU Tegal

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Cirebon, IMNU Tegal - Menteri Agama H Lukman Hakim Saefuddin memuji atas terselenggaranya Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin, Cirebon. Menurutnya, kongres ini tidak hanya mengkaji substansi dan melahirkan rekomendasi, tapi tidak kalah pentingnya adalah prosesnya.

“Saya merasa kongres ini luar biasa,” kata H Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan penutupan acara KUPI, Kamis (27/4).

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Kongres ini sepenuhnya inisiatif dari masyarakat, dari kaum perempuan itu sendiri, kata H Lukman.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang membantu kesuksesan acara KUPI yang untuk pertama kalinya di dunia dan diselenggarakan di Cirebon ini.

IMNU Tegal

“Sebagai Menteri Agama saya ingin menghaturkan terima kasih tiada terhingga, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak,” kata Lukman.

IMNU Tegal

Ia berharap rumusan-rumusan yang dilahirkan dari kongres ini akan meningkatkan kaum perempuan itu sendiri dan peradaban di Indonesia dan di dunia. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Ulama IMNU Tegal

Mahasiswa UIM Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Kampus

Makassar, IMNU Tegal. Mahasiswa Univeristas Islam Makassar (UIM) memperingati hari AIDS Sedunia 1 Desember 2014 di kampus setempat, Makassar, Sulawesi Selatan. Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba UIM (Gamatika UIM) ini membagikan selebaran tentang bahaya HIV/AIDS dan sepucuk bunga mawar.

Mahasiswa UIM Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UIM Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UIM Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Kampus

Mereka juga mengumpulkan tanda tangan dukungan terhadap gerkakan mahasiswa yang bertema "Save UIM dari Jeratan HIV/AIDS" dari Rektor UIM Andi Majdah M Zain, Wakil Rektor I Musdalifah Mahmud, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Sanjata, Wakil Rektor IV Nur Taufiq Sanusi, dan seluruh civitas akademika Univeristas Islam Makassar.

Forum Gamatika UIM adalah wadah bagi mahasiswa UIM yang telah lulus mengikuti kegiatan Pembentukan Kader Anti Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia beberapa waktu yang lalu.

IMNU Tegal

“Kami digembleng oleh BNN Sulsel bagaimana mengembangkan jejaring untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba khususnya di lingkungan kampus,” ungkap Sirajuddin, anggota Gamatika UIM.

IMNU Tegal

Gamatika juga merupakan perpanjangan tangan dari BNN Sulsel yang dibentuk setiap kampus, untuk mencegah peredaran narkoba, yang di antara dampak buruknya adalah penyebaran virus HIV/AIDS.

“Kami selaku pimpinan sangat mendukung gerakan mahasiswa yang kreatif ini untuk menyosialisasikan bahaya virus HIV/AIDS dalam rangka hari AIDS Sedunia,” ungkap Majdah, Rektor UIM.

Menurutnya, sebagai kampus miliki NU, UIM akan selalu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk kreatif, inovatif, dan tentunya berjiwa sosial. “Tidak hanya itu pembentukan Forum Gamatika sebagai gerakan anti narkoba bagi mahasiswa UIM dari awal kami yang menginisiasi bersama BNN Sulsel, agar ke depannya mahasiswa bebas dari bahaya narkoba dan virus HIV AIDS,” tambahnya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ubudiyah IMNU Tegal

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Jakarta, IMNU Tegal. Direktur Jenderal Industri Tekstil, Kulit, dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI Muhdori mengungkapkan tradisi bersarung yang dilakukan warga NU dan pondok pesantren, memiliki potensi dan peluang positif dilihat dari pemberdayaan ekonomi pesantren. ?

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional “Sarung Nusantara” yang digelar Lembaga Takmir Masjid Nahdltaul Ulama (LTMNU) di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (6/4).

“Industri tekstil, di dalamnya termasuk industri sarung, menempati urutan ketiga penghasil devisa negara. Nilai ekspor tahun 2016 sebesar US$ 11,78 miliar (8,22 persen ekspor nasional), dengan surplus USD 4,73 miliar; berkontribusi 1,18 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada tahun 2016. Industri tekstil juga merupakan satu dari sepuluh industri prioritas dan industri andalan Indonesia 2015-2035,” urai Muhdori.

Muhdori menyebut, pada tahun 2015, dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri tersebut menyerap tenaga kerja langsung sejumlah 2,69 juta orang. Angka ini setara dengan 17,03 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur yang bersifat padat karya.

IMNU Tegal

Oleh karena itu ia mendorong pesantren memanfaatkan peluang tersebut. “Contohnya bila di Cirebon saja ada 27 pesantren dengan rata-rata 200 santri per pesantren. Lalu koperasi pesantren membeli sarung dengan harga dasar 45 ribu dijual 50 ribu, itu akan ada keuntungan untuk pesantren. Jelas ini upaya pemberdayaan umat lewat sarung,” terangnya.

Belum lagi, kata Mudhori bila pesantren bisa memproduksi sarung sendiri, tentu optimalisasi pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan.

IMNU Tegal

Ia juga mengatakan pengembangan tekstil tidak terbatas hanya sarung. “Ketika musim haji, kiai dan satri pondok pesantren minimal kalau tidak berangkat haji bisa bertindak sebagai pemandu manasik. Sekaligus ini bisa dipersiapkan dengan mengenalkan produk pendukung ibadah haji dan umrah,” lanjut Muhdori.

Bicara tentang bisnis, kata Muhdori, tidak akan ada habisnya ketika dikaitkan dengan pondok pesantren. “Karena itu pondok pesantren dan NU harus memanfaatkan betul peluang ini, selagi masih terbuka,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Amalan IMNU Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasikan Bahaya Penyakit Diabetes

Sidoarjo, IMNU Tegal - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggelar seminar bahaya penyakit diabetes, Sabtu (26/11). Seminar ini diadakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.

Ketua Panitia Riza Ahmadi menjelaskan, acara yang bertajuk "Si Manis Berujung Kronis" ini digelar di ruang Darun Naim lantai 3 dengan tujuan agar penderita diabetes mengerti tentang penyakit tersebut.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasikan Bahaya Penyakit Diabetes (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasikan Bahaya Penyakit Diabetes (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasikan Bahaya Penyakit Diabetes

"Bagi masyarakat khususnya yang menderita diabetes supaya mengerti cara pencegahan dan asupan diet bagi penderita diabetes," kata Riza.

IMNU Tegal

Riza mengatakan, acara seminar ini rutin diadakan setiap empat bulan sekali dan temannya pun berbeda-beda. Selain seminar diabetes, RSI Siti Hajar juga sering mengadakan seminar kesehatan ibu hamil, kesehatan anak, dan lain sebagainya.

Dalam acara seminar diabetes kali ini, RSI Siti Hajar menghadirkan dua narasumber yang profesional dan kompetensi di bidangnya yakni spesialis penyakit dalam dr Atik Yuniani dan ahli gizi Rina Yuniati. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Kiai IMNU Tegal

Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung

Jakarta, IMNU Tegal. Penyerangan Ahad sore 27 Mei 2012 silam, sedikitnya melukai dua anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kasus penyerangan tersebut, dilakukan oleh sekelompok orang berpakaian Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT). Peristiwa tersebut persisnya terjadi di Kantor Ranting NU Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

Aparat masih Buru Pelaku  Perusak Kantor NU Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung

Namun, kasus penyerangan tersebut dengan senjata tajam; parang, mulai menemui titik terang. Aparat hukum dengan dukungan PWNU Jatim, bekerja optimal. Kedua pihak bersinergi dalam menegakkan hukum positif di Jawa Timur khususnya.

“Sejumlah pelaku penyerangan sudah ditangkap aparat hukum. Sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran,” ungkap Imam Kusnin, Ketua Satkorwil Banser Jawa Timur kepada IMNU Tegal pertelepon, Rabu (13/6) sore.

IMNU Tegal

Bahkan sayembara pun digelar untuk menangkap dua buron tersebut. Sayembara menyediakan  hadiah yang cukup menjanjikan bagi penangkap buron. Salah satu cara kreatif untuk mengejar pelaku kriminal, sayembara.

IMNU Tegal

Pasukan kami juga selalu stand by di lokasi. Kami akan mengawal terus proses hukum hingga tuntas. Segenap keluarga besar Banser tidak perlu khawatir. Waspada terhadap provokator yang akan memperkeruh persoalan, imbau Kusnin yang juga Wakil Ketua PW GP. Ansor Jatim.

Aparat berwenang sudah melakukan langkah hukum. Kita akan memantau terus perkembangannya. PWNU Jatim menuntut penuntasan kasus ini selambatnya 15 Juli 2012, tandasnya.

Penuntasan kasus ini, menjadi bukti komitmen aparat terhadap hukum. Komitmen kuat terhadap hukum akan menjamin kepercayaan semua elemen bangsa. Tanpanya, bentrokan fisik, sulit dihindarkan. Karena, setiap pihak baik personal maupun komunal, akan akan memaksakan kehendak masing-masing tanpa mempedulikan  orang lain. Keamanan dan kenyamanan yang menjadi hajat hidup orang banyak, diabaikan percuma.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Kajian, Halaqoh IMNU Tegal

Kemiskinan Kontekstual dan Tugas NU

Oleh Aswab Mahasin



Kemiskinan merupakan ancaman sosial dan bisa berefek pada keberagamaan manusia. Tidak sedikit manusia putus asa dan murka dikarenakan kondisi ekonominya carut marut. Walaupun dalam hal ini masalahnya adalah kualitas iman dan Islam seseorang. Sering kita dengar celoteh. “Shalat terus tidak kaya-kaya, sedangkan mereka tidak shalat menjadi kaya.” 

Kemiskinan Kontekstual dan Tugas NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemiskinan Kontekstual dan Tugas NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemiskinan Kontekstual dan Tugas NU

Sebenarnya, bukan masalah shalat atau tidak shalat lantas kemudian orang menjadi kaya, melainkan etos kerja, kreativitas, dan sejenisnya. Kalau kita kembalikan kepada hakikat penciptaan manusia, manusia telah difasilitasi kondisi alam yang kaya raya, dan manusia telah difasilitasi akal budi oleh Allah, dan Allah menyuruh kita untuk memaksimalkan potensi kreatif kita. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri.” 

Melihat data per Maret yang dilansir oleh banyak media, mengatakan, “Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin, yakni penduduk dengan pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan, di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen dari jumlah total penduduk).” 

Lanjut menurt BPS, angka tersebut bertambah 690 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016, sebesar 27,76 juta orang (10.70 persen). Secara presentase angka kemiskinan mengalami penurunan, tetapi jumlah angka tersebut mengalami kenaikan. Pertumbuhan penduduk yang naik tiap tahun menambah deretan jumlah penduduk Indonesia yang miskin.

Di samping itu, secara ekonomi, dikarenakan oleh tingkat penghasilan yang makin lemah, sedangkan harga-harga barang terus-menerus naik. Secara sosial, ditandai oleh lemahnya solidaritas sosial. Secara politik, ditandai oleh meluasnya konflik para elite politik, hanya mementingkan kekuasaan dan kepentingan partainya. Secara budaya, ditandai oleh kecenderungan kekuatan otot mengalahkan kekuatan nalar, sehingga nalar sebagai pusat mengalirnya kreativitas mengalami kekeringan. Secara hukum, ditandai oleh makin meluasnya masyarakat yang tidak taat aturan dan kebiasaan main hakim sendiri. Sedangkan, kemiskinan keagamaan munculnya gesekan, tindak kekerasan, dan pembunuhan “atas nama agama”. (Prof. Dr. Musya Asy’arie, Dialektika Agama untuk Pembebasan Spiritual, 2000, hlm. 65).

IMNU Tegal

Dari penjelasan di atas telah jelas, kemiskinan diakibatkan oleh banyak faktor—susah untuk diurai. Artinya, kemiskinan tidak mungkin disolusikan dengan satu pendekatan saja (ekonomi), melainkan harus menggunakan banyak pendekatan/berbagai aspek. Selagi Indonesia tidak kondusif, secara sosial, budaya, hukum, politik, dan agama—sepertinya “mimpi di siang bolong” mengurangi angka kemiskinan. 

Paling disayangkan adalah, ‘kemiskinan milenial’ (dialami oleh kalangan muda), terlahir dari keluarga tidak mampu dibarengi dengan tuntutan pergaulan hedonis, seringkali membuat mereka terjebak “gengsi sosial”. Akhirnya, jalan pintas menjadi caranya untuk menyelesaikan permasalahan gengsi. Tidak sedikit di antara anak sekolah tingkatan menengah atau mahasiswa/i, terjun ke “dunia gemerlap” demi mendapatkan uang (membeli gengsi). 

Ambil contoh, website yang baru saja diblokir pemerintah (nikahsirri[dot]com), baru satu hari dilaunching sudah banyak yang mendaftar, dan website itu menampung para wanita, yang putus sekolah/kuliah untuk dinikahkan sirri dengan para bos-bos berduit. Itu yang dinyatakan oleh pembuat website.  

Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits menyampaikan, “kada al-faqru an-yakuna kufran” (hampir-hampir kemiskinan menjadikan kekufuran). Penjelasan di atas adalah salah satu contoh, kemiskinan bisa menjerumuskan manusia pada lubang hitam. Tidak hanya itu, tidak sedikit fenomena sosial, seperti; pencurian, jambret, maling, kejahatan, dan sebagainya, di awali dari kemiskinan.

IMNU Tegal

Dalam konteks ini, seorang Muslim hakikatnya mempunyai keharusan berusaha terus-menerus agar mencapai tingkat kemampuan berlebih, memungkin mereka mampu menyempurnakan rukun-rukun Islam yang lima. Indonesia dengan mayoritas penduduknya adalah Muslim, suatu keharusan terus mencoba berpikir dan bertindak—melepas belenggu kemiskinan yang menjerat masyarakat Indonesia. Ini merupakan tantangan bagi komunitas Muslim di Indonesia sendiri. Bagaimana mereka melakukan sebuah instrumen dalam membantu saudaranya.

Seperti yang dikatakan oleh Hasan Hanafi dalam Al-Yasar al Islami (Kiri Islam), “bahwa kemiskinan, keterbelakangan, dan ketertindasan umat Islam merupakan tantangan terbesar yang mesti dijawab”

Menurut Bachtiar Chamsyah, kemiskinan yang dihadapi bangsa Indonesia sekarang memiliki dua dimensi, pertama, kemiskinan non-fisik, yang meliputi dimensi moral, etika, akhlak, dan mental—yang kemudian memperlemah daya saing sumber daya manusia Indonesia; kedua, kemiskinan fisik, yang lazim disebut kemiskinan ekonomi atau struktural. Jadi, krisis yang berwajah multidimensi di berbagai bidang kehidupan selama beberapa tahun belakangan ini semakin menutup jalan keluar bagi kemiskinan.

Meski persoalan penanggulangan kemiskinan cukup berat dan sulit. Bisa kita lihat, tidak sedikit usaha yang dilakukan oleh pemerintah, begitupun para tokoh dalam menggenjot potensi ekonomi rakyat. Namun, kita tidak boleh berhenti apalagi mundur. Minimal saling tolong menolong yang kita lakukan terhadap tetangga kita yang kurang mampu, menjadi bagian solusi pendek yang kita lakukan.

Bagi seorang Muslim, baiknya kita merenungkan pesan Nabi Muhammad SAW, melalui salah satu haditsnya ibda’ bi nafsika, mulailah dari diri kamu sendiri. Kita tidak harus menunggu pemerintah atau organisasi dalam menyelesaikan masalah ini, semua hal tersebut harus diawali dari kesadaran kita terhadap lingkungan sosial kita. Menurut Musya Asya’ari paling tidak, mulai dari jiwa kita untuk tidak miskin, karena jiwa yang miskin akan melahirkan tindakan yang miskin pula. 

Islam sebenarnya sudah mempunyai banyak cara untuk menanggulangi kesenjangan ekonomi, melalui zakat, sedekah, waris, dan sebagainya. Ajaran tersebut sebagai media berbagi untuk umat Islam terhadap kebanyakan manusia yang kekurangan. Selain itu, ajaran tersebut juga sebagai sarana mencegah penumpukan modal/harta dari tahun ke tahun/dari generasi ke generasi (sudah banyak konsep yang diterangkan oleh banyak pakar), karena di dalam harta kita ada hak orang lain. Nabi Muhammad SAW menegaskan, “yadu al-ulya khairun min-yadi al-sufla” (Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah).  

Kembali lagi dengan pernyataan, umat Islam di Indonesia jumlahnya begitu besar, sesungguhnya jika digali lebih dalam merupakan potensi ekonomi yang luar biasa, dan sudah waktunya kita tidak melulu menjadi konsumen, melainkan diusahakan menjadi produsen. Dan NU sebagai organisasi yang memiliki basis massa 80 juta lebih, harus terus menerus giat dan fokus menggenjot ekonomi rakyat. Minimal memberikan solusi dalam pengajaran pendidikan kewirausahaan dan penyaluran modal, sekaligus dengan pendampingannya. Terutama kemiskinan-kemiskinan konstekstual saat ini yang berwajah multidimensi dengan berbagai masalahnya. Kalau bukan NU, siapa lagi. 

Saya tutup dengan Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 268, “Setan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat jahat, sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia (kekayaan dan balasan pahala. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya), lagi Maha Mengetahui.”





Penulis, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, Aswaja IMNU Tegal

Senin, 26 Februari 2018

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia

Surabaya, IMNU Tegal. Kunjungan sejumlah tokoh agama dari negara Jiran Malaysia ke Jawa Timur akan dioptimalkan untuk kegiatan penguatan kerjasama antar kedua pihak. Kegiatan yang diagendakan antara lain daurah Aswaja hingga pertukaran santri maupun mahasiswa serta dosen.

Penegasan ini disampaikan M Zunaidul Muhaimin di sela-sela mendampingi rombongan dari lembaga dan kampus yakni Universitas Tun Husain onn Malaysia (UTHM), Majlis Agama Johor, serta Institut Ahli Sunnah wal Jamaah kampus UTHM ke sejumlah pesantren di Jawa Timur.

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia

"Ada 22 rombongan dari Malaysia yang mengikuti kunjungan ini," kata Wakil Direktur PW Aswaja NU Center Jawa Timur ini, Ahad (21/12). Jumlah ini lebih besar dari rencana semula yang hanya 16 orang.  Mereka mengunjungi sejumlah pesantren karena ingin mendapatkan informasi secara langsung dari para pimpinan dan pengelola pesantren.

IMNU Tegal

"Rombongan adalah utusan dari perguruan tinggi dan sejumlah lembaga di Malaysia," katanya. Jumat (20/12), rombongan dari Universitas Tun Husain onn Malaysia (UTHM), Majlis Agama Johor, serta Institut Ahli Sunnah wal Jamaah kampus UTHM diterima oleh pengurus NU Jatim di kantornya, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Sejumlah kiai seperti KH Miftachul Akhyar (Rais), KH Abdul Matin (Wakil), KH Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua), H Hamid Syarif, dan KH Jazuli Nur (Wakil) hadir saat penyambutan ini.

IMNU Tegal

Ustadz Muhaimin, sapaan akrabnya menandaskan bahwa dari kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan akan diselenggarakannya daurah Aswaja secara lebih intensif. "Juga akan dilakukan pertukaran pelajar atau santri hingga dosen demi pemantaban kerja sama tersebut," tandas kandidat doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Dan semuanya akan dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama, lanjutnya.

Seperti diberitahukan sebelumnya, rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Al-Fitroh Kedinding Surabaya. Hari kedua (hari ini) adalah berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan. "Di Pesantren Sidogiri, para rombongan berkunjung lumayan lama sejak pagi hingga sore," kata dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini. Selama di Pasuruan, rombongan juga akan singgah di pesaren KH Hamid.

Keesokan harinya, rombongan melanjutkan kunjungan ke dua pesantren. "Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo dan terakhir di Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo," terang Muhaimin.

Dan pada hari Selasa (23/12), rombongan akan bergabung dalam seminar internasional yang diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. "Mereka akan menceritakan pengalaman tantangan yang dihadapi serta peluang yang dapat ditindaklanjuti bersama," katanya.

Sedangkan hari Rabu, rombongan akan mengunjungi makam Syeikhona Kholil di Bangkalan, Sunan Ampel serta Taman Bungkul Surabaya.

Selama kunjungan, para akademisi dan ulama tersebut setidaknya ingin mendapatkan gambaran soal proses seleksi dan pendaftaran santri baru. "Selanjutnya juga akan diperdalam perihal proses belajar mengajar di masing-masing pesantren tersebut," katanya.

Kurikulum di masing-masing pesantren juga tidak luput dari perhatian rombongan. "Demikian juga pengawasan selama para santri mondok, juga penilaian yang dilakukan setiap pesantren terhadap para santri," ujarnya.

Sedangkan yang tidak kalah penting adalah pola distribusi dari setiap pesantren terhadap alumni yang dimiliki. "Tentu masing-masing pesantren memiliki model yang berbeda dalam pengelolaan dan distribusi para alumninya," pungkas Muhaimin.

Direktur PW Aswaja NU Center Jatim KH Abdurrahman Navis menandaskan bahwa kunjungan ini sebagai buah kerja sama yang intensif dengan sejumlah tokoh dan kampus di Malaysia. "Karenanya, kami berusaha menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan pelayanan kepada mereka," katanya.

Kiai Navis, sapaan akrabnya juga menandaskan dari kerja sama ini diharapkan akan ada tindaklanjut yang bisa dilakukan pada kesempatan berbeda. "Bisa dengan pesantren yang dituju, juga dengan Aswaja NU Center," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Sehingga kehadiran para ulama dan dosen dari kampus Malaysia tersebut bisa bermanfaat bagi syair agama dan kerja sama yang lain, pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Foto: Direktur Aswaja NU Center Jatim KH Abdurrahman Navis

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, AlaNu IMNU Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan

Jakarta, IMNU Tegal. Kiai Hasyim Asy’ari merupakan ulama yang berhasil menggabungkan antara nilai keislaman dan kebangsaan. Inilah yang mampu melahirkan Indonesia seperti yang ada saat ini dengan NU sebagai salah satu penopang utamanya dalam menjaga Islam dan kebangsaan ini.?

“Kalau di Eropa, nasionalisme jadi ideologi. Kalau kita, ideologinya ahlusunnah wal jamaah spiritnya nasionalisme, ruhnya wathaniah, tapi ideologi kita aswaja,” kata Kiai Said Aqil Jum’at (3/7).

KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim, Ulama yang Satukan Islam dan Kebangsaan

Ternyata rumusan tersebut sangat luar biasa dalam mewujudkan Indonesia yang damai. Di Timur Tengah ada perang saudara, sama Islamnya, sama mazhabnya tetapi mereka tidak punya komitmen nasionalisme.?

IMNU Tegal

Kiai Said menjelaskan dalam sebuah seminar di Jerman, para peserta ? pada keheranan bagaimana umat Islam di Indonesia mampu menggabungkan antara ketuhanan dan keadilan sosial. Dimata mereka, ketuhanan merupakan urusan pribadi sementara keadilan menjadi urusan masyarakat.?

Dengan konsep integrasi Islam dan kebangsaa ini, meskipun ada konflik, mampu dilokalisir dan diminimalisir sebagaimana terjadi di Madura dan Puger antara Sunni dan Syiah, tetapi relatif bisa dilokalisir dan diselesaikan relatif cepat. Di Timur Tengah sampai saat ini, konflik yang melanda Irak, Suriah, Mesir, Yaman dan lainnya sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan tak jelas kapan bisa selesai.?

“Kalau disana, kalau sudah konflik, bisa melebar dari ujung ke ujung karena fanatisme kesukuan masih sangat tebal. Belum menyatu dalam kebangsaan. Setiap ada konflik politik, pasti ada konflik suku seperti di Yaman sekarang.”?

IMNU Tegal

Ia menilai kondisi damai di Indonesia salah satunya berkat visi kebangsaan dan keislaman moderat yang dimiliki oleh NU.

“Karena kita tidak hanya tekstual hadist saja, tetapi juga menerima argumen logis. Ini hasil ijtihad kreatifitas KH Hasyim Asy’ari sebelum membangun NU dan NKRI ini.” (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Tokoh IMNU Tegal

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

Kudus, IMNU Tegal - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya menerapkan batasan usia ketua 23 tahun dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di SMK NU Maarif Kudus, Jumat mendatang (12/8).

?

"Konfercab ini menjadi momentum tepat melaksanakan kebijakan terbaru peremajaan usia anggota atau kader IPNU-IPPNU. Dan kami sudah siap menjalankannya," ujar Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kudus, Senin (8/8).

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

?

Ia mengungkapkan, IPNU-IPPNU Kudus memiliki banyak stok kader yang memunuhi kriteria usia 23 tahun. Mereka ini juga mampu menjadi sosok seorang pemimpin menggerakkan organisasi badan otonom pelajar NU tiga tahun ke depan.

?

"Masing-masing Pimpinan Anak Cabang terdapat calon ketua yang kapabel berdasarkan kriteria," kata Joni.

IMNU Tegal

?

Meski Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU tidak menyiapkan secara khusus calon ketua, namun Joni menyebut beberapa nama yang muncul dalam perhelatan Konfercab XX IPNU dan Konfercab XIX IPPNU Kudus tersebut. Di antaranya, Muhammad Tausiul Ilma (Kota), Hermawan Muklis (Kaliwungu) dan Abu Hasan Asyari (Undaan).

?

"Mereka ini dari sisi usia memenuhi syarat, begitu pula kemampuannya sudah terlihat aktif pada kepengurusan periode sekarang. Namun semuanya tergantung peserta (Konfercab) yang menentukan," imbuhnya.

IMNU Tegal

Konferensi cabang akan dilaksanakan selama 2 hari Jumat-Sabtu (12-13/8). Agenda kegiatannya mengesahkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, merumuskan program kerja dan memilih ketua baru IPNU-IPPNU masa khidmah 2016-2018.

?

Berbagai acara pendukung tengah dipersiapkan yakni pembukaan dan pengajian budaya yang menghadirkan Rais PCNU Kudus KH? Ulil Albab Arwani, KH Budi Harjono (Semarang), Habib Hasyim bin Abu Bakar (Pekalongan), Candra Malik (PP Lesbumi) dan grup? musik Sumabudhaya (Pekalongan).

?

Selaian persidangan, juga terdapat acara seminar pelajar dan bazar yang diremiahkan pertunjukan seni dari para pelajar NU. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Khutbah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock